cover
Contact Name
Ferius Soewito
Contact Email
-
Phone
+6221-31937910
Journal Mail Official
jinma_mki@idionline.org
Editorial Address
Jl. Dr. G. S. S. Y Ratulangie No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia
ISSN : 20891067     EISSN : 26543796     DOI : http://dx.doi.org/10.47830
Journal Of The Indonesian Medical Association (JInMA) / Majalah Kedokteran Indonesia (MKI) adalah Jurnal yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan sebagai Kanal InformasiIlmiah di Kalangan Dokter Umum dan Dokter Spesialis serta Profesi Terkait.
Articles 442 Documents
DAYA ANTI BAKTERI KOMBINASI FOSFOMISIN DAN SULBAKTAM-SEFOPERAZON TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA Agus Syahrurachman; Fera Ibrahim; Atna Permana
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.164

Abstract

Pendahuluan: Pseudomonas aeroginosa dapat merupakan penyebab infeksi diberbagai organ. Pilihan antibiotika tunggal untuk itu menjadi lebih sedikit.Tujuan: Menilai daya antibakteri kombinasi fosfomisin dan sulbaktkam-sefoperazon in vitro terhadap isolat klinis Pseudomonas aeruginosa.Metode: Uji kerentanan 30 isolat klinis Pseudomonas aeruginosa terhadap fosfomisin dan sefoperazone-sulbactam sebagai obat tunggal dan kombinasinya dilakukan pada media cair. Daya antibakteri kombinasi fosmisin dan sulbactam sefoperazon ditentukan dengan menghitung Fraction Inhibition Index (FIC). Time-kill curve dinilai pasca paparan bakteri terhadap antibiotika selama waktu tertentu. Hasil: Proporsi isolat yang sensitif sulbactam-sefoperazon sebanyak 66,7% dan meningkat menjadi 90% terhadap kombinasi antibiotika. Proporsi isolat yang sensitif fosfomisin hanya 10% dan meningkat dua kali lipat terhadap kombinasi antibiotika. Efek sinergis, indifferent dan antagonis masing-masing ditemukan pada 60%, 36.7% dan 3.3% isolat. Dari curva time kill disimpulkan bahwa kematian bakteri yang cepat terjadi dalam 4 jam pertama. Kesimpulan: kombinasi sulbaktam sepoferazon dan fosfomisin pada sebagian besar isolat Pseudomonas aeruginosa bersifat sinergis dan hanya 1 galur yang menunjukkan efek antagonis.
FAKTOR RISIKO KELAHIRAN PREMATUR DI RSUD DR. M. SOEWANDHI SURABAYA PADA TAHUN 2017 Bulqis Inas Sakinah; Dominicus Husada; Sulistiawati
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.165

Abstract

Pendahuluan: Persalinan prematur adalah salah satu penyebab terbesar dari kematian neonatal yang ditentukan oleh berbagai faktor risiko. Tujuan: Mengetahui pengaruh usia ibu, paritas, riwayat persalinan prematur, kehamilan ganda dan komplikasi kehamilan terhadap kejadian persalinan prematur. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kasus kontrol secara retrospektif dengan data dari rekam medis ibu yang melakukan persalinan di RSUD Dr. M. Soewandhi pada tahun 2017. Hasil: Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu (p = 0,004), riwayat persalinan preterm (p = 0,006) dan komplikasi kehamilan (p <0,001) dengan kejadian persalinan preterm. Berdasarkan analisis multivariat, ibu berusia <20 dan> 35 tahun berisiko 3,510 (95% CI 1,481-8,230) kali, dan ibu yang mengalami komplikasi kehamilan berisiko 5,203 (95% CI 2,248-12,040) kali mengalami persalinan prematur.Kesimpulan: Faktor usia ibu dan komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko persalinan premature. Faktor-faktor ini perlu diberikan perhatian khusus saat menilai kehamilan sehingga persalinan prematur dapat dicegah.
HUBUNGAN DISFUNGSI OTONOM DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENDERITA PARKINSONISME Imelda Floransia; Corry N. Mahama; Herlyani Khosama
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.166

Abstract

Pendahuluan: Disfungsi otonom merupakan salah satu gejala non-motorik parkinsonisme namun belum menjadi perhatian klinis. Tujuan penelitian ini adalah menilai hubungan disfungsi otonom dengan derajat keparahan penderita parkinsonisme.Metode: Sebanyak 121 subyek rawat jalan di Poliklinik Saraf RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, diikutsertakan secara konsekutif pada studi potong lintang analitik. Dilakukan pencatatan karakteristik penderita, gejala dan pemeriksaan disfungsi otonom. Data dianalisis menggunakan Chi Square, Mann Whitney U, Kruskal-Wallis dan regresi logistik.Hasil: Hampir seluruh variabel pengukur fungsi otonom cenderung menunjukkan derajat keparahan parkinsonisme lebih tinggi (p<0,001). Setiap kenaikan nilai SCOPA-AUT INA cenderung meningkatkan odds stadium Hoehn and Yahr (OR >1) juga pada perbedaan tekanan darah tes ortostatik yang semakin besar, usia lebih tua, masa sakit yang lama, periode terapi lebih panjang, dan penggunaan kombinasi obat antiparkinson. Kesimpulan: Disfungsi otonom berhubungan bermakna dengan derajat keparahan parkinsonisme.
PENGARUH STRES KERJA BERAT TERHADAP KECENDERUNGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA STAF MANAJERIAL PERUSAHAAN PENANAMAN MODAL ASING Rachmawati Ayu Azhariya; Joedo Prihartono; A.A.A.A Kusumawardhani
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.167

