cover
Contact Name
Pribadi Mumpuni Adhi
Contact Email
pribadi.adhi@mesin.pnj.ac.id
Phone
+6282110853350
Journal Mail Official
proceeding.semnas@mesin.pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. G. A. Siwabessy, Kampus UI, Depok 16425
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin
ISSN : 20852762     EISSN : 26859319     DOI : -
Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ melibatkan banyak pihak yang dipandang dapat mewakili peran akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pengusaha. Lebih jauh, seminar ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa dan atau lulusan untuk tidak hanya mampu melakukan penelitian yang berkualitas namun juga dapat menghasilkan paten. Oleh karena itu, sudah seharusnya PNJ gencar untuk menyuarakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manufaktur, material, dan konversi energi untuk turut serta berperan aktif dalam pengembangan industri nasional melalui kompetensi yang dimiliki mahasiswa dan lulusan Teknik Mesin PNJ. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ merupakan wadah untuk menampung hasil diseminasi penelitian para dosen dan mahasiswa baik di dalam PNJ maupun di luar PNJ.
Articles 173 Documents
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebakaran Pada Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Nugroho, Pinky Andi; Prasetya, Sonki; Rozaq, Abdul; Iswanto, Andri
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan limbah B3, dalam sebuah TPS terdapat material yang mudah terbakar antara lain oli bekas, solar terkontaminasi, majun dan baterai bekas, dengan demikian kemungkinan kebakaran sangat besar terjadi, permasalahan saat ini adalah belum tersedianya perangkat keamanan alarm peringatan kebakaran, mengacu pada permasalahan tersebut maka penulis melakukan rancang bangun yang bertujuan untuk pembuatan sistem alat pendeteksi kebakaran pada TPS limbah B3. Penulis merancang sistem pendeteksi kebakaran berbasis Arduino UNO R3. Detektor asap MQ 2, jika sensor mendeteksi asap maka Arduino akan mengaktifkan relay lalu mengaktifkan Alarm serta LED kebakaran , serta mengirim informasi kepada GSM SIM 900A untuk mengirim SMS (Short Message Service) kepada pemadam kebakaran dan EQS (Environmental and Quality Management System), isi SMS adalah ?TERJADI KEBAKARAN DI RUANG 1/2/3 TPS, SEGERA LAKUKAN PEMADAMAN!!!,? dengan demikian apabila terjadi kebakaran di TPS dapat terdeteksi dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kerugian baik material maupun jiwa. Hasil rancang bangun yang dilakukan adalah ketika pengujian dengan memberikan asap pada sensor dengan kertas berukuran 41 cm x 9 cm dengan jarak 15cm , 25 cm, dan 35 cm, mendapatkan hasil rata-rata tim pemadam kebakaran dapat menerima SMS 9?10 detik , sementara tim EQS 26?28 dan 40-41 detik. Sebagai hasil uji tambahan, LED kebakaran dan alarm akan aktif 2 detik setelah sensor mendeteksi asap.
Analisa DFMA dan FMEA pada Produk Rak Buku Lipat Fadjar, Alief Naufal; Hafizh, Rafi Nabil; Hidayat, Adang; Irfandy, Rifyal; Annas, M. Sjahrul
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rak buku adalah salah satu produk yang hampir ditemukan di semua tempat seperti perpustakaan, rumah, kantor, dan lain-lain. Hal ini mendorong produsen rak buku melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beraneka ragam. RAKUPAT adalah sebuah produk rak buku yang memiliki fungsi mobilitas tinggi dengan desain minimalis dan menarik. Proses desain RAKUPAT mempertimbangkan DFMA dan menggunakan metode FMEA untuk mengetahui kekurangan dan kegagalan yang mungkin terjadi dalam proses manufaktur dan proses perakitan. DFMA berfungsi untuk meminimalisasi biaya serta menyederhanakan proses manufaktur dan proses perakitan. Dari hasil DFMA dan FMEA pada RAKUPAT, dihasilkan RAKUPAT yang lebih ekonomis dan realistis untuk diproduksi dengan mempertimbangkan RPN (Risk Priority Number).
