cover
Contact Name
Hardini Tri Indarti
Contact Email
jurnal.budiluhur@gmail.com
Phone
+62895346530937
Journal Mail Official
jurnal.budiluhur@gmail.com
Editorial Address
Jln Kerkoff no 243, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan
ISSN : 19788479     EISSN : 25810111     DOI : https://doi.org/10.62817/jkbl.v17i2
Core Subject : Health, Social,
JKBL (Jurnal Kesehatan Budi Luhur) as part of the atmosphere of disseminating scientific research results and ideas to improve health quality of Indonesian society. The journal includes original research articles, review articles, and short communications for nursing, midwivery, and others health fields.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019" : 16 Documents clear
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (1-5 TAHUN) Atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.47

Abstract

Kasus diare merupakan salah satu kasus kejadia luar biasa di Jawa Barat yang menyebabkan kematian anak balita sekitar sebesar 2,3%. Faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) diduga antara lain personal hygiene ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) di Rumah SakitDustira Cimahi.Metode penelitian ini menggunakan survey analitik denganPendekatan CrossSectional. Besaranpopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) yang dirawat di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Dustira Cimahi yaitu sebanyak 90responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis univariat, dari 90 responden, ditemukanresponden yang memiliki perilaku personal hygiene yang baik sebesar 54 (60%) dan sedangkan anak balita yang mengalami diare sebesara 53 (58,9%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) dengan nilai p(0,013) < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan personal hygiene ibu balita dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun). Saran yaitu perlu dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang diare pada ibu balita, sehingga ibu balita dapat menambah pengetahuannya tentang diare, agar kejadian diare pada anak balita dapat tereliminasi. Kata Kunci:personal hygiene, ibu, balita, diare
PROFIL FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA TUBER KULOSIS PARU BTA POSITIF Susanto, Ijun Rijwan
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.53

Abstract

Penemuan kasus baru BTA (+) di Kabupaten Cianjur dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami penurunan (tahun 2014 58,32%, tahun 2015 57,22%, dan tahun 2017 (53,6%),sehingga proses penemuan tuberkulosis paru BTA (+) oleh petugas sangat menentukan, dan hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengeksplorasi, dan menggali lebih dalam informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan TB paru BTA positif di beberapa Puskesmas wilayah Cianjur Selatan Kabupaten Cianjur.Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 8 informan yaitu kepala Puskesmas dan petugasprogram TB di Puskesmas Pusakasari, Agrabinta, Sindangbarang, dan Kadupandak. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan penemuan TB paru BTA positif pada faktor input yaitu kurangnya sumberdaya petugas, kurangnya pelatihan, adanya petugas yang merangkap lebih dari satu pekerjaan, kurangnya kelengkapan alat pemeriksaan. Pada faktor proses diantaranya petugas jarang melakukan penjaringan setiap tahun karena pergantian petugas. Faktor output yaitu masih kurangnya hasil cakupan dan kekurangtahuan petugas mengenai penyebab masalah rendahnya hasil cakupan. Pada faktor lingkungan diketahui terkendala oleh keadaan geografis, jarak, dan tempat karena saling berjauhan.Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar melakukan perbaikan kinerja program evaluasi kerja, melakukan kerja sama lintas sektor, melakukan pelatihan pada petugas, menambah jumlah petugas dan mengadakan kelompok peduli TB di masyarakat. Kata kunci: Cakupan TB Paru BTA Positif, Faktor Input, dan Lingkungan
KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN SOP RESIKO JATUH DI RUANG ANAK LUKMANUL HAKIM RSUD AL IHSAN Suryani, Meilati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.59

Abstract

Setiap individu yang melakukan kunjungan fasilitas layanan kesehatan beresiko mengalami cedera, salah satu nya adalah kejadian jatuh. Angka kejadian jatuh didunia diperkirakan 700 sampai 1000 pasien per tahun. Jatuh merupakan suatu masalah yang serius di rumah sakit terutama bagi pasien anak yang dirawat inap. Kejadian jatuh dapat menurunkan durasi dan kualitas hidup pasien. Untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama proses perawatan perawat harus melaksanakan kepatuhan terhadap standar prosedur operasional risiko jatuh. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran sejauh mana perawat patuh pada SOP Pencegahan Risiko Jatuh Pasien di Ruang Anak Lukmanul Hakim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif. Kesimpulan sebanyak 57,1% perawat tidak patuh terhadap SOP Pencegahan Resiko Jatuh di ruang anak Lukmanul Hakim. Saran untuk RS penambahan tenaga, sarana prasarana,Pelatihan risiko jatuh, bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang Faktor-faktor Yang mempengaruhi kepatuhan melaksanakan SPO risiko jatuh di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci : Kepatuhan Perawat,SPO Risiko Jatuh
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI INAKTIF VAKSIN POLIO PADA BAYI UMUR 11-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI KEPAYANG BARAT KABUPATEN ASAHAN Zuiatna, Dian
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.60

