cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2021): Klorofil" : 9 Documents clear
PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava. L) TERHADAP PEMBERIAN JENIS PUPUK ORGANIK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DI POLYBAG Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis pupuk organik dan komposisi media tanam yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman jambu biji (Psidium guajava L.)  di polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun pembibitan tanaman buah buahan  milik petani penagkar tanaman buah buahan yang terletak di desa Saka Tiga kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada  bulan Januari  sampai Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design) dengan 12 kombinasi perlakuan, dengan ulangan sebanyak 3 kali, serta 4 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuanya adalah sebagai berikut : Petak utama adalah  jenis pupuk organik (K)  : K1= Kompos kotoran ayam , K2 = Kompos kotoran sapi, K3 =  Kompos tangkos dan K4  =  Kompos ampas tebu  dan adapun perlakuan anak petak : adalah   Komposisi media tanam   (M) : yang terdiri atas : M1 = 1 bagian tanah top soil : 1 bagian kompos  kotoran ayam , M2 = 2 bagian tanah top soil :1 bagian kompos  kotoran ayam , M3 = 3 bagian tanah top soil : 1 bagian kompos  kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis kompos kotoran ayam  dan komposisi media tanam berngaruh  sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Akan tetapi untuk interaksi antar perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap peubah pengamatan pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan jumlah cabang primer/tanaman.Sedangkan untuk peubah pengamatan pertambahan lilit batang, jumlah akar primer dan panjang akar primer/tanaman tidak berpengaruh nyata. dari hasil uiji BNJ menunjukkan bahwa kombinasi pemberian kompos kotoran ayam dan penerapan komposisi media tanam:  2 bagian tanah top soil : 1 bagian kompos  kotoran ayam memberikan pengaruh terbaik terhadap pertambahan  tinggi dan jumlah cabang akar/tanaman  serta secara tabulasi kombinasi perlakuan ini  memberikan hasil tertinggi terhadap pertambahan lilit batang, jumlah akar dan pertambahan panjang akar/tanaman bibit tanaman jambu biji di polybag.
UJI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM PADA TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) DI LAHAN PASANG SURUT Marlina, Marlina; Amir, Nurbaiti; Syafrullah, Syafrullah; Siswono, Hengki
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4042

Abstract

Tidal land has potential in the development of hybrid maize, but the obstacle in tidal land is low soil fertility, therefore increasing the production of hybrid maize by applying organic chicken manure. It is hoped that organic chicken manure can improve land quality and increase hybrid corn production. The purpose of this study was to obtain the right dose of chicken manure organic fertilizer in increasing the production of hybrid maize (Zea mays L.) in tidal land. This research was conducted on tidal land type C overflow in Purwosari Village, Kec. Tanjung Lago, Kab. Banyuasin, Prov. South Sumatra, which was implemented from June – September 2019. The design used was a non-factorial RAK (Randomized Block Design) with four treatments which were repeated six times, namely the application of chicken manure organic fertilizer 0, 5, 10, and 15 tons/ha. The best hybrid corn production was found in the provision of 15 tons/ha, which was 4.43 kg/plot with a percentage increase of 25.85%. Lahan pasang surut berpotensi dalam pengembangan jagung hibrida, namun kendala di lahan pasang surut adalah kesuburan tanah yang rendah, oleh karena itu untuk meningkatkan produksi jagung hibrida dengan pemberian pupuk organik kotoran ayam.  Diharapkan pupuk organik kotoran ayam dapat memperbaiki kualitas lahan dan meningkatkan produksi jagung hibrida. Tujuan penelitian ini  untuk mendapatkan dosis pupuk organik kotoran ayam yang tepat dalam meningkatkan produksi jagung hibrida (Zea mays L.) di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut tipe luapan C di Desa Purwosari, Kec. Tanjung Lago, Kab. Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan, yang telah dilaksanakan mulai bulan Juni  –   September 2019.  Rancangan yang digunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non Faktorial dengan empat perlakuan yang diulang enam kali, yaitu pemberian pupuk organik kotoran ayam 0, 5, 10 dan 15 ton/ha.  Produksi jagung hibrida terbaik terdapat pada pemberian 15 ton/ha yaitu sebesar 4,43 kg/petak dengan persentase peningkatan 25,85 %.
APLIKASI KAPUR PERTANIAN (CaMg(CO3)2) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Gusmiatun, Gusmiatun; Palmasari, Berliana; Ardila, Siska
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4044

