cover
Contact Name
Ferius Soewito
Contact Email
-
Phone
+6221-31937910
Journal Mail Official
jinma_mki@idionline.org
Editorial Address
Jl. Dr. G. S. S. Y Ratulangie No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia
ISSN : 20891067     EISSN : 26543796     DOI : http://dx.doi.org/10.47830
Journal Of The Indonesian Medical Association (JInMA) / Majalah Kedokteran Indonesia (MKI) adalah Jurnal yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan sebagai Kanal InformasiIlmiah di Kalangan Dokter Umum dan Dokter Spesialis serta Profesi Terkait.
Articles 442 Documents
KORELASI NILAI T2*, T2 RELAKSOMETRI DAN SIR T2* HIPOFISIS DENGAN KADAR FSH DAN LH PADA PASIEN THALASSEMIA MAYOR Wita Septiyanti; Damayanti Sekarsari; Pustika Amalia W; Joedo Prihartono
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.174

Abstract

Pendahuluan: Thalassemia adalah penyakit anemia hemolitik yang diturunkan. Transfusi berkala pada pasien thalassemia menyebabkan deposit besi di hipofisis yang mengakibatkan hipogonadotropik hipogonadisme. Pemeriksaan MRI mulai digunakan unutuk mengukur kadar besi pada hipofisis. Metode: Uji korelasi dengan pendekatan potong lintang untuk mengetahui nilai korelasi nilai MRI T2 dan T2* relaksometri serta SIR T2* hipofisis dengan kadar FSH dan LH pada pasien thalassemia mayor. Pemeriksaan dilakukan 28 subjek penelitian dalam kurun waktu Desember 2016 hingga Maret 2017. Hasil: Terdapat korelasi antara nilai relaksometri T2 hipofisis potongan koronal dengan kadar FSH dan LH, serta terdapat pula korelasi antara nilai SIR T2* hipofisis dengan kadar LH. Kesimpulan: Nilai relaksometri T2 hipofisis potongan koronal dan SIR T2* hipofisis dapat digunakan sebagai acuan deposit besi pada hipofisis serta dapat memonitor terapi kelasi pada pasien thalassemia รข mayor.
KASUS KATETER DIALISIS PERITONEAL YANG TERPUNTIR PADA SEORANG ANAK Cahyani Gita Ambarsari; Farhan Haidar Fazlur Rahman; Evita Karianni Bermanshah; Agustina Kadaristiana
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.175

Abstract

Tujuan: Komplikasi mekanik akibat dialisis peritoneal (DP) dapat terjadi karena komplikasi operasi insersi kateter Tenckhoff maupun komplikasi non-operatif, yaitu saat perawatan kateter dialisis jangka panjang. Laporan kasus ini bermaksud untuk menekankan komplikasi non-operasi pada DP dengan menyajikan laporan kasus terpuntirnya kateter eksternal.Metode: Dilaporkan seorang anak perempuan berumur 11 tahun dengan gagal ginjal yang menjalani dialisis peritoneal mandiri berkesinambungan (DPMB) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan mengalami peritonitis berulang. Hasil: Kateter eksternal terpuntir tanpa masalah pada aliran masuk, aliran keluar, maupun ultrafiltrasi. Skor exit-site 4 dan terdapat gaping. Rontgen dan ultrasonografi abdomen menunjukkan kateter dan kedua cuff berada dalam posisi yang benar. Pasien sering menarik-narik dan memutar-mutar selang kateter dialysis peritoneal (DP). Selain itu, ibu pasien sering melibatkan pengasuh yang tidak terlatih untuk merawat kateter DP dan tidak memfiksasi kateter. Selama perawatan inap, pelatihan diberikan kembali kepada semua pengasuh yang terlibat dalam perawatan kateter harian. Peritonitis teratasi dengan gentamisin intraperitoneal selama 14 hari. Kami menyimpulkan bahwa kateter terpuntir dan peritonitis berulang diakibatkan oleh perpaduan trauma mekanik, perawatan kateter dan exit-site nya yang buruk, serta pelatihan perawatan kateter DP yang suboptimal. Kesimpulan: Kepatuhan perawatan kronik kateter PD oleh pengasuh yang terlatih dengan melibatkan pasien, serta memfiksasi kateter eksternal penting untuk mencegah komplikasi non-operasi pada DP.
PEDIATRIC SEQUENTIAL ORGAN FAILURE ASSESSMENT SCORE: MODIFIKASI SISTEM SKOR PADA SEPSIS ANAK Rismala Dewi
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v70i2.176

