cover
Contact Name
Saparuddin Latu
Contact Email
saparuddinlatu@gmail.com
Phone
+628124858670
Journal Mail Official
saparuddinlatu@gmail.com
Editorial Address
Jl Kampus Poltekes Padang Bulan, Abepura Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : 26545756     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539/jktp
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menemukan Budaya Suku Dani dalam mengimplementasikan program Keluarga Berencana dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua
Articles 44 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PERAN ADVOKAT BAGI PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM ABEPURA Zeth Roberth Felle
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.18

Abstract

Peran perawat sebagai advokat klien menuntut perawat untuk dapat mengidentifikasi dan mengetahui nilai-nilai tentang peran advokat, hak-hak klien, perilaku professional, dan hubungan klien-keluarga-dokter. Di samping itu, pengetahuan dan pendidikan yang cukup sangat diperlukan untuk memiliki kompetensi klinik sebagai syarat untuk menjadi advokat klien. pengetahuan yang tinggi tentang peran advokat klien dapat menjadi pendukung bagi perawat utnuk menerapkan peran advokat secara optimal.
BEDA TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS XI SMA YAPIS BIAK SEBELUM DAN SETELAH EDUKASI KOMPLIKASI PENYAKIT SOSIAL TERHADAP KEJADIAN HIV/AIDS DI BIAK NUMFOR La Jumu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.106

Abstract

Edukasi komplikasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV ADIS melalui siswa SMTA adalah merupakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit sosial dan juga komplikasinya terhadap kejadaian HIV AIDS, agar generasi muda siswa SMTA mengetahui secara dini, cara pencegahan kedua penyakit tersebut karena kondisinya, telah meresahkan masyarakat dengan bentuk kejadian berupa kesakitan dan kematian, makin hari, makin tahun semakin bertambah dan menimpah seluruh lapisan masyarakat dari bayi balita sampai kakek nenek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sebelum dan setelah edukasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV AIDS dengan, 36 responden., dianalisis berdasarkan tingkat pengetahuan dengan cara mengisi soal pretest dan post test. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel secara Propotive sampling pada populasi 50 siswa dan teknik penetapan responden secara acak , didapat 36 responden, dengan jenis uji statistik Wilcoxon. Nilai Wilcoxon Signed Ranks Test di Asymp Sig. (2-tailed) adalah (Z hitung P = 0,000) kurang dari (Z tabel P value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (Z hitung P = 0,000) sebelum dan setelah edukasi komplikasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV AIDS pada siswa SMTA, jadi saran edukasi komplikasi penyakit sosial dengan komplikasi HIV AIDS dapat dikembangkan terus dengan harapan remaja dapat mengetahui secara dini cara mencegah diri dari penyakit sosial dan komplikasinya terhadap HIV AIDS.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERSEPSI KEPALA KELUARGA TENTANG MALARIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIMBOKRANG Muhamad Sahiddin; Ryna Ginanti Eka Ayu Saputri; Sofitje J Gentindatu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.68

