cover
Contact Name
Achmad Arifiyanto
Contact Email
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281252496386
Journal Mail Official
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23384344     EISSN : 2686200X     DOI : https://doi.org/10.23960/jbekh.vxxx.xxx
This journal focuses on the fields of Agricultural, Animal Sciences, Bioconservation, Biopharmacology, Biotechnology, Biomedical, Biological control, Behavioural ecology, Plant Sciences, Ecology, Fishery, Marine Biology, Fresh Water Biology, Microbiology, Immunobiology, Ecotoxicology, and Parasitology. This journal utilizes both the LOCKSS and CLOCKSS systems to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration
Articles 223 Documents
ESTIMASI TABLE RIPE BUAH PISANG MULI (Musa acuminata L.) BERDASARKAN LAJU RESPIRASI KLIMAKTERIK DAN UJI IODINE Arini Pradita Roselyn; Zulkifli Zulkifli; Ellyzarti Ellyzarti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.139

Abstract

Estimasi table ripe buah pisang Muli berdasarkan laju respirasi klimakterik dan uji iodine telah dilakukan pada bulan Maret 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan saat table ripe dari buah pisang muli terjadi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 tahap pematangan buah pisang Muli sebagai perlakuan dan 4 ulangan. Laju respirasi diukur menggunakan respirometer. Karbohidrat terlarut total diukur menggunakan metode fenolsulfur dan absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 490 nm. Pati dideteksi dengan uji iodine. Gula pereduksi dideteksi dengan metode Benedict. Data dianalisis ragam pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi dan kandungan karbohidrat terlarut total tertinggi terjadi pada tahap 5. Tahap 1 dan tahap 2 mengandung banyak pati, sedangkan tahap 3, 4, dan 5 mengandung sedikit pati. Kandungan pati tidak ditemukan pada tahap 6 dan 7. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 1 dan tahap 2. Pada tahap 3 mengandung banyak gula pereduksi sedangkan tahap 4, 5, and 6 mengandung sedikit gula pereduksi. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 7. Pada tahap 5 kulit buah pisang muli didominasi warna kuning dengan sedikit warna hijau sehingga dapat disimpulkan bahwa table ripe buah pisang Muli terjadi pada tahap 5.
PENGARUH ETHREL TERHADAP LAJU RESPIRASI DAN KANDUNGAN KLOROFIL PADA BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) SELAMA PEMATANGAN Ari Khusuma; Zulkifli Zulkifli; Tundjung Tripeni Handayani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.140

Abstract

Pengaruh ethrel terhadap laju respirasi dan kandungan klorofil buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) selama pematangan telah diteliti pada bulan Maret 2013. Penelitian ini dilaksanakan dalam rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah larutan ethrel 0%, 5%, 10%, 15% and 20% dengan 5 pengulangan. Parameter yang diamati adalah rata-rata laju respirasi dan kandungan klorofil 4 dan 8 hari setelah perlakuan. Laju respirasi diukur dengan respirometer sederhana. Kandungan klorofil diukur dengan spektorfotometer (645 dan 663 nm). Analisis ragam dan uji BNT dilakukan pada taraf 5%. Hubungan antara laju respirasi dan kandungan klorofil ditentukan dengan regresi. Hasil penetlitian menunjukkan bahwa ethrel dengan konsentrasi 15% meningkatkan laju respirasi 4 hari setelah perlakuan sedangkan konsentrasi 10% meningkatkan laju respirasi 8 hari setelah perlakuan. Konsentrasi ethrel 15% menurunkan klorofil a dan total 4 hari setelah perlakuan sedangkan konsentrasi 10% menurunkan klorofil a, b dan total 8 hari setelah perlakuan. Konsentrasi ethrel 15% merupakan konsentrasi optimal untuk meningkatkan laju respirasi dan kandungan klorofil. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa ethrel mempengaruhi laju respirasi dan kandungan klorofil buah jeruk nipis.
HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN AKIBAT RADIASI CAHAYA LAMPU MERKURI Rahmat Hidayat; Hendri Busman; Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.141

