cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022): April" : 7 Documents clear
KARAKTERISTIK PENGGUNA NARKOBA DI POLI JIWA RSU MADANI PALU PERIODE OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2021 Andi Jilan Balqis Ramadhini; Ruslan Ramlan Ramli; Moh.Fandy Rahmatu
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.89

Abstract

Narkoba yaitu zat-zat alami maupun kimiawi yang jika dimasukan dapat mengubah pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang. Saat ini penggunaan narkoba di khalayak luas sudah tidak asing lagi, siapapun dapat dengan mudah mendapatkan dan mengonsumsi narkoba, narkoba kini tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa saja tetapi remaja dan bahkan anak dibawah umurpun kini bisa mengonsumsinya. Sejak tahun 2017 RSUD Madani Palu sudah bekerja sama dengan BNN Kota Palu dalam menangani pengguna narkoba agar mendapatkan tempat rehabilitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu. Data diambil menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan SPSS 26,0 didapatkan hasil penelitian yaitu, karakteristik pengguna narkoba kebanyakan berasal dari kelompok usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 19 orang (45,2%) dan paling sedikit berasal dari kelompok usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 1 orang (2.4%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 41 orang (97.6%), berdasarkan tingkat pendidikannya kebanyakan berpendidikan menengah sebanyak 26 orang (61.9%). Riwayat penggunaan narkoba paling banyak yaitu >5 tahun sebanyak 23 orang (54.8%), menggunakan sabu-sabu sebanyak 15 orang (35.7%) dan jumlah narkoba yang digunakan adalah multidrug user sebanyak 23 orang (54.8%). Karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Periode Oktober-Desember Tahun 2021 kebanyakan dari kelompok usia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan menengah, lebih banyak yang menggunakan shabu-shabu, lama menggunakan narkoba >5 tahun dan multidrug user.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDERITA ULKUS DIABETIKUM DENGAN TINGKAT DEPRESI TAHUN 2021 Ni Luh Putu Mellenia; Wijoyo Halim; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.90

Abstract

Lamanya menderita ulkus kaki diabetik dapat menjadi pertimbangan perjalanan penyakitnya, penderita dapat cenderung mengalami beban psikologis, ketakutan, frustrasi, dan depresi akan dilakukannya amputasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama ulkus diabetikum dengan tingkat depresi pada penderita diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu pada tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik metode kuantitatif dengan rancangan penelitian studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara non probability sampling yaitu consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner Beck Depression Inventory. Dari hasil penelitian pada 19 subjek penelitian ulkus diabetikum, berdasarkan tingkat depresi paling banyak pada pasien tingkat depresi minimal sebanyak 7 orang (56,80%) dan berdasarkan lama menderita terbanyak pada pasien dengan lama menderita <7 bulan sebanyak 14 orang (73,7%). Sehingga menggunakan analisa statistik uji Chi Square diperoleh nilai p>0,05 yaitu 0,701. Maka dapat dikatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu tahun 2021.
KAJIAN PERILAKU IBU MENYUSUI DENGAN USIA DINI DI DESA BALIBO KECAMATAN KINDANG KABUPATEN BULUKUMBA Mudyawati Kamaruddin; Sri Ningsih; Nurjannah; Nurhidayat Triananinsi; Nurqalbi SR
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.91

Abstract

Menyusui merupakan kegiatan memberikan Air Susu Ibu melalui payudara ibu secara langsung kepada bayi yang merupakan reflek instink dari ibu dengan melibatkan hormon-hormon menyusui. Menyusui adalah kewajiban setiap ibu, tidak terkecuali ibu yang bekerja atau usia seorang Ibu, maka agar dapat terlaksananya pemberian ASI dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai manfaat dari ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perilaku ibu menyusui dengan usia ibu kurang 20 tahun di Desa Balibo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang menjelaskan hasil analisa kuesioner yang diberikan pada responden terkait perilaku menyusui dan usia dini responden. Hasil penelitian menunjukan perilaku responden berada pada kategori baik yaitu 13 orang (65%) dari 20 orang dan hanya 7 orang (35%) yang menyusui tidak sesuai dengan panduan pemberian ASI walaupun semua responden menikah dan melahirkan di bawah usia 20 tahun. Usia paling tinggi adalah usia 19 tahun. Kesimpulan yang ditarik adalah perilaku menyusui sangat berhubungan erat dengan pengetahuan, pengalaman dan budaya yang ada di desa Balibo walaupun usia menikah di bawah 20 tahun.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU DAN KLINIK SPESIALIS MATA MITRA Nur Resqya Amalya Putri; Ruslan Ramlan Ramli; Tiara Meirani Valeria Savista
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.92

