cover
Contact Name
Hardini Tri Indarti
Contact Email
jurnal.budiluhur@gmail.com
Phone
+62895346530937
Journal Mail Official
jurnal.budiluhur@gmail.com
Editorial Address
Jln Kerkoff no 243, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan
ISSN : 19788479     EISSN : 25810111     DOI : https://doi.org/10.62817/jkbl.v17i2
Core Subject : Health, Social,
JKBL (Jurnal Kesehatan Budi Luhur) as part of the atmosphere of disseminating scientific research results and ideas to improve health quality of Indonesian society. The journal includes original research articles, review articles, and short communications for nursing, midwivery, and others health fields.
Articles 212 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA DI DESA JATISURA UPTD PUSKESMAS JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017 Yophi Nugraha; Ita Rosita
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi pernapasan dengan gejala batuk-pilek yang disertai sesak nafas atau nafas cepat. Kejadian pneumonia pada balita di Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi pada tahun 2016 sebanyak 69 balita (18,85%) dari 366 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pencegahan pneumonia pada balita di Desa Jatisura UPTD Puskesmas Jatiwangi Kabupaten Majalengka Tahun 2016. Jenis penelitiannya yaitu penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun di Desa Jatisura UPTD Puskesmas Jatiwangi Kabupaten Majalengka dengan teknik simple random sampling. Analisis datanya meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurang dari setengahnya (44,9%) ibu balita berpengetahuan kurang tentang pneumonia, lebih dari setengahnya (57,7%) ibu balita bersikap negatif dan lebih dari setengahnya (66,7%) ibu balita dengan perilaku dalam upaya pencegahan pneumonia pada balita kurang baik. Ada hubungan (p value  = 0,003) dan sikap (p value  = 0,001) dengan perilaku ibu dalam upaya pencegahan pneumonia pada balita di Desa Jatisura UPTD Puskesmas Jatiwangi Kabupaten Majalengka Tahun 2017.Bagi petugas kesehatan perlunya bekerja sama dengan aparat desa untuk melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu balita mengenai pencegahan pneumonia pada balita. Bagi ibu balita agar proaktif untuk memperoleh informasi tentang pencegahan pneumonia balita melalui berbagai sumber informasi yang bisa ibu akses. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pneumonia, Balita,
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KUSTA Atira atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kusta di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kasus penyakitmencapai sekitar 1.749 kasus. Penderita kusta tertinggi ditemukan di KabupatenPurwakarta tahun 2014 dengan jumlah sekitar 284 penderita kusta. Hal tersebutdiduga pengetahuan masyarakat tentang faktor peyebab kusta rendah. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang kusta dengankejadian kusta pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal WaruKabupaten Purwakarta Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalahSurvei Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayahkerja Puskesmas Tegal Waru Kabupaten Purwakarta dengan teknik desainpurposive Random Sampling diperoleh 100 sampel. Pengumpulan datamenggunakan angket dan rekam medis kemudian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 100 responden terdapat sebagianbesar responden yang berpengetahuan cukup yaitu 51%, dan hampirsetengahnya responden yang berpengetahuan baik yaitu 42%, serta hanyasebagian kecil yaitu 7% responden yang berpengetahuan kurang. Saran hasilpenelitian yaitu dapat dijadikan sebagai informasi dalam pemberian pelayanankesehatan berupa penyuluhan sebagai tindakan preventif dan promotif dalammencegah penyebaran penyakit kusta
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN RESPON EMOSIONAL TERHADAP KEHAMILAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA di RSIA KUMALA SIWI PECANGAAN JEPARA Mudy Oktiningrum
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan masa kebahagiaan seorang wanita karena akan menjadi seorang ibu. Pada masa saat hamil seorang wanita akan merasakan suasana emosional seperti mudah tersinggung, mudah marah, mudah menangis tiada sebab, mudah kecewa, menjadi sedih, membenci atau menunjukan rasa kasih sayang. Perasaan yang tidak menentu itu bisa diringankan melalui asuhan sayang ibu dengan menekankan keluarga khususnya dukungan suami untuk memberikan dukungannya selama masa kehamilannya agar ibu lebih siap dan tidak canggung lagi dalam menghadapi kehamilannya. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan respon emosional terhadap kehamilan ibu hamil primigravida. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RSIA Kumala Siwi Pecangaan Jepara. Subyek penelitian adalah ibu hamil primigravida yang memeriksakan kehamilannya dengan jumlah sampel sebesar 50 responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analsis data menggunakan uji statistik dari korelasi product moment (pearson). Ada hubungan antara dukungan suami dengan respon emosional terhadap kehamilan ibu hamil primigravida dengan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,773, hal itu menunjukan bahwa semakin baik dukungan suami pada ibu hamil maka tingkat respon emosional terhadap kehamilannya semakin direspon dengan senang. Perlunya meningkatkan dukungan suami untuk membantu persiapan ibu hamil dalam mengahadapi kehamilannya agar respon emosionalnya baik misalnya dengan mengantarkan istri untuk memeriksakan kehamilannya, memberikan informasi, nasehat tentang kehamilan.Kata Kunci : dukungan suami, respon emosional, ibu hamil primigravida.
KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA 3 – 5 TAHUN Ernauli Meliyana; Anggi Septiana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk pola asuh yang dipilih oleh orangtua kepada anak menjadi salah satu faktor yang menentukan karakter seorang anak.Pola asuh orang tua dengan tipe demokratis diharapkan anak dapat mengembangkan kemandiriannya dengan baik.Masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini berkaitan dengan kebersihan diri. Tujuan penelitian ini mengetahui pola asuh demokratis orang tua terhadap kemandirian personal hygiene pada anak usia 3 – 5 Tahun di RW 001 Desa Sirnabaya 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling yaitu sebanyak 40 responden. Hasil uji statistik di peroleh nilai p value = 0,037 <nilai α = 0,05 sehingga H0 ditolak, dimana hasil analisa menunjukan bahwa ada hubungan pola asuh demokratis orang tua terhadap kemandirian personal hygiene pada anak usia 3-5 tahun di RW 001 Desa Sirnabaya 2017. Kata Kunci : Pola Asuh Demokratis, Kemandirian, Personal Hygiene
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS CIMAHI SELATAN TAHUN 2016 Damai Yanti; Dida Farida
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Cakupan pelayanan nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Kunjungan nifas di indonesia pada tahun 2015 yaitu 79,81%, cakupan kunjungan masa nifas di Jawa Barat  pada tahun 2012 yaitu 87,3 %, cakupan kunjungan masa nifas di  kota Cimahi pada tahun 2012 yaitu 80,3%  dan cakupan kunjungan nifas di Puskesmas Cimahi Selatan pada tahun 2016 yaitu 56,4%. Metodologi penelitian: Jenis Penelitian ini deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 88 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan 18 orang (20,5%) berpengetahuan baik, 53 orang (60,2%) berpengetahuan cukup dan 17 orang (19,3%) berpengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan ibu  nifas tentang Tujuan masa nifas di puskesmas cimahi selatan tahun 2016 yaitu 30 orang (34,1%) berpengetahuan baik, 29 orang (33,0%) berpengetahuan cukup dan ibu nifas yang berpengetahuan kurang yaitu 29 orang (33,0%). Pengetahuan ibu nifas tentang Tanda bahaya masa nifas yaitu 30 orang (34,1%) berpengetahuan baik, 23 orang (26,1%) berpengetahuan cukup dan 35 orang (39,8%) berpengetahuan kurang. Simpulan pengetahuan ibu nifas secara keseluruhan masih kurang.  Kata Kunci : gambaran, pengetahuan, nifas.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET ZAT BESI (Fe) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI BPM BIDAN SHOLIHA – BEKASI TAHUN 2017 Renince Siregar
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan kondisi yang sangat rentan terjadi pada ibu hamil, terutama pada ibu hamil trimester kedua. Hal ini terjadi karena saat hamil volume  darah dalam tubuh meningkat hingga 50 %. Akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah. World Health Organizatiaon ( WHO ) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defesiensi besi sekitar 35-75 %, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Diperkirakan jumlah ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia mencapai 57,1 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner  penelitian dan formulir laporan kesehatan dengan jumlah populasi 38 orang dan sampelnya adalah total sampling serta menggunakan uji hipotesa dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) mayoritas patuh yaitu 20 orang ( 52,6 %) dan minoritas kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) tidak patuh yaitu 18 orang ( 47,4 %), berdasarkan kejadian anemia mayoritas tidak anemia yaitu 20 orang ( 52,6 %) dan minoritas anemia yaitu 18 orang (47,4 %). Ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia dimana chi-square hitung ( X2 hitung) = 38,00 yang lebih besar dari nilai chi-square tabel ( X2 tabel) = 3,481. Hendaknya ibu-ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) untuk menghindari terjadinya anemia. Untuk itu, peneliti menyarankan kepada tenaga kesehatan di BPM Bidan Sholiha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitarnya khususnya ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi serta penambahan  suplemen zat besi (Fe) melalui penyuluhan.  Kata kunci : Tablet Zat Bsi (Fe), Anemia
MENGURANGI DISMENORE DENGAN PAKET PEREDA NYERI murtiningsih murtiningsih
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan 50% dari seluruh wanita di dunia mengalami dismenore dan di Indonesiaangka kejadian dismenore 64,25%. Pada saat dismenore wanita merasa kesakitansehingga aktivitas sehari-harinya terganggu. Diperlukan cara untuk meredakan gejalagejaladismenore. Massage effleurage dan relaksasi napas dalam bertujuan untukmeningkatkan sirkulasi darah, memberi tekanan ringan, menghangatkan otot abdomen danmeningkatkan relaksasi fisik dan mental. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruhpaket pereda nyeri terhadap penurunan dismenore. Metode penelitian yang digunakanadalah pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi adalah70 mahasiswi tingkat I STIKes Jenderal A.Yani Cimahi. Sampel sebanyak 20 respondenyang diambil dengan teknik random sederhana. Data diperoleh secara langsungmenggunakan Verbal Descriptor Scale (VDS) sebelum dan setelah diberikan paket peredanyeri. Analisis statistic yang digunakan uji t-dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rataskala nyeri dismenore sebelum dilakukan intervensi yaitu 5,40 dan rata-rata skala nyeridismenore sesudah dilakukan intervensi yaitu 2,15. Hasil tersebut menunjukkan adapenurunan nyeri dismenore. Diperoleh hasil P value = 0,0001 < 0,05 (α), artinya adapengaruh paket pereda nyeri terhadap dismenore. Bagi mahasiswi yang mengalamidismenore hendaknya melakukan massage effleurage dan pengaturan nafas dalam untukmengurangi rasa nyeri sehingga tidak mengganggu aktivitas selama proses belajar.Disarankan bagi kampus untuk memberikan ijin pada mahasiswi yang mengalamidismenore dan menyediakan ruangan khusus untuk melakukan intervensi paket peredanyeri.
