Dessy Tri Astuti
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto Tembalang Semarang 50239 Telp (024) 7460052

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REDISAIN LAYOUT DAN PROSEDUR UNTUK REDUKSI WAKTU SETUP GUDANG KOMPONEN Sriyanto, Sriyanto; Purwanggono, Bambang; Astuti, Dessy Tri
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.318 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.137-146

Abstract

Gudang berperan sebagai distributor untuk menyalurkan bahan baku menuju jalur produksi. Respon gudang dalam menyuplai bahan baku berkaitan dengan proses penyiapan yang mempengaruhi waktu setup komponen bahan baku untuk dikirim ke lini perakitan. Jumlah produksi dari lini perakitan yang bertambah dari 160 unit menjadi 200 unit per bulan menuntut waktu setup yang lebih pendek dari pihak gudang bahan baku. Selama ini waktu set-up yang diperlukan untuk 1 lot produksi atau 40 unit produk adalah berkisar antara 5 – 7 hari. Dalam penelitian ini dilakukan pengaturan ulang tata letak dan perbaikan terhadap prosedur setup di gudang bahan baku untuk mengurangi waktu penyiapan komponen rakitan sebelum masuk ke jalur produksi. Hasil dari pengaturan ulang tata letak dan perbaikan prosedur ini adalah penghematan ruang sebesar 5 %, eliminasi aktivitas setup yang tidak perlu yang menghasilkan waktu setup yang lebih pendek, dan  prosedur baru penyiapan komponen yang lebih efisien. Kata kunci: gudang bahan baku, proses penyiapan, tata letak, waktu setup.     Abstract   Storage have a function to distribute materials to production line. Storages respon in time supplying materials influenced by preparation process  known as component setup  process. Increased production quantity in production line from 160 units to 200 units per month press for shorter storages setup time. All this time setup time for one production lot or 40 units range from five to seven days. This research try to improve setup prosedur to reduce component preparation time before entered production line. Research include redesign of storage layout. The results show improvement by 5 percent saving in space, elimination of unnecessary preparation activity resulting in shorter setup time, and the new preparation procedure  that more efficient. Key word: layout, materials storage, preparation process, setup time.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) Kalasari, Rastuti; Syafrullah, Syafrullah; Astuti, Dessy Tri; Herawati, Novi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3723

Abstract

Effect of fertilizer application on growth and production of several varieties of watermelon (Citrullus vulgaris, schard). This study aims to determine the response of growth and production of watermelon (Citrullus vulgaris, Schard) to various types of fertilizers and different varieties. This research has been carried out on farmers' land in Pulau Semambu Village, North Indralaya District from August to November 2019. The method used is a field experiment method with a factorial RAK layout consisting of 9 treatment combinations repeated 3 times. Factor I is the type of fertilizer (J) which consists of J1 = Baranik Fertilizer, J2 = NPK Fertilizer, J3 = Chicken Manure. Factor II is variety (V) consisting of V1 = New Dragon, V2 = Golden Crown, V3 = Possa F1. The results showed that the type of fertilizer treatment and its interactions had no significant effect on all observed variables. Varieties treatment had a significant effect on fruit weight per plant and per plot. but had no significant effect on the variables of plant height and number of leaves. The interaction treatment between NPK fertilizer and the New Dragon variety gave the highest growth and production for watermelon plants at 51.93 kg/plot.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK Palmasari, Berliana; Paridawati, Ika; Astuti, Dessy Tri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk NPK majemuk terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani Jl. H.M. Asyik Aqil Km 16 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung pada bulan September sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) disusun dengan 9 kombinasi diulang 3 kali, sebagai perlakuan petak utama : Jenis pupuk organik (O), O1 = kotoran ayam, O2 =kotoran sapi, O3 = sekam padi dan perlakuan anak petak : Dosis pupuk NPK majemuk (D), D1 =50 kg/ha, D2 = 100 kg/ha, D3 = 150 kg/ha. Peubah yang diamati adalah waktu keluar tunas (hst), tinggi tananam (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), dan jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis pupuk organic berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah yang diamati sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil secara tabulasi kombinasi  jenis pupuk organik kotoran ayam dan dosis pupuk NPK majemuk 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan bibit tanaman tebu.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK Purwanto, Ruli Joko; Syafrullah, Syafrullah; Astuti, Dessy Tri; Safrudin, Adi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i1.4037

