cover
Contact Name
Saparuddin Latu
Contact Email
saparuddinlatu@gmail.com
Phone
+628124858670
Journal Mail Official
saparuddinlatu@gmail.com
Editorial Address
Jl Kampus Poltekes Padang Bulan, Abepura Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : 26545756     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539/jktp
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menemukan Budaya Suku Dani dalam mengimplementasikan program Keluarga Berencana dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua
Articles 44 Documents
PSIKOLOGIS PASIEN MULTI DRUG RESISTAN TUBERKULOSIS SELAMA PENGOBATAN DI PUSKESMAS SENTANI KOTA: STUDI FENOMENOLOGI Sulistiyani Sulistiyani; Lamria Situmeang; Qoriah Nur
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.160

Abstract

Pasien TB-MDR yang sedang menajalani pengobatan akan mempunyai gangguan fisik dan psikologis. Pasien TB-MDR mengalami gejala yang tidak enak akibat dari side efek obat TB yang menyebabkan pasien merasa adanya tekanan psikis seperti merasa sedih, cemas hingga depresi. Kondisi psikologis memiliki peranan penting dalam meningkatkan keberhasilan minum obat lini 2. Adanya gangguan psikologis seperti depresi pada pasien TB-MDR yang juga merupakan masalah secara global perlu mendapatkan penanganan dan perawatan secara khusus. Penelitian yang berkaitan tentang TB-MDR banyak dilakukan secara kuantitaif, akan tetapi masalah psikologis bersifat subjektif, sehingga sangat penting untuk mengeksplorasi kondisi psikologis selama menjalani pengobatan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi desktiptif. Populasi penelitian ini adalah pasien TB-MDR yang menjalani pengobatan dengan jumlah partisipan enam orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode focus group discussion dengan menggunakan teknik wawancara indepth interview. Analisa data menggunakan teknik Colaizzi. Trustwhortiness dalam penelitian menggunakan 4 metode antara lain Credibility, Dependability, Confirmability, dan Tranferability. Hasil penelitian dari tujuan penelitian sebanyak dua tema yaitu: 1) Merasakan kondisi yang tidak enak ketika pertama minum yang terdiri dari dua kategori: seperti: a) Merasakan tekanan psikis dan fisik, b) Cemas dan takut menularkan penyakit, tema 2) Kendala finansial yang dirasakan selama menjalani pengobatan. Pasien TB-MDR memiliki masalah psikologis yang berkaitan dengan pengobatan maupun biaya. Peran perawat yang dapat dilakukan untuk pengembangan program pengobatan yang mempu meningkatkan status kecerdasan emosional pasien TB-MDR adalah dengan pemberian psikoedukasi, konseling maupun spiritual well-being sangat diperlukan.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTANI, JAYAPURA Nurmah Rachman; Dian Irawati Rusman
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.155

Abstract

Kematian ibu dapat dicegah dengan menerapkan antenatal care secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sentani, Jayapura pada bulan Februari 2020. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentani dengan jumlah sampel sebesar 111 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data uji chi square dengan tingkat kemaknaan α
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN LAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PENDERITA HIV/AIDS DI POLIKLINIK HANNA RSUD YOWARI Kismiyati Kismiyati; Mayland Hamong; Yunita Kristina
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.179

