cover
Contact Name
Baiq Rika Ayu Febrilia
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
mpm@ikipmataram.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Mataram Jl. Pemuda No 59A Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Media Pendidikan Matematika
Published by IKIP Mataram
ISSN : 23383836     EISSN : 26570610     DOI : -
Core Subject : Education,
MPM focuses on publishing articles related to research results as well as the results of literature studies on mathematics education. This type of research can be in the form of classroom action research, experiments, qualitative research or other research. The results of the study can be the results of the application of the model/method/approach, the use of learning media (props).
Articles 155 Documents
IMPLIMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BERTANYA PRODUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Kurniawan, Ade; Masjudin, Masjudin
Media Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.086 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v6i2.1087

Abstract

The problems in mathematics learning at MTs NW Linsar are low of student?s social skills and cognitive abilities. Students are less active in discussing learning. Students are less accustomed to asking questions or given questions. Interactions that occur often one direction from teacher to student. In fact, it becomes a mindset that mathematical people are often identified with people who are unable to communicate, lack socialization, and seem to be absorbed in their own fun. In an effort to overcome these problems researchers implemented mathematical learning based on productive questions. Therefore, the purpose of this study was to improve the social skills and cognitive abilities of students through the implementation of productive mathematics-based learning tools. Productive questioning is a questioning process by giving open, structured, and systematic questions to students to get an understanding of a concept. The type of this research is research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted at NW Lingsar MTs with 27 students. The instrument of this research is the Social Skills observation sheet and student cognitive ability evaluation test sheets. Based on the results of data analysis, in the first cycle the average score of students' social skills was 74.2% with the Good category. The cognitive ability score reaches an average of 73.2% which is in the high category. Furthermore, in the second cycle, the average score of students' social skills reached 89.2% with the Very Good category. The score of cognitive abilities reached an average of 93.3% which was in the very high category. Thus, it can be concluded that the implementation of productive questioning based learning can to improve social skills and student cognitive abilities on subject matter Set at MTs NW Lingsar in academic year  2017/2018.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TURUNAN SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 BOLO Nurrahmah, Nurrahmah
Media Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.693 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1850

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Room Action Research) yang direncanakan dalam beberapa siklus dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Bolo dengan jumlah siswa 30 orang. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pada materi turunan siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Bolo .Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah: (1) data tentang hasil observasi siswa dan guru diambil pada saat proses belajar mengajar berlangsung, (2) hasil belajar siswa dikumpulkan dengan memberikan tes pada setiap akhir siklus. Aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif, ketuntasan klasikal, bila mencapai nilai 85% yaitu siswa yang memperoleh nilai ? 60 merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: Siklus I; nilai rata-rata hasil belajar siswa 70,57 dengan porsentase ketuntasan belajarnya sebesar 83,33% dan rata-rata aktivitas siswa petemuan I dan II sebesar 2,92 dan 3,00 yang tergolong pada kategori cukup aktif. Dan terjadi peningkatan pada siklus II;  nilai rata-rata hasil belajar siswa naik 9,73 poin menjadi 79,94 dengan porsentase ketuntasan belajarnya sebesar 96,67% dan rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,16 yang tergolong pada kategori aktif. Hasil tersebut menunjukan sudah tercapainya indikator penelitian yang ditetapkan sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Turunan  Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Bolo.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMKN 1 PRINGGABAYA PADA MATERI POKOK PERSAMAAN FUNGSI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 QAYYIM, dinul
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v1i1.1873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) berpengaruh terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X SMKN 1 Pringgabaya pada materi pokok persamaan fungsi tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jumlah populasi 102 siswa yang terdiri dari 4 kelas dan pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga diperoleh kelas X-TAV sebagai kelas eksperimen dan kelas X-TKJ sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data adalah data tes hasil belajar diperoleh dari data tes evaluasi sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari lembar observasi aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) berpengaruh terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X SMKN 1 pringgabaya pada materi pokok persamaan fungsi tahun pelajaran 2012/2013. Hal tersebut berdasarkan hasil perhitungan uji-t yang menunjukkan thitung (4.644) lebih besar dari ttabel (1,671) pada taraf signifikan 5%. Aktivitas belajar siswa terkatagori cukup tinggi, akan tetapi aktivitas kelas eksperimen dalam dua pertemuan (2,33 dan 2,47) lebih tinggi dibandingkan aktivitas kelas kontrol (2,19 dan 2,23).
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN TUGAS CREATIVE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR SISWA Raitu, Hisyam; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.026 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v4i2.371

