cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
USULAN IMPLEMENTASI GREEN PRODUCTIVITY UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN DI PT SAMATOR INTIPEROKSIDA Taufan A. Pradana; Eko Budi Leksono; Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v17i2.563

Abstract

PT. Samator adalah salah satu perusahaan yang memproduksi Hidrogen Peroksida (H2O2). Dalam proses produksi H2O2 menghasilkan limbah cair berupa residue H2O2 dengan kadar 15% dan jumlah sebanyak 30.000 liter/hari yang memiliki potensi pencemaran lingkungan dengan nilai EPI perusahaan bernilai negatif yaitu -4,51. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan PT Samator buruk. Digunakan metode Green Productivity sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan harapan bisa meningkatkan produktivitas dan kinerja lingkungan secara bersamaan dan mengidentifikasi adanya waste reduction. Alternatif yang diusulkan yaitu pembuatan Unit Evaporator, diharapkan dapat mengolah kembali limbah H2O2 dengan kadar 15% menjadi H2O2 dengan kadar 49%,. Alasan pemilihan alternatif, dari segi finansial perusahaan memperoleh pendapatan dari hasil penjualan jika dapat menjual produk sebanyak 360 jerigen sebesar Rp. 17.172.000, estimasi produktivitas sebesar 153,1%, dan besar pengurangan limbah sebesar 100% karena bahan baku yang digunakan untuk membuat produk H2O2 membutuhkan semua limbah
ANALISA KETERKAITAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING Hendra Hariyadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.519

Abstract

Meningkatkan produktivitas adalah sebuah perhatian utama berbagai industri, sebagai perusahaan efektivitas dan efisiensi dari sumber daya ke dalam produk yang dapat dipasarkan dan menentukan keuntungan bisnis. Sebagai akibatnya, berbagai indikator dan faktor yang dapat dipertimbangkan telah diarahkan untuk dapat meningkatkan produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja, keselamatan, dan kesehatan, terhadap produktivitas kerja, dan (2) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja terhadap keselamatan, serta (3) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja terhadap kesehatan.Obyek penelitian ini dilakukan pada industri oil and gas berkelas industri besar, yaitu LPG Plant Media Energy, PT. Media Karya Sentosa Gresik. Data yang digunakan berasal dari data kuisioner yang kembali dan layak untuk diolah sejumlah 108 responden, yang merupakan karyawan PT. Media Karya Sentosa Gresik. Data direkap dengan perangkat lunak SPSS 11 dan menggunakan AMOS 16 untuk mengolah data secara statistik dengan metode Structural Equation Modeling (SEM).Dengan SEM, diperoleh faktor Lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung positif dan tidak signifikan terhadap keselamatan kerja, Kesehatan kerja dan produktivitas kerja. Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif secara tidak langsung terhadap produktivitas kerja melalui keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Keselamatan kerja memiliki pengaruh langsung negatif namun tidak signifikan terhagap produktivitas kerja, Faktor kesehatan kerja memiliki pengaruh langsung positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja,
PERANCANGAN MEJA PUTAR ROLL WELDING SEBAGAI ALAT BANTU PENGELASAN (STUDI KASUS : ART WELDING PT. MECO INOXPRIMA) Imam kholiq Imam Imam
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v20i1.952

Abstract

Welding that produces a quality connection and is very possible to connect metal by welding in various shapes and positions. Therefore the welding process must require a practical material supporting device and in accordance with the needs of all welding positions which will facilitate and provide welder comfort in welding. So that the results of maximum and quality welds (good hasis las visually) are produced in this study the type of connection used is angular joints with the aim of designing and making tools to get the results of welding joints and comparing the distortions that occur between using desk tools rotate and without using tools. In this study Gtaw welding was used with the brand DC ARC WELDER with type Bz-300F-3 and filler type ER 308L, Voltage 20-30 V, travel speed 60 mm / min and variations of Flow (A) namely 100 A, 125 A and 150 A. with a diameter of 2.4 mm as a filler. The study was limited to the design and manufacture of tools and measurements of distortion carried out 20 times. Distortion measurement uses a dial indicator with a starting point / zero point on the end of the test object and the end point in the weld joint area. The results show that the use of roll welding tools can reduce the occurrence of distortion. The smallest value of distortion is obtained using a roll welding rotary table tool which is equal to 0.33 degrees, while the smallest value of distortion without using roll welding is 1.33 degrees. And the use of roll welding rotary table aids can reduce welding defects reduce setup time and can increase production volume which results in a decrease in production costs, making it quite feasible and efficient in terms of the economy.
MANAJEMEN KUALITAS PADA SUPPLY CHAIN KEMASAN GELAS DI PT. IGLAS (PERSERO) SURABAYA Elly Ismiyah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.386