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk menentukan takaran kapur dan jenis varietas yang berpengaruh terbaik terhadap hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai Oktober 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor Perlakuan meliputi takaran kapur pertanian (K) yang terdiri dari K0 = tanpa takaran kapur, K1 = 5 ton/ha (38 g/polybag), K2 = 10 ton/ha (76 g/polybag),        K3 =15 ton/ha (114 g/polybag) dan jenis varietas (V) meliputi V1 = Bima Brebes, V2 = Manjung, V3 = Pancasona. Peubah yang diamati dalam penelitian ini umur panen (hst), jumlah umbi per rumpun (siung) dan berat umbi segar per rumpun (g). Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu secara tabulasi pemberian Kapur pertanian (CaMg(CO3)2) 5 ton/ha dan varietas manjung memberikan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang tertinggi.This study aims to determine the lime dose and the type of variety that has the best effect on the yield of shallot (Allium ascalonicum L.). This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Campus C, Muhammadiyah University, Palembang, in Pulau Semambu Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. This research was conducted from July to October 2019. The research method used a Factorial Randomized Block Design (RAKF) with 2 treatment factors and 3 replications. Treatment factors include agricultural lime (K) which consists of K0 = no lime, K1 = 5 ton/ha (38 g/polybag), K2 = 10 ton/ha (76 g/polybag), K3 = 15 ton/ha (114 g/polybag) and varieties (V) include V1 = Bima Brebes, V2 = Manjung, V3 = Pancasona. The variables observed in this study were harvesting age (HST), number of tubers per clump (cloves) and weight of fresh tubers per clump (g). The results obtained in this study were tabulated giving agricultural lime (CaMg(CO3)2) 5 ton/ha and the Manjung variety gave the highest yield of shallot (Allium ascalonicum L.). 
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP TAKARAN PUPUK KOTORAN AYAM Junainah, Junainah; Rosmiah, Rosmiah; Hawayanti, Erni
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan takaran pupuk kotoran ayam yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan kebun percobaan kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang, di Desa Pulau Semambu, Kecamatan. Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Waktu penelitian dari bulan Mei sampai Juli 2019. Penelitian ini menggunakan  metode experimen dengan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF)  dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga di dapatkan 27 petak. Adapun perlakuannya sebagai berikut : Pupuk Kotoran Ayam (A) yaitu A1 = 10 ton/ha, A2 = 20 ton/ha, A3 = 30 ton/ha. Varietas Bawang merah (V) yaitu V1= Bima Brebes, V2= Manjung dan V3= Pancasona. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah anakan, Berat umbi per perumpun (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan pupuk kotoran ayam takaran 20 ton/ha dan varietas manjung memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. This study aims to determine and obtain the best dose of chicken manure on the growth and production of several varieties of shallots. This research has been carried out in the experimental garden of Campus C, University of Muhammadiyah Palembang, in Pulau Semambu Village, District. North Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The time of the study was from May to July 2019. This study used an experimental method with a factorial randomized block design (RAKF) with 9 treatment combinations and 3 replications so that 27 plots were obtained. The treatment is as follows: Chicken Manure (A) namely A1 = 10 tons/ha, A2 = 20 tons/ha, A3 = 30 tons/ha. Shallot varieties (V) are V1 = Bima Brebes, V2 = Manjung and V3 = Pancasona. The variables observed in this study were plant height (cm), number of tillers, tuber weight per cluster (g). The results showed that the combination treatment of chicken manure at a dose of 20 tons/ha and the Manjung variety gave the best effect on the growth and production of shallots.
UJI PUPUK ORGANIK DAN NITROGEN PADA SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DI LAHAN KERING Aminah, R. Iin Siti; Marlina, Neni; Idrus, Merisca Dwi Ratna Sari
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4036