Abstract

Kepatuhan minum obat ARV pada penderita HIV/AIDS sangat penting dipatuhi karena dapat meningkatkan kualitas hidup penderita sekaligus mengurangi penyebaran penularan HIV/AIDS. Kedisiplinan dalam pengobatan bermanfaat menurunkan atau melemahkan virus dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik dan layanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) Pada Penderita HIV/AIDS di Poliklinik Hanna RSUD Yowari. Penelitian ini deskriptif analitik dengan metode crossestional pada penderita HIV/AIDS di RSUD Yowari sebanyak 73 responden. Data dianalisis menggunakan statistik uji chi- square. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik penderita HIV/AIDS di RSUD Yowari terbanyak berumur < 30 tahun yaitu sebanyak 38 orang (51,1%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 orang (54,8%) dan berpendikan tinggi sebanyak 49 orang (667,1%). Pekerjaan responden sebagian besar bekerja sebanyak 49 orang (67,1%) dengan lama pengobatan < 6 bulan. Akses pelayanan kesehatan kategori sulit sebanyak 30 orang (41,1%) dan mudah sebanyak 43 orang (58,9%). Kepatuhan minum obat sebanyak 34 orang (46,6%) tidak patuh minum dan sebanyak 39 orang (53,4%) patuh. Faktor yang berhubungan dengan dengan kepatuhan minum obat ARV adalah pendidikan (p-value = 0,031), lama pengobatan (p-value = 0,008), akses layanan (p-value = 0,002). Faktor yang tidak berhubungan dengan dengan kepatuhan minum obat ARV adalah umur (p-value = 0,707) dan jenis kelamin (p-value = 0,951). Kesimpulan: Karakteristik responden seperti umur, pekerjaan dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kepatuhan minum ARV namun akses layananan ke Fasilitas kesehatan RSUD Yowari seperti kondisi geografis Papua, jarak rumah responden, lama pengobatan, serta pendidikan berhubungan dengan kepatuhan responden konsumsi ARV. Abstrak Adherence to taking ARV drugs in people with HIV / AIDS is very important because it can improve the quality of life of sufferers while reducing the spread of HIV / AIDS transmission. The aim of the study was to determine the relationship between health characteristics and services and adherence to taking antiretroviral drugs (ARVs) in HIV / AIDS patients at the Hanna Polyclinic, Yowari Hospital. This study was a descriptive analytic study using the method of crossestional study in patients with HIV / AIDS in Yowari Hospital as many as 73 respondents. Data were analyzed using a questionnaire and analyzed using chi square. The results showed that most of the characteristics of HIV / AIDS sufferers in Yowari Hospital were
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI DISTRIK WALELAGAMA KABUPATEN JAYAWIJAYA Suningsih Suabey
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.123

Abstract

Anak merupakan masa depan bangsa yang berhak atas pelayanan kesehatan secara individu. Anak memerlukan asupan gizi yang baik, kasih sayang, penanaman nilai agama dan budaya serta upaya pencegahan penyakit seperti pemberian imunisasi.Mengacu pada uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penilitian yang berkaitan dengan hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya pada bulan Maret sampai Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berumur > 10 bulan dan < 15 bulan yang berada di Distrik Walelagama sebanyak 99 orang. Perhitungan besar sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan rendah (58,6%), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (53,5%), dan sebagian besar responden tidak melakukan imunisasi dasar lengkappada bayinya (66%). Berdasarkan hasil analisis data dengan uji statistik chi-squere terlihat bahwa nilai signifikansi sig (2-tailed) 0,00
PEMBATASAN SOSIAL DIPERLUAS DAN DIPERKETAT (PSDD) DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI KABUPATEN KEEROM, PAPUA: BAGAIMANA DAMPAKNYA TERHADAP BIDANG PENDIDIKAN DAN SOSIAL? Rosmin Mariati Tingginehe
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.154

Abstract

Peningkatan kasus covid 19 di Kabupaten Keerom menyebabkan pemerintah memberlakukan pembatasan social diperluas dan diperketat (PSDD) untuk memutus rantai penularan covid 19. Kondisi ini telah menekan berbagai sector termasuk pendidikan, sosial dan budaya, pertumbuhan ekonomi yang semakin meluas, termasuk di sektor pangan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui dampak pemberlakuan pembatasan social diperluas dan diperketat pada kehidupan social masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi yang dilaksanakan di Kabupaten Keerom pada bulan Mei – Juli 2020. Pengumpulan data dilakukan melakukan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih menggunakan prosedur purposive. Analisis data kualitatif dilakukan untuk mencari makna fenomena sejak pengambilan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukan terjadi transformasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu perubahan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring. Siswa hanya mengikuti pembelajaran dengan memperhatikan layar gadget atau laptop yang digunakan sebagai media belajar. Terjadi kegagapan hubungan social yang diakibatkan oleh berkurangnya kebiasaan interaksi ketika bertemu seperti berjabat tangan. Hajatan yang melibatkan banyak orang tidak bisa dilakukan sehingga mengurangi pertemuan masyarakat. Perubahan protocol terjadi pada fasilitas kesehatan untuk mengurangi potensi penularan. Masyarakat telah menjadikan penggunaan masker dan menjaga
PREVALENSI DAN FAKTOR RESIKO INFEKSI STH (SOIL TRANSMITTED HELMINTHS) PADA ANAK SEKOLAH DASAR Azis Mangara; Lismawati Lismawati; Julianto Julianto
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.254