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja berat sebagai staf manajerial dengan risiko terjadinya kecenderungan gangguan mental emosional. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2016 di Perusahaan Penanaman Modal Asing di Jawa Barat menggunakan metode comparative cross sectional. Stres kerja diukur dengan kuesioner Survei Diagnosis Stres (SDS) sedangkan kecenderungan gangguan mental emosional dinilai dengan kuesioner Symptom Check List 90 (SCL 90). Jumlah responden pada penelitian ini adalah 105 orang yang terlebih dahulu diminta mengisi kuesioner stres kerja. Kemudian untuk menilai kecenderungan gangguan mental emosional, sebanyak 30 responden dipilih secara acak dari masing-masing kelompok stres kerja ringan-sedang dan stres kerja berat. Hasil: Prevalensi stres kerja berat pada staf manajerial adalah sebesar 35,2%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara stres kerja berat dengan kecenderungan gangguan mental emosional (OR 47; 95% CI 7,37-300,17; p<0,001). Komponen stresor kerja yang memiliki hubungan bermakna dengan gangguan mental emosional adalah beban kerja kualitatif (OR 10,67; 95%CI 1,03?109,94; p 0,047) dan perkembangan karir (OR 10,83; 95%CI 1,03?114,15; p 0,047). Pendidikan merupakan faktor individu yang memiliki hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kecenderungan gangguan mental emosional (OR 0,17; 95% CI 0,03-0,83; p 0,029). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pekerjaan terhadap terjadinya kecenderungan gangguan mental emosional.
MANAGEMENT OF SCHIZOPHRENIA IN PREGNANCY: A CASE REPORT Junita Indarti; Dwiana Ocviyanti; Erda Ayu Umami
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.168

Abstract

Skizofrenia merupakan kelainan mental berat yang ditandai dengan gangguan proses berfikir dalam, mempengaruhi bahasa, persepsi dan rasa terhadap diri. Pengalaman psikosis biasanya berupa seolah-olah mendengar suara-suara atau delusi. Onset usia tersering terkena skizofrenia adalah 25-35 tahun (usia reproduksi). Kami melaporkan sebuah laporan kasus seorang wanita hamil berusia 27 tahun dan mengidap skizofrenia paranoid. Wanita usia reproduktif dengan skizofrenia membutuhkan penanganan komprehensif selama usia reproduksi, termasuk kontrasepsi, asuhan pra-natal, antenatal, dan post-natal, serta menjadi orang tua yang aman dan efektif.
UPAYA PENGELOLAAN FATIGUE PADA PENERBANG DENGAN AKTIVITAS FISIK, LATIHAN FISIK DAN WAKTU TIDUR Retno Wibawanti; Amilya Agustina; Maria Melania Muda; Retno Asti Werdhani
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i12.169

Abstract

Fatigue adalah kondisi fisiologis yang ditandai dengan penurunan kapabilitas performa fisik dan mental akibat kehilangan tidur atau terjaga berkepanjangan, perubahan irama sirkadian dan beban kerja yang dapat mengganggu kewaspadaan dan kemampuan personil penerbangan dalam mengoperasikan pesawat atau tugas penerbangan dengan selamat. Insiden atau kecelakaan penerbangan dapat timbul akibat kesalahan di tingkat individu (penerbang atau awak pesawat lainnya), dimana fatigue menjadi salah satu faktor penyebab utama.International Civil Aviation Organization (ICAO) telah merekomendasikan Fatigue Risk Management System (FRMS) kepada negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia. FRMS ini merupakan suatu sistem adalah suatu sistim pengawasan dan pengelolaan faktor-faktor risiko terkait kelelahan berbasis bukti, yang dilakukan secara berkesinambungan. Di Indonesia saat ini belum banyak maskapai yang menerapkan FRMS. Sebagai upaya lain untuk mengelola fatigue di penerbang, maka dibutuhkan panduan langkah-langkah praktis untuk mengelola faktor risiko fatigue di penerbang, khususnya terkait aktivitas fisik, aktivitas di waktu senggang atau istirahat dan pengaturan waktu tidur.Buku Panduan Praktis Pengelolaan Fatigue bagi Penerbang dengan Aktivitas Fisik, Latihan Fisik dan Waktu Tidur ditargetkan untuk menjadi acuan pengelolaan fatigue bagi penerbang, maskapai dan dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk dapat dijadikan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan di Indonesia.
CORONAVIRUS YANG MERESAHKAN DUNIA Erlina Burhan
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.170