Abstract

Pendahuluan: Society of Critical Care Medicine (SCCM) dan European Society of Intensive Care Medicine (ESICM) mengeluarkan definisi sepsis terbaru (Sepsis-3) yaitu disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respon imun pejamu terhadap infeksi. Skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) telah dipilih dan divalidasi sebagai sistem penilaian untuk mengukur disfungsi organ dikarenakan skor SOFA pada pasien dewasa dengan kecurigaan infeksi, sebanding atau bahkan lebih unggul daripada sistem penilaian lainnya dalam membedakan mortalitas rumah sakit. Untuk mengadaptasi definisi Sepsis-3, skor SOFA diadaptasi dan divalidasi untuk pasien anak-anak yang mengidap sakit kritis (pSOFA) dengan menggunakan kriteria yang telah disesuaikan berdasarkan usia. Hasil penelitian menunjukan perkiraan mortalitas pada pSOFA saat waktu kedatangan, hari 2, 4, 7 dan 14 setelah masuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU) lebih baik dibandingkan skor disfungsi organ lainnya. Evaluasi serial dari skor pSOFA pada hari pertama setelah masuk PICU juga sangat baik dalam memprediksi prognosis dari pasien pediatri onkologi yang memakai ventilator selama 3 hari, anak-anak dengan sepsis di PICU dan berguna untuk memprediksi mortalitas 30 hari pada populasi PICU, namun kurang berhasil dalam memprediksi lamanya pasien untuk dirawat di PICU.
CANCER RISK AND BARBEQUE TREND IN INDONESIA: EFFORTS TO REDUCE CANCER BURDEN Maggie Nathania; Lily Indriani Octovia
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.177

Abstract

In the last decades, concerns have been raised about the shift in the dietary patterns towards a high energy dense diet, mainly higher red meat consumption. The amount of meat consumption per person has almost doubled between 1961 and 2013 from 23 kilograms to 43 kilograms per year worldwide.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK DI RSUD WANGAYA Bella Kurnia; I Wayan Bikin Suryawan
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.178

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan alamiah terbaik bagi bayi. ASI mengandung nutrisi penting untuk bayi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan berbagai macam elemen penting untuk bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Di Indonesia, angka cakupan ASI masih dibawah target. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor yang mempengaruhi keberhasilas ASI eksklusif pada anak di RSUD Wangaya. Metode: Desain penelitian ini adalah kasus-kontrol. Data diambil dari data rekam medis serta wawancara di RSUD Wangaya sejak April hingga Mei 2019. Studi ini menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan chi-square untuk bivariat dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil: Faktor-faktor yang dianalisis yaitu multipara (p=1,000; OR=1.214), metode persalinan (p=1,000; OR=1.214), ketersediaan informasi (p<0,001; OR=46.000), pekerjaan (p=0,148; OR=2.778), dan tingkat pendidikan (p=0,240; OR=2.364). Dari analisis multivariat, terdapat satu faktor yang berpengaruh yaitu ketersediaan informasi (p=0,001). Kesimpulan: Fakor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada anak di RSUD Wangaya adalah ketersediaan informasi tentang ASI terhadap ibu.
EFEK LATIHAN FISIK BERKELANJUTAN PADA PASIEN PASCA MASTEKTOMI RADIKAL MODIFIKASI TERHADAP KEJADIAN LIMFEDEMA DAN KETERBATASAN GERAK SENDI BAHU Neidya Karla; Tertianto Prabowo; Vitriana Biben
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.179