Abstract

Infeksi soil transmitted helminths (STH) banyak ditemukan pada anak di kawasan tropis. Prevalensi yang cukup tinggi berkaitan dengan beberapa faktor risiko, utamanya pada kondisi sanitasi dan personal hyginene yang cenderung buruk pada anak sekolah. Efek dari infeksi STH dapat berdampak pada status gizi, gangguan pertumbuhan dan fungsi kognitif pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis prevalensi dan faktor risiko infeksi STH pada anak sekolah dasar. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional study yang dilakukan dengan mengambil sampel feses pada subjek penelitian dan pengisian kuesioner. Subjek penelitian yang terlibat dalam studi sebanyak 47 siswa Sekolah Dasar Negeri 101814 Peria Ria Kabupaten Deli Serdang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square guna menghasilkan intepretasi pada keterkaitan faktor resiko dan infeksi STH. Hasil pengukuran menunjukkan prevalensi infeksi STH pada anak sebesar 31,9%. Hasil analisis menunjukkan aspek sanitasi (sanitasi lingkungan rumah (p=0,032) dan sanitasi lingkungan rumah (p=0,002)) dan personal hygiene (kebiasaan mencuci tangan (p=0,004), kebiasan memakai alas kaki saat kontak dengan tanah (p=0,004), kebersihan kuku (p=0,036), dan kebiasan buang air besar (p=0,027)) berhubungan dengan infeksi STH pada anak sekolah dasar. Ketersedian sanitasi yang baik di rumah dan sekolah serta akses terhadap air bersih memungkinkan penurunan risiko infeksi STH. Peningkatan kualitas personal hygiene disarankan untuk meminimalisir risiko infeksi STH melalui edukasi dan promosi kesehatan dengan berbagai media yang menarik minat anak. STH infections are often found in children in the tropics. The high prevalence is related to several risk factors, especially sanitation and personal hygiene conditions, which tend to be poor in school children. The effects of STH infection can impact nutritional status, impaired growth, and cognitive function in children. This study analyzes the prevalence and risk factors of STH infection in elementary school children. The study design used was a cross-sectional study conducted by taking stool samples from the research subjects and filling out a questionnaire. The research sample involved in the study was 47 students of the Sekolah Dasar Negeri 101814 Peria Rial, Deli Serdang Regency. Data were analyzed using the Chi-Square test to produce an interpretation of the relationship between risk factors and STH infection. The measurement results showed the prevalence of STH infection in children was 31.9%. The results of the analysis showed aspects of sanitation (home environment sanitation (p=0.032) and home environment sanitation (p= 0.002)) and personal hygiene (handwashing habits (p=0.004), the habit of wearing footwear when in contact with the ground (p=0.004). nail hygiene (p=0.036), and bowel habits (p=0.027) were associated with STH infection in elementary school children. Availability of good sanitation at home and school as well as access to clean water reduce the risk of STH infection. Improving the quality of personal hygiene is recommended to minimize the risk of STH infection through education and health promotion with various media that attract children's interest.
EFEKTIFITAS PEMANTAUAN PEDIATRIC EARLY WARNING SCORING/SYSTEM DALAM ELECTRONIC HEALTH RECORD Herlina Febrianti
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.253

