Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
BEARING is a research journal and study in civil engineering that presents research results in the fields of building and structural engineering, transportation, water resources engineering and management, geotechnical engineering, infrastructure management, and environmental engineering.
Articles
174 Documents
ANALISA PENGGUNAAN TANAH KERIKIL TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH UNTUK LAPISAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN RAYA
Oemiati, Nurnilam
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): V0l 5 No. 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.698201751
Konstruksi perkerasan terdiri dari lapisan – lapisan yang diletakan diatas tanah dasar yang telah dipadatkan. Lapisan tersebut berfungsi untuk menerima beban lalu lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya. Lapisan perkerasan terdiri dari 4 lapisan, yaitu : lapisan permukaan, lapisan pondasi atas, lapisan pondai bawah dan lapisan tanah dasar.Tanah kerikil merupakan tanah berbutir kasar, karena butirannya lebih besar dari 2 mm. tanah ini terbentuk dari adanya proses fisika yaitu batu yang hancur menjadi butir – butir tanah yang sifat aslinya tetap seperti batu aslinya. Tanah ini termasuk tanah non kohesif dan bebas air. Tanah ini juga sering dipakai untuk bahan urukan dan mudah untuk dimampatkan. Pada perencanaan jalan, tanah kerikil merupakan tanah yang baik sebagai lapisan tanah dasar yang disusun secara sistematis dari unsur – unsur penyusun, sehingga lapisan tersebut dapat menahan deformasi tanah terhadap lalu lintas.Dari hasil analisa didapat tanah kerikil dengan campuran 0% dan 3% PC dapat digunakan untuk lapisan base. Dan campuran 3%, 6%, 9%, 12% dapat digunakan pada lapisan base. Kadar semen optimum untuk mencapai nilai CBR 120% digunakan untuk lapisan base berkisar antara 4,7% sampai 5,4%. Kata Kunci : Lapisan Perkerasan, Tanah Kerikil, Peningkatan Daya Dukung
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELESTARIAN ALAT MUSIK BAMBU DI PALEMBANG
Ananda, Dwi Aisyah;
Agusri, Erny
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): V0l 5 No. 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.703201751
Pusat Pelestarian Alat Musik Bambu di Palembang merupakan suatu wadah yang dirancang khusus untuk melestarikan alat music bamboo melalui proses pembuatan dan pelatihan hingga pertunjukan, serta dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat tentang alat music bamboo dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata baru bagi kota Palembang. Perancangan Pusat Pelestarian Alat Musik Bambu dengan menggunakan konsep Eko-Arsitektur. Penerapan konsep Eko-Arsitektur ini terdapat pada penggunaan material bamboo pada keseluruhan system struktur dan arsitektural serta dalam lansekapnya. Metode yang digunakan melalui pendekatan pada kondisi lingkungan tapak yang kemudian di analisa dengan lingkungan sekitarnya. Hasil perancangan diharapkan menghasilkan suatu kawasan dengan bangunan yang ramah terhadap lingkungan.Kata Kunci :Pelestarian, Alat Musik, Material, Bambu
ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PARKIR TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI DENPASAR
Aprilia, Nyimas Arnita
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Vol 4 No 4 Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.710201644
Pertumbuhan penumpang yang sangat pesat di bandar udara internasional Ngurah Rai saat ini dirasakan sudah tidak mampu lagi diakomodasi oleh bandar udara ini karena luas area parkir terminal yang ada sudah tidak sesuai dengan besarnya jumlah penumpang yang dilayani, khususnya penumpang domestik. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan penumpang dari tahun 2010 hingga tahun 2030 dan mengevaluasi kebutuhan luas area parkir kendaraan terminal penumpang.