Abstract

Angka kematian bayi dan balita akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Menurut data dari UNICEF (United Nations Children’s Fund) tahun 2010, 1,4 juta balita seluruh dunia meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Pemberian Imunisasi Inaktif Vaksin Polio dan Oral Vaksin Polio Pada Bayi Diwilayah Kerja Puskesmas Seikepayang Barat Kabupaten Asahan. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang memiliki bayi usia 11-12 bulan tahun 2018berjumlah 41 dan menggunakan total samplingmenjadi 41 orang. Data yang digunakan merupakan data primer dan data skunder. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklis dan kuisioner menggunakan analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan nilaip= 0,000 < 0,05, ada hubungan sikap dengan nilai p= 0,001 < 0,05, tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan nilai p= 0,362 > 0,05, dan ada hubungan keterjangkauan tempat pelayanan dengan nilai p= 0,040 < 0,05 terhadap cakupan pemberian imunisasi inaktif vaksin.Sehingga hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, dan keterjangkauan memiliki hubungan dengan cakupan pemberian imunisasi inaktif vaksin polio pada bayi umur 11-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Seikepayang Barat Kabupaten Asahan. Disarankan kepada Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang manfaat imunisasi polio kepada anak. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Keluarga, Dukungan, Keterjangkauan Layanan, Cakupan Imunisasi In Aktif Vaksin Polio
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA 5-14 TAHUN MENGGUNAKAN METODE DECAY MISSING FILLING TEETH (DMF-T) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGUGUR TENGAH Fatonah, Sofa; Devi Indriyani
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.61

Abstract

Data WHO dan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa 90% dari jumlah anak di dunia mengalami masalah kerusakan gigi, dengan prevalensi di Indonesia yaitu 23,5%. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya tingkat kesadaran dan tingkat utilisasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 5-14 tahun menggunakan metode Decay Missing Filling Teeth (Dmf-T) di Wilayah Kerja Puskemas Cigugur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan survei cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 468 orang dan jumlah sampelnya adalah 82 orang dengan teknik Simple Kuota Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer melalui kuisioner dan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien di Puskesmas Cigugur Tengah yang melakukan pemeriksaan DMF-T. hasil analisis diperoleh ρ value sebesar 0,666 > α (0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak bermakna bahwa tidak terdapat Hubungan antara tingkat pengetahua orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 5-14 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cigugur Tengah. Selain itu, hasil penelitian menunjukan nilai korelasi yang negatif (berlawanan) dengan perolehan p value 0,666 > 0,05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah tidak siginifikan. Kata Kunci : pengetahuan orang tua, kebersihan gigi dan mulut.
PENGARUH PENDEKATAN REFLECTIVE JOURNALING TERHADAP NILAI EVALUASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEPERAWATAN ANAK DI STIKES BUDI LUHUR CIMAHI Aliarosa, Windasari
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.62

Abstract

Keperawatan anak merupakan salah satu mata kuliah dalam keperawatan di mana mahasiswanya perlu dilatih untuk meningkatkan kemampuan critical thinking agar mampu memberikan asuhan keperawatan kepada anak dan keluarganya dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pendekatan reflective journaling terhadap nilai mahasiswa pada mata kuliah Keperawatan Anak di STIKes Budi Luhur Cimahi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment posttest only. Jumlah responden sebesar 28 orang mahasiswa. Analisis data digunakan dengan teknik analisis untuk univariat dan bivariate. Tahap penelitian dimulai dai proses administrasi, informed consent, dan pengumpulan data selama 4 minggu. Diikuti dengan analisis data, diskusi hasil, dan pembuatan laporan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah responden pada kelompok intervensi memiliki nilai lulus pada mata kuliah Keperawatan Anak, hampir semua responden pada kelompok control memiliki nilai tidak lulus pada mata kuliah keperawatan anak. Sedangkan untuk hasil bivariate ditemukan adanya pengaruh pendekatan reflective journaling dengan nilai evaluasi pada mata kuliah keperawatan anak di STIKes Budi Luhur. Dari penelitian ini dikembangkan 3 buah modul pembelajaran dengan pendekatan reflective journaling. Keywords : reflective journaling, keperawatan anak, mahasiswa keperawatan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS CIMAHI SELATAN TAHUN 2016 Damai Yanti; Farida, Dida
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.63

Abstract

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Cakupan pelayanan nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Kunjungan nifas di indonesia pada tahun 2015 yaitu 79,81%, cakupan kunjungan masa nifas di Jawa Barat pada tahun 2012 yaitu 87,3 %, cakupan kunjungan masa nifas di kota Cimahi pada tahun 2012 yaitu 80,3% dan cakupan kunjungan nifas di Puskesmas Cimahi Selatan pada tahun 2016 yaitu 56,4%. Metodologi penelitian: Jenis Penelitian ini deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 88 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan 18 orang (20,5%) berpengetahuan baik, 53 orang (60,2%) berpengetahuan cukup dan 17 orang (19,3%) berpengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang Tujuan masa nifas di puskesmas cimahi selatan tahun 2016 yaitu 30 orang (34,1%) berpengetahuan baik, 29 orang (33,0%) berpengetahuan cukup dan ibu nifas yang berpengetahuan kurang yaitu 29 orang (33,0%). Pengetahuan ibu nifas tentang Tanda bahaya masa nifas yaitu 30 orang (34,1%) berpengetahuan baik, 23 orang (26,1%) berpengetahuan cukup dan 35 orang (39,8%) berpengetahuan kurang. Simpulan pengetahuan ibu nifas secara keseluruhan masih kurang. Kata Kunci : gambaran, pengetahuan, nifas
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER I PRIMIGRAVIDA DI KOTA TASIKMALAYA Patimah, Meti; Husin, Farid; Effendi, Jusuf S.
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.64