Abstract

Pediatric Early Warning System atau Score (PEWS) merupakan instrumen untuk mengidentifikasi perburukan kondisi beberapa jam sebelum terjadi melalui tanda-tanda klinis dengan pengukuran skor. Instrumen ini dapat digunakan dalam Electronic Health Record (EHR), sehingga pengukuran menjadi lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemantauan PEWS dalam EHR. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan penelusuran database online tahun 2016-2021. Kriteria inklusinya adalah full text dan fokus pada anak. Pemilihan sampel pada artikel adalah pemantauan PEWS dalam EHR. Data di review dengan Critical Appraisal Skills Programme tools hingga disimpulkan. Diperoleh 3 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil review menunjukan akurasi dasar mean adalah 71% dan akurasi penerapan kalkulator PEWS sebesar 100%. Waktu untuk membuat grafik adalah 20 menit, sebelumnya 55 menit dan jangkauannya juga berkurang 37% menjadi 27 menit. Adanya pemantauan PEWS menggunakan EHR, lebih akurat dan terhindar dari kesalahan, dibandingkan dengan PEWS manual. Pediatric early warning system or score (PEWS) is an instrument to identify the deteriorating clinical conditions by comparing clinical manifestations’ evaluation to the scoring system. Implementing PEWS in the electronic health record (EHR) system is a way to increase the accuracy of patients’ management in hospitals. This study aimed to evaluate the effectiveness of PEWS monitoring in EHR. This study uses a literature review was conducted in 2021 to review online databases from 2016-2021. All full-text research in children was included to review PEWS monitoring in the electronic medical record system. Data was reviewed with Critical Appraisal Skills Programme (CASP) tools. The results showed three studies are included to show better accuracy of PEWS calculator implementation of 100 percent compared to 71 percent accuracy of manual PEWS. There is decreasing in the median time of graphic plotting from 55 minutes to 20 minutes after intervention. PEWS calculator system also shows better range than manual system. Monitoring of PEWS from electronic medical record systems shows better accuracy and decreases human error than manual PEWS.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Amanda Eflin Pradana; Reni Zulfitri; Nopriadi Nopriadi
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.225

Abstract

Penuaan yang terjadi pada lansia bisa berdampak pada kemunduran intelektual termasuk fungsi kognitif. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia mengalami penurunan salah satunya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan fungsi kognitif pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Februari-Juli 2021 di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan lansia berusia 60-74 tahun sebanyak 80%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 58%, pendidikan terakhir sekolah dasar sebanyak 31%, status perkawinan menikah sebanyak 60%. Kategori untuk dukungan sosial teman sebaya positif sebanyak 67%, gangguan kognitif sebanyak 51%. Ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan fungsi kognitif pada lansia (p=0,047). Dukungan sosial teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia. Saran bagi Puskesmas adalah untuk memberikan penambahan informasi melalui penyuluhan untuk mangajak lansia agar meningkatkan hubungan dukungan sosial antar teman sebaya agar fungsi kognitif berada dalam kondisi yang optimal.Aging in the elderly can impact intellectual decline, including cognitive function. Many factors can affect cognitive function in the elderly experiencing a decline, one of which is social support. This research aimed to determine the association between peer social support and the cognitive function of the elderly in the working area of Payung Sekaki Public Health Center. The design was descriptive correlation research with cross-sectional. The study was conducted in February-July 2021 in the Work Area of the Payung Sekaki Health Center, Pekanbaru City. The samples of the research were 100 respondents taken using cluster sampling. This research used a questionnaire, data analysis using chi-square. The result found that the samples between 60-74 years old were 80%, the female was 58%, primary school graduates was 31%, marital status married was 60%. The category for positive peer social support was 67%, impaired cognitive function was 51%. There is a relationship between peer social support and cognitive function in the elderly (p=0.047). Peer social support can affect the decline in cognitive function in the elderly. Suggestions for the health centre are to provide additional information through counseling to invite the elderly to improve social support relationships between peers so that cognitive function is in optimal condition. 
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRSAK (ANNOVAMURICATAL) TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Lenny Astuti; Lela Aini; Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Dewi Puspita Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.234