Pembuatan Meja Simulator Rangkaian Kelistrikan Lampu Belakang Pada Unit Apriana, Asep; Yuliono, Agung Hidayat Dharma; Nugraha, Fajar Wahid
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan tugas akhir ini adalah dapat merancang aplikasi, mengaplikasikan, dan mengetahui kinerja sistem lampu belakang pada unit seperi sein, hazzard, dan rem. Proses pengaplikasian sistem ini meliputi langkah-langkah pemilihan komponen seperti baterai, fuse, kunci kontak, lampu belakang (sein, rem, parkir), relay, sein switch, brake switch, flahser, aki. Rancangan kebutuhan kebutuhan lain seperti membuat rangka, meja kerja serta persiapan alat dan bahan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian fungsi komponen dan fungsi sistem pada lampu sein, hazzard, dan rem,penulis mencari untuk mengetahui bagaimana sistem kerja lampu sein, hazzard, mundur dan rem yang ada pada unit dengan cara mengaplikasikannya kedalam simulato, pengumpulan data dilakukan dengan melalui pengamatan dan buku manual komponen alat.Kesimpulannya bahwa alat ini dibuat untuk bahan ajar tentang sistem kerja dan kelistrikan pada lampu belakang seperti sein, hazzard, dan rem.
Improvement Outlet Chute Roller Crusher 221-RC01 untuk Menggurangi Terjadinya Penumpukan Material Arjuna, Arjuna; Hamdi, Hamdi; Yasar, Muhamad
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shale merupakan salah satu bahan baku yang digunakan dalam pembuatan semen. Sebelum material shale di masukan ke dalam hopper penimbunan, material shale harus terlebih dahulu dihancurkan mengunakan double roller crusher. Setelah dilakukan proses penghancuran , material shale diangkut oleh belt conveyor ke peralatan selanjutnya. Sebelum diangkut oleh belt conveyor material tersebut melewati outlet chute roller crusher. Masalah yang sering terjadi di outlet chute yaitu penumpukan material (blocking), yang mengakibatkan stop nya roller crusher saat beroperasi. Penumpukan material di oulet chute crusher yang di sebabkan oleh desain dinding outlet chute yang didalamnya berbentuk anak tangga yang sangat berpengaruh terjadinya penumpukan material didalam outlet chute. Sehingga perlu diadakan perbaikan di outlet chute untuk dapat menggurangi dan menghindari penumpukan material di dalam outlet chute. Perbaikan yang dilakukan di outlet chute crusher yaitu dengan cara menghilangkan anak tangga yang ada didalam dinding oulet chute dan menggunakan material stainlees-steel di dinding chute agar mempermudah tergelincirnya material shale di outlet chute dari hasil penghancuran di roller crusher. Dengan adanya perbaikan di outlet chute roller cruher dapat menggurangi terjadinya penumpukan material. dan menggurangi biaya cleaning yang di lakukan di area crusher shingga dapat meningkatkan performa dari pengoperasian roller cruher.
Rancang Bangun Electric Priming Pump Pada Engine 3126 B Permana, Yandi Dwi; Immanuel, Ericsson; Assagaf, Idrus; Junaedi, Dedi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine 3126 B merupakan salah satu electronic engine yang dibuat Caterpillar yang menggunakan fuel system jenis HEUI. Electronic engine menggunakan ECM (electronic control module) untuk mengontrol fuel delivery, timing, dan injection pressure[1]. Electronic engine 3126 B milik Politeknik Negeri Jakarta masih menggunakan manual priming pump untuk mengisi filter dan membuang udara yang terjebak pada fuel system[3]. Dibutuhkannya penambahan komponen electric priming pump untuk membantu proses prime yang memakan waktu dan tenaga. Namun, untuk menggunakan komponen electric priming pump Caterpillar memerlukan biaya yang cukup mahal, alternatif lain, yaitu menggunakan komponen electric fuel pump yang biasa digunakan pada kendaraan ringan untuk menyuplai bahan bakar. Namun electric fuel pump vehicle memiliki sistem kerja dan spesifikasi yang hampir sama dengan electric priming pump pada engine Caterpillar.Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, maka penelitian ini memiliki tujuan yaitu Memodifikasi fuel system pada Engine 3126 B dengan priming pump electric dengan menggunakan electric fuel pump vehicle. Metodelogi yang digunakan adalah pengumpulan data, desain alur kelistrikan, alur bahan bakar, peletakan komponen pada engine, dan pengujian. Kemudian mengambil kesimpulan dari hasil yang didapat,serta membandingkan penggunaan Manual dan Electric Priming pump.
