Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles
258 Documents
APLIKASI PEMETAAN ALIRAN NILAI DI INDUSTRI KECIL SARUNG TENUN
Said Salim D
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 10 No 2 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v10i2.381
Pemetaan aliran nilai telah menjadi langkah yang tepat dalam proses mengidentifikasi waste dan megetahui langkah peningkatan area yang menjadi sumber waste yang terjadi pada industri lecil sarung tenun. Pemetaan aliran nilai digunakan untuk memetakan aktivitas pada rantai pasok perusahaan sehingga aktivitas yang tidak bernilai tambah dapat diketahui. Hasil pemetaan akan menjadi landasan penting didalam mengetahui waste yang terjadi pada industri sarung tenun yaitu cacat, kelebihan produksi dan persediaan yang tidak penting. Dengan adanya waste yang terdeteksi dapat diketahui upaya untuk mengidentifikasi perbaikan perusahaan sesuai yaitu Process activity mapping, Supply chain response matrix, Quality filter mapping, Demand amplification mapping. Masalah prioritas perbaikan yang ada dan memiliki dampak yang signifikan pada rantai pasok sehingga tidak terjadi pemborosan biaya dan waktu program perbaikan.
PENGEMBANGAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK BATIK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS VALUE CHAIN
Suhartini Suhartini
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v15i2.540
Batik industry development is very rapid. This will increase the economic value added and employment.and expected to increase in country's foreign exchange. This purpose can be success with approach strategy is value chain analysis and implemented, SWOT, Competitiveness Diamond and Critical Success Factor. Value Chain Analysis can be used as a strategic analysis tool for better understanding of the competitive advantage, which the company can increase the value added (value added) and a decrease in cost to make the business more competitive. The result of this study is recommendations of strategic. The recommendation can be increase of batik industry productivity.
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DAN OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
Wahyu Eko Cahtono;
Heris Subiyono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v7i2.371
Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran, dan pengendalianyang secar tepat dan tepat dan secara menyeluruh yang dapat memberikan kerangakakerja dan berfikir yang integrasif serta pemahaman manajer tentang performance bisnis.Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif, yaituperspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran.Melalui mekanisme sebab akibat, perspektif keuangan menjadi tolak ukur utama yangdijelaskan untuk tolak ukur operasioanal pada tiga perspektif lainya sebagai leadindicators. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecarddan Objective Matrix dapat disimpulkan bahwa kinerja di Balai Pelayanan TeknisIndustri Logam dan LIK Sidoarjo mengalami peningkatan sebesar 0.42 dari tahunsebelumnya, tetapi performansinya harus tetap ditingkatkan lagi karena masih beradadidalam indikator kuning.Hasil dari pengukuran kinerja ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan guna meningkatkan kinerja yang ingin dicapai di Balai Pelayanan Teknis Industri Logam danLIK Sidoarjo, serta dapat menghasilkan suatu rancangan kinerja yang berguna dalammeningkatkan kinerja perusahaan.
PENGUKURAN KINERJA MESIN PRODUKSI DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DI PROSES PRODUKSI PEMBUATAN BOTOL KEMASAN OLI PERTAMINA DI PT. BUMIMULIA INDAH LESTARI CABANG GRESIK
Dody Hari Muda Alala
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v18i1.576
PT. Bumimulia Indah Lestari-Gresik sebagai industri pembuatan kemasan plastik yang khusus memasok botol kemasan oli pertamina dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dibuat agar tetap dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Hal ini sejalan dengan jumlah demand yang menunjukkan tren kenaikan. Akan tetapi adanya kinerja salah satu mesin produksi yang tidak berjalan secara optimal menyebabkan hasil output produksinya rendah. Dari permasalahan ini maka bagaimana pengukuran OEE sebagai dasar usulan rancangan perbaikan untuk meningkatkan kinerja mesin produksi tersebut sehingga mencapai standar Nilai Kelas Dunia.Dalam melakukan peningkatan kinerja tersebut, maka digunakan aplikasi metode OEE, TPM, Diagram Fishbone, Diagram Pareto dalam penyelesaian masalah yang terjadi.Hasil perhitungan OEE menunjukkan bahwa mesin B17 mempunyai nilai OEE terendah dibandingkan Mesin B27 dan Mesin B41 yaitu sebesar 74.09%. Hal ini disebabkan karena 2 faktor yaitu Faktor Performance (82.59%) dan Faktor Quality (95.93%). Hasil dari analisis bahwa Faktor Performance (Unplanned Down Time) yang terbesar akibat Punching Patah sebesar 61.60 jam (31.46%) dan Faktor Quality (Produk Cacat) yang terbesar akibat Tercampur Material Asing sebesar 51,837 pcs (38.12%).Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dibuatkanlah suatu rancangan usulan perbaikan berdasarkan prioritas masalah kritis yang terjadi untuk meningkatkan kinerja peralatan di Mesin B17.