Abstract

Kualitas adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu industri di tengah persaingan. PT.Iglas (Persero) merupakan salah satu produsen kemasan gelas perlu memandang kualitas tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga dari proses-proses lain dalam supply chainnya karena problem-problem kualitas tidak hanya terjadi pada proses produksi saja tetapi juga pada proses-proses lain dalam supply chain. Dengan konsep Supply Chain Quality Management (SCQM), masalah kualitas yang ada pada supply chain kemasan gelas di PT.Iglas (Persero) Surabaya akan diteliti dan dianalisa. Pada setiap stage supply chain diidentifikasi masalah kualitas yang terjadi, dari jenis cacat yang ditemukan kemudian dibuat pareto diagram untuk mengetahui cacat kritisnya dan cause effect diagram untuk mengidentifikasi penyebabnya. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui praktek manajemen kualitas perusahaan melalui framework yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini selain cacat-cacat yang terjadi pada stages supply chain kemasan gelas, juga menyajikan upaya-upaya perusahaan maupun bersama anggota supply chain lain untuk meningkatkan kualitas kemasan gelas, posisi perusahaan dalam tingkatan praktek manajemen kualitas dan usulan perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat.
PENDEKATAN RISK MANAGEMENT & ANALISIS SWOT UNTUK MENGANTISIPASI PENURUNAN LABA DI ECOS MINIMART GRESIK hari bahari; Eko Budi Leksono; Elly Ismiyah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i2.585

Abstract

Retail industry in Indonesia is growing rapidly and cause a very tight competition. Competition in the retail business by the nature of the retail business which is very difficult to differentiate, so many retail businesses are closed. Understanding the scope of the retail business means understanding management related to finance, marketing, and operational resources. Including the risks to be faced. Then there should be a risk management against targets retail market. Risk management is basically a series of processes are performed to minimize the level of risk to the acceptable range. In this research, risk management approach and SWOT analysis to anticipate the decline in retail profit. The purpose of risk management is to establish the context of risk, risk identification, risk analysis, risk evaluation and risk treatment. Failure mode effect analysis (FMEA) is one application of risk management to measure severity, occurance and detection. From the results of severity, occurance and detection calculated risk priority number (RPN) to do the elimination of the cause of the risk based on the highest RPN. Furthermore, the risk with the highest RPN do risk treatment recomendation.Risk treatment could be strength based on the internal and external aspects by integrating with SWOT analysis. The results of SWOT analysis integration into FMEA is used to determine the appropriate risk treatment measures based on the preference score. Based on risk management approach and SWOT analysis its can be recomended risk treatment produced with preference value score that is greater than the risk of treatment initial conditions. At the risk of shortage of operational costs for credit limit smelting employee cooperative members (KKS). Treatment of the initial condition is to limit the risk of a credit limit in accordance with the conditions Ecos Minimart with score 1.39 preference value, whereas the recomended risk treatment is to change the credit limit system into a system of deposit to the value of the preference score of 1.45, as well as other risk treatment.
ANALISIS SISTEM PELAYANAN ANTRIAN DI JEMBATAN TIMBANG PT. SADP GRESIK Tommy Iskandar
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.552