Abstract

Tujuan: Mengetahui efek latihan fisik berkelanjutan terhadap kejadian limfedema dan keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS) bahu pada pasien pasca Mastektomi Radikal Modifikasi (MRM).Metode: Penelitian Pretest-Posttest Control Group Design dengan kriteria inklusi wanita berusia d?60 tahun dan Index Masa Tubuh (IMT) d?30 kg/m2 dengan diagnosis kanker payudara pasca MRM. Kelompok kontrol mendapat latihan fisik selama perawatan dan kelompok perlakuan mendapat latihan fisik berkelanjutan selama 16 minggu. Penelitian ini menggunakan Analisa statistik chi-square dan Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil: Subjek penelitian sebanyak 24 orang. Tidak ditemukan kejadian limfedema dan keterbatasan LGS bahu pada kelompok yang mendapat latihan fisik berkelanjutan, meskipun secara statistik tidak ditemukan perbedaan bermakna (p > 0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan fisik berkelanjutan berperan dalam mencegah kejadian limfedema dan keterbatasan LGS bahu pasien pasca MRM.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI ARUS PUNCAK BATUK PADA DEWASA MUDA SEHAT INDONESIA (MONGOLOID) Nury Nusdwinuringtyas; Adri Fauzan; C Martin Rumende
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.180

Abstract

Pendahuluan: Batuk adalah salah satu mekanisme pertahanan manusia utama terhadap infeksi dan aspirasi saluran pernapasan. Hingga saat ini, belum ada nilai standar Peak Cough Flow (PCF) di Indonesia. Nilai-nilai PCF standar yang sudah ada sebelumnya diukur di Brasil (2012) dan Selandia Baru (Kaukasia). Ada perbedaan antropometrik berdasarkan ras, yang mempengaruhi PCF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan PCF orang dewasa Indonesia yang sehat dan faktor-faktor yang mempengaruhi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sejumlah 30 orang dewasa yang sehat direkrut dan dianalisis. Analisis Chi-Square dan multivariat. Subjek skrining diukur menggunakan tes spirometri dan kemampuan batuk menggunakan peak flow meter.Hasil: PCF rata-rata adalah 477,17 (L / mnt). Ada korelasi yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,000), usia (p = 0,012; r = -0,430), dan tinggi (p = 0,000; r = 0,741) dengan PCF. Tinggi adalah variabel yang paling berkontribusi (p = 0,003; IK95% 2,37-10,77).Kesimpulan: PCF rata-rata pada orang dewasa Indonesia sehat adalah 477,17 (L / mnt). Tinggi badan adalah faktor yang paling berkontribusi, diikuti oleh usia dan jenis kelamin.
PREEKLAMPSIA-EKLAMPSIA SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN MATERNAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN Renny Aditya; Samuel Lumban Tobing; Rezeki Ananda Elyani; Farida Heriyani
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.181

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia-eklampsia merupakan salah satu faktor risiko kematian maternal terbanyak kedua setelah perdarahan. Tujuan: Menganalisis preeklampsia-eklampsia sebagai faktor risiko kematian maternal di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case control. Data diambil dari buku registrasi di VK Bersalin RSUD Ulin Banjarmasin dan rekam medik pasien. Jumlah sampel sebanyak 30 untuk setiap kelompok kasus dan kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil: Dari 30 subjek penelitian terdapat 50% kematian maternal yang disebabkan oleh preeklampsia-eklampsia dan 50% disebabkan oleh tidak preeklampsia-eklampsia. Sedangkan dari hasil 30 subyek penelitian ibu hamil yang hidup terdapat 10% disebabkan oleh preeklampsia-eklampsia dan 90% disebabkan oleh tidak preeklampsia-eklampsia. Hasil analisis uji statistik Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna ( =0,001) dan Odds Ratio (OR=9,000). Kesimpulan: Preeklampsia-eklampsia memiliki risiko 9 kali lebih besar mengalami kematian maternal daripada yang tidak mengalami preeklampsia-eklampsia.
MANAJEMEN ANESTESIA PADA SINDROM HUNTER Aino Nindya Auerkari; Andi Ade Wijaya Ramlan
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.182