Abstract

Lampu merkuri menjadi salah satu pilihan karena memiliki umur nyala yang panjang, hingga 24.000 jam. Radiasi yang dipancarkan lampu ini bukan hanya dalam bentuk fisik tampak, tetapi juga berupa gelombang elektromagnetik dan akan berinterakasi dengan semua materi yang memiliki potensial listrik. Untuk melihat pengaruh radiasi cahaya lampu merkuri terhadap struktur tubulus ginjal mencit (Mus musculus L.) jantan maka telah dilaksanakan penelitian di laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung. Pembuatan preparat histologi ginjal dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional III Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2012. Kerusakan tubulus ginjal yang ditemukan dalam pemajanan 12 dan 16 jam/hari selama 21 hari berupa perdarahan intertubular, piknosis, karioreksis, kariolisis, kongesti, dan nekrosis. Perdarahan intertubulus hanya ditemukan pada perlakuan 4 jam/hari, sedangkan pada perlakuan 8 jam/hari ditemukan perdarahan intertubulus, piknosis, dan karioreksis.
PENGARUH RADIASI LAMPU MERKURI TERHADAP BERAT DAN PANJANG FETUS MENCIT (Mus musculus L.) Dewi Selvia; Nuning Nurcahyani; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.142

Abstract

Radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh lampu merkuri dapat mem- pengaruhi proses pembelahan sel embrio mencit. Radiasi yang mengenai sel embrio tersebut akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal dan mempengaruhi morfologi fetus mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi lampu merkuri terhadap berat dan panjang fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan pemajanan lampu merkuri selama 18 hari sebagai bentuk perlakuan terhadap mencit bunting. Hasil analisis ragam berat badan fetus dan panjang fetus menunjukkan perbedaan nyata terhadap kontrol, dan uji lanjut BNT 5% pada berat badan menunjukkan hasil bahwa semua perlakuan memiliki pengaruh yang berbeda, kecuali pada perlakuan pemajanan 12 jam/hari dan 16 jam/hari menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda. Panjang fetus kontrol menunjukkan perbedaan dengan semua perlakuan, tetapi pemajanan 4 jam/hari tidak berbeda dengan pemajanan 8 jam/hari, begitu juga antara pemajanan 12 dan 16 jam/hari tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN Feni Ismiyati; Nuning Nurcahyani; M. Kanedi
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.143

Abstract

Kebisingan adalah salah satu faktor stres bagi manusia. Stress karena bising dapat mempengaruhi sistem endokrin sehingga membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mem-buktikan bahwa kebisingan dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2013 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok diberi perlakuan kebisingan dengan intensitas kebisingan 85-90 dBA dengan waktu pemaparan 6, 8, 10 dan 12 jam/hari selama 21 hari. Tiap kelompok percobaan terdiri atas 5 individu mencit. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah mencit. Hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan dengan intensitas 85-90 dBA meningkatkan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Rerata kadar glukosa darah mencit jantan yang diberi perlakuan kebisingan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan kadar glukosa darah tertinggi pada pemaparan 12 jam/hari adalah 194 mg/dL.
HISTOLOGI TESTIS MENCIT (Mus musculus L.) MUDA DAN TUA YANG DIBERI EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.) Septiya Reni; M. Kanedi; Nuning Nurcahyani; Sutyarso Sutyarso
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.144

Abstract

INVENTARISASI JENIS – JENIS JAMUR PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KABUPATEN PESAWARAN Muhammad Irham Arfani; Yulianty Yulianty; Martha Lulus Lande
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.145

Abstract

Kakao merupakan komoditas unggulan yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten di Lampung termasuk Kabupaten Pesawaran. Budidaya kakao di Pesawaran masih bersifat tradisional sehingga menyebabkan tanaman kakao rentan terserang penyakit seperti jamur dan akhirnya menurunkan mutu dan jumlah hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis jamur patogen dan saprofit pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran dan Laboratorium Botani FMIPA Universitas Lampung, dari bulan Juli sampai Desember 2012. Pengambilan spesimen dilakukan secara eksploratif di lima Kecamatan di Pesawaran yaitu Punduh Pidada, Gedong Tataan, Tegineneng, Padang Cermin, dan Kedondong. Pengamatan gejala serangan berupa munculnya miselium dan bercak pada organ tanaman kakao dilakukan secara makroskopis dan pengamatan secara mikroskopis dilakukan untuk mengamati bentuk, warna, dan ukuran spora. Dari hasil penelitian ditemukan 16 jenis jamur yang tergolong dalam 4 kelas. Satu jenis termasuk kelas Oomycetes, Satu jenis termasuk kelas Zygomycetes, 13 jenis jenis termasuk kelas Deuteromycetes dan satu jenis termasuk kelas Basidiomycetes.
KETAHANAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) HASIL INDUKSI POLIPLOIDISASI DENGAN EKSTRAK UMBI KEMBANG SUNGSANG (Gloriosa superba L.) TERHADAP JAMUR Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby Mulya Sari; Eti Ernawiati; Rochmah Agustrina; Yulianty Yulianty
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.146