Abstract

Jembatan timbang PT. Sentana Adidaya Pratama (PT.SADP) adalah jembatan timbang yang melayani penimbangan aktifitas bongkar muat dipelabuhan milik PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT.WINA). Jembatan ini dikhususkan untuk melayani aktifitas pembongkaran pupuk curah.Tingkat kedatangan truk yang melintasi jembatan timbang lebih besar daripada tingkat pelayanan atau waktu pelayanan yang diberikan, sehingga akan terjadi antrian. Untuk itu perlu dilakukan analisis sistem pelayanan antrian pada loket masuk kendaraan di jembatan timbang agar didapatkan suatu hasil hasil yang lebih optimal.Dalam menganalisis sistem pelayanan antrian ini, maka diaplikasikan teori antrian dengan bantuan simulasi komputer menggunakan software Arena versi 12.0 pada jalur kendaraan. Tingkat kegunaan fasilitas pada kondisi nyata adalah 96 % dengan rata-rata waktu menunggu dalam antruan adalah 1152 detik.Dari hasil simulasi, dengan melihat tingkat kegunaan fasilitas / utilitas pada proses pelayanan yang sangat tinggi, maka perlu adanya suatu penambahan fasilitas jembatan timbang / loket. Dapat dilihat tingkat kegunaan fasilitas setelah adanya dua rancangan usulan, yang pertama dengan penambahan 1 fasilitas jembatan timbang, rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang A adalah 46,3 % dan rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang B adalah 46,1 %. Dan yang kedua dengan penambahan 2 fasilitas jembatan timbang, rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang A adalah 33,2 % dan rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang B adalah 29,2 % dan di jembatan timbang C adalah 31,7 %.Dari keterangan diatas dengan memperhitungkan rata-rata waktu menunggu dijembatan timbang dan tingkat kegunaan fasilitas dapat diambil kesimpulan bahwa model usulan skenario 1 dengan penambahan 1 fasilitas jembatan timbang, adalah model yang bisa memberikan hasil yang lebih baik.
PERANCANGAN ULANG PRODUK BOTOL TUMBLER DENGAN MEMPERTIMBANGKAN USER EXPERIENCE MENGGUNAKAN METODE GENEVA EMOTION WHEEL (GEW) (Studi Kasus: Starbucks Samarinda) Lina Dianati Fathimahhayati; Amalia Dwi Irawati; Yudi Sukmono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i2.715

Abstract

Banyaknya produk yang beredar adalah salah satu tantangan besar suatu perusahaan dalam meraih kesuksesan penjualan. Tumbler adalah salah satu barang yang cukup banyak digunakan oleh manusia. Salah satu jenis tumbler yang diminati masyarakat adalah tumbler keluaran salah satu kedai kopi terkenal yaitu Starbucks. Fungsi botol tumbler sendiri sangat membantu dalam kemudahan membawa minuman dan berperan penting terhadap kelestarian lingkungan karena mengurangi penggunaan botol plastik. Permasalahan yang muncul adalah semakin banyaknya ragam tumbler yang ditawarkan dengan banyak pilihan jenis, model, bahan, dan harga sehingga tidak jarang terdapat beberapa jenis tumbler yang kurang diminati dan memiliki tingkat penjualan yang rendah. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi jumlah populasi, pengisian kuesioner Geneva Emotion Wheel (GEW) dan Usability Testing waktu. Kuesioner Geneva Emotion Wheel (GEW) digunakan untuk mengetahui nilai-nilai emosi responden terhadap produk tumbler sebelum dan sesudah product testing serta tumbler hasil perancangan ulang. Kuesioner terdiri dari 10 emosi positif dan 10 emosi negatif yang dirasakan oleh responden. Selain menilai responden juga memberikan alasan dan usulan terhadap produk. Usability Testing dilakukan agar responden dapat berinteraksi dengan produk. Pada penelitian ini dilakukan penilaian tampilan awal produk, product testing, dan penilaian produk setelah product testing. Selanjutnya dilakukan perancangan ulang produk berdasar alasan dan usulan yang telah diberikan dan dinilai kembali oleh responden. Nilai rata-rata awal tampilan tumbler 1 adalah 2,91, sesudah product testing adalah 2,86 dan nilai rancangan ulang produk adalah 3,16. Hal itu disebabkan karena responden puas dengan perubahan volume tumbler yang menjadi lebih banyak dan terdapat tempat untuk whipped cream dan sedotan. Nilai rata-rata awal tampilan tumbler 2 adalah 2,58, sesudah product testing adalah 2,59 dan nilai rancangan ulang produk adalah 3,20. Hal itu disebabkan karena responden menyukai penambahan sedotan yang dapat memudahkan penggunaannya. Nilai rata-rata awal tampilan tumbler 3 adalah 2,20, sesudah product testing adalah 2,21 dan nilai rancangan ulang produk adalah 2,74Nilai rata-rata emosi positif pada masing-masing tumbler mengalami peningkatan setelah dilakukan perancangan ulang.
IDENTIFIKASI HAZARD DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI UNIT AMONIAK (Studi Kasus : PT. PETROKIMIA GRESIK) Eko Nurmianto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 8 No 2 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v8i2.377

Abstract

Safety ergonomic is compulsory thing to be applied in every company to guarantee workers safety. To see how far safety ergonomic implemented, instead doing SMK3 audit, risk assessment approach method is other exemplary way by identifying the existing hazards and to measure how concern is the company in safety ergonomic subject. PT. Petrokimia Gresik is one of chemical company known as fertilizer producer which had outstanding acknowledgement in safety ergonomic subject, one of them is zero accident award. The definition of zero accident here is the company has minimum level of high risk accident, not with the understanding that the company has no accident at all. In despite of that, risk assessment method is still needed in order to monitoring action. Risk assessment is performed to produce a data that can expose areas where only a high hazards level exist, kind of hazards, and how to prevent and control the hazards. During this process, results are stored only to make an evaluation of the company, in thisproblem analysis, researcher will design an information system that will be a media repository and facilitate the users to know if there are hazards in a work unit
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PROSES PEMBUATAN FRAME MOTOR KLX DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT.KMI Denny Siregar; Abdul Yasid
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.580

Abstract

KMI merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif roda dua ( sepeda motor) Dalam proses produksi terjadi masalah waktu menganggur (idle time) di stasiun kerja masing-masing yang terjadi pada lintasan kerja diline 1 KLX. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan kerja pada proses pembuatan frame motor KLX, salah satunya dengan menggunakan metode line balancing Ranked Position Weigth (RPW). Dengan mengalokasikan beban kerja yang berlebihan kepada beban kerja yang sedikit maka akan menghasilkan lintasan yang seimbang, dari hasil perhitungan line balancing maka didapat waktu siklus yang merata, efisiensi naik menjadi 97,83% dari efisiensi awal 93,86 % dan Balance delay awal 6,14% menjadi 2,17 %. kapasitas produksi yang meningkat yang awalnya 55 unit per-8 jam kerja menjadi 58 unit per-8 jam kerja.
ANALISIS KESELAMATAN, KESEHATAN, LINGKUNGAN KERJA, DAN DISIPLIN KERJA BERPENGARUH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING Suryanto Suryanto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 9 No 1 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v9i1.480

Abstract

Increasing productivity is a major concern across industries, as the company’s effectiveness and efficiency of resources into products that can be marketed and determine the business benefits. As a result, the various indicators and factors for consideration have been directed to increase productivity.This study aims to (1) Identify the relationship of safety, health, work environment and work discipline to work productivity, and (2) Identify the relationship of work environment on work discipline.Object of research is done in oil and gas industry large industrial class, namely LPG Plant Media Energy, PT. Media Karya Sentosa Gresik. The data used comes from questionnaires returned data and feasible to be processed a number of 108 respondents, who are employees of PT. Media Karya Sentosa Gresik. Summarized data with SPSS 11 software and using AMOS 16 to process the data statistically using Structural Equation Modeling (SEM). With SEM, obtained safety factor has a direct effect of negative but not significant effect on work productivity, occupational health factors have a significant positive direct effect on work productivity, work environment factors have a direct effect of positive but not significant effect on work productivity, and indirect influence on work productivity through work discipline, work discipline factors have a direct effect of negative but not significant effect on work productivity, and work environment factors have a direct effect of positive but not significant to the discipline of work.

Page 5 of 26 | Total Record : 258