Abstract

Pengendalian kadar gula darah masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Rendahnya kepatuhan dalam diet, kebiasaan olahraga dan minum obat teratur serta gaya hidup yang buruk masih menjadi masalah dalam pengendalian kadar gula darah. Penggunaan tumbuhan obat seperti daun sirsak banyak dilakukan oleh masyarakat yang diyakini menurunkan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun sirsak dalam menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes melitus Tipe II di Puskesmas Talang Ubi Pali. Penelitian ini merupakan quasy eksperiment rancangan sebelum dan setelah dengan grup kontrol. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 18 orang. Terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi pemberian rebusan daun sirsak sebesar 67 mg/dl. Hasil analisis diperoleh nilai p=0,003, yang berarti bahwa penurunan kadar gula darah signifikan secara statistik. Ada pengaruh yang signifikan intervensi pemberian rebusan daun sirsak pada pasien diabetes melitus tipe II untuk menurukan kadar gula darah. Controlling blood sugar levels is still a challenge in Indonesia. Low adherence to diet, exercise habits and taking the medication regularly, and a bad lifestyle is still problems in controlling blood sugar levels. The use of medicinal plants such as soursop leaves is widely carried out by the community which is believed to reduce sugar levels. This study aims to determine the effect of soursop leaf decoction in lowering blood glucose in patients with Type II diabetes melitus at the Talang Ubi Pali Health Center. This study is a quasi-experimental design before and after with a control group. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group and the control group, each with 18 people. There was an average decrease in blood sugar levels before and after the intervention of giving soursop leaf decoction of 67 mg/dl. The results of the analysis obtained a p-value=0.003, which means that the decrease in blood sugar levels was statistically significant. There is a significant effect of the intervention of giving soursop leaf decoction in type II diabetes melitus patients to lower blood sugar levels. 
EFEKTIVITAS PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU MAHASISWA KEPERAWATAN Guruh Suprayitno; Jeni Rante Tasik
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.264

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan salah satunya adalah serangan jantung yang menyebabkan keadaan henti jantung. 60% dari seluruh kematian di negara berkembang disebabkan oleh serangan jantung. Kompetensi perawat dalam bantuan hidup dasar (BHD) merupakan faktor kunci yang menentukan tingkat keberhasilan pasien dengan henti jantung. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan di kabupaten Mimika. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre and post-test without control group. Jumlah sampel sebanyak 64 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sebelum dan setelah intervensi di lakukan evaluasi (pre-postest) dengan uji analisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan mahasiswa keperawatan sebelum melakukan simulasi BHD sebesar 65,16±9,257 dan nilai rata-rata pengetahuan setelah melakukan simulasi BHD sebesar 86,09±10,928 dengan nilai p-value yaitu 0,000 (p<0,05). Sedangkan nilai rata-rata keterampilan sebelum mendapatkan pelatihan sebesar 56,09±6,391 dan rata-rata setelah diberikan pelatihan sebesar 90,70±5,029, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p <0,05). Kesimpulan pelatihan dengan metode simulasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam melakukan bantuan hidup dasar.One of the emergency conditions is a heart attack that causes cardiac arrest. 60% of all deaths in developing countries are caused by heart attacks. The competence of nurses in basic life support (BLS) is a key factor that determines the success rate of patients with cardiac arrest. The purpose of the study was to determine the effectiveness of basic life support (BLS) training on increasing the knowledge and skills of nursing students in Mimika District. The research design used was quasi-experimental with a pre and post-test without a control group. The number of samples as many as 64 students with the sampling technique is purposive sampling. Before and after the intervention, an evaluation (pre-posttest) was carried out with an analysis test using a paired sample t-test. The results of this study indicate the average value of knowledge of nursing students before doing BLS simulation is 65.16±9.257 and the average value of knowledge after doing BLS simulation is 86.09±10.928 with a p-value of 0.000 (p<0,05). While the average value of skills before receiving the training was 56.09±6.391 and the average after being given training was 90.70 and an elementary school of 5.029, with a p-value of 0.000 (p<0.05). The conclusion of the training using the simulation method is effective in increasing the knowledge and skills of nursing students in performing basic life support.