Abstract

Malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. Provinsi Papua menjadi salah satu daerah endemis malaria sehingga perlu mengedepankan perilaku pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan kelurga dan persepsi kepala keluarga tentang malaria dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Nimbokrang. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Nimbokrang pada 28 Maret – 13 Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data dilakukan dengan analisis bivariat dan multivariat yaitu uji chi square dan regresi logistik dengan tingkat signifikasi nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,007) dan persepsi (p = 0,009) berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Pengetahuan (OR = 3,179; 95% CI: 1,249 – 8,094) dan dukungan keluarga (OR=2,810; 95% CI: 1,033 – 7,644) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan malaria. Masyarakat perlu diberikan informasi dan pengetahuan tentang cara pencegahan malaria yang efektif.
BUDAYA SUKU DANI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA (STUDI KASUS) Saparaddin Latu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menemukan Budaya Suku Dani dalam mengimplementasikan program Keluarga Berencana dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (Rapid Etnografi Assesment) dengan jumlah informan sebanyak enam belas orang (16). Pemilihan informan dengan cara snowball sampling, pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara mendalam (In-depth Interview), observasi, telaah dokumen, Focus Group Discussion (FGD), Analisis data dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berencana dalam budaya Suku Dani yang telah dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam kehidupan keseharian mereka dari turun temurun antara lain: kepercayaan dalam prinsip hidup; perkawinan menurut hukum adat (Inyagugi apik), nilai relasi (Nege), nilai membagi, nilai kesetiaan, nilai kerja (Yabu). Prinsip teguh dan patuh terhadap perintah adat telah dilaksanakan secara turun-temurun dengan sistem pemerintahan adat (Klen). Wesakun memimpin upacara-upacara adat keagamaan dengan menggunakan benda-benda keramat. Hukum adat yang dipraktekkan secara efektif memiliki hubungan langsung atau tidak langsung melalui prilaku pengambilan keputusan. Pandangan nilai anak dan jenis kelamin terhadap variabel antara yaitu usia pernikahan pertama dan pemilihan pasangan pada Masyarakat Suku Dani. Keterlibatan pemerintah dan lintas sektor dalam pengembangan peran serta masyarakat melakukan program dan komunikasi yang efektif tentang KB dan kependudukan merupakan salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pengaturan kelahiran dan kualitas SDM demi peningkatan kualitas hidup Masyarakat Suku Dani.
HUBUNGAN SANITASI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT MASYARAKAT KAMPUNG ANELAK DISTRIK SIEPKOSI KABUPATEN JAYAWIJAYA Suningsih Suabey
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.97

Abstract

Masyarakat kampong Anelak sebagian besar tinggal di honai dan rumah non permanen dengan kondisi ruangan tidak memiliki ventilasi sebagai pertukaran udara, keadaan lantai rumah dan dinding yang tidak baik serta kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi fisik rumah dengan kejadian ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kampung Anelak Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya pada bulan Februari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kampung Anelak Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah sebanyak 173 orang. Perhitungan besar sampel dilakukan dengan cara metode exhaustive sampling. Hasil penelitian penelitian menunjukan sanitasi fisik rumah sebagian besar responden memiliki ventilasi rumah tidak baik (69,7%), sebagian besar responden memiliki dinding rumah yang tidak baik (63,6%), dan sebagian responden memiliki lantai rumah tidak baik (75,8%). Hasil analisis data dengan uji chi-squere menunjukan nilai p=0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan yang cukup kuat antara sanitasi fisik rumah (ventilasi, dinding, lantai rumah) dengan kejadian infeksi saluran pernaasan akut pada masyarakat kampung Anelak Distrik Siepkosi, Kabupaten Jayawijaya.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN CLINICAL INSTRUCTURE SEBELUM DAN SETELAH PELATIHAN BEDSIDE TEACHING Ardhanari Hendra Kusuma; Yohanis F Tipawael
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.57

Abstract

Pembelajaran klinik merupakan suatu proses pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan untuk pengusaan keterampilan klinik dan kemampuan berkomunikasi peserta didik, sehingga dibutuhkan suatu metode yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pada pelaksanaan metode Bedside Teaching dirasakan mulai menurun, Sehingga untuk meningkatkan kualitas bimbingan klinik dibutuhkan pelatihan metode bimbingan klinik Bedside Teaching pada CI (Clinical Instructure). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan Bedside Teaching terhadap pengetahuan dan keterampilan CI (Clinical Instructure) Keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pre-Experiment (Pre-Post Test design). Peneliti memberikan pelatihan metode bedside teaching dan pada clinical instructure. Subyek penelitian terdiri dari 30 CI. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan setelah pelatihan menggunakan quesioner pengetahuan dan ceklis keterampilan CI. Skor pengetahuan 30 CI sebelum mengikuti pelatihan metode bedside teaching diperoleh nilai rerata 5.20 dan SD 1.349, setelah mengikuti pelatihan nilai rerata pengetahuan CI diperoleh 9.57 dan SD 0.971 dengan nilai p 0,000. Skor keterampilan CI setelah mengikuti pelatihan diperoleh nilai rerata keterampilan CI sebesar 9.80 dan SD 0.551. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CI (Clinical Instructure) dalam melakukan proses bimbingan klinik bedside teaching.
PENURUNAN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN DI LEHER BELAKANG (TENGKUK) PADA PASIEN POST HEMOROIDEKTOMI TERPASANG TAMPON Rohmani Rohmani; Debi Dahlia; Lestari Sukmarini
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.14