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TUBERKULOSIS Atira Atira; Rina Rosalia
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian tuberkulosis oleh Mycobacterium tuberculosis bakteri masih cukup tinggi khususnya pada wilayah kerja Poliklinik Paru RSAU Dr. M Salamun yaitu sekitar 1994 orang pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang tuberkulosis pada pasien tuberkulosi. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif. Analisa data menggunakan univariat. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien rawat jalan di Poliklinik Paru RSAU Dr. M Salamun dengan  besaran sampel 84 responden. Teknik yang digunakan yaitu teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan data pengetahuan yaitu sebagian kecil atau 16 (19.05%) responden memiliki pengetahuan baik, dan 23 (27.38%) responden memiliki pengetahuan cukup, serta 45 (53.57%) responden memiliki pengetahuan kurang. Simpulan pengetahuan pasien tentang tuberkulosis kategori kurang.  Saran bahwa perlu diberikan penyuluhan tentang pengetahun tentang tuberkuosis pada pasien agar penyakit tuberkulosis dapat dicegah. Kata Kunci: pengetahuan, tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis
HUBUNGAN PERILAKU KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TERJADINYA PENYAKIT TB PARU Budi Rianto
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penyakit TB Paru, yang juga merupakan penyakit penyebab kematian nomor 4 diIndonesia dan TB MDR menduduki peringkat ke-9 di Dunia. Tuberkulosis (TB)merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan diIndonesia. Penularan kuman tuberculosis pada orang sehat dan risiko kematian padapenderita yaitu salah satu masalah yang perlu ditangani oleh segenap lapisanmasyarakat dan petugas kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku kebiasaan merokokdengan terjadinya penyakit TB paru.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi analitik dengan jenisrancangan penelitian yang digunakan yaitu studi case control . Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh pasen TB Paru (+) di Wilayah kerja Puskesmas JayagiriKecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.Pengumpulan data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chisquare.Kesimpulan dan Saran : berdasarkan analisis hasil penelitian disimpulkan bahwaperilaku keiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian TB Paru di PuskesmasJayagiri Kecamatan Lembang. Dari hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Jayagiritidak hanya menjadi sarana kesehatan yang bersifat preventif sekunder, tetapi dapatlebih ditingkatkan pada hal yang bersifat preventif primer dalam pencegahanpenularan penyakit TB Paru.
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) Nurrahmaton Nurrahmaton
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dapat terjadinya mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan pencegahan, Bayi dengan BBLR  terkait dengan kondisi kesehatan ibu saat hamil. Prevalensi anemia pada ibu hamil dan sebagian besar penyebabnya yaitu kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin sehingga yang ditimbulkannya disebut anemia defesiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil trimester III dengan terjadi Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda Medan Tahun 2018. Desain Penelitian yang di gunakan adalah survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden Anemia pada Ibu Hamil, teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan Random Sampling. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Penelitian menunjukan bahwa mayoritas anemia pada ibu hamil trimester III yang ringan yaitu 16 responden (30,8%) dengan terjadinya BBLR yaitu sebanyak 3 responden (5,8%) dan terjadinya BBLR 13 responden  (25%), yang anemia sedang pada ibu hamil yaitu 6 responden (11,5%) dengan terjadinya BBLR yaitu 6 responden (11,5%). Analisa bivariat dari hasil uji chi-square nilai p = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti ada hubungan anemia pada ibu hamil trimester III dengan terjadinya berat bayi lahir rendah (BBLR). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara anemia pada ibu hamil trimester III dengan terjadinya berat bayi lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda Medan Tahun 2018.   Kata Kunci : anemia, ibu hamil, terjadinya BBLR

Page 2 of 22 | Total Record : 212