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data seperti data jumlah penumpang harian dan tahunan yang datang dan berangkat melalui bandar udara, luas parkir area untuk kendaraan beserta kapasitas statis ruang parkir yang ada, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar area parkir terminal penumpang disertai dengan waktu kendaraan masuk dan keluar bandar udara. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan formula menururt Japan International Cooperation Agency (JICA) serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, untuk mendapatkan jumlah penumpang, kebutuhan luas area parkir kendaraan terminal pennumpang serta karakteristik parkir yang meliputi durasi parkir, akumulasi kendaraan, volume parkir, indeks parkir hingga kebutuhan ruang parkir.Hasil analisis untuk kebutuhan luasan parkir di ambil dari hasil penelitian yang ada, yaitu sebesar 2629 m² untuk area parkir domestik dan 2624 m² untuk area parkir internasional. Berdasarkan kebutuhan luasan parkir yang ada di dapat luasan area parkir yang menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang ada di area parkir domestik mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2010 hingga 2030 sehingga dilakukan perluasan area parkir dari 11316 m² menjadi 16512 m². Sebaliknya, pada area parkir internasional tidak mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2010 hingga tahun 2030. Area parkir internasional yang ada hingga 2030 masih dapat menampung kendaraan sebanyak 12041 m² sedangkan area parkir yang ada saat ini sebesar 25.598 m2. Kapasitas ini dapat menampung kendaraan lebih dari cukup dari kapasitas yang diperlukan.  Kata Kunci :Bandar Udara, Terminal Penumpang, Parkir
KONSEP KONSERVASI LAHAN DAN AIR DI DAERAH PUNCAK SEKUNING KELURAHAN LOROK PAKJO PALEMBANG
Agusri, Erny;
jonizar, Jonizar
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): Vol.4 no.3 Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.721201643
Kawasan Puncak Sekuning kelurahan Lorok Pakjo merupakan salah satu kawasan di kota Palembang yang mulai terdapat genangan air beberapa tahun  terakhir. Seperti diketahui genangan banyak terjadi di kawasan – kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang semakin tinggi. Upaya konservasi perlu dilakukan untuk mengurangi tingginya limpasan dan rendahnya resapan sehingga keseimbangan lingkungan hidrologi di kawasan tersebut tetap terjaga.Pada kawasan Puncak Sekuning konsep konservasi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat kolam resapan, perbaikan sistem jaringan drainase dan saluran alam. Pada permukiman penduduk sedapat mungkin diterapkan struktur konservasi berupa Bioretention Area dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada. Pemilihan konsep ini karena sesuai untuk lokasi relatif kecil, volume genangan air masih normal, menciptakan kondisi asri dan pemeliharaan yang mudah, dengan demikian air limpasan dapat ditahan dan disimpan dalam tanah serta sebagian akan mengalir ke saluran alam.  Dalam melakukan konservasi lahan dan air didaerah Puncak Sekuning kelurahan Lorok Pakjo, perlu dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : sifat hujan, sifat fisik kawasan, penggunaan lahan dan pengelolaannya. Faktor-faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam menentukan konsep untuk mengatasi limpasan air hujan dan meminimalisasi tingkat pencemaran air.Konservasi lahan dan air pada kawasan Puncak Sekuning dilakukan dengan memperbaiki system jaringan drainase yang ada, normalisasi saluran alam, dan pembangunan struktur limpasan pengendali air limpasan. Kata Kunci: Konservasi lahan, sitem jaringan drainase
ANALISA PERHITUNGAN MUATAN SEDIMEN DI SUNGAI BAUNG SEPANJANG 1000 METER
Kimi, sudirman;
Martini, Sri
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): Vol.4 No.2 Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.728201542