Abstract

The purpose of this research was determining the effect of Project Based Learning model( PjBL) with the task of Creative Mind Map toward student mathematics connecting ability and learning outcomes at VIIth grade students of  MTs Negeri Anaraja on subject matter Triangle. The kind of this research is experimental research. The desain of this research is Nonequivalent Control Group Design. The population in this research was the VIIth grade students of MTs Negeri Anaraja in academic year 2015/2016. The Sampling technique was the Non-probability Sampling technique that is the Purposive Sampling. So the sample chosen is class VII-2 as the control sample class with discovery learning model and class VII-3 as the experiment sample with PjBL model with the task of creative mind map. The data of student mathematical connection ability were taken by Observation Mathematical Connections Ability Sheet, and students learning outcomes data were analyzed using t-test. Based on the data analysis, it was known that the average percentage of students' mathematical connection ability experimental class was 37% with an average value of 23.785 and the control class was 33.33% with an average value of 23.38421, this suggests was showed that the mathematics connecttion ability of students still low. While the results of t-test analysis showed that there was no significant difference between experimental class learning outcomes with control class learning outcomes. It can be seen from the price  of ttest was smaller than the ttable , with dk = 37 at the level of error was 5%. So it can be concluded that there is no effect of the PjBL model with the task of Creative Mind Map toward student mathematics connection ability and student learning outcomes at  the VIIth grade students of MTs Negeri Anaraja in academic year 2015/2016.
PROSES KONEKSI MATEMATIKA SISWA SMK PGRI 7 MALANG DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN PEMAHAMAN SKEMP Hamdani, Deni; Subanji, Subanji; Irawati, Santi
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.614 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v1i2.1901

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses koneksi matematika siswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan pemahaman Skemp, yakni pemahaman relasional dan pemahaman intrumental. Proses koneksi matematika yang terjadi dikaji dengan cara memberikan Lembar Tugas Individu (LTI) dan wawancara sesuai dengan tahapan Polya. Pengambilan data penelitian menggunakan metode Think-Out-Loud(TOL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada LTInomor 1, semua subjek kelompok berkategori pemahaman relasional, dan pada LTI nomor 2, subjek kelompok 1 memiliki pemahaman relasional, sedangkan subjek kelompok 2 memiliki pemahaman instrumental. Proses koneksi matematika subjek denganpemahaman relasional dapat mengontruksi hubungan antar konsep matematika, baik antar materi matematika, dan di dalam materi matematika, sedangkan proses koneksi matematika subjek dengan pemahaman instrumental dapatmengontruksi hubungan antar konsep matematika, baik antar materi matematika, dan di dalam materi matematika setelah diberikan stimulus ide penyelesaian.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMPN 13 MATARAM PADA MATERI BANGUN RUANG Hamsiah, Hamsiah; Masjudin, Masjudin; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.223 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1462

Abstract

Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah guru mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa. Kemampuan penalaran merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki siswa. Guru memiliki peran penting untuk mendapatkan informasi tentang penalaran siswa. Hal ini karena penalaran bagi siswa dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan untuk dapat memecahkan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi bangun ruang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMPN 13 Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian tes kemampuan penalaran matematis siswa, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang atau sebesar 3,57% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran sangat baik, sebanyak 6 orang atau sebesar 21,428% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran baik, sebanyak 5 orang atau sebesar 17,859% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran cukup, sebanyak 12 orang atau sebesar 42,859% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran kurang baik, sebanyak 4 orang atau sebesar14,285% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran sangat kurang baik. Setelah dilakukan wawancara kepada 5 siswa yang dipilih sesuai dengan nilai yang telah dicapai dan tergolong dalam kategori kemampuan penalaran sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik. Terlihat bahwa siswa mampu menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, tetapi pada saat tes tulis siswa tidak bisa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal. Dengan demikian dapat ditarik simpulan bahwa sebagian besar siswa masih kurang mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal sebelum menjawab soal.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII SMPN 7 MATARAM DALAM MENYELESAIKAN SOAL GARIS DAN SUDUT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Ananda, Rio Pradipta; Sanapiah, Sanapiah; Yulianti, Sri
Media Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.789 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v6i2.1838

Abstract

Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Mataram memerlukan analisis untuk mengetahui kesalahan apa saja yang banyak dilakukan dan mengapa kesalahan tersebut dilakukan siswa. Melalui analisis kesalahan akan diperoleh bentuk dan penyebab kesalahan siswa, sehingga guru dapat menentukan serta memberikan jenis bantuan yang tepat kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi garis dan sudut. Kesalahan yang dimaksud dalam penelitian ini dibatasi berdasarkan jenisnya yaitu kesalahan fakta, kesalahan prinsip, kesalahan konsep dan kesalahan operasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari peneliti sebagai intrumen kunci dan soal tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data 20,43% dari jawaban keseluruhan melakukan kesalahan fakta, 33,33% dari jawaban keseluruhan melakukan kesalahan konsep, 34,41% dari jawaban keseluruhan melakukan kesalahan prinsip dan 11,83% dari jawaban keseluruhan melakukan kesalahan operasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMPN 7 Mataram masih banyak yang melakukan kesalahan dalam menjawab soal terkait materi garis dan sudut.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PLANTET QUESTION (PERTANYAAN REKAYASA) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-A SMPN 1 LABUAPI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SETIAWAN, AGUS
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v1i1.1864

Abstract

tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-A di SMPN 1 Labuapi yang berjumlah 23 siswa. Pembelajaran dengan metode pembelajaran plantet question (pertanyaan rekayasa) dapat membantu guru untuk mempresentasikan informasi (materipembelajaran) dalam bentuk respon terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan dan diberikan sebelumnya kepada siswa dengan beberapa isyarat tertentu. Selain itu, metode ini dapat membantu siswa yang tidak pernahbertanya atau bahkan tidak pernah berbicara pada jam-jam pelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan menjadi penanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Data aktivitas siswa dan guru dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes yang diberikan pada tiap akhir siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif dan rata-rata skor hasil belajar siswa minimal 65 dan persentase ketuntasan belajar siswa minimal 85 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I adalah 1,83 dengan kategori cukup aktif, sedangkan pada siklus II dengan rata-rata 3,08 dengan kategori sangat aktif. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I dan II adalah 70,25 dan 77,53 dengan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan II yakni 73,19% dan 86,96%. Hal ini berarti bahwa penelitian tindakan kelas ini telah memenuhi indikator yang ingin dicapai. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran plantet question (pertanyaan rekayasa) dapat menigkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Labuapi materi pokok kubus dan balok tahun pelajaran 2012/2013.
PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN ELICITING ACTIVITIES (MEAs) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 SEKOTONG PADA MATERI POKOK PERBANDINGAN TRIGONOMETRI Ulfah, Maria; Abidin, Zainal
Media Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.095 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v4i1.121

Abstract

The problem in mathematics learning in SMA Negeri 1 Sekotong is the low student activity and student learning outcomes. This study aims to improve the student activity and learning outcomesat X Grade student of SMA Negeri 1 Sekotong through the application of Eliciting Activities (MEAs) learning models. This research is classroom action research (PTK). The sample in this study Grade X of SMA Negeri 1 Sekotong in the school year 2015/2016 as many as 31 students. The instrument used to measure students activity is observation sheet and student learning outcomes abstained from the test evaluation of student learning. Based on the analysis of data abstained activity score of student learning cycle I and II was 2.96 and 3.85 with active category to the category of very active. Scores of individuals obtained depending on how many current behavior of a number of indicators were observed. While analysis learning outcomes of student in the first cycle showed that of the 31 students who took the tests, as many as 24 students completed with an average grade completeness reached 77.41% and analysis learning outcomes of student in the second cycle showed that of the 31 students who took the tests, as many as 30 students completed with an average grade completeness reached 96.77%. The completeness criteria individually seen when students get  ? 75 as thestandard mastery learning minimal and classical completeness by using the value of the theory of mastery learning outcomes minimalstating that the class is said to be completed by learning when reached at least 85% of the number of students who received grades of 75 and above. Thus we can conclude thatThe Application Of Eliciting Activities (Meas) LearningModel To Increase Student Activity and Learning Out Comes At X Grade Students Of SMAN 1 Sekotong On Subject Matter Comparison Of TrigonometryIn Academic Year 2015/2016effectively
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN TEKNIK HANDS ON MATHEMATICS Saparwadi, Lalu
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.675 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v1i2.1892

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII?D SMP Negeri 20 Mataram pada mata pelajaran matematika Tahun Pelajaran 2010/2011 melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan teknik Hands on Mathematics pada materi pokok kubus dan balok, dengan jumlah siswa 37 orang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari 5 tahap yaitu; perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan klasikal, dimana pada siklus I ketuntasan klasikal yang di peroleh sebesar 72,41%, pada siklus II ketuntasan klasikal yang di peroleh 83,33%, dan pada siklus III ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah 86,67%. Sementara untuk skor aktivitas siswa pada siklus I yaitu 10,505 dengan kategori cukup aktif, pada siklus II meningkat menjadi 15,495 dengan kategori aktif, dan pada siklus III juga meningkat menjadi 17,34 dengan kategori aktif. Jadi dapat ditarik kesimpulan, dengan diterapkannya Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan teknik hands on mathematics pada materi kubus dan balok dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas VIII?D SMP Negeri 20 Mataram Tahun Pelajaran 2010/ 2011.