cover
Contact Name
Hardini Tri Indarti
Contact Email
jurnal.budiluhur@gmail.com
Phone
+62895346530937
Journal Mail Official
jurnal.budiluhur@gmail.com
Editorial Address
Jln Kerkoff no 243, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan
ISSN : 19788479     EISSN : 25810111     DOI : https://doi.org/10.62817/jkbl.v17i2
Core Subject : Health, Social,
JKBL (Jurnal Kesehatan Budi Luhur) as part of the atmosphere of disseminating scientific research results and ideas to improve health quality of Indonesian society. The journal includes original research articles, review articles, and short communications for nursing, midwivery, and others health fields.
Articles 212 Documents
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG LIBERALISASI JASA KEPERAWATAN PADA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI Windasari Aliarosa; Muhammad Ari Fardiansyah; Aan Somana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutual Recognition Arrangement (MRA) dalam jasa keperawatan merupakan salah satu nota pengakuan yang disusun dalam rangkaian Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan (Nursing Services) pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di institusi pendidikan keperawatan di Kota Bandung dan Cimahi. Adapun hal-hal yang diteliti, meliputi 1) MRA ASEAN pada jasa keperawatan, 2) sumber daya manusia pada pelayanan jasa keperawatan, 3) tata kelola/registrasi pada pelayanan jasa keperawatan, 4) infrastruktur pendukung pada pelayanan jasa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang diikuti 455 responden dari 3 institusi pendidikan, di mana analisis data menggunakan SPSS, dan excel dalam mengkalkulasi mean, standar deviasi, dan rentang nilai skala untuk univariat dan Mann-Whitney U untuk meihat perbedaan persepsi antara mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa program sarjana dengan diploma tiga keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, namun mayoritas mahasiswa memiliki persepsi yang positif tentang liberasi jasa keperawatan pada Masyarakat Ekonomi Asean. Modul pembelajaran tentang Jasa Keperawatan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN telah disusun sebagai hasil luaran penelitian ini. Kata Kunci : mahasiswa keperawatan, MEA, persepsi, nursing services
KORELASI PERILAKU HAND HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDIT SALSABILA BEKASI TIMUR 2017 Lisna Nuryanti; Lina Indrawati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kebersihan tangan yang baik dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 50%. Anak usia sekolah berpotensi sebagai agen perubahan dan dapat ditingkatkan kompetensinya dalam aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Korelasi perilaku kebersihan tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional yang memiliki jumlah sampel 70 responden dan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini berlangsung di SDIT Salsabila Bekasi Juni-Juli 2017. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada korelasi pengetahuan kebersihan tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah dengan p value=0,776, ada korelasi sikap kebersihan tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah dengan p value=0,007, dan ada korelasi tindakan kebersihan tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah dengan p value=0,0005.  Kata kunci : Perilaku kebersihan tangan, kejadian diare , anak usia sekolah
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI INAKTIF VAKSIN POLIO PADA BAYI UMUR 11-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI KEPAYANG BARAT KABUPATEN ASAHAN Dian Zuiatna
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi dan balita akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Menurut data dari UNICEF (United Nations Children’s Fund) tahun 2010, 1,4 juta balita seluruh dunia meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan  Pemberian  Imunisasi  Inaktif   Vaksin  Polio  dan  Oral  Vaksin  Polio  Pada   Bayi Diwilayah Kerja   Puskesmas Seikepayang Barat Kabupaten Asahan. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang memiliki bayi usia 11-12 bulan tahun 2018 berjumlah 41 dan menggunakan total sampling menjadi 41 orang. Data yang digunakan merupakan data primer dan data skunder. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklis dan kuisioner menggunakan analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan nilai p= 0,000 < 0,05, ada hubungan sikap dengan nilai p= 0,001 < 0,05, tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan nilai p= 0,362 > 0,05, dan ada hubungan keterjangkauan tempat pelayanan dengan nilai p= 0,040 < 0,05 terhadap cakupan pemberian imunisasi inaktif vaksin. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, dan keterjangkauan memiliki hubungan dengan cakupan  pemberian  imunisasi  inaktif   vaksin  polio  pada   bayi umur 11-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Seikepayang Barat Kabupaten Asahan.  Disarankan kepada Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang manfaat imunisasi polio kepada anak.