cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DALAM USAHA BENGKEL SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN STRATEGI Muhammad Choirul Nisyam
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i1.678

Abstract

In developing a business workshop , garage entrepreneurs should be able menyesesuaikan general desire among consumers maintain quality , trust, loyalty and closeness with konsumen.Menggaris underscore the problems above , the need for a study to determine the direction of what are the attributes for desired by consumers terhada workshop JAYA MEKAR motors in kaitanya proposals for improving the quality and strategi.Salah one method that can capture the desires of consumers is Funcyion quality Deployment ( QFD ) Yag tool used to analyze customer need , and to know the SWOT Strengths , Weaknesses , opportunuties , Threats and strategies for the SWOT matrix SO ( Strength and Opportunities) , WO ( Weaknesesse and Opportunities) , ST ( Strength and Threats ) , and WT ( Weaknesess and Threats ) . Technical response in improving the quality of the bike shop on the House OF MEKAR JAYA Capacity Building Technical quality is the mechanical application of SOS ( service Operations , Done quickly and accurately , Development of communication skills , consistently 5S Implementation , leisure lounge area to relax , minimum stock Standardization spear parts , addition Free Hotspot area , fan , toilet , music , parts handling claims Development , Implementation and competition mechanical competence , Network Development authorized workshops , implementation of marketing programs servicing , workshop equipment Standards
PENERAPAN METODE ANTRIAN UNTUK MENGANTISIPASI TERJADINYA KEPADATAN JUMLAH ANTRIAN DI STASIUN BANYUWANGI BARU Harliwanti Prisilia
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.759 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i2.536

Abstract

Perkembangan dunia bisnis meningkat pesat saat ini terutama pada sektor jasa. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa segala aktivitas kita tidak lepas dari sektor jasa transportasi, telekomunikasi, Finansial, Hiburan, kesehatan dan sebagainya.Permintaan akan sektor jasa yang mengalami perkembangan adalah sektor tranportasi. Transportasi merupakan sarana perkembangan yang penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian dan mempengaruhi semua aspek kehidupan.Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui model antrian pada loket karcis Stasiun Banyuwangi Baru PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi IX Jember. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangan kebijakan bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan jumlah jalur pelayanan yang ideal dalam mengantisipasi terjadinya kepadatan jumlah antrian pada loket karcis kereta api kelas ekonomi.Teknik pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data tersebut diperoleh dari data keterlambatan kedatangan dan keterlambatan keberangkatan KA probowangi (kelas ekonomi) di stasiun Banyuwangi baru. Data tersebut di uji dengan menggunakan bantuan software QSB (Quantitative System for Business) sebagai penunjang proses pengambilan keputusan mengenai alternatif-alternatif jumlah fasilitas pelayanan (server).Hasil penelitian menunjukan bahwa maka penambahan fasilitas pelayanan (server) adalah solusi yang tepat untuk meminimalisasi apabila terjadinya kepadatan jumlah antrian yang disebabkan meningkatnya pengguna jasa angkutan kereta api tersebut. menunjukkan bahwa banyaknya individu dalam sistem antrian termasuk yang sedang diproses (L) adalah 6 orang jika menggunakan 1 server. Sedangkan alternatif dengan menggunakan 2 server, maka terdapat 1 orang dalam sistem. Kemudian alternatif dengan menggunakan 3 server, maka terdapat 0,867 orang dalam sistem.
PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR-FAKTOR DOMINAN (STUDI KASUS PADA PT. “X’’ DI KOTA AMBON) Novita Irma Diana Magrib
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v12i2.393

Abstract

Nowadays, along with the development of human civilization, there are modern companies which appear in numbers. It happens because of the development of technology and people’s skills as well. It is obviously will influence the production process and implementation. And, in fact, there are some companies whose production outcomes are the same with the other ones. Consequently, they compete to each other. In this thesis writing, the writer prefers the research on the effort of production quality improvement of physical. The Analysis is done with the helping tools of quality control. The tools used are (1) Control Chart P, is to measure the incompatibility for it does not support the specification (it is often called disabled parts) of some items in a group/subgroup which is being checked; (2) Pareto Diagram, is to interpret problems of any levels; (3) Cause an Effect Diagram, is to show cause factors and quality characteristic which is caused by those factors. The use of helping tools of quality control is chosen so as to the number and the cause of damages can be figured-out and handled early and properly. Based on the calculation Control Chart P, the product proportion which is rejected before the prevention is 8,34% from the total number of the disabled ones. On the contrary, the product proportion after the prevention is 5,75%. It shows that there is reduction, that is 31,06% compared to the previous prevention.
ANALISIS KUALITAS PADA PRODUK MEJA “IKEA CLASSICAL TABLE” DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. INTEGRA INDOCABINET SIDOARJO yustina ngatilah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v13i2.669