Abstract

Di penghujung tahun 2019, laporan pemerintah China membuat publik ibuat penasaran dan tim ahli sibuk meneliti. Tepat tanggal 31 Desember 2019, China melaporkan kejadian luar biasa, kasus pneumonia misterius yang belum diketahui penyebabnya, tepatnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.1 Berdasarkan penelitian terhadap 41 pasien pertama kasus diduga terkait atau terpapar dengan satu pasar hewan di Wuhan, China.
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN ALBUMINURIA PADA PASIEN DM TIPE II DI RS ATMA JAYA Gracenidy Mutiara Hermawan; Luse; Febie Chriestya; Mario Steffanus
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.171

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization (WHO) memperkirakan kejadian diabetes melitus (DM) di Indonesia dapat mencapai 21,3 juta orang pada tahun 2030. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan albuminuria pada pasien DM tipe 2.Metode: Data meliputi usia, jenis kelamin, kadar HbA1c, tekanan darah, proteinuria, merokok, penggunaan ACEI atau ARB, dan lama berobat diambil dari rekam medis pasien DMT2 di RS Atma Jaya dengan studi cross-sectional sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode korelasi Spearman pada interval kepercayaan 95% (รก = 0.05).Hasil: Adanya hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan albuminuria (p<0,0001) yang berkorelasi cukup kuat (r=0,439). Faktor lain yang berhubungan adalah usia (p<0.05), sedangkan tekanan darah, merokok, dan penggunaan ACE-Inhibitor atau Angiotensin Receptor Blocker (p=0,386) tidak bermakna.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dengan albuminuria pada pasien DM tipe 2 di RS Atma Jaya.
KONSUMSI KOPI MENGURANGI ANGKA KEMATIAN PADA PASIEN DENGAN INFARK MIOKARD AKUT Kenneth Johan; Rahmat Cahyanur; Resultanti
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.172

Abstract

Tujuan: Infark Miokard Akut adalah penyebab kematian nomor satu pada tahun 2000. Biasanya, pembatasan konsumsi kopi dianjurkan kepada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Studi menunjukan bahwa konsumsi kopi dapat mempunyai efek kardioprotektif.Metode: Pencarian sistematis dilakukan dengan pada Pubmed dan Cochrane. Pembacaan judul dan abstrak dilakukan pada 12 artikel, kemudian dilakukan pemilihan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dan didapatkan satu studi meta-analisis. Kemudian dilakukan telaah kritis pada studi tersebut.Hasil: Telaah kritis pada studi meta-analisis didapatkan nilai yang baik. Ditemukan penurunan angka kematian dan hubungan bertolak belakang antara konsumsi kopi dengan angka kematian dibandingkan dengan tanpa konsumsi kopi. RR = 0.54 95% CI [0.45 ? 0.65].Kesimpulan: Konsumsi kopi dan angka kematian pada pasien dengan infark miokard akut memiliki hubungan yang berkebalikan, dengan penurunan resiko tertinggi ditemukan pada peminum kopi.
PERBANDINGAN DENSITAS ENERGI LOW-LEVEL LASER THERAPY (LLLT) 10J/CM2 DENGAN 5 J/CM2 TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETES Purwitasari Darmaputri; Nury Nusdwinuringtya; Nyoman Murdana; Tri Juli Edi Tarigan; Dewi Friska
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.173

Abstract

Latar Belakang: Luka kaki diabetes merupakan masalah umum pasien diabetes melitus (DM). Salah satu terapi adjuvan yang dapat mempercepat penyembuhan luka adalah Low- Level Laser Therapy (LLLT), namun belum ada pedoman pasti mengenai dosisnya. Di Indonesia belum ada penelitian yang membandingkan densitas energi terhadap penyembuhan luka diabetes.Metode: Studi eksperimental ini dilakukan pada 28 subyek dengan luka kaki diabetes yang telah dirandomisasi. Kelompok A mendapat perawatan luka rutin dan LLLT 5J/cm2. Kelompok B mendapat perawatan luka rutin dan LLLT 10J/cm2. Dilakukan intervensi selama 4 minggu dengan frekuensi 2x/minggu.Hasil: Selisih ukuran luka setelah intervensi antara kelompok A dan B adalah 4.15 mm2 dan 7.5 mm2 (p=0.178). Total kecepatan pemulihan luka kelompok A dan B adalah 4.15(-10-34.5) mm2/4 minggu dan 7.5(-2.8-34) mm2/4 minggu (p=0.168). Kesimpulan: Pemberian LLLT dengan 5J/cm2 maupun 10J/cm2 tidak memberikan efek bermakna secara statistik terhadap penyembuhan luka kaki diabetes.

Page 6 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 75 No 6 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 5 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 4 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 3 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 2 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 1 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 6 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 5 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 4 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 2 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 1 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 6 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 5 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 3 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 2 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 1 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 6 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 5 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 4 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 3 (2022): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 2 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 1 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 6 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 5 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 4 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 3 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 2 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 1 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 12 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 10 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 8 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 6 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 4 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 70 No 2 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 10 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 8 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 8 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 6 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 6 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 4 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 2 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 2 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 8 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 8 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 6 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 2 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 2 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 1 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 1 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo More Issue