MENENTUKAN JUMLAH KARYAWAN YANG OPTIMAL DAN MENGALOKASI KARYAWAN PADA PEKERJAAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUANNYA DENGAN WORKLOAD DAN JOB ANALYSIS
Asheptya Kurniawan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v13i1.404
CV. Globalindo merupakan suatu oerusahaan dagang yang menjual telepon seluler (ponsel), kartu seluler, aksesoris dan jasa servis (reparasi). Saat ini CV. Globalindo memiliki satu counter pusat dan empat counter cabang, yaitu Counter I, Counter II, Counter III dan Counter IV. Dalam penelitian ini akan dilakukan perhitungan beban kerja pada setiap karyawan dan setiap tim di CV. Globalindo dengan pendekatan Workload Analysis. Setelah beban kerja dari tiap tim diketahui, dilakukan analisa untuk menentukan jumlah karyawan yang optimal pada setiap tim yang akan diusulkan pada pihak perusahaan. Setelah diketahui jumlah karyawan yang optimal masing-masing tim, dilakukan Job Analysis untuk mengalokasikan karyawan pada pekerjaan berdasarkan kemampuannya.Dari hasil peelitian ini diketahui bahwa jumlah keseluruhan karyawan di CV. Globalindo sudah optimal yaitu 33 orang. Akan tetapi jumlah karyawan dari tiap tim masih belumoptimal dan beban kerja kurang merata.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI BERBASIS KOMPUTER DIGUDANG MATERIAL PT. ISP
Deddy Prastiyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.428 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v14i1.680
Gudang material adalah tempat untuk menyimpan bahan material yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi. Petugas administrasi gudang dituntut supaya lebih cepat dalam melakukan proses pembuatan dokumen kedatangan barang dan pengeluaran barang serta update kartu stok barang. Akan tetapi sistem kerja yang masih manual membuat kinerja petugas gudang masih lambat. Dari permasalahan ini bagaimana membuat sebuah sistem informasi administrasi gudang supaya proses administrasi bisa dilakukan dengan cepat dan lebih mudah. Untuk memudahkan dan mempercepat administrasi gudang, maka dibuatlah sistem informasi administrasi gudang yang berbasis komputer dengan menggunakan software Microsoft Access. Kondisi riil petugas gudang dalam membuat dokumen penerimaan barang membutuhkan waktu rata-rata 12,14 menit dan 9,99 menit untuk membuat dokumen pengeluaran barang. Sedangkan dari hasil penelitian dengan menggunakan program komputer, hanya butuh waktu 3,94 menit untuk membuat dokumen penerimaan barang dan 3,46 menit untuk membuat dokumen pengeluaran barang. Dengan menggunakan komputer, pekerjaan membuat dokumen penerimaan barang lebih cepat 8,2 menit atau 67,5%, sedangkan untuk membuat dokumen pengeluaran barang bisa lebih cepat 6,59 menit atau 65,3%.
PERENCANAAN PRODUKSI PUPUK GUANOKU UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN KONSUMEN DI UD. PUPUK GUANOKU DENGAN PENDEKATAN SIMULASI
Safiut Taslim
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7.778 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v15i2.541
Proses produksi pada suatu perusahaan dapat berlangsung dengan baik jika sistem dalam perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. Ukuran kesuksesan dalam suatu sistem produksi dalam perusahaan dapat dinyatakan dalam bentuk besarnya produktivitas atau besarnya output dan input yang dihasilkan.Metode Pendekatan simulasi untuk merencanakan proses produksi guna memenuhi permintaan konsumen di lakukan dengan perencanaan model simulasi dari sistem nyata. Kemudian dilakukan pemodelan simulasi dengan software Arena untuk menentukan model yang paling optimal pada proses produksi Pupuk Guanoku granule dan cair pada UD. Pupuk Guanoku.Hasil simulasi proses produksi pada pembuatan model awal simulasi sistem produksi pupuk guanoku dari sistem nyata. Dengan output granule : 279 dan cair : 1312 dan dilakukan hipotesis kesamaan 2 rata-rata antara sistem nyata dengan model awal simulasi. Dengan nilai P-Value = 0.132 untuk granule dan P-Value = 0.809 untuk cair
APLIKASI TEORI HIMPUNAN FUZZY DALAM PENENTUAN UKURAN PEMESANAN YANG EKONOMIS
Said Salim Dahdah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7.778 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v12i2.395
Dalam dunia nyata, ketidakpastian banyak meliputi hal-hal yang berkaitan dengan proses pengambilankeputusan. Termasuk pengambilan keputusan dalam penentuan ukuran pemesanan yang ekonomis.Ketidak pastian permintaan yang sering terjadi dalam pengambilan keputusan ukuran pemesanan yangekonomis. Ketidakpastian yang dinyatakan dalam linguistik sangat tepat jika didekati dengan bentuk fuzzy. Penentuan ukuran pemesanan yang ekonomis dalam keadaan fuzzy diselesai menggunakan aturan aritmaika fuzzy akan menghasilkan himpunan fungsi keanggotaan ukuran pemesanan dan biaya persediaan. Dengan menggunakan metode centroid untuk proses deffuzzifikasi dihasilkan ukuran pemesanan yang optimal dengan biaya persediaan yang minimal. Dalam keadaan variabel permintaan konstan didapat ukuran pemesanan yang ekonomis sebesar 300 unit dengan biaya persediaan sebesar Rp. 150.000,-. Jika variabel permintaan dalam keadaan fuzzy dengan bentuk segitiga simetris didapat ukuran pemesanan sebesar 298 unit dan biaya persediaan sebesar Rp. 150.366,- Dan peningkatan dan akan mempengaruhi penentuan ukuran pemesanan yang ekonomis dan biaya persediaan.