Abstract

Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas diikuti dengan kemajuan teknologi, setiap perusahaan berusaha menghadapi persaingan yang sangat ketat. Dengan meningkatnya persaingan menuntut perusahaan untuk selalu memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan, dengan mengerti kebutuhan konsumen serta memenuhi apa yang mereka harapkan. Konsumen sebagai pemakai produk semakin kritis dalam memilih produk, keadaan ini mengakibatkan peranan kualitas semakin penting. Berbagai macam metode dikembangkan untuk mewujudkan suatu kondisi yang ideal dalam sebuah proses produksi, yaitu zero defect atau tanpa cacat. Integra Indocabinet merupakan salah satu perusahaan yang bergerak furniture. Namun hingga kini perusahaan masih mengalami permasalahan terutama pada departemen processing yang dimana terjadi 2 proses yaitu moulding dan sanding, yaitu bagaimana cara mengurangi tingginya tingkat kecacatan produk pada proses tersebut khususnya pada produk meja ”IKEA classical table” yang paling diminati oleh konsumen. Tujuan dari penelitian adalah memberikan usulan dalam hal meningkatkan kualitas untuk mengurangi defect yang dominan dan mengidentifikasi faktor-faktor terjadinya kecacatan produk dengan menggunakan Metode Six Sigma. Sehingga pada akhirnya perusahaan dapat melakukan perbaikan yang menguntungkan bagi semua bagi semua pihak.Pengukuran tingkat kapabilitas proses, dan juga perbaikan untuk mencapai hasil yang menunjukkan pada tingkat kegagalan nol ( zero defect ). Berdasarkan hasil penelitian dari total produksi sebesar 17625 total defect sebesar 530 dengan prosentase defect sebesar 3 % dan nilai sigma 4,09 sigma. Dan untuk nilai indeks kapabilitas proses diperoleh 1,92 yang berarti bahwa proses produksi dianggap cukup mampu untuk bersaing dengan perusahaan lain serta memiliki kesempatan terbaik dalam melakukan program peningkatan Six Sigma, sedangkan untuk prioritas tindakan perbaikan yang diusulkan berdasarkan nilai RPN 294,yaitu pada bagian inspeksi yang diharapkan untuk lebih memperketat kontrol material sebelum diproses .
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA PENGELASAN SUPPORT DENGAN REKAYASA NILAI DAN ERGONOMI (STUDI KASUS: PT. PRIMAKARYA JAYA SEJAHTERA) Khusnul Ma’arif; Deny Andesta; Said Salim Dahda
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