Abstract

Pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon mengalami nyeri akibat adanya spasme internal yang disebabkan oleh regangan dan tekanan syaraf perifer dikanalis analis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres dingin di leher belakang (tengkuk) terhadap penurunan nyeri pada pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon. Penelitian ini menggunakan quasi experiment pre test post test design with control group dengan jumlah responden yang didapat dengan teknik concecutive sampling. Pengukuran skala nyeri menggunakan visual analog scale (VAS) dengan skor nyeri maksimal 8. Hasil uji Friedman menunjukkan adanya perbedaan rerata penurunan nyeri yang diberikan kompres dingin ditengkuk dengan p-value 0,0001. Tindakan kompres dingin lebih efektif dibandingkan dengan terapi standar dalam menurunkan skala nyeri pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur penurunan nyeri dengan kompres dingin di leher belakang pada pasien post hemoroidektomi terpasang tampon.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HASIL PEMERIKSAAN BTA PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTARAJA Siti Chotijah; Ester Rumaseb; Lamria Situmeang
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.122

Abstract

WHO dalam Global Tuberculosis Report 2018 mengeluarkan statement bahwa Indonesia berada di urutan ketiga dunia dengan angka mortalitas dan mordibitas tertinggi dengan jumlah kasus mortalitas mencapai 301 perharinya. Jumlah kasus tuberkulosis di Provinsi Papua terjadi peningkatan angka mordibitas setiap tahunnya yakni 10.813 kasus pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan BTA pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain crossectional study. Hasil penelitian menunjukkan hasil pemeriksaan BTA pada penderita tuberkulosis paru berhubungan dengan pengetahuan (p=0,002;OR=0,062), sikap (p=0,001;OR=1,579) dan ventilasi kamar (p=0,000;OR=33,300). Sedangkan, kepadathunian kamar (p=0,190;OR=0,426), kelembapan ruangan (p=0,175;OR=3,375), suhu ruangan (p=0,503;OR=1,813) dan jenis lantai (p=1,000OR=0,950) tidak berhubungan dengan hasil pemeriksaan BTA pada penderita tuberkulosis paru. Pada analisis regresi logistik berganda dengan peromodelan Backward Stepwise (Wald) menunjukkan pengetahuan (p=0,027;OR(95%CI)=17,124(1,394-210,373)) dan ventilasi kamar (p=0,001;OR(95%CI)=0,029(0,004-0,224)) berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan BTA pada penderita tuberkulosis paru. Diharapkan bagi masyarakat agar dapat menerapkan PHBS dan memperhatikan aspek lingkungan yang merupakan faktor penyebab penyakit tuberkulosis paru serta menerapkan sikap patuh dalam mengurangi penularan penyakit tuberkulosis paru dengan menggunakan masker setiap saat dan tidak meludah di sembarang tempat.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN VCT DI PUSKESMAS ABEPURA Flora Niu; Sisilia Nona Susanti Lewuk; Fachry Amal
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.82