Abstract

Katarak merupakan proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu kasus ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia Menurut data dari WHO (World Health Organization) penyebab kebutaan tertinggi adalah katarak yaitu mencapai lebih dari 50%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya katarak di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra tahun 2021. Metode peneletian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Cara pengambilan sampel yaitu Consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan data primer berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 26,0 dan uji frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pada bulan Juni sampai November 2021 menunjukkan mayoritas penderita katarak memiliki usia 60-74 tahun sebanyak 57 orang (62,6%), diabetes melitus sebanyak 52 orang (57,1%), hipertensi sebanyak 41 orang (45,0%), dan memiliki perilaku merokok sebanyak 53 orang (58,2%). Dapat disimpulkan bahwa penderita katarak di RSU Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra memiliki usia yang sangat bervariasi yaitu antara 45-90 tahun. DM, hipertensi, dan merokok cenderung mempercepat terjadinya katarak (ditemukan pada usia muda).
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMP USIA 14-15 TAHUN DI SMP NEGERI 1 DAN SMP NEGERI 2 PALU TAHUN 2021 Risty Namirah R.Latah; Nur Meity; Maria Rosa Da Lima Rupa
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.93

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia. Bahaya merokok tidak hanya berdampak bagi sang perokok tapi juga bisa menyerang orang yang tidak merokok dalam lingkungan tersebut.kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok membuat para pelajar kurang memperhatikan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap perubahan tigkat pengetahuan pada anak sekolah menengah pertama di SMPN 1 Palu dan SMPN 2 Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode metode kuasi eksperimental dengan rancangan non randomize pre-test post-test dengan kelompok control (non equinalent control group).Data diperoleh melalui pemberian pretest dan posttest. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 24. Hasil Menunjukkan kelompok kontrol menghasilkan median 28,50 dengan nilai minimum 17 dan maximum 36. Pada posttest menghasilkan median 31,00 dengan nilai minimum 14 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 2,50. Pada kelompok eksperimen menghasilkan median 27,00 dengan nilai minimum 21 dan maximum 37. Pada posttest menghasilkan median 33,00 dengan nilai minimum 19 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 6,00. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan ada pengaruh edukasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan akan tetapi hasil uji Mann-Whitney menunjukan bahwa pengaruh edukasi tidak bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan pada penelitian ini edukasi kesehatan belum terbukti dapat meningkatkan pengetahuan.
DERAJAT DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN AKTIF PADA 2 FASE PENDIDIKAN: SEMESTER AWAL DAN SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2021 Al Vasih Hamdan; Mayalisa Diantamaela; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.94

Abstract

Depresi menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktifitas yang pernah diminati. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat depresi yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada populasi dengan usia yang sama namun bukan tergolong dalam mahasiswa kedokteran. Meta-analisis menemukan depresi atau gejala depresi diantara mahasiswa kedokteran mencapai 27,2%. Apabila tidak ditangani dengan baik depresi dapat mempengaruhi kinerja akademik mahasiwa. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase Pendidikan: Semester awal dan semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Proporsional Random Sampling. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase pendidikan: semester awal dan semester akhir, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukan derajat depresi mahasiswa tingkat awal 42 responden (54,8%) depresi minimal, (33,3%) deprsi ringan, (11,9%) depresi sedang dan tidak ada depresi berat. Derajat depresi mahasiswa tingkat akhir 45 responden (60,0%) depresi minimal, (13,3%) depresi ringan, (17,8%) depresi sedang, dan (8,9%) depresi berat. Sehingga menggunakan Analisa statistik uji Mann-Whitney U di peroleh nilai p>0,05 yaitu 0,779, sehingga dapat dikatakan tidak saling berhubungan antara fase pendidikan dengan derajat depresi mahasiswa. Didapatkan kecenderungan derajat depresi yang lebih tinggi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu Tahun 2021 tetapit tidak bermakna secara statistik.
GAMBARAN FOOD RECALL, KETERATURAN MINUM OBAT DAN KADAR GDS PADA PASIEN DM TIPE 2 YANG BEROBAT DI PUSKESMAS KAMONJI PADA TAHUN 2021 Tri Dewi Septi Rahayu; Wijoyo Halim; Tiara Meirani Valeria Savista
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.95

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Salah satu penyebab timbulnya penyakit DM adalah dari pola konsumsi makanan yang berlebih serta jumlah kalori yang tidak terkontrol yang masuk ke dalam tubuh dan kepatuhan minum obat memegang peranan penting dalam mencapai target terapi diabetes melitus. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan diabetes melitus merupakan salah satu penyebab rendahnya kontrol kadar gula darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling. Untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil penelitian menujukkan keberagaman jenis makanan yang dikonsumsi tidak beragam 30 pasien (60,0%), jumlah makanan yang di konsumsi kurang 29 pasien (58,0%), keteraturan minum obat pasien rendah 28 pasien (56,0%), kadar gula darah sewaktu (GDS) tinggi 37 pasien (74,0%), pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keteraturan minum obat dan kadar GDS memiliki kategori keteraturan minum obat yang rendah sehingga kadar GDS nya tinggi 27 pasien (96,4%) dan pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keberagaman jenis bahan makanan dengan kadar GDS memiliki kategori jenis makanan tidak beragam dengan kadar GDS tinggi dengan pasien 20 (66,7%). Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021, kebanyakkan memiliki kadar GDS yang tinggi, mungkin berhubungan dengan banyaknya penderita yang tidak patuh minum obat, dan memiliki keberagaman jenis makanan yang rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7