PT. Primakarya Jaya Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pemeliharaan, perawatan, overhaul, steam turbin, compressor, blower, pompa air.Aktifitas dalam pengelasan yang sering dilakukan yaitu pembuatan penopang (support) yangdigunakan untuk menahan line pipe dan Support Pump. Support yang diproduksi perusahaan memiliki dimensi yang bervariasi sesuai dengan permintaan dan bermacam bentuk,dengan menggunakan mesin las listrik. Setiap operator melakukan aktivitas pengelasan dengan fasilitas bantu yang ada sejajar dengan lantai, sehingga mengharuskan operator cenderung menghasilkan posisi duduk jongkok, punggung membungkuk, mengabaikan prinsip-prinsip kerja ergonomis, yang mengakibatkan ketidaknyamanan kerja(kelelahan). Keadaan ini beresiko menimbulkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alat bantu pengelasan support dengan harapan untuk memperbaiki postur pekerja operator las saat melakukan aktivitas pengelasan melalui konsep Rekayasa Nilai, dengan penerapan prinsip ergonomi terutama dalam hal penentuan dimensi ukuran-ukurannya yang akan mengaplikasikan data anhtropometri yang relevan. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi fasilitas kerja pengelasan, posisi postur tubuh pekerja, ketidaknyamanan operator (mengenai keluhan dan harapan operator untuk sikap kerja melalui analisis kuisioner nordic body map). Kemudian hasilnya diterjemahkan menjadi konsep perancangan alat bantu pengelasan, yaitu berupa meja dudukan benda kerja pengelasan support. Tahapan kedua adalah memunculkan alternatif- alternatif alat bantu. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis terhadap alternatif- alternatif alat bantu yang muncul. Tahapan keempat dilakukan analisa biaya dan perhitungan value dengan menggunakan nilai performansi diperoleh dari hasil tahapan ketiga. Dan tahapan kelima akan dipersentasikan alternatif terbaik yang terpilih dengan nilai (value) tertinggi yaitu 1,31, serta akan disajikan laporan lengkap hasil analisa. Dari hasil penggunaan alat bantu ini terdapat perbaikan postur kerja operator padasaat melakukan aktivitas pengelasan, sehingga operator berada dalam kondisi yang aman.
ANALISA PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK UNTUK PROMOSI JABATAN SUPERVISOR DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. KARYA INDAH ALAM SEJAHTERA Rahmad Puji Darmawan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v17i2.561

Abstract

PT. KIAS (Karya Indah Alam Sejahtera) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industry minyak goreng. Proses produk utamanya adalah minyak goreng yang terbuat dari bahan baku kelapa sawit. Dalam melaksanakan operasional perusahaan PT. KIAS memiliki cukup banyak karyawan berbakat ditiap bagian bidang kerjanya khususnya didepartement Filling Marsho. Tetapi berdasarkan hasil pengamatan awal peneliti dalam penentuan karyawan terbaik untuk promosi jabatan oleh deprtemen sumber daya manusia di PT. KIAS masih belum ada secara objektif. Karyawan yang dipilih berdasarkan usulan dari tiap masing-masing grup. Selama ini kinerja karyawan dinilai dari sisi absensi dan masa kerja karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan memilihan karyawan terbaik untuk promosi jabatan supaya memberikan motivasi dan semangat kerja terhadap karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP (Analitycal Hierarchy Process). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan AHP, diperoleh prioritas kriteria yang paling penting dalam pemilihan karyawan terbaik untuk promosi jabatan, dimana tingkat kriteria Tanggung Jawab adalah kriteria yang paling berpengaruh dengan nilai bobot 0.324, selanjutnya Loyalitas dengan nilai bobot 0.195, Attitude 0.151, Keterampilan 0.130, Kerjasama Tim 0.111, dan Disiplin 0.089 menjadi prioritas perusahaan dalam memilih karyawan terbaik untuk promosi jabatan
Perencanaan Persediaan Bahan Baku Multi-Item Dengan Mempertimbangkan Masa Kadaluarsa Dan Unit Diskon (Studi Kasus : UD Burno Sari, Durenan, Trenggalek) Alvian Dwi Cahyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.159 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.517

Abstract

Persediaan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku/bahan setengah jadi/barang jadi untuk dapat memastikan lancarnya suatu sistem produksi atau kegiatan bisnis bagi suatu perusahaan/industri. Bagi perusahaan/industri yang bergerak dalam menghasilkan produk perishable (penurunan nilai setelah waktu tertentu), seperti pada perusahaan/industri makanan dan bahan kimia, masa kadaluarsa bahan baku/barang merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam perencanaan model persediaan. Metode EOQ (Economic Order Quantity) adalah sebuah metode persediaan barang yang dapat digunakan untuk mengetahui berapa jumlah persediaan terbaik yang dibutuhkan perusahaan untuk menjaga kelancaran proses produksinya. Metode ini dapat digunakan perencanaan secara berulang-ulang sesuai kebutuhan, maka dari itu dipilih Metode EOQ ini sebagai metode yang paling tepat untuk merencanakan pesanan bahan baku dengan mempertimbangkan masa kadaluarsa untuk tahun-tahun berikutnya.
PENERAPAN FLOW SHOP SCHEDULLING PRODUKSI DI PT. ABHIJANA JAYA BRAJA SEJAHTERA Darmadi Darmadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v20i1.885

