cover
Contact Name
Sani Ega Priani, M.Si., Apt.
Contact Email
-
Phone
jurnal.farmasyifa@gmail.c
Journal Mail Official
jurnal.farmasyifa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi - Universitas Islam Bandung Jalan Rangga Gading No. 8, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa
ISSN : 25990047     EISSN : 25986376     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF) merupakan Jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian di ruang lingkup Farmasi meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Biologi Farmasi, Farmasetika, Farmasi Mikrobiologi dan Bioteknologi, dan Farmakokimia. Disamping penelitian, jurnal ilmiah Farmasyifa juga memuat artikel hasil review terkait perkembangan ilmu kefarmasian di Indonesia berbasis penelitian.
Articles 110 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KADAR KARBON MONOKSIDA (CO) PEROKOK Risa Apriani Hilyah; Fetri Lestari; Lanny Mulqie
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i1.6649

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok merupakan salah satu gaya hidup yang dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama penyakit kardiovaskular karena rokok mengandung bahan kimia beracun, salah satu diantaranya adalah gas CO. CO yang terhirup akan berikatan dengan hemoglobin sehingga kemampuan darah dalam mensuplai O2 ke jaringan menjadi berkurang. Pengukuran kadar CO menggunakan smokerlyzer menjadi metode alternatif untuk pendeteksian dini gangguan kesehatan akibat rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Penelitian bersifat observasional dengan desain case control study yang dilakukan di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Sampel penelitian berjumlah 10 orang perokok yang diambil secara convenience sampling. Pengukuran kadar CO dilakukan dengan menggunakan smokerlyzer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Jumlah rokok perhari dan lama merokok memiliki korelasi bermakna dengan kadar CO dengan nilai r=0.698) dan (r=0.755). ABSTRACTSmoking is one of habits that can cause much more health problems than cardiovascular disease because in every cigarette contain toxic chemicals, one of them CO. The inhaled carbon monoxide will be bound to the haemoglobin in blood reducing its ability to transport O2 to body tissues. CO measurement using smokerlyzer is an alternative method for early detection of a health disorder caused by smoking. This study aims to find out the correlation between smoking habits and CO levels of in a district in the city of Bandung. The study is a observasional research in design of case control study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The samples were taken from 10 people using convenience sampling technique. The measurement of CO levels was done using smokerlyzer. The result shows that there is a correlation beetwen smoking habits and CO levels of smokers study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The number of cigarettes a day and along time smoking is correlated with a meaningful CO levels r=0.698) and (r=0.755).
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS ANTIDEPRESAN DARI TANAMAN FAMILI RUBIACEAE Ika Kartikasari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i2.6819

Abstract

Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan perasaan tertekan secara terus-menerus yang dapat mempengaruhi mood, perilaku maupun kesehatan fisiknya. Menurunnya produktivitas kerja, ketergantungan narkotika dan psikotropika, gangguan dalam hubungan sosisal bahkan sampai bunuh diri merupakan dampak yang ditimbulkan akibat depresi. Obat-obat depresi yang biasa digunakan adalah obat-obat sintetik dimana obat-obat antidepresan ini menimbulkan beberapa efek samping diantaranya hipotensi, kejang, mulut kering, mual muntah serta penglihatan kabur. Untuk menghindari kondisi tersebut dapat digunakan pengobatan alternatif dari tanaman, salah satunya famili Rubiaceae yang berpotensi sebagai antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai antidepresan dari famili Rubiaceae. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi pustaka terkait dengan tanaman famili Rubiaceae yang memiliki aktivitas antidepresan yang terdapat pada jurnal yang bertaraf nasional maupun internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil penelitian terdapat 7 tanaman famili Rubiaceae yang memiliki potensi sebagai antidepresan diantaranya tanaman Morinda citrifolia Linn, Coffea sp, Uncaria rhynchophylla, Uncaria lanosa Wallich var. appendiculata Ridsd, Mitragyna speciosa Korth, hamelia patents, dan Nuclea latifolia Smith. Tanaman yang memiliki aktivitas antidepresan yang paling tinggi adalah tanaman Coffea sp, Uncaria rhynchophylla dan Mitragyna speciosa Korth dengan dosis 10 mg/kg.
DESAIN DAN OPTIMASI NLC (Nanostructured Lipid Carriers) EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L. Kuntze) DENGAN VARIASI LIPID Ratih Aryani; Aulia Fikri Hidayat; Atika Zulfa Karimah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i1.7151

Abstract

Daun teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa polifenol katekin yang mempunyai aktivitas antioksidan. Senyawa turunan katekin terbesar di dalam teh hijau adalah EGCG (epigallocatechin gallate). Sistem penghantaran NLC (Nanostructured Lipid Carriers) dapat memperbaiki stabilitas dan ketersediaan hayati EGCG. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formula NLC ekstrak etanol daun teh hijau berdasarkan karakteristik ukuran partikel, indeks polidispersitas dan potensial zeta. Desain dan optimasi formula dibuat dengan variasi lipid, terdiri atas lipid padat (gliseril monostearat, setil alkohol, setil palmitat, precirol ATO5, dan gelucire), lipid cair (labrafac), serta surfaktan (poloxamer 188 dan tegocare) menggunakan metode homogenisasi kecepatan tinggi dan ultrasonikasi. Formula terbaik terdiri atas 0,1% ekstrak etanol daun teh hijau, 4% lipid, dengan perbandingan lipid padat (precirol ATO 5: gelucire (4:1)) dan lipid cair (labrafac) 9:1, serta 1% poloxamer 188. Karakteristik formula NLC yang diperoleh memiliki tampilan visual koloid kehijauan, ukuran partikel 359,6 nm, indeks polidispersitas 0,296, dan zeta potensial -0,17 mV.
TELAAH KANDUNGAN ASAM LEMAK ESENSIAL DALAM EMPAT JENIS MINYAK IKAN KONSUMSI DI JAWA BARAT Indra Topik Maulana; Rizka Wulan Sari; Rinda Sri Partina; Isnaeni Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v3i2.5977

Abstract

Penelitian terkait telaah kandungan asam lemak esensial dari empat jenis minyak ikan konsumsi di Jawa Barat telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah terkait kandungan asam lemak esensial didalam empat jenis ikan konsumsi. Bahan ikan yang digunakan adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan gurami (Osphronemus goramy), dan ikan Bandeng (Chanos chanos). Minyak dari setiap jenis ikan diekstraksi dengan metode ekstraksi sinambung. Selanjutnya minyak ditransesterifikasi menjadi FAME kemudian dianalisis dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa. Data hasil penelitian menunjukkan ikan mujair memiliki rendemen paling tinggi yaitu 8,57 + 0,06 % dari total bahan kering tanpa kepala dan ekor.  Ikan nila mengandung minyak paling rendah yaitu 0,28 + 0,09 %. Berdasarkan penggolongan asam lemak, Minyak ikan mujaer mengandung SFA 35,36 + 4,86 %, MUFA 31,55 + 1,79 %, PUFA 19,15 + 2,05 %. Minyak ikan bandeng mengandung SFA 38,12 + 4,86 %, MUFA 36,64 + 2,21 % dan PUFA 18,4 + 2,02 %. Minyak Ikan gurami mengandung SFA 41,65 + 2,35   %, MUFA 40,29 + 1,13 %. Minyak Ikan Nila mengandung SFA 34,11 + 1,73%, MUFA  27,47  + 2,11 %, dan PUFA 38,43 + 2,81 %. Asam lemak esensial utama yang ditemukan pada penelitian ini diantaranya adalah ARA(ω-6), EPA(ω-3), dan DHA(ω-6).
UJI AKTIVITAS ANTIKANKER PAYUDARA SENYAWA ANDROGRAFOLIDA DARI TUMBUHAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm F) Ness.) TERHADAP HUMAN EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR 2 (HER-2) SECARA IN SILICO Sintya Suherlan; Rohayah Rohayah; Taufik Muhammad Fakih
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i2.7784

Abstract

Kanker payudara merupakan suatu keadaan dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali pada jaringan payudara. Kanker payudara dapat menyebabkan kematian pada kaum wanita. Andrographolide merupakan salah satu senyawa antikanker yang terkandung pada tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness.). Adapun reseptor Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER-2) merupakan resepor yang memiliki peranan penting pada kanker payudara. Tujuan pada peneitian ini adalah untuk mengetahui afinitas dan interaksi antara senyawa Andrographolide dan Dendronpholide G dengan reseptor HER-2 secara in silico. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sifat fisikokimia senyawa Andrographolide dan Dendronpholide G dengan menggunakan server swiss-ADME. Kemudian senyawa tersebut dioptimasi menggunakan software Avogadro. Setelah mendapatkan konformasi senyawa uji terbaik kemudian dilakukan tahap selanjutnya yaitu simulasi molecular docking menggunakan reseptor HER-2 terhadap senyawa uji menggunakan software MGL Tools 1.5.6 yang dilengkapi Autodock Tools 4.2. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu interaksi yang terjadi pada senyawa uji Andrographolide menghasilkan energi bebas ikatan sebesar −5,42 Kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi 105,72 nM, sedangkan Dendranpholide G menghasilkan energi bebas ikatan sebesar −3,67 Kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi 2,05 µM. Interaksi pada senyawa Andrographolide dan Dendranpholide G dengan reseptor HER-2 yaitu 1 ikatan hidrogen (MET801) dan terdapat 4 interaksi hidrofobik (MET801, LEU726, ALA751, LEU852). Hasil dari simulasi molecular docking dapat diprediksi bahwa senyawa Andrographolide memiliki afinitas yang baik dibandingkan senyawa Dendranpholide G maka dapat dinyatakan sebagai kandidat antikanker payudara.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT ANWAR MEDIKA Khurin In Wahyuni
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i1.6794

Abstract

Kesadaran dan Pengetahuan tentang penyakit hipertensi masih sangat rendah, padahal angka kejadian hipertensi cukup tinggi. Kepatuhan dan ketidak patuhan dapat digunakan sebagai parameter tingkat pengetahuan pasien hipertensi. Kepatuhan minum obat sangatlah penting karena dengan patuh tekanan darah dapat dikontrol. Ketidak patuhan diakibatkan adanya ketidak pahaman  dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pasien hipertensi di Rumah Sakit Anwar Medika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 106 dengan menggunakan Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari sampai maret 2020 dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini mendapatkan hasil persentase tingkat pengetahuan yaitu  pengetahuan rendah 24%, pengetahuan sedang 46% dan pengetahuan tinggi 30%. Hasil persentase tingkat kepatuhan yaitu kepatuhan rendah 8%, kepatuhan sedang 63%, dan kepatuhan tinggi 28%. Berdasarkan analisis Chi Square antara pendidikan dengan pengetahuan didapatkan p value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan. Berdasarkan analisis Chi Square hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan didapatkan p value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan. Berdasarkan analisis Korelasi Pearson Product Moment antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat didapatkan p value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pasien hipertensi di Rumah Sakit Anwar Medika.
REVIEW ARTIKEL: PENINGKATAN KELARUTAN ATORVASTATIN DENGAN BERBAGAI METODE DISPERSI PADAT Ummul Khair Salma
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i1.6768

Abstract

Atorvastatin merupakan antihiperlipidemia golongan statin dan termasuk BCS (Biopharmaceutical Class System) kelas II yang memiliki permeabilitas tinggi dan kelarutan yang rendah. Kelarutan zat aktif dalam air yang rendah menghasilkan laju disolusi  dan bioavailabilitas yang rendah sehingga berpengaruh pada efektifitas terapinya. Oleh karena itu,  kelarutan merupakan parameter yang penting bagi industri farmasi dalam mendesain sediaan yang bermutu, aman, dan berefikasi. Metode dispersi padat telah digunakan secara luas untuk meningkatkan karakteristik kelarutan dan disolusi obat  atorvastatin, dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan berbagai metode pembuatan dispersi padat seperti Solvent Evaporation, Fusion Method, Kneading, Lyophilization Technique, Spray Drying Co-grinding, Dropping Method. Berbagai polimer pembawa yang dapat digunakan dalam pembuatan dispersi padat juga direview dalam artikel ini. Hasil review artikel menunjukkan bahwa atorvastatin dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan metode dispersi padat dibandingkan dengan atorvastatin murni.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM PAPAIN KOMBINASI DENGAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN METODE DPPH Wardiyah Wardiyah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i1.8869

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu buah yang cukup terkenal di Indonesia dan mengandung enzim papain. Papain adalah enzim proteolitik yang dapat diekstrak dari getah pepaya. VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan minyak nabati yang mengandung asam laurat dan senyawa fenolik yang cukup tinggi. Dengan kandungan tersebut, papain dan VCO memiliki potensi pengembangan sediaan kosmetik yang ditujukan untuk perawatan kulit karena memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pembuatan krim menggunakan basis cold cream (A/M) dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu F1 (papain 4%), F2 (papain 4% + VCO 5%), F3 (papain 4% + VCO 2,5%), dan F4 (papain 2% + VCO 5%). Evaluasi fisik krim diuji secara organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas. Kemudian dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Didapatkan nilai IC50 papain sebesar 45,75 ppm, VCO sebesar 32,22 ppm, basis krim sebesar 77,83 ppm, F1 (papain 4%) sebesar 63,98 ppm, F2 (papain 4% + VCO 5%) sebesar 44,39 ppm, F3 (papain 4% + VCO 2,5%) sebesar 62,09 ppm, dan F4 (papain 2% + VCO 5%) sebesar 56,74 ppm. Kelima formulasi krim termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat dan kuat. Krim yang memiliki nilai antioksidan terbaik adalah formulasi F2 sebesar 44,39 ppm dengan kadar papain 4% dan VCO 5%.
EFEK IMUNOSTIMULAN EKSTRAK ETANOL DAUN JENGKOL (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Erjon Erjon
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i1.7704

Abstract

Sistim imun merupakan mekanisme pertahan tubuh terhadap masuknya benda asing seperti virus, bakteri, jamur, parasit dan protozoa. Telah diteliti efek imunostimulan dari ekstrak etanol daun jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen) terhadap mencit putih jantan jantan.  Metode yang digunakan adalah bersihan karbon. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol yang diberi air suling, kelompok 2, 3 dan 4 adalah kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun jengkol dengan dosis berturut-turut 140, 280, dan 560 mg/kgbb dan kelompok 5 sebagai kelompok pembanding yang diberi sediaan fitofarmaka dengan dosis 65 mg/kgbb. Sediaan diberikan peroral selama 7 hari. Parameter yang diamati adalah konstanta fagositosis, waktu paruh eliminasi karbon, indeks fagositosis, dan total leukosit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak etanol daun jengkol dengan dosis 140, 280, dan 560 mg/kgbb  menunjukan peningkatan nilai konstanta fagositosis dan jumlah leukosit dan penurunan waktu paruh eliminasi karbon yang berbeda signifikan (p<0,05) dibanding kelompok kontrol. Pemberian ekstrak etanol daun jengkol dengan dosis 140, 280, dan 560 mg/kgbb juga menunjukan nilai indek fagosistosis yang lebih besar dari 1 (IF>1). Peningkatan dosis pemberian ekstrak etanol daun jengkol menunjukan hubungan yang sangat kuat (r>0,8) terhadap peningkatan nilai konstanta fagositosis dan jumlah leukosit serta penurunan waktu paruh eliminasi karbon. Kesimpulan dari penelitian adalah pemberian ekstrak etanol daun jengkol dengan dosis 140, 280, dan 560 mg/kgbb dapat sebagai imunostimulan dan peningkatan dosis dapat meningkatan efek imunostimulan.
PENGGUNAAN METODE RESPON PERMUKAAN DALAM OPTIMASI METODE EKSTRASKI KARBOHIDRAT DARI KULIT NANAS (Ananas commusus) Kiki Mulkiya Yuliawati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i1.8325

Abstract

Kulit nanas seringkali menjadi limbah karena dianggap tidak bermanfaat. Akan tetapi jika ditinjau dari segi fitokimia, kulit nanas berpotensi untuk dimanfaatkan kandungan senyawa kimia di dalamnya. Proses ekstraksi merupakan tahap penting dalam pemanfaatan senyawa fitokimia karena dapat menentukan jumlah senyawa terekstraksi. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi metode ekstraksi karbohidrat dari kulit nanas yang dilakukan secara konvensional secara pemanasan menggunakan pelarut air yang dilanjutkan dengan proses pengendapan menggunakan etanol. Metode ekstraksi dilakukan pada suhu 60, 70 dan 80oC dengan perbandingan bahan;pelarut 1:25, 1:40 dan 1:55 dan etanol sebagai pengendap dengan konsentrasi 70%, 83% dan 96%. Hasil analisis menggunakan metode respon permukaan menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi yang menghasilkan kadar karbohidrat lebih tinggi dari kulit nanas terjadi pada suhu 80oC, perbandingan bahan:pelarut 1:37 dan konsentasi pengendap etanol 96%.

Page 7 of 11 | Total Record : 110