Abstract

WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali di akui pada tanggal 5 juni 1981 AIDS diklaim telah menyebabkan kematian di Afrika Sub-Sahara, sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa lebih dari 570 juta jiwa di antaranya adalah Ibu hamil dan Anak-anak lebih dari 64% orang yang dengan HIV di Afrika Sub-Sahara lebih tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV Indonesia menjadi peringkat ke 20 dengan tingkatan HIV tertinggi, jumlah penduduk Indonesia yang populasinya mencapai 237 juta jiwa (74,7%)di antaranya terinfeksi pada Ibu hamil dan anak-anak. HIV/AIDS di Papua, bukan tidak beralasan hal ini karenakan dari waktu ke waktu angka kasus ini menunjukan peningkatan yang signifikan. Jumlah Provinsi Papua yang hanya 3.207.444 juta jiwa, HIV/AIDS di provinsi Papua yang secara populasi umum menyerang ibu hamil dan bayi dengan jumlah adalah 150 orang bayi (1,87%) dan 321ibu hamil (4,01%) yang terinfeksi. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 655 ibu hamil dan sampel sebanyak 86 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan data primer. Instrument penelitian data menggunakan kuesioner. Upaya pencegahan dan penularan yang dapat menurunkan risiko penularan dari ibu hamil kebayinya menjadi di bawah 25-40%. Salah satu upaya pencegahan ini menggunakan metode VCT. Kegiatan Pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak /Prevention of Mother to Child HIV Transmision/PMTC, merupakan bagian dari pelayanan perawatan dukungan dan pengobatan/CST. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam melakukan pemeriksaan VCT p = 1,488, tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan dalam melakukan pemeriksaan VCT p = 1,818. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap pemeriksaan VCT dan tidak terdapat sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan VCT. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap Pemeriksaan VCT.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA TENAGA KESEHATAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19 May Dwi Yuri Santoso
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.176

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan beban pelayanan kesehatan tenaga kesehatan yang berpotensi mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, produktivitas pelayanan tenaga kesehatan yang dapat berdampak pada gangguan kesehatan mental tenaga kesehatan sehingga akan berisiko untuk terjadinya burnout. Pengkajian sistematis faktor penyebab burnout yang telah dipublikasikan dari berbagai Negara dapat menjadi salah satu upaya untuk menentukan langkah preventif, kuratif dan rehabilitatif tenaga kesehatan yang mengalami burnout akibat COVID-19 di Indonesia. Pencarian sistematis dilakukan pada Maret-April 2021. Basis data yang digunakan: PubMed, Google Scholar dan Spingerlink. Kata kunci: “COVID 19 and burnout and Health workers” dan “COVID 19 and burnout”, “COVID 19 and burnout and Health workers and factors associated”. Pelaporan tinjauan sistematis ini berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan melibatkan 10.517 tenaga kesehatan dari seluruh dunia. Sebagian besar burnout disebabkan oleh meningkatnya beban kerja dengan semakin lama dalam tindakan pencegahan ekstra, perubahan tim, penyebaran dampak pandemi dan masalah birokrasi akan menguras tenaga serta pikiran tenaga kesehatan, terutama yang bekerja menangani langsung pasien COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, burnout, tenaga kesehatan Abstract The COVID-19 pandemic has resulted in an increase in the burden of health care for health workers which has the potential to affect the quality of health services, productivity of health worker services which can have an impact on mental health disorders of health workers so that it will be at risk of burnout. The published systematic study of the causes of burnout from various countries can be an effort to determine preventive, curative and rehabilitative steps for health workers who experience burnout due to COVID-19 in Indonesia. A systematic search was carried out in March-April 2021. Databases used: PubMed, Google Scholar and Spingerlink. Keywords: "COVID 19 and burnout and Health workers" and "COVID 19 and burnout", "COVID 19 and burnout and Health workers and factors associated". This systematic review reporting is guided by Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). There were 9 articles that met the inclusion criteria and involved 10,517 health workers from around the world. Most of the burnout is caused by the increasing workload with the longer taking extra precautions, team changes, the spread of the impact of the pandemic and bureaucratic problems that will drain the health and minds of health workers, especially those who work directly with COVID-19 patients. Keywords: COVID-19, burnout, health workers