Abstract

Salah satu permasalahan dalam sistem produksi adalah mengatur penjadwalan kerja (jobs) agar kebutuhan konsumen terpenuhi. Oleh karena itu perusahaan PT Abhijana Jaya Braja Sejahtera dalam industri fasterner manufacktur adalah dengan menggunakan sistem penjadwalan flow shop, Karena penjadwalan dalam sistem flow shop ini akan lebih efisien sehingga memudahkan perusahaan untuk meminimumkan waktu pennyelesaian produksi secara keseluruhan. Data diambil dari catatan produksi perusahaan, hasil pengamatan didapatkan rata – rata 5.40 jam untuk memproduksi 100 kg / jam, setelah di analisa menunjukkan waktu normal 4.86 jam dibawah waktu standartnya 5.73 jam. Jadi Dari data yang diamati, dibuktikan bahwa waktu normal lebih rendah. sehingga metode flow shop schedulling menunjukkan efisien waktu secara signifikan.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI GULA MERAH (Studi Kasus : Kelurahan X – Kaltim) Wahyuda Wahyuda
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 10 No 2 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v10i2.384

Abstract

Pohon kelapa keberadannya bisa bermakna ganda, sebagai pelestari lingkungan pantai dan sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai. Kelurahan X merupakan salah satu lokasi sentra industry gula merah kelapa. Seperti banyak pelaku usaha ini di kawasan lain, kondisinya juga sangat memprihatinkan secara financial, padahal bila dikelola dengan baik maka industry gula merah kelapa ini sangat menjanjikan upah di atas Upah Minimum Propinsi. Studi kelayakan ini dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan mengumpulkan data primer dan sekunder baik data formal maupun non formal. Hasil yang didapat adalah sentra industry gula merah kelapa sangat layak untuk didirikan dengan menjanjikan penghasilan di atas Upah Minimum Propinsi Kalimantan Timur.Peluang pasarnya juga masih terbuka lebar. Layak secara ekonomis dengan nilai NPV Rp 79.983.975, ROR 5,1 % dan Pay Back Period 22 bulan.
ANALISIS PERBAIKAN KUALITAS PADA PRODUKSI PHYTHALITE ANHYDRITE DENGAN PENDEKATAN DMAIC ainul rozi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i2.583

Abstract

Petrowidada Gresik merupakan perusahaan yang memproduksi phythalie anhydrite yang merupakan bahan baku dari industri plastik dan bahan pembuat cat. Pada perbaikan proses ini, dilakukan penggunaan tahapan Six Sigma yang dikenal sebagai DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control), dimana dalam tiap tahapannya digunakan berbagai kombinasi alat (tools) baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif secara flekasibel dan konteksual. Berdasarkan hasil penelitian. Pada tahap Define dilakukan pengumpulan data produksi untuk mengetahui defect produk serta menentukan tujuan proyek six sigma. Pada tahap Measure dilakukan identifikasi critical to quality (CTQ) terdapat 3 CTQ yaitu Purity, Density, Acidity serta melakukan pengukuran nilai DPMO, Level sigma dan COPQ. Pada tahap Analyze mencari penyebab terjadinya cacat pada produk phythalie anhydrite dengan tools FMEA adapun tiga RPN tertinggi adalah akurasi pengukuran yang rendah, sistem kerja dan komponen tercampur. Setelah diketahui penyebab terjadinya jenis cacat, dilakukan tahap Improve. Tindakan perbaikan yang diimplementasikan berdasarkan tiga nilai RPN tertinggi yaitu membuat instrumentasi untuk mengukur sifat kimia dan fisika material, melaksanakan kerja sesuai standart operasional prosedur , serta menjaga suhu destilasi secara konstan. Adapun nilai DPMO dan Level sigma Purity, Density dan Acidity berturut-turut setelah tahap implementasi sebesar 93.580 (2,82), 76.365 (2,93), 81.618 (2,89) dengan COPQ sebesar Rp 323.250.000. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan tahap Control. Dengan mengontrol uji tingkat kecacatan produk dengan menggunakan xbar R-chart dan menentukan kapabilitas produksi.