Kota Palembang memiliki beberapa daerah aliran sungai (DAS), salah satunya adalah Sungai Baung yang terletak di daerah jalan Angkatan 45 dengan panjang daerah aliran sungai sepanjang 1200 meter, namun terdapat beberapa pemasalahan pada daerah aliran Sungai Baung diantaranya permasalahan pendangkalan sungai yang mengakibatkan sering terjadinya banjir di daerah lorong Karya 1, 2, 3 pada musim hujan.Banyaknya sedimen yang terjadi pada Sungai Baung dihitung dengan pendekatan Shear Stress (Metode Duboy’s dan Metode Shield’s). Dari pendekatan Shear Stress Metode Duboy’s didapat hasil rata-rata qb sedimen sebesar 224,98 (lb/s)ft, Volume sebesar 7.469,14 (lb/thn) ft dan Metode Shield’s rata-rata hasil qb sedimen sebesar 163 (lb/s)ft, volume sebesar 5.411,46 (lb/thn)ft. Dengan demikaian pengerukan sedimen untuk 1 tahun ke depan memiliki hasi yang berbeda – beda karena tergantung dari metode apa yang digunakan. Kata Kunci: Sungai, Volume Sedimen, Pengerukan
PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG KAWASAN PARKIR BANK SUMSEL BABEL JAKABARING DI KOTA PALEMBANG
Royan, Noto
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015): Vol.4 No.1 Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.733201541
Parkir didefenisikan adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Kebutuhan tempat parkir untuk kendaraan roda empat maupun sepeda motor sangat penting karena kebutuhan tersebut sangat berbeda dan bervariasi tergantung dari bentuk dan karekteristik masing-masing kendaraan dan luas lokasi parkir dan pola parkir.               Peneliti membatasi permasalahan pada pokok masalah menganalisa akumulasi parkir, volume parkir, kapasitas parkir, lamanya parkir (durasi parkir), indeks parkir, pergantian parkir.               Perhitungan daya tampung kawasan parkir Bank Sumsel Babel Jakabaring lokasi di Jalan Gubernur H.Ahmad Bastari, Jakabaring di Kota Palembang. Dari hasil analisa peroleh bahwa kawasan parkir kendaraan roda empat dengan daya tampung sebanyak 180 SRP kendaraan R4 (roda empat atau mobil), artinya masih dibutuhkan penambahan kawasan parkir R4. Sedangkan kendaraan roda dua dengan daya tampung parkir sebanyak 104 SRP kendaraan R2 (roda dua atau sepeda motor), artinya saat ini kawasan parkir masih dapat menampung kendaraan. Kata kunci : parkir, daya tampung
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN SUNGAI TERHADAP EROSI TANAH PADA LERENG DI BELOKAN SUNGAI ENIM DESA KARANG RAJA KABUPATEN MUARA ENIM
Martini, RA Sri;
A Rivai, Masri
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2018): Vol. 5 No. 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.1678201854
Salah satu persoalan yang paling sering terjadi di lereng sungai adalah terjadinya perubahan morfologi akibat dari erosi tanah di lereng sungai. Erosi yang terjadi pada sungai dapat memberikan dampak buruk bagi keamanan lahan, pemukiman maupun infrastruktur yang berada bantaran sungai yang mengalami erosi. Dampak dari erosi ini harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan di lereng sungai. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang erosi tanah pada lereng di Daerah Aliran Sungai (DAS) agar dapat diketahui penyebab terjadinya erosi tanah di lereng sungai.Lokasi penelitian ini adalah pada lereng di belokan sungai Enim yang mengalami erosi yang terletak di desa Karang Raja kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan.Berdasarkan dari perhitungan waktu kecepatan aliran sungai dengan menggunakan metode apung yang dilakukan sebanyak 25 kali dengan jarak 25 meter dari titik A ke titik B, kecepatan aliran rata-rata pada lokasi yang mengalami erosi adalah 1,18483 m/detik. Perbandingan antara perhitungan menggunakan rumus manning dan hasil pengamatan di lapangan dengan kecepatan pada tabel harga kecepatan kompeten maka hasil yang dapat memenuhi syarat V lapangan dan V perhitungan Vc = 1,13739 dan 1,18483 > 0,6 untuk kecepatan terendah dengan harga rata-rata V lapangan dan V perhitungan yang berada pada interval 1,0 - 2,0 m/detik. Pada perhitungan stabilitas lereng dengan menggunakan metode fellenius (1927) hasil yang didapatkan adalah 0,7545 yang artinya hasil yang didapatkan lebih kecil dari faktor keamanan yaitu 1,5 dan berarti bahwa lereng dinyatakan tidak aman atau tidak stabil.
EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP KEGIATAN LAPANGAN MIGAS TERBATAS PT TIARABUMI PETROLEUM KECAMATAN PENINJAUAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Sari, Enda Kartika;
MZ, Lindawati
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2018): Vol. 5 No. 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.1676201854
PT Tiara Bumi Petroleum is one of the companies engaged in the oil and gas sector is one company that gives positive and negative impacts. PT Tiarabumi Petroleum has been in production since October 2014. The location of PT Tiarabumi Petroleum is around agricultural land and residential community located in Mandala and Peninjauan village of Kabupaten Ogan Komering Ulu. Population settlements are growing in Mandala Village and Peninjaun Village. Population settlements also began to develop in the South, West and East of the company location. This resulted in a mutually influencing environmental impact of both PT Tiarabumi Petroleum operational impact on the surrounding community and the impact of the settlement on the operation of PT Tiarabumi Petroleum. The method used in this research is survey and laboratory method. The survey method used in this study is descriptive qualitative, because the variables collected from the data will be analyzed and presented in the form of frequency, average number and other qualifications are descriptive statistically. Conclusions of environmental management and monitoring results by PT Tiarabumi Petroleum are 1) environmental management and monitoring has carried out environmental management obligations according to the direction of Environmental Management Plan (UKL) and Environmental Monitoring (UPL), but not yet optimal where the results of labratory analysis still have parameters which is still above the environmental quality standard of noise in the region Booster needs to get special attention, 2) Content of COD in the Ogan River has been seen since the initial hue that is already above the quality standards hinted. Since the operation of PT Tiarabumi Petroleum has never conducted the disposal of waste / pollutants into the river. Therefore, the government should monitor the quality of river water that can be generated from the community or the environment. Environmental parameters that are still above environmental standards for improved management include planting trees with small leafy types (bamboo) and making soundproofing room for Booster machines. In addition to the surrounding community should minimize pollutants into the river water, especially on domestic waste that arise from the community so that the content of BOD and COD in the water below the quality standard.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA TITIK P4, P5 DAN P10 JEMBATAN MUSI VI PALEMBANG
Oemiati, Nurnilam
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Vol 5 No 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.1754201752
Proyek jembatan Musi VI kota Palembang menggunakan pondasi tiang pancang. Pemilihan tipe pondasi tiang pancang ini ditentukan antara lain oleh beban serta jenis tanah keras yang letaknya cukup dalam.Dalam penelitian ini menggunakan pondasi tiang pancang tipe lingkaran berdiameter 1.00 meter, luas penampang tiang 0,785 meter, mutu beton K-250 dengan kedalaman 0 sampai dengan 28 meter. Data yang digunakan adalah NSPTHasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung hasil perhitungan pada titik P4 secara empiris didapatkan nilai sebesar 6276.90 kN sedangkan dengan allpile sebesar 6330.32 kN. Pada titik P5 perhitungan cara empiris sebesar 6348.11kN dan allpile 6503.92 kN. Untuk titik P10 secara empiris didapat 5937.09 kN dan secara allpille sebesar 6141.56kN. Terlihat bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan allpile memberikan nilai daya dukung tiang pancang yang lebih besar.
CHARACTERISTIC ANALYSIS OF BEARING CAPACITY WITH LABORATORY CALIFORNIA BEARING RATIO TEST AND UNCONFINED COMPRESSION STRENGTH TEST
Arfan, Muhammad;
Setiawati, Mira
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2018): Vol 5 No 3 Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/jbearing.1759201853
Construction carried out on soft soil must require serious handling such as selection of the right type or type of foundation or soil improvement. However, during this time the investigation of soil in soft soil areas often has difficulty, the difficulty is the difficulty of obtaining undisturbed samples and the difficulty of testing the physical properties of soft soil including testing the strength of the soil bearing capacity. which is often a problem with its bearing capacity has poor characteristics such as clay soil to silty which is easy to experience expansive or bloated process of shrinkage to water content, low level of permeability (nonporous) and friction between weak grains and even types soil that is easy to liquefaction soil.Some ways to determine the bearing capacity of the soil in accordance with the characteristics of the equipment, each test can produce different test results for the same test object. Because this can occur in the testing procedure and the workings of different tools as well as the main test results target of each equipment in the determination of soil parameters.In this study the tests were carried out by analyzing the characteristics of clay California bearing ratio with Laboratory CBR and Unconfined Compression Test (UCS).