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh konsentrasi ekstrak umbi kembang sungsang (Gloriosa superba) yang optimum untuk menghambat perkembangan jamur Colietotrichum capsici dan memperoleh kultivar tanaman terong (Solanum melongena) yang tahan terhadap penyakit antraknosa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama, konsentrasi ekstrak (A): 25%, 50%, dan 75%. Faktor kedua, kultivar terong (B): Wulung, Pahala dan Patria. Parameter pengamatan meliputi persentase kerusakan daun, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman terong. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak umbi kembang sungsang berpengaruh terhadap persentase kerusakan daun, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman terong. Secara keseluruhan kombinasi perlakuan yang optimum untuk menekan perkembangan jamur C. capsici adalah konsentrasi 50% pada kultivar Wulung.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI AKTIVITAS ENZIM ALPHA-AMILASE PADA KECAMBAH KEDELAI PUTIH (Glycine max (L). Merill) DAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DI BAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET Widia Angraini; Sumardi Sumardi; Tundjung Tripeni Handayani; Rochmah Agustrina
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i1.147

Abstract

Kedelai putih (Glycine max (L.) Merill) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus) banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena kandungan protein dan karbohidratnya sangat tinggi. Saat berkecambah, karbohidrat dalam biji diurai menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh enzim alpha-amilase. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkecambahan biji adalah medan magnet karena dapat mempercepat perkecambahan, sintesis protein, dan aktivitas di dalam sel. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengetahui karakter enzim alpha-amilase pada perkecambahan biji kedelai putih dan kacang hijau yang diberi perlakuan medan magnet. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani dan Laboratorium Biomolekuler Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung dari bulan Mei sampai Juli 2012. Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah lama pemaparan medan magnet 0,1 mT terdiri dari: 0 menit (kontrol), 7’48’’, 11’44’’ dan 15’36’’. Parameter yang diukur adalah aktivitas enzim alpha-amilase pada hipokotil dan kotiledon kecambah pada umur yang berbeda. Perbedaaan aktivitas enzim alpha-Amilase dianalisis berdasarkan rata-rata aktivitas enzim pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi aktivitas alpha-amilase selama perkecambahan. Lama pemaparan medan magnet yang baik untuk meningkatkan aktivitas alpha-amilase dan mempercepat perkecambahan kedelai putih adalah 15’36’’sedangkan untuk kacang hijau adalah 11’44’’ dan 15’36’’.
TYPES AND ACTIVITIES OF DAILY INSECT POLINATORS IN ORDER GARDEN AND GARDEN FRUIT LIWA Devy Febriyanti; EMANTIS ROSA; Rochmah Agustrina
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v7i2.148

Abstract

Pollinator insects are insects that play a role in pollinating plants. This research was conducted in December-January 2020 at the Liwa Botanical Garden which aims to determine the types and daily activities of pollinator insects in the Liwa Botanical Garden Ornamental and Fruit Parks. The research used observation methods in 2 locations, namely Ornamental Gardens and Fruit Gardens. Pollinator insect sampling using a sweap net. The data obtained were analyzed descriptively. The results found that including pollinator insects in the Ornamental Park were 11 species and 165 individuals, namely (Junonia orithya, Hypolimnas bolina bolina, Neptis clinioides gunongensis, Oriens gola, Euploea mulciber, Elymnias panthera, Apis cerana, Apis florea, Xilocopa confuse, Lucilia sericerata, Coccinella septempuncata), in the Fruit Garden there were 6 species and 276 individuals, namely (Bactrocera dorsalis, Eurema blanda, Zizina otis, Ypthima baldus newboldi, Apis cerana, and Apis florea). Observation of Junonia orithya's daily activities starts in the morning at 08: 00-11: 00 WIB. Flying activities are initiated by the butterfly around the flower plant then perching on the leaves to sunbathe, suck nectar, suck minerals, suck nectar repeatedly, and look for a partner to carry out mating activities. Observation of daily afternoon activities was carried out at 14: 00-16: 00 WIB Junonia orithya was seen carrying out her activities such as in the morning. When the brightness starts to decrease for example due to rain, the butterflies will rest and take shelter under the leaves or bush environment.