Abstract

Pelayanan kesehatan pada ibu hamil tidak hanya tertuju pada pemeliharaan kesehatan fisik saja tetapi juga kesehatan psikologis ibu. Salah satu faktor kesehatan psikologis yang sering terjadi adalah kecemasan dan kurangnya dukungan social. Dukungan sosial digambarkan sebagai bantuan emosional yang diberikan kepada individu oleh orang-orang di sekitarnya seperti suami, teman, atau anggota keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan pada 30 orang ibu hamil trimester I primigravida dengan usia kehamilan 8-12 minggu yang diperoleh secara acak dari 21 puskesmas di Kota Tasikmalaya. Pengukuran dukungan sosial dan kecemasan menggunakan kuisioner. Analisis hubungan dukungan social dan kecemasan menggunakan uji Chi Square dengan CI 95%. Hasil penelitian diperoleh data dukungan sosial rendah sebesar 30% dan dukungan sosial sedang sebesar 70%. Kecemasan sedang sebesar 43,3% dan kecemasan berat sebesar 56,7%. Ibu hamil dengan dukungan sosial rendah memiliki kecemasan berat sebanyak 30%, sedangkan ibu hamil dengan dukungan sosial sedang memiliki kecemasan sedang sebanyak 43,3% dan kecemasan berat sebanyak 26,7%. Hasil analisis hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada ibu hamil trimester 1 primigravida nilai p=0,003, dengan nilai OR 2,625 (CI 95%=1,522-4,528). Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada ibu hamil trimester 1 primigravida. Perlu ditingkatkan dukungan suami, keluarga, dan bidan serta peningkatan fungsi kelas ibu hamil pada trimester 1 sehingga ibu hamil dapat saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan sesama ibu hamil. Kata Kunci : dukungan sosial, ibu hamil, kecemasan, trimester 1
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG LIBERALISASI JASA KEPERAWATAN PADA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI Aliarosa, Windasari; Fardiansyah, Muhammad Ari; Somana, Aan
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.65

Abstract

Mutual Recognition Arrangement (MRA) dalam jasa keperawatan merupakan salah satu nota pengakuan yang disusun dalam rangkaian Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan (Nursing Services) pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di institusi pendidikan keperawatan di Kota Bandung dan Cimahi. Adapun hal-hal yang diteliti, meliputi 1) MRA ASEAN pada jasa keperawatan, 2) sumber daya manusia pada pelayanan jasa keperawatan, 3) tata kelola/registrasi pada pelayanan jasa keperawatan, 4) infrastruktur pendukung pada pelayanan jasa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang diikuti 455 responden dari 3 institusi pendidikan, di mana analisis data menggunakan SPSS, dan excel dalam mengkalkulasi mean, standar deviasi, dan rentang nilai skala untuk univariat dan Mann-Whitney U untuk meihat perbedaan persepsi antara mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa program sarjana dengan diploma tiga keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, namun mayoritas mahasiswa memiliki persepsi yang positif tentang liberasi jasa keperawatan pada Masyarakat Ekonomi Asean. Modul pembelajaran tentang Jasa Keperawatan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN telah disusun sebagai hasil luaran penelitian ini. Kata Kunci : mahasiswa keperawatan, MEA, persepsi, nursing services
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN Harun, Oktoruddin
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.66

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, stroke dan bahkan kematian. Kasus hipertensi di Indonesia tahun 2016 mencapai 30,9%, di Jawa Barat 31,56%, di Kabupaten Cianjur sebanyak 28.923 kasus dan di Puskesmas Gunungbitung Cianjur periode November 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 389 kasus. Salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah pola makan yang kurang baik yang memegang peran penting meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Gunungbitung Kabupaten Cianjur tahun 2018.Penelitian ini menggunakan rancangan survei korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 68 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data pola maka diambil dengan FFQ, , dan kejadian hipertensi diukur dengan Sphygmomanometer digital. Hasil data penelitian diolah secara komputerisasi dan dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55,9% responden mengalami hipertensi, sebanyak 95,6% dengan kategori pola makan sering (frekuensi per minggu), dan sebanyak 52,9% mengalami stres sedang.Tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi (p 0,516).Dapat disimpulkan pola makan tidak berhubungan dengan hipertensi. Disarankan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepada pasien yang berkunjung berkaitan dengan pola makan. Kata Kunci : hipertensi, pola makan, pasien.

Page 1 of 2 | Total Record : 16