Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam
TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Ihyaul Ulum Gresik Indonesia. Terbit setiap Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Bahasa yang digunakan dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau mensitasi ke teks lengkap dari artikel tidak harus meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2023): Juni"
:
32 Documents
clear
Peran Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Pembelajaran PAI di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al- Insan Sekolah Dasar Negeri 57 Singkawang
Yuliani;
Ubabuddin;
Risa
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.235
Fokus dalam penelitian ini adalah peran kepala sekolah dalam pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam pada jalur pendidikan non formal yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelengkap pelaksanaan pendidikan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar. Pendekatan dalam penelitian in adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran secara mendalam dan menyeluruh terhadap hasil penelitian mengenai suatu keadaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Insan Singkawang adalah dengan menerapkan peranan kepala sekolah sebagai Educator (pendidik), Manager, Administrator, Supervisor, Leader (Pemimpin), dan Innovator. Kepala Sekolah menjadi contoh suri tauladan dalam memimpin dan pengambilan keputusan sebagai upaya memperbaiki pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Takmiliyah Al-Insan Sekolah dasar Negeri 57 Singkawang.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Religious Culture melalui Manajemen Pembiasaan Diri
Supatmi
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.236
Pentingnya peranan seorang Kepala Sekolah dalam usaha meningkatkan mutu peserta didik, dikarenakan bahwa segala bentuk kebijakan yang berlaku pada satuan pendidikan bersumber dari pimpinan yaitu kepalah sekolah yang kemudian harus dilaksanakan oleh seluru warga satuan pendidikan tersebut. Pembiasaan kegiatan keagamaan merupakan perwujudan dari kebijakan Kepala Sekolah kini semakin bisa dirasakan dampak baiknya. Hal ini dapat dilihat dari prilaku warga sekolahnya yang semakin mencerminkan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memfokuskan pada manajemen kepala sekolah dalam menerapkan kegiatan keagamaan dan pembiasaan yang dilakukan dalam kegiatan keagamaan di sekolah dasar negeri kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Manajemen kepala sekolah dalam menerapkan kegiatan keagamaan antara lain dengan: a) melakukan perencanaan, b) menjadi teladan, c) melakukan pembiasaan, d) mendukung kegiatan keagamaan, e) melakukan evaluasi. Hasil penelitian yang diterapkan adalah: a) berdoa ketika diawal dan akhir pelajaran, b) membaca surah-surah pendek bersama tiap-tiap kelas sebelum memulai pelajaran dengan dipimpin oleh ketua kelas, c) penghafalan surah-surah pendek peringatan hari besar Islam (PHBI), d) serta penerapan 5S (Senyum, Salam,Sapa, Sopan dan Santun)
Model Rencana Program Pembelajaran (Rpp) Dan Proses Pembelajaran Di Sekolah Inklusi (di SDN 04 Sambas)
Nuraini
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.237
Perencanaan pembelajaran di sekolah inklusi di sesuaikan dengan kebutuhan siswa dan mengacu pada kurikulum yang berlaku dan pedoman pembelajarn bagi siswa berkebutuhan khusus. Identifikasi dan asesmen siswa berkebutuhan khusus merupakan kegiatan awal yang dilakukan sebelum memulai pembelajaran. Ada beberapa bentuk RPP dan proses pembelajaran di sekolah inklusi yang pertama, RPP di kelas reguler penuh, RPP di kelas reguler dengan klaster, dan RPP Kelas khusus atau kelas individul. Begitu juga dengan proses belajar mengajar disesuikn dengan bentuk RPP yang digunakan. Upaya guru untuk merencanakan pembelajaran sebaik mungkin untuk memberikan fasilitas dan pelayanan belajar bagi siswa berkebutuhan khusus untuk dapat mengembangkan diri, percaya diri, dan untuk mendorong siswa berkebutuhan khusus berkesempatan belajar dan menjalin hubungan persahabatan bersama teman sebayanya. Berhasilnya pembelajaran di kelas inklusi bukan dari angka-angka yang didapat oleh siswa namun dari perubahan sikap, komunikasi dan adaptasi siswa berkebutuhan khusus itu yang lebih diutamakan. Saling menghormati, menghargai, ketekunan, kesungguhan, dan keseriusan, serta siswa berkebutuhan khusus mampu hidup berdampingan dengan siswa reguler dengan canda dan ceria.
Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Wirausaha Santri di Pondok Pesantren At Tahdzib Jombang
Nurul Indana;
Asyrof Syafi'i
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.243
Islamic boarding schools, in its development, do not only provide religious education. Islamic boarding schools also provide entrepreneurial provisions to their students. The provision of entrepreneurial provisions is intended so that alumni can contribute to job creation in addition to having the ability in the religious field as a means of da'wah. Likewise with the at-tahdzib Islamic boarding school Ngoro Jombang. The thoriqoh-based boarding school equips students with entrepreneurial knowledge. This study uses literature research. There are three data collection techniques used; interview, observation and documentation. Meanwhile, the activities in the analysis includedata reduction,data display, andconclusion drawing verification. While the technique for checking the credibility of the data was carried out using technical and triangulation of sources . Meanwhile, there are four strategies implemented to develop student entrepreneurship, namely the introduction of the business world according to Islam, channeling entrepreneurial knowledge to students, implementing entrepreneurial knowledge by doing business and the last is evaluating the student entrepreneurship program
Implementasi Lembaga Pendidikan Islam Pada Masa Kini Sesuai Dengan Perspektif Hadis
Meuthia Putri;
Syarif Hidayat
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.270
Lembaga pendidikan merupakan sebagai institusi tempat berlangsungnya proses pendidikan yang mempunyai struktur dan program kegiatan dibidang pendidikan. Jadi kesimpulannya lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. lembaga pendidikan Islam sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, walaupun masih terbilang sangat sederhana dan belum terlembaga dengan sistem dan strukturnya. Keberadaan lembaga pendidikan Islam menjadi sebuah keniscayaan, selain untuk mencari ilmu sebagai kewajiban agama, ia juga menjadi tuntutan umat dalam menghadapi kehidupan yang terus berkembang dan berubah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lembaga pendidikan apa saja yang ada didalam perspektif hadis, Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan (library research). Dalam penelitian kualitatif ini kami menggunakan kajian pustaka sebagai media dalam mengumpulkan data-data, dan juga infomasi yang telah berkembang yang dimuat dalam bentuk buku, jurnal, artikel, naskah, dan juga dokumen-dokumen lainnya.
Mengenal Paradigma Penelitian Pendidikan
Rumina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.271
Research is a structured and systematic process that requires certain stages and steps to carry it out. By using systematic patterns or stages, the research process can be followed by others more easily. The research paradigm is a frame of mind that explains how researchers view the facts of social life, researchers towards science and theory, which are constructed as a fundamental view of a scientific discipline about what is the subject matter that should be studied. Paradigm is seen as an important thing because of its ability to dissect empirical reality and its flexibility in addressing the problem to be solved. In other words, a paradigm is a point of view that is used to understand a phenomenon correctly. The type of research paradigm, namely Qualitative Research, is a research method that is more focused on understanding social phenomena from the perspective of participants by focusing more on a more complete picture rather than breaking down into interrelated variables. And Quantitative Research is a descriptive research method and uses more analysis. Quantitative research aims to find relationships that explain causes in measurable social facts, show variable relationships and analyze them
Pendidikan Karakter dalam Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram
Ihya` Ulumuddin
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.272
Artikel ini fokus membahas tentang pemikiran pendidikan karakter Ki Ageng Suryomentaram. Mengkaji pemikiran pendidikan dan karakter menjadi penting apalagi ketika manusia modern seperti sekarang ini berhadapan dengan isu-isu global serta persoalan-persoalan yang begitu kompleks dalam kehidupan sosial masyarakat yang kian kehilangan nilai-nilai kendali atas manusia lain. Terwujudnya insan yang berkarakter merupakan inti sari dari sebuah proses pendidikan. Perlu ditekankan bahwa pendidikan wajib menanamkan nilai-nilai karakter terhadap anak didiknya melalui proses pembelajaran. Oleh karena itu, penekanan terhadap pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan pada peserta didik atau manusia merupakan hal yang sangat penting. Studi ini menