cover
Contact Name
Nur Aliyyah Irsal
Contact Email
-
Phone
+6285758012912
Journal Mail Official
jp2ms@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. Raya KandangLimun, Bengkulu 38171A
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 2581253X     DOI : 10.33369/jp2ms
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) memuat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): Agustus" : 15 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 06 KOTA BENGKULU anggrenii, winda; Yensy B, Nurul Astuty; Muchlis, Effie Efrida
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.229-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 06 Kota Bengkulu Semester Genap Tahun Ajaran 2018/2019 berjumlah 19 orang. Aktivitas peserta didik ditingkatkan dengan cara membuat LKPD yang lebih menarik dan mengurangi materi dengan menyesuaikan waktu pembelajaran, mengarahkan peserta didik membaca dengan teliti langkah kegiatan pada LKPD, menunjuk secara acak kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kedepan kelas. Peningkatan aktivitas belajar matematika siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata observasi siswa siklus I, II, dan III secara berturut-turut yaitu 20,75, 25,5, 28 dengan kriteria secara berturut-turut yaitu cukup aktif, aktif, aktif. Sementara hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan dengan cara memotivasi peserta didik untuk menumbuhkan minat belajar, memberikan soal-soal latihan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I, II , dan III secara berturut-turut 59,72, 74,72, 83,75 dengan ketuntasan belajar klasikal pada siklus I, II, dan III secara berturut-turut yaitu 36,84%, 63,16%, 78,95%.Kata kunci: CTL, Aktivitas, Hasil Belajar
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTICS MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII DI SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU antasari, melisa melisa; maizora, syafdi syafdi; hanifah, hanifah hanifah
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.270-281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dengan menerapkan pendekatan Realistics Mathematics Education. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII B SMP Negeri 15 Kota Bengkulu semester genap tahun ajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas self checklist dan tes hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa ditingkatkan dengan cara memberikan LKPD yang berisikan masalah kontekstual, memahami masalah kontekstual, membentuk kelompok diskusi siswa yang heterogen berdasarkan kemampuan akademis siswa dan kedekatan antar siswa, siswa dilibatkan langsung mengkontruksi sendiri ide matematika dari konsep materi yang sedang dipelajari menggunakan alat peraga, siswa diarahkan untuk bekerja sama dengan teman kelompok dalam menemukan penyelesaian dari permasalahan kontekstual, siswa diarahkan untuk mengambil andil tugas dalam kegiatan kelompok dengan membagi tanggung jawab anggota kelompok masing-masing, siswa disetiap kelompoknya diajak untuk menyampaikan pertanyaan atau tanggapan  kepada kelompok penyaji saat kegiatan diskusi kelas berlangsung dengan diberikan nilai tambah bagi siswa yang aktif dan apresiasi bagi kelompok yang paling aktif. Peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari rata-rata skor  pada lembar observasi self checklist aktivitas belajar siswa siklus I sampai siklus III secara berturut-turut: 20,5 (kreteria cukup); 25 (kreteria baik); 30,5 (kreteria baik). Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan cara mengingatkan pada materi melalui masalah kontekstual, mengkaitkan manfaat belajar materi melalui masalah kontekstual, memberikan soal latihan, memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata tes hasil belajar dan latihan siswa siklus I sampai siklus III yaitu 59,24; 70,41; 80,76 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal dari siklus I sampai siklus III yaitu 36%; 56%; 80%.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA POKOK BAHASAN FUNGSI KOMPOSISI KELAS X SMA NEGERI 7 KOTA BENGKULU agustian, yudika; Rusdi, Rusdi; Susanta, Agus
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.194-202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan siswa dan mengidentifikasi faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fungsi komposisi kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2018/2019. Sebanyak 32 siswa kelas X MIPA 5 dipilih sebagai subjek penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tentang fungsi komposisi yaitu: a) Kesalahan menyelesaikan soal prasyarat tentang operasi penjumlahan fungsi, dilakukan oleh 78.12% siswa. b) Kesalahan menyelesaikan soal prasyarat tentang operasi pengurangan fungsi, dilakukan oleh 75% siswa. c) Kesalahan menyelesaikan soal prasyarat tentang operasi perkalian fungsi, dilakukan oleh 75% siswa. d) Kesalahan menyelesaikan soal materi tentang fungsi komposisi melibatkan dua fungsi, dilakukan oleh 56.25% siswa. e) Kesalahan menyelesaikan soal materi tentang fungsi komposisi melibatkan tiga fungsi, dilakukan oleh 46.87% siswa,  dan f) Kesalahan menyelesaikan operasi fungsi komposisi menentukan salah satu fungsi ketika nilai fungsi komposisi dan salah satu fungsi yang lain diketahui, dilakukan oleh 71.87% siswa. Faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan adalah : a) siswa kurang teliti dalam membaca soal, b) Siswa belum menguasai konsep operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dengan satu variabel, c) Siswa masih belum memahami perbedaan fungsi linier, fungsi kuadrat, dan fungsi rasional, d) Siswa belum paham mengenai penjumlahan fungsi (fungsi linier, fungsi kuadrat, dan fungsi rasional), e) Siswa belum paham mengenai konsep operasi fungsi komposisi melibatkan dua fungsi, f) Siswa masih kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, g) Siswa belum paham mengenai konsep operasi fungsi komposisi melibatkan tiga fungsi, dan h) Siswa belum paham mengenai konsep operasi fungsi komposisi menentukan salah satu fungsi ketika fungsi komposisinya diketahui.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SMP NEGERI 12 KOTA BENGKULU naibaho, angela jane ito; susanta, agus agus; hanifah, hanifah hanifah
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.238-246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 12 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2018/2019. Desain penelitian menggunakan posttest only control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang dipilih adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen, kelas VII E sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal esai dengan jumlah 10 soal. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji taraf kesukaran dan uji daya pembeda.  Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 62,766 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 48,655. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan berbantuan aplikasi SPSS. Uji normalitas menggunakan rumus Shapiro-Wilk dan uji homogenitas menggunakan rumus Levene’s Test. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,004 ? 0,05 maka H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas VII SMP Negeri 12 Kota Bengkulu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU Nadiyah, Atikah; Maizora, Syafdi; Muchlis, Effie Efrida
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.282-293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together dengan bantuan alat peraga berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII F SMP Negeri 15 Kota Bengkulu semester genap tahun ajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Aktivitas belajar siswa ditingkatkan dengan cara pembagian kelompok yang heterogen berdasarkan nilai tes, memberikan LKPD, memberikan alat peraga berbasis lingkungan, presentasi jawaban dari soal pada LKPD sesuai nomor kepala masing-masing, memberikan perhatian khusus kepada siswa berkemampuan rendah, menegur siswa yang tidak mengikuti langkah pembelajaran dengan baik, serta memberikan  motivasi. Peningkatan  aktivitas  belajar  siswa  dapat  dilihat  dari  skor  rata-rata aktivitas siswa dari siklus I sampai siklus III, yaitu: 24 (kriteria cukup aktif); 27,625(kriteria cukup aktif); 29.25(kriteria aktif). Hasil belajar siswa  dapat  ditingkatkan  dengan  cara membuat  LKPD  dengan langkah-langkah yang sesuai model pembelajaran NHT dan pendekatan saintifik dengan bantuan alat peraga berbasis lingkungan, membuat soal latihan tambahan untuk siswa bernomor kepala 5 pada setiap LKPD, menambah gambar bangun ruang dengan garis putus-putus pada LKPD serta menjelaskan kembali materi prasyarat. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus III, yaitu: 58,96; 69,59; 77,20 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal dari siklus I sampai siklus III, yaitu: 36%; 64%; 80%.Kata Kunci: model pembelajaran Numbered Head Together, LKPD, alat peraga berbasis  lingkungan, aktivitas belajar, hasil belajar siswa.
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan TGT Di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu ezalian, rahmat putera; yensy, nurul astuty; rusdi, rusdi
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.203-211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan TGT di SMPN 14 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 14 Kota Bengkulu semester genap tahun ajaran 2018/2019. Sampel diambil menggunakan teknik probability sampling sehingga diperoleh kelas VII 5 sebagai kelas eksperimen 1 dengan siswa yang berjumlah 26 orang yang mendapat perlakuan model pembelajaran STAD dan kelas VII 6 sebagai kelas eksperimen 2 dengan siswa yang berjumlah 26 orang yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran TGT. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes hasil belajar (posttest) berupa soal uraian. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t dengan hasil thitung = 2,309> ttabel = 2,008559 diperkuat dengan nilai signifikan yang diperoleh dari perhitungan software SPSS yaitu sebesar 0,025 < (? = 0,05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih dari hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT di SMPN 14 Kota Bengkulu.Kata kunci     : Eksperimen, Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, STAD, TGT
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA MTs NEGERI 1 KOTA BENGKULU Hutari, Rahma Roza; Muchlis, Effie Efrida; Maizora, Syafdi
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.247-258

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Materi Bangun Ruang Sisi Datar Pada Siswa MTs Negeri 1 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2018/2019. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh siswa kelas VIII C sebagai kelas realistic mathematics education yang berjumlah 33 peserta didik dan kelas VIII D sebagai kelas saintifik yang berjumlah 34 peserta didik. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar tes pemahaman konsep yang berbentuk essay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan pemahaman konsep materi bangun ruang sisi datar pada siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kota Bengkulu, dengan  = 0,05 diperoleh perhitungan thitung = 8,523 dan ttabel = 1,997 . Rata – rata hasil belajar siswa kelas realistic mathematics education adalah 76,07 dan rata-rata hasil belajar siswa kelas saintifik adalah 57,36.Kata Kunci: Pemahaman Konsep; Pendekatan Realistic Mathematics Education; Pendekatan Saintifik
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE POST SOLUTION POSING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Delisten, Eci Sannick; muchlis, effie efrida; M.Pd, Drs. Rusdi
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.176-184

Abstract

This study aims to find out how to improve the activities and learning outcomes of students by applying the problem posing learning model type post solution posing. This type of research is Class Action Research (CAR). The subject of this study were 32 students of class VII I of SMP Negeri 8 Kota Bengkulu in the even semester of the academic year 2018/2019. The instruments used were activity observation sheets, exercises for each meeting and tests of student learning outcomes. Learning activities of students can be improved by using the LKPD problem posing learning model type post solution posing, Group Learning, and Working Together. Increased learning activities of students in cycle I to cycle III in a row: 27 (criteria are quite active); 29.12 (active criteria); 32.8 (active criteria). While the learning outcomes of students can be improved by using the LKPD problem posing learning model type post solution posing, practice questions and also make new questions. Increased learning outcomes of students from the first cycle to the third cycle, namely 50.78; 73.92 and 87.16 with the percentage of classical learning completeness from cycle I to cycle III which is 28.12%, 65.62% and 84.37%.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII 2 SMP Negeri 8 Kota Bengkulu Yulani, Evita Sri; Rusdi, Rusdi Rusdi; Yensy B, Nurul Astuty
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.294-301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar Matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik yang dilakukan dengan cara pembagian kelompok yang tepat, memberikan perhatian khusus kepada peserta didik berkemampuan rendah, menegur peserta didik yang tidak mengikuti langkah pembelajaran dengan baik, serta memberikan motivasi dan apresiasi berupa nilaiplus dan pujian. Peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari rata-rata skor padalembar observasi aktivitas belajar peserta didik siklus I sampai siklus III secara berturut-turut: 25,25 (kriteria cukup); 30,5 (kriteria cukup); 36 (kriteria baik). Hasil belajar peserta didik juga menunjukkan terjadi peningkatan dengan cara membuat LKPD dengan langkah-langkah think pair share, membimbing peserta didik meneyelesaikan LKPD sesuai dengan langkah-langkah think pair share, serta memberikan bimbingan khusus kepada peserta didik yang mengalami kesulitan. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai rata-rata Tes Hasil Belajar (THB) peserta didik siklus I sampai siklus III yaitu 58,80, 69,09, dan 78,74 persentase ketuntasan belajar klasikal dari siklus I sampai siklus III yaitu 35,48 %, 61,29 %, dan 87,09%.  
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL LUAS PERMUKAAN PRISMA DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 KOTA BENGKULU sastrio, hendri; susanta, agus; maizora, syafdi
JP2MS Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.2.212-219

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan peserta didik dan mengidentifikasi faktor penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal luas permukaan prisma di kelas VIII SMPN 6 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2018/2019. Sebanyak 24 peserta didik kelas VIII C dipilih sebagai subjek penelitian ini. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal tentang luas permukaan prisma yaitu: a) kesalahan dalam menghitung luas segitiga siku-siku 25%, b) kesalahan dalam menghitung salah satu sisi segitiga siku-siku 70,83%, c) kesalahan dalam menghitung luas persegi panjang 50%, d) kesalahan dalam menghitung luas permukaan prisma dengan alas segitiga siku-siku 58,33%, e) kesalahan dalam menghitung luas persegi 79,16%, f) kesalahan dalam menghitung panjang sisi persegi 54,16%, g) kesalahan dalam menghitung keliling persegi 54,16%, h) kesalahan dalam menghitung luas permukaan prisma dengan alas persegi 87,5%. Faktor penyebab terjadinya kesalahan adalah : a) peserta didik salah dalam menghitung luas persegi panjang, b) peserta didik kurang teliti dalam operasi perhitungan, c) peserta didik belum memahami konsep menghitung salah satu sisi segitiga siku-siku, luas permukaan prisma, dan operasi aljabar, d) peserta didik belum dapat membedakan antara rumus luas persegi dan rumus keliling persegi, e) peserta didik salah dalam menghitung luas persegi, f) peserta didik belum dapat membedakan antara rumus luas permukaan prisma dengan alas segitiga siku-siku dan rumus luas permukaan prisma dengan alas persegi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15