ANALISA KESEIMBANGAN LINTASAN DAN EVALUASI CONTINOUS LOOP CONVEYOR UNTUK MENGURANGI DELIVERY TIME DENGAN PENDEKATAN SIMULASI
Danil Setiawan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v13i2.671
Keseimbangan lintasan ( line balancing ) produksi merupakan suatu hal yang penting dalam suatu perusahaan. Keseimbangan lintasan tersebut diperlukan agar memiliki pembebanan yang berimbang sehingga aliran produk dapat berjalan dengan lancar. Dengan metode Rank Positional Weight perusahaan wiring harness PT Indoprima Gemilang mendapatkan effisiensi sistem 93.89 % dan balance delay 6.11 %, melalui penentuan presedence diagram, presedence matrik, serta proses peta kerja, dan menggunakan evaluasi continous loop conveyor sebagai acuan untuk menentukan delivery time dan waktu baku yang dibutuhkan sebagai acuan untuk setting kecepatan optimal konveyor yaitu 333 mm/det sehingga menghasilkan output 1375 set perbulan. Dari model tersebut kemudian dimodelkan kedalam software arena untuk mendapatkan gambaran umum, khususnya untuk melihat output yang ada dari kondisi awal 6 operasi menjadi 5 stasiun operasi
ANALISIS PENGARUH KOMPONEN TEKNOLOGI TERHADAP DAYA SAING UKM INDUSTRI GENTENG
Dwi Sulisworo;
Dwi Sulisworo;
Siti Mahsanah Budijati;
Mandasari Wahyu Hutami
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 1 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7.778 KB)
|
DOI: 10.30587/matrik.v7i1.362
Sentra industri genteng di daerah Sokka Kebumen yang dikelola oleh UKM, merupakan salah sentra industri yang menjadi andalan Kabupaten Kebumen pada khususnya. Sentra industri ini diharapkan dapat berkembang dan menjadi percontohan UKM dari daerah lain. Penelitian ini ditujukan pada pengukuran kemampuan internal dalam melakukan proses transformasi (proses produksi) dengan dukungan empat komponen teknologi. Diharapkan informasi yang menggambarkan kemampuan teknologi perusahaan genteng dapat diungkap untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Selain perusaahaan dapat melakukan identifikasi teknologi yang relevan untuk digunakan.Teknologi yang dijabarkan dalam penelitian sebagai fasilitas transformasi dalam proses produksi, terdiri dari 4 komponen teknologi, yaitu fasilitas fisik (technoware), sumber daya manusia (humanware), informasi (infoware) dan organisasi perusahaan (orgaware) atau yang biasa disebut dengan Teknometrik. Data yang diambil berasal dari kuesionair teknometrik dan kuisioner AHP.Hasil penelitian menunjukkan untuk perusahaan dengan jenis usaha rumah tangga terdapat 4 perusahaan dan mempunyai nilai TCC yang sama yaitu sebesar 0.16 dengan perincian Technoware berkisar antara 0.22 sampai 0.23, Humanware bernilai sama yaitu sebesar 0.14, Infoware berkisar antara 0.13 sampai 0.14 dan Orgaware berkisar antara 0.16 sampai 0.17. Untuk perusahaan dengan jenis usaha UD berjumlah 16 perusahaan dan mempunyai nilai TCC berkisar antara 0.15 sampai 0.19 dengan perincian Technoware berkisarantara 0.21 sampai 0.3, Humanware berkisar antara 0.14 sampai 0.15, Infoware berkisar antara 0.12 sampai 0.18dan Orgaware berkisar antara 0.16 sampai 0.17..2