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN PADA PENDERITA ASMA Idris Handriana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asma yang terus menerus dapat mengakibatkan seseorang akan sulit bernafas bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penyakit asma pada anak di RSUD Cideres tahun 2015-2016 mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu 44,7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap keluarga dalam memberikan perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien dengan anak usia 4-6 tahun penderita asma yang dirawat di RSUD Cideres sebanyak 30 oramng dengan teknik accidental sampling. Uji hipotesisnya menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (54,3%) pengetahuan keluarga sebelum pendidikan kesehatan berpengetahuan cukup dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan lebih dari setengah (62,9%) pengetahuan keluarga baik. Lebih dari setengah (54,3%) sikap keluarga sebelum pendidikan kesehatan bersikap negatif dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan lebih dari setengah (51,4%) sikap keluarga positif. Terdapat pengaruh signifikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan keluarga dalam memberikan perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma. Petugas kesehatan lebih meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga.  Kata Kunci : Pendidikan, Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Asma
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN SEROTINUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SLAMET GARUT TAHUN 2014 Sofa Fatonah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) AKI di Indonesia dari tahun 2012adalah164/100.000 KH. Berdasarkan data rekam medik RSUD Dr.Slamet Garuttahun 2013, jumlah persalinan ada 4400 persalinan. Sedangkan persalinan yangdisertai kehamilan serotinus terdapat 315 orang. Pada data bulan Maret 2014 dari 15ibu yang mengalami partus serotinus, 10 dari ibu tersebut berusia dibawah 20 tahundan primipara, 3 dari ibu tersebut berusia > 35 tahun dan multiparitas, sedangkan 2ibu berusia reproduksi dan multipara. Angka kematian ibu yang terjadi sepanjangtahun 2013 di RSUD Dr.Slamet Garut ada 10 orang, penyebab utama kematian ibumelahirkan akibat perdarahan sebanyak 4 kasus, eklamsi 3 kasus, dan penyakitlainnya 3 kasus.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibudengan kejadian kehamilan serotinus di RSUD Dr.Slamet Garut tahun 2014.MetodePenelitian ini adalah penelitian dengan metode deskriptif analitik pendekatan crosssectional. Sampel yang digunakan adalah ibu bersalin periode Januari sampaiDesember 2013 di RSUD Dr. Slamet Garut sebanyak 98 responden denganpenentuan sampel menggunakan sampel simple random sampling. Pengambilandata dilakukan dengan data sekunder dengan menggunakan daftar ceklis. Hasilpenelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara umur ibu bersalin dengankejadian kehamilan serotinus dengan nilai p = 0,000< 0,05 dan terdapat hubunganantara paritas ibu bersalin dengan kejadian kehamilan serotinus dengan nilai p =0,000 < 0,05. Simpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur dan paritas ibu bersalin dengankejadian kehamilan serotinus.
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DAN CARA MENERAN IBU DENGAN RUPTUR PERINEUM DI KLINIK NURMA TAHUN 2018 Syahroni Damanik
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. World health organization (WHO) mengatakan pada tahun 2015 terjadi 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin.Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 6 febuari 2018 di Klinik Nurma Medan di temukan pada tahun 2018 tercatat dari ibu bersalin sebanyak 32 orang. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui Hubungan berat badan bayi baru lahir dan cara meneran ibu dengan ruptur perineum. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana data diambil dengan menggunakan data primer dan sekunder, populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak  32 orang, dengan menggunakan total populasi dimana seluruh populasi menjadi sampel. Analisis yang digunakan dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% memperlihatkan bahwa nilai signifikan probabilitas (Asym Sig), uji chi-square menunjukkan a=0,049 untuk berat badan bayi baru lahir, a=0,010 untuk cara meneran yang berarti lebih kecil dari p=0,05 hal ini membuktikan bahwa terdapat Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir dan Cara Meneran Ibu dengan Ruptur Perineum di Klinik Nurma Medan Tahun 2018. Simpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan berat badan bayi baru lahir dan cara meneran ibu dengan ruptur perineum di Klinik Nurma Medan Tahun 2018. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Klinik Nurma Medan, agar lebih meningkatkan pelayanan untuk memberikan informasi kesehatan khususnya kepada ibu hamil agar mereka mengerti tentang resiko terjadinya ruptur perineum. Kata Kunci : Berat Badan Bayi Baru Lahir, Cara Meneran, Ruptur Perineum.