Abstract

Pendahuluan: Sindrom Hunter adalah kumpulan kelainan metabolik bawaan akibat defisiensi enzim lisosom. Pada kelainan ini, terjadi gangguan pemecahan glikosaminoglikans, suatu jenis mukopolisakarida. Karena tidak dipecah secara sempurna, terdapat penumpukan glikosaminoglikans di jaringan, yang mengganggu fungsi organ dan menimbulkan gejala. Penumpukan glikosaminoglikans progresif di jaringan menyebabkan pengidap sindrom Hunter akan dihadapkan pada operasi berkali-kali dalam hidupnya. Anestesiologis diharapkan dapat mempersiapkan pemeriksaan praoperasi, mengelola intraoperasi, dan merawat pascaoperasi pasien ini dengan baik. Deposit substrat, terutama di jalan napas, dapat menjadi penyulit anestesia. Kami menjabarkan pengalaman manajemen jalan napas sulit pada pasien Sindrom Hunter yang telah menjalani terapi sulih enzim. Kesulitan utama pada pasien adalah leher pendek dan keterbatasan gerak sendi. Selain jalan napas, tumpukan glikosaminoglikans di berbagai organ seperti sendi, tulang belakang, dan jantung juga menjadi perhatian khusus dalam manajemen anestesia. Metabolisme obat-obat anestesia juga dapat berbeda jika dibandingkan populasi normal. Karena merupakan penyakit jarang, penyandang sindrom Hunter sebaiknya menjalani pembiusan oleh anestesiologis yang sudah berpengalaman, di pusat kesehatan yang berpengalaman menangani sindrom Hunter.
DIAGNOSIS LABORATORIUM MALARIA Weny Rinawati; Fify Henrika
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i10.183

Abstract

Pendahuluan: Malaria adalah penyakit tropik yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Diagnosis malaria yang cepat dan akurat merupakan bagian integral dari perawatan yang tepat bagi individu yang terkena dampak dan dalam mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut di masyarakat. Jika tidak diobati, dapat mengalami komplikasi dan mortalitas. Diagnosis klinis didasarkan pada gejala pasien dan pada temuan fisik saat pemeriksaan. Penderita malaria sering mengalami demam, kedinginan, dan penyakit seperti flu. Temuan klinis harus dikonfirmasi dengan tes laboratorium untuk malaria. Baku emas untuk konfirmasi malaria adalah pemeriksaan mikroskopik. Penentuan spesies dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi dari empat spesies parasit malaria manusia dan eritrosit yang terinfeksi. Namun, pemeriksaan mikroskopik tidak dapat membedakan spesies parasit pejamu primata selain manusia dengan empat spesies parasit pejamu manusia. Penentuan spesies dapat menggunakan teknik molekuler seperti polymerase chain reaction (PCR) dan pengujian mikrosatelit. Tes lain untuk diagnosis adalah rapid diagnostic test (RDT), deteksi antibodi malaria menggunakan tes indirect fluorescent antibody (IFA) dan enzyme immunoassays (EIA).

Page 7 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 75 No 6 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 5 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 4 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 3 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 2 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 1 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 6 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 5 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 4 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 2 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 1 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 6 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 5 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 3 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 2 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 1 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 6 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 5 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 4 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 3 (2022): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 2 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 1 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 6 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 5 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 4 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 3 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 2 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 1 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 12 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 10 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 8 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 6 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 4 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 70 No 2 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 10 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 8 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 8 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 6 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 6 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 4 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 2 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 2 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 8 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 8 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 6 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 2 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 2 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 1 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 1 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum More Issue