Abstract

           Dryland has the potential for the development of vegetable crops such as Pakcoy, but the problem in dry land is the limited availability of water, the population of microorganisms is very low and the availability of nutrients is low, therefore to optimize the dry land by giving organic chicken manure and nitrogen fertilizer. It is expected that organic chicken manure can increase the activity of microorganisms in decomposing organic fertilizer and provide nutrition and can save water. This study aims to obtain the best dose of organic chicken manure and N fertilizer in increasing pakcoy production. This field research was conducted on farmer's land located on Adas Manis Street, Kebun Bunga Subdistrict, Sukarami District, KM 7 Palembang, South Sumatra Province from May to July 2020. The layout in the field used Factorial RAK with 9 treatment combinations repeated 3 times and 6 sample plants. of each treatment. Factor 1: the dose of organic fertilizer is 5, 10, and 15 tons/ha. Factor 2: urea fertilizer doses are 100, 150, and 200 kg/ha. The highest production of  Pakcoy is found in the combination of giving a dose of organic fertilizer of 15 tons/ha of chicken manure with 150 kg/ha of urea, which is 23,04 ton/ha Lahan kering sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman sayuran seperti sawi pakcoy, namun masalah di lahan kering adalah ketersediaan air yang terbatas, populasi mikroorganisme sangat rendah dan ketersediaan nutrisi yang rendah, oleh karena itu untuk optimalkan lahan kering tersebut dengan pemberian pupuk organik kotoran ayam dan pupuk nitrogen. Diharapkan pupuk organik kotoran ayam dapat meningkatkan kegiatan mikroorganisme dalam mendekomposisikan pupuk organik  dan menyediakan nurisi serta dapat menyimpan air.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk organik kotoran ayam dan pupuk N yang terbaik dalam meningkatkan produksi sawi pakcoy.  Penelitian lapangan ini dilakukan di lahan petani yang terletak di jalan Adas Manis Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami KM 7 Palembang Provinsi Sumatera Selatan dari bulan Mei sampai Juli 2020.  Tata letak di lapangan menggunakan RAK Faktorial  dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali dan 6 tanaman contoh dari setiap perlakuan. Faktor 1:dosis pupuk organik yaitu 5, 10 dan 15 ton/ha.  Faktor 2:dosis pupuk urea yaitu 100, 150 dan 200 kg/ha.  Produksi sawi pakcoy tertinggi terdapat pada kombinasi pemberian dosis pupuk organik kotoran ayam 15 ton/ha dengan urea 150 kg/ha yaitu 23,04 ton/ha
APLIKASI JENIS PUPUK LIMBAH TERNAK DAN DOSIS POC LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Hawayanti, Erni; Palmasari, Berliana; Safitri, Firda Anggraini
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkani  pemberian  jenis  pupuk  limbah  ternak  d a n  dosis  poc  limbah  tahu terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun (Cucumis sativus L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani yang terletak di jalan sekojo, Kel. Kendodong  Raye,  Kec. Banyuasin  III  Pangkalan  Balai,  Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, penelitian ini berlangsung dari bulan Juli sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan petak terbagi (Split plot design) dengan 9 kombinasi perlakuan d ulang 3 kali. Adapun faktor perlakuan yang dimaksud yaitu Petak utama : jenis pupuk limbah ternak (O) yaitu O0 = tanpa pupuk limbah ternak, O1  = pupuk kadang kotoran ayam, O2 = pupuk kandang kotoran sapi dan Anak petak : Dosis POC Limbah Tahu (C) yaitu C1  = 25 ml/L air, C2= 50 ml/L air dan     C3 = 75 ml/L air. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), diameter buah (cm), panjang buah (cm), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per petak (kg). Berdasarkan hasil penelitian bahwa kombinasi jenis pupuk kandang kotoran ayam dan dosis POC limbah tahu 50 ml/L air menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik dengan berat buah pertanaman yaitu (579,65 g) dan berat buah per petak yaitu (5,07 kg). This study aims to determine and find the best type of animal waste fertilizer and the best dose of tofu waste poc on the growth and production of cucumber (Cucumis sativus L). This research was conducted on farmer's land located on Jalan Sekojo, Kel. Kendodong Raye, Kec. Banyuasin III Pangkalan Balai, Banyuasin Regency, South Sumatra, this research took place from July to September 2020. This study used a split plot design with 9 treatment combinations and repeated 3 times. The treatment factors in question are the main plot: type of livestock waste fertilizer (O), namely O0 = no livestock waste fertilizer, O1 = fertilizer sometimes chicken manure, O2 = cow dung manure and subplots: Tofu POC dose (C) is C1 = 25 ml/L water, C2= 50 ml/L water and C3 = 75 ml/L water. The variables observed in this study were plant height (cm), fruit diameter (cm), fruit length (cm), fruit weight per plant (g) and fruit weight per plot (kg). Based on the results of the study that the combination of chicken manure and tofu POC dose of 50 ml/L water resulted in the best growth and production with fruit weight per plant (579.65 g) and fruit weight per plot (5.07 kg).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK Purwanto, Ruli Joko; Syafrullah, Syafrullah; Astuti, Dessy Tri; Safrudin, Adi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4037