Studi Kasus Kerusakan Shutt-off Valve Pada Wing Anti-Ice Pesawat Boeing 737-800NG Kusumo, Damarjati; Muslimin, Muslimin; Zuldin, Dedek
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine pesawat menghasilkan thrust pada saat terbang, take off, cruising dan climbing. Engine pesawat memiliki empat system yaitu pneumatic system, hydraulic system, fuel system dan electrical system. Pneumatic system berfungsi untuk memberikan aliran panas dari bleed air engine yang dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya es pada wing pesawat saat ketinggian tertentu. Salah satu component wing anti-ice (WAI) adalah shutt-off valve yang berfungsi untuk membuka dan menutup aliran hot air dari bleed air engine. Jika shutt-off valve tidak berfungsi dapat mengakibatkan terbentuknya es di ketinggian 25.000 ft atau hot temperature berlebihan di wing. Penelitian ini membahas tentang kerusakan WAI shut-off valve yang terjadi di pesawat boeing 737-800NG. Kerusakan ini diketahui oleh pilot dengan indikasi valve remain bright pada cockpit pesawat. Tujuan dari penelitian ini menentukan penyebab utama kerusakan pada WAI shutt-off valve dan solusi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Metode Root Cause Failure Analysis digunakan untuk mencari penyebab dan solusi. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan pada WAI shutt-off valve adalah actuator rotary stuck. Solusi yang dilakukan agar shutt-off valve return to service adalah dengan mengganti actuator rotary. Langkah pencegahan agar kejadian tersebut tidak terulang adalah dengan melakukan maintenance berkala pada sistem anti-ice.
Cara Kerja Serta Perawatan Dan Perbaikan Electric Fuel Pump Pada Engine 3126 B Sitorus, Gerald Yohanes; Firmansyah, Ahmad; Assagaf, Indrus; Junaedi, Dedi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine 3126 B merupakan salah satu electronic engine yang dibuat Caterpillar yang menggunakan fuel system jenis HEUI. Electronic engine menggunakan Electronic Control Module (ECM) untuk mengontrol fuel delivery, timing, dan injection pressure. Electronic engine 3126 B milik Politeknik Negeri Jakarta masih menggunakan manual priming pump untuk mengisi filter dan membuang udara yang terjebak pada fuel system.Penambahan komponen electric priming pump Caterpillar membutuhkan lebih banyak biaya, hal tersebut membutuhkan alternatif lain, yaitu menggunakan komponen Electric Fuel Pump. Electric Fuel Pump biasa digunakan pada kendaraan ringan untuk menyuplai bahan bakar serta memiliki sistem kerja dan spesifikasi yang hampir sama dengan electric priming pump Caterpillar.Electric fuel pump harus disertai dengan perawatan yang tepat untuk mendapatkan lifetime yang lebih lama. Perawatan ini merupakan metode yang digunakan agar kegunaan Electric Fuel Pump bisa berfungsi dengan baik dan mengantisipasi kerusakan dini pada Electric Fuel Pump.Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, maka penelitian ini bertujuan menjelaskan cara kerja serta perawatan dan perbaikan Electric Fuel Pump sebagai komponen electric fuel priming pump pada engine 3126 B untuk mencapai kinerja maksimum pada Electric Fuel Pump dan mengantisipasi kemungkinan kerusakan yang terjadi pada Electric Fuel Pump.
Modifikasi Impact Bed untuk Meningkatkan Availibility di 211-BC1 Elfiana, Mifta Dela; Tjahyono, Seto; Wahid, Essa Abubakar
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belt Conveyor merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengangkut material atau transfer material yang berupa unit load atau bulk material secara mendatar atau miring dari satu equipment ke equipment selanjutnya. Bagian ? bagian utama Belt Conveyor yakni head pulley, return roller, carrying roller, head pulley, take-up unit, bend pulley, impact bed/impact roller, belt, hopper/chute dan cleaner. Impact bed sendiri adalah salah satu bagian dari belt conveyor yang letaknya tepat di bawah chute (loading zone) dan berfungsi untuk mengurangi impact dari jatuhan material pada belt conveyor. Di pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tuban Plant, impact bed yang telah mencapai lifetime ada di crusher area (211-BC1). Kondisi saat ini impact bed telah mencapai lifetime ditandai dengan banyaknya problem drifting di belt conveyor tersebut. Karena proses pembelian dan delivery impact bed memakan waktu yang cukup lama, maka fabrikasi sendiri dilakukan dengan melakukan modifikasi pada alat tersebut. Perbaikan dilakukan dengan memodifikasi desain impact bed dengan menghilangkan spring, dan memperbesar dimensi beberapa bagian pada impact bed dengan pertimbangan kekuatan material terhadap impact lalu disambung menggunakan metoda pengelasan dengan tujuan, memperkuat kontruksi impact bed dan mengurangi risiko lepasnya impact bar dari kontruksinya sehingga secara otomatis juga akan berpengaruh terhadap berkurangnya frekuensi belt sobek dikarenakan lepasnya impact bar. Dengan dilakukannya modifikasi pada impact bed, drifting berkurang sampai 75% dan memangkas biaya pembelian impact bed baru sebesar Rp 285.912.771 ,-.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Model Hibrid Turbin Air Propeller dan Turbin Air Crossflow Kuriyah, Kuriyah; Ningrum, Sekar Ayu Setya; Rediyanto, William Dady; Sukusno, Paulus; Jannus, P.
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah suatu sistem pembangkit listrik yang dapat mengubah potensi air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan daya listrik sistem PLTMH head rendah dengan cara memanfaatkan aliran air yang terbuang. Sistem PLTMH ini menggunakan turbin air propeller dan aliran air yang terbuang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin air crossflow dan head 3-meter dinaikkan menjadi 5-meter guna menaikkan daya listrik yang dihasilkan sistem PLTMH. Prinsip kerja sistem ini adalah memanfaatkan pompa untuk mengalirkan air ke bak atas (head 5-meter) sebagai penyedia (sumber) air. Sumber air digunakan untuk menggerakkan menggerakkan turbin air propeller kemudian air yang terbuang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin air crossflow. Sehingga dihasilkan energi listrik yang berasal dari dua sumber, dari generator turbin air propeller dan generator turbin air crossflow secara hibrid. Pada penelitian head 3-meter turbin hibrid dihasilkan efisiensi maksimum 1,72% dan daya maksimum 4,56 W. Pada PLTMH head 5-meter dihasilkan efisiensi maksimum 6,394% dan daya maksimum 9,212 W. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menaikkan head pada PLTMH dapat menaikkan daya yang dihasilkan.
Prediksi Sisa Umur Heat Recovery Steam Generator (HRSG) Blok 2.2 PT. X Auliya, Nurul; Fachruddin, Fachruddin; Widiawaty, Candra Damis
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) seperti halnya boiler adalah alat perpindahan panas yang berfungsi untuk mengkonversikan fasa cair air menjadi fasa uap untuk memutar turbin uap pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), proses ini mengakibatkan tingginya waktu kontak antara fluida dengan material pada suhu dan tekanan tinggi. Dampak yang membahayakan pada proses tersebut adalah terjadi korosi dan berujung pada pengikisan dinding pipa. Inspeksi dan kajian sisa umur pada pipa HRSG dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini yang akan dibandingkan dengan desain manualnya agar kerusakan fatal saat unit beroperasi akibat tercapainya batas ketebalan minimal material dapat di cegah. Metode pengujian dengan teknik non destructive test yaitu pemeriksaan visual dan ultrasonic thickness test DM5E thickness gauge. Sisa umur pipa HRSG diperkirakan dengan mengasumsi laju penipisan yang konstan terhadap nilai ketebalan aktual hingga mencapai batas ketebalan minimalnya. Ketebalan minimal dihitung mengacu standar ASME B31.1 tentang Power Piping dengan data variabel faktor pengoreksi dari standar yang sama serta maximum allowable stress dari standar ASME Boiler and Vessel Pressure Section II Part D. Hasil penelitian menunjukan bahwa pipa HP Superheater memiliki prediksi sisa umur terendah yaitu 11, 7 tahun dengan laju penipisan 0, 032 mm/tahun dan prediksi sisa umur terpanjang yaitu 90, 7 tahun pada pipa LP Evaporator.

Page 11 of 18 | Total Record : 173