PEMBERDAYAAN TOKOH AGAMA TERHADAP CITRA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN Agus Supinganto Irwan; Budiana Budiana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan saat ini adalah minimnya kepesertan masyarakat khususnya kepesertaan dari masyarakat pedesaan. Masyarakat masih menganggap asuransi kesehatan tidak menjadi investasi yang berarti yang disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat diperburuk lagi oleh keterbatasan kemampuan pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat dalam upaya peningkatan citra pelayanan jamina sosial kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui hubungan sosialisasi jaminan kesehatan berbasis tokoh agama terhadap citra badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain crossectional, dimana penelitian dilakukan dengan pengukuran atau pengamatan variabel dalam waktu yang bersamaan. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 112 orang dengan sampel 53 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kerja puskesmas Selebung Lombok Tengah, pada bulan Oktober 2017. Alat pengumpul data pada penelitian ini adalah kuesioner dan check list. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh p value sebesar 0,005 yang secara statistik dapat disimpulkan Ho ditolak (ada hubungan yang bermakna antara sosialisasi jaminan kesehatan berbasis tokoh agama terhadap citra badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan). Simpulan: Efektif tidaknya penyampain informasi kesehatan tidak mutlak harus dilakukan oleh tenaga kesehatan, pemerintah perlu melibatkan tokoh masyarakat yang memeliki pengaruh terhadap keberhasilan penyampaian informasi tentang kesehatan tersebut.  Kata Kunci: Tokoh Agama, Citra, Jaminan Kesehatan
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (1-5 TAHUN) Atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus diare merupakan salah satu kasus kejadia luar biasa di Jawa Barat yang menyebabkan kematian anak balita sekitar sebesar 2,3%. Faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) diduga antara lain personal hygiene ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan Pendekatan Cross Sectional. Besaran populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) yang dirawat di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Dustira Cimahi yaitu sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis univariat, dari 90 responden, ditemukan responden yang memiliki perilaku personal hygiene yang baik sebesar 54 (60%) dan sedangkan anak balita yang mengalami diare sebesara 53 (58,9%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) dengan nilai p (0,013) < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan personal hygiene ibu balita dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun). Saran yaitu perlu dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang diare pada ibu balita, sehingga ibu balita dapat menambah pengetahuannya tentang diare, agar kejadian diare pada anak balita dapat tereliminasi.Kata Kunci: personal hygiene, ibu, balita, diare.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN Oktoruddin Harun
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, stroke dan bahkan kematian. Kasus hipertensi di Indonesia tahun 2016 mencapai 30,9%, di Jawa Barat 31,56%, di Kabupaten Cianjur sebanyak 28.923 kasus dan di Puskesmas Gunungbitung Cianjur periode November 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 389 kasus. Salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah pola makan yang kurang baik yang  memegang peran penting meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan  dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Gunungbitung Kabupaten Cianjur tahun 2018.Penelitian ini menggunakan rancangan survei korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 68 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data pola maka diambil dengan FFQ, , dan kejadian hipertensi diukur dengan Sphygmomanometer digital. Hasil data penelitian diolah secara komputerisasi dan dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55,9% responden mengalami hipertensi, sebanyak 95,6% dengan kategori pola makan sering (frekuensi per minggu), dan sebanyak 52,9% mengalami stres sedang.Tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi (p 0,516).Dapat disimpulkan  pola makan tidak berhubungan dengan hipertensi. Disarankan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepada pasien yang berkunjung berkaitan dengan pola makan. Kata Kunci : hipertensi, pola makan, pasien.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 DAWUAN MAJALENGKA Arni Wianti
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan remaja putri tentang hygiene menstruasi cenderung belum adekuat, terlebih berhubungan dengan genetalia. Penanganan kebersihan diri yang tidak benar dan tidak higienis juga dapat mengakibatkan tumbuhnya mikroorganisme secara berlebihan dan akhirnya mengganggu fungsi alat reproduksi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang personal hygiene saat mesntruasi pada remaja putri kelas VII di SMPN 2 Dawuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian di SMPN 2 Dawuan Kabupaten Majalengka. Waktu Pelaksanaan pada April-Mei 2017. Jumlah sampel sebanyak 35 siswi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner tertutup, variabel penelitian ini adalah variabel tunggal dan analisis data menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMPN 2 Dawuan paling banyak terdapat pada kategori cukup sebanyak 18 responden (51,4%). Rekomendasi dari penelitian ini diantaranya bagi siswi SMPN 2 Dawuan agar meningkatkan wawasan tentang personal hygiene saat menstruasi dengan bertanya pada orang tua, guru, dan membaca di buku ataupun di internet, bagi SMPN 2 Dawuan agar menambah buku bacaan tentang personal hygiene saat mesntruasi dan kegiatan berkala tentang personal hygiene saat menstruasi. Kata Kunci  : Pengetahuan, Personal Hygiene, Menstruasi, Remaja.

Page 4 of 22 | Total Record : 212