Abstract

The use of organic fertilizers on plants is not only useful for increasing soil fertility while increasing plant growth and productivity, organic fertilizers also have relatively cheap prices.  This research aims to determine the right type of organic fertilizer on the growth and production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt).The research was conducted from May to July 2019 in Srimenanti Village, Tanjung LagoSub District, Banyuasin District, South Sumatra Province.The research method used a completely block randomized design (CBRD) with 5 treatments and 5 replications. The results of the analysis of diversity showed that the treatment of the type of organic fertilizer had a very significant effect on the number of leaves, but had no significant effect on the other observed variables.  Baraplus organic fertilizer provides the highest number of leaves.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KALIUM Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Mulya, Subandrio Amin
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan dosis pupuk organik cair dan pupuk kalium yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini telah di laksanakan di lahan petani Kel. Sukajadi Kec.Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Adapun faktor perlakuan, Faktor  I Pupuk Orgaik Cair (C) yaitu : C1 =  6 ml/L air, C2 = 8 ml/L air, C3 = 12 ml/L air. Faktor II Pupuk Kalium (K) yaitu : K1 = 50 kg KCl/ha (10 g/petak) , K2 = 75 kg KCl/ ha (15 g/petak) , K3 = 100 kg KCl/ha (20 g/petak). Peubah yang di amati adalah Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah anakan per rumpun, Berat umbi per rumpun (g), Jumlah umbi per rumpun dan Berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi interaksi antara  pupuk  organik  cair  8  ml/l  air  dengan  pupuk  Kalium 50kg/ha menghasilkan   hasil tertinggi  terhadap berat umbi per petak atau setara dengan  8,20 ton/ha.
PENGARUH TAKARAN PUPUK ORGANIK PLUS BATUBARA DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KIMIA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS DI LAHAN PASANG SURUT Wuriesyliane, Wuriesyliane; Syafrullah, Syafrullah; Hawayanti, Erni; Iskandar, Joni
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4038

Abstract

This research was conducted to find out and get a dose of organic fertilizer plus coal and dose of chemical fertilizers influential best to the growth and production of sweet corn (Zea Mays saccharata Sturt.). this research was conducted in one of the land owned farmers in the village srimenanti kecamatan Tanjung Lago kabupaten banyuasin Sumatra the South. From May to July 2019. The research method used in this study was Factorial Randomized Block Design with 9 combinations of 3 treatment replications and 4 sample plants. The treatment referred to is as follows: a. Organic Fertilizer Plus P1 = 250 kg / ha (4.375 g / plant), P2 = 500 kg / ha (87.5 g / plant), P3 = 750 kg / ha (13.125 g / plant). b. Compound NPK Chemical Fertilizer K1 = 100 kg / ha (1.75 g / plant), K2 = 150 kg / ha (2.625 g / plant), K3 = 200 kg / ha (3.5 g / plant). Organic fertilizer treatment plus dosage of 750 kg / ha (13.125 g / plant). The combination treatment of organic fertilizer plus coal compound chemical fertilizer with a dose of 750 kg / ha (13.125 g / plant) dose of 150 kg / ha (2.625 g / plant) gave the highest yield on the weight of cobs of sweet corn.

Page 1 of 1 | Total Record : 9