Abstract

The use of organic fertilizers on plants is not only useful for increasing soil fertility while increasing plant growth and productivity, organic fertilizers also have relatively cheap prices.  This research aims to determine the right type of organic fertilizer on the growth and production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt).The research was conducted from May to July 2019 in Srimenanti Village, Tanjung LagoSub District, Banyuasin District, South Sumatra Province.The research method used a completely block randomized design (CBRD) with 5 treatments and 5 replications. The results of the analysis of diversity showed that the treatment of the type of organic fertilizer had a very significant effect on the number of leaves, but had no significant effect on the other observed variables.  Baraplus organic fertilizer provides the highest number of leaves.
APLIKASI PUPUK KOTORAN AYAM DENGAN TAKARAN BERBEDA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Wuriesyliane, Wuriesyliane; Hawayanti, Erni; Astuti, Dessy Tri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2021): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v16i2.4107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mendapatkan takaran pupuk kotoran ayam yang tepat terhadap produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Purwosari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tunggal, dengan 7 perlakuan dan diulang 4 kali. Adapun perlakuannya sebagai berikut : Perlakuan takaran pupuk kotoran ayam (A) : A0 = kontrol (tanpa pupuk kotoran ayam) ; A1 = 5 ton/ha ; A2 = 10 ton/ha ; A3 = 15 ton/ha ; A4 = 20 ton/ha ; A5 = 25 ton/ha dan A6 = 30 ton/ha. Peubah yang diamati yaitu jumlah anakan, jumlah umbi perumpun dan berat umbi perumpun. Berdasarkan analisi keragaman menunjukkan bahwa perakuan takaran pupuk kotoran ayam berpengaruh sangat nyata terhadap berat umbi perumpun dan berpengaruh tidaknyata terhadap peubah lainnya. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan takaran 30 ton/ha memberikan hasil terbaik pada tanaman bawang merah.This study aims to determine and obtain the right dose of chicken manure on the production of shallot (Allium ascalonicum L.). This research was carried out on farmers' land in Purwosari Village, Tanjung Lago District, Banyuasin Regency, South Sumatra, from May to August 2019. This study used an experimental method with a Single Randomized Block Design (RAK), with 7 treatments and repeated 4 times. The treatments are as follows: Treatment of chicken manure (A) : A0 = control (without chicken manure) ; A1 = 5 ton/ha ; A2 = 10 tos/ha ; A3 = 15 ton/ha ; A4 = 20 ton/ha ; A5 = 25 ton/ha and A6 = 30 ton/ha. The observed variables were the number of tillers, the number of tubers in the cluster and the weight of the tubers in the cluster. Based on the analysis of diversity, it was shown that the measurement of the chicken manure fertilizer had a very significant effect on the weight of the tuber clumps and had no significant effect on other variables. The application of chicken manure at a dose of 30 ton/ha gave the best results on shallot plants.
APLIKASI ECO-ENZYME UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN SAWI (Brassica sp) DI POLYBAG Ridwan, M. Naufal; Aminah, R. Iin Siti; Astuti, Dessy Tri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i1.6457

Abstract

This study aims to obtain the right dose of eco-enzyme fertilizer to increase the production of mustard greens. This research was conducted on the land owned by Dito's brother in Sungai Rebo 1 Village, Banyuasin Regency from December 2022 to February 2023. This research used a Factorial Randomized Block Design (RBD) experimental method with 8 combinations and repeated 3 times. The treatments used were Dosages of Eco-Enzyme Fertilizers (E1: 5 ml/L, E2: 10 ml/L and E3: 15 ml/L) and Mustard Plant Varieties (V1: Sawi Caisim and V2: Sawi Pakcoy). The observed variables were 1. Plant height (cm), 2. Number of leaves (cm), 3. Leaf length (cm), 4. Plant fresh weight (g). The best research results show that the dose of eco-enzyme fertilizer as much as 10 ml/L gives the best production in one plant of 171 gr. Research shows that the use of caisim mustard plant varieties has the best effect on the growth and production of mustard plants, shown in the production of 119 gr of one plant. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk eco-enzyme yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik saudara Dito di Desa Sungai Rebo 1 Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 8 kombinasi dan diulang 3 kali. Perlakuan yang digunakan adalah Dosis Pupuk Eco-Enzyme (E1: 5 ml/L, E2 : 10 ml/L dan E3 : 15 ml/L) dan Varietas Tanaman Sawi (V1 : Sawi Caisim dan V2 : Sawi Pakcoy). Peubah yang diamati adalah 1. Tinggi tanaman (cm), 2. Jumlah daun (cm), 3. Panjang daun (cm), 4. Berat segar tanaman (g). Hasil penelitian terbaik menunjukkan bahwa dosis pupuk eco-enzyme sebanyak 10 ml/L memberikan produksi terbaik dalam satu tanaman sebanyak 171 gr. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas tanaman sawi caisim memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ditunjukkan pada produksi dalam satu tanaman sebanyak 119 gr.
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG SEBAGAI LAHAN PERTANIAN Lusia, Maria; Astuti, Dessy Tri; Sofian, Ahmad
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i1.6460

Abstract

Lahan pasca tambang pada umumnya merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan akibat kegiatan penambangan.  Kerusakan yang terjadi pada lahan pasca tambang antara lain terjadinya perubahan sifat fisik, kimia maupun biologi tanah yang mengakibatkan turunnya produktifitas lahan, terjadinya perubahan perubahan bentang alam lahan,  kedalaman efektif tanah menjadi dangkal, dan terbentuknya lapisan lapisan tanah yang baru yang berisi pasir, kerikil, sisa-sisa tailing yang nantinya akan terbentik lapisan cadas.  Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang yaitu dengan mereklamasi dan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian. Tujuan kajian ini untuk mengkaji berbagai lahan reklamasi pasca tambang yang dapat dialihfungsi menjadi lahan pertanian berdasarkan analisa tingkat kesuburan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis dan analisa komparatif yaitu dengan cara mengumpulkan, memilah dan membandingkan data yang didapat dari beberapa jurnal maupun buku (studi literatur). Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa lahan pasca tambang dapat diubah menjadi lahan pertanian, hal ini tergantung dari lokasi, kekhasan sifat dan karakteristik lahan pasca tambang, seperti lahan reklamasi pasca tambang batubara dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup baik.Post-mining land is generally land that has been damaged by mining activities. Damage that occurs in post-mining land includes changes in the physical, chemical and biological properties of the soil which result in a decrease in land productivity, changes in land landscape changes, the effective depth of the soil becomes shallow, and the formation of new layers of soil containing sand, gravel, remnants of tailings which will later form rock layers. One way to repair damaged post-mining land is by reclamation and conversion of post-mining land into agricultural land. The purpose of this study is to examine various post-mining reclamation lands that can be converted into agricultural land based on an analysis of soil fertility levels. The research method used is qualitative analysis and comparative analysis, namely by collecting, sorting and comparing data obtained from several journals and books (literature study). The results of the study show that some post-mining land can be converted into agricultural land, this depends on the location, the specific nature and characteristics of post-mining land, such as post-coal mining reclamation land with a fairly good level of soil fertility.
Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Dengan Pemupukan Organik Cair dan Anorganik Palmasari, Berliana; Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Astuti, Dessy Tri
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 1 (2022): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.1.2022.8017.50-55

Abstract

Melon banyak diminati masyarakat ditentukan oleh penampilan dan kualitas rasa. Kebutuhan melon tidak diimbangi denganproduksinya.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair (POC) dandosis NPK bagi pertumbuhandan hasil tanaman melon yang optimal serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Salah satu faktor keberhasilan budidaya tanamanyaitu pemupukan yang tepat baik cara, dosis dan waktu pemberiannya. Pemupukan yang kurang dari dosis yang dibutuhkan tanamanmengakibatkan pemenuhan akan unsur hara tidak tercapai sehingga perrumbuhan tanaman tidak optimal. Penelitian ini dilaksanakandari bulan Juli sampai Oktober 2020bertempat di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, KabupatenOganIlir, SumateraSelatan. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan sehingga menghasilkan 60petak. Faktor perlakuan adalah Pupuk Organik Cair (M), M0 = kontrol atau tanpa POC, M1 = 100 mL.L-1, M2 = 200 mL.L-1, M3 = 300mL.L-1 dan M4 = 400 mL.L-1. Pupuk NPK (P) yaitu P0 = kontrol atau tanpa NPK, P1 = 40 g per-tanaman, P2 = 80 g per-tanaman dan P3= 120 g per-tanaman. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (helai), Bobot Buah/tanaman(kg) dan Kadar Kemanisan Buah (oBrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi Pupuk organik cair konsentrasi 200 mL.L-1 dan80 g per-tanaman pupuk NPK dapat meningkatkan bobot buah per tanaman, sedangkan konsentrasi pupuk organik cair 300 mL.L-1 dandosis pupuk NPK 80 g per-tanaman dapat meningkatkan kadar kemanisan buah.
Intervensi Pupuk Kandang dan Pupuk SP-36 terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Astuti, Dessy Tri; Sebayang, Nico Syahputra; Abdi, Zeni; Hajimah, Hajimah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 1 (2022): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.1.2022.8019.65-71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan 32 tanaman kacang tanah, serta nyata tidaknya antara interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lawe Sumur 33 Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara dengan ketinggian tempat ± 250 meter diatas permukaan laut, penelitian ini 34 akan di mulai pada bulan Nopember 2020 sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 35 (RAK) Faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama Dosis Pupuk Kandang terdiri dari 3 taraf sebagai yaitu : 36 K1 (2,5 kg/plot); K2 (3,8 kg/plo); dan K3 (4,8 kg/plot). Faktor Kedua Dosis Pupuk SP-36 yaitu : S1 (15 gr/plot); S2 (18 gr/plot); dan 37 S3 (21 gr/plot). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk kandang (K) menunjukan pengaruh yang tidak nyata pada parameter 38 tinggi tanaman, pada K1 yaitu 16,39 cm dan terendah pada K2 yaitu 20,00 cm, jumlah cabang terbanyak pada K2 yaitu 16,48 cabang 39 dan terendah pada K3 yaitu 16,04, umur berbunga yang tercepat terdapat pada K1 yaitu 27,33 HST dan yang terlama K3 yaiut 40 28,00 HST.Perlakuan pupuk SP-36 belum menunjukan beda nyata pada semua parameter yang diamati. Interaksi antara Pupuk 41 Kandang (K) dan Pupuk SP-36 tidak menunjukan pengaruh yang nyata pada semua parameter yang diamati.
Efektivitas Pupuk NPK Majemuk dengan Pupuk Guano terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Zucchini (Cucurbita pepo L.) Mujaroah, Mujaroah; Amir, Nurbaiti; Astuti, Dessy Tri; Syafrullah, Syafrullah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mujaroah M, Amir N, Astuti DT, Syafrullah S. 2022. The effectiveness of compound npk fertilizer with guano fertilizer on the growth and production of zucchini (Cucurbita Pepo L.). In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang  27 Oktober 2022. pp. 910-921. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Zucchini plants area annual plantas that area similar to pumpkins or eggplants whose fruit is harvested before ripe which belongs to the cucurbitaceae family. The purpose of this study was to determine and determine the effectiveness of Compound NPK Fertilizers and Guano Fertilizers which gave the best response to growth and increased production of zucchini (Cucurbita pepo L.) plants. The research has been carried out in one of the resident’s lands. Location in Perumnas Talang Kelapa Block 3 RT 61 NO. 41 RW 08 Alang-Alang Lebar Subdistrict, Palembang City, Sounth Sumatra in March until  with May 2022. This study used a Split Plot Design with 9 treatment combinations which were repeated 3 times, resulting, in 27 treatment units with 3 sample plants. These are as follows: Main Plot For Compound NPK Fertilizer (N) consisting of 3 levels N1= 150 kg/ha, N2= 200 kg/ha, N3 = 250 kg/ha. Sub-plots for providing Guano Fertilizer (O)= terdin of 3 levels O1= 2,5 tons/ha, O2= 5 tons/ha, O3= 7,5 tons/ha. The variables observed were: plant height (cm), fruit diameter (cm), fruit length (cm), number of fruit per plot (fruit), fruit weight per plot (kg). The results showed that the treatment of compound NPK Fertilizer dosage of 250 kg/ha with Guano Fertilizer at a dose of 5 tons/ha gave the highest yield at fruit weight per plot 3,16 kg/plot or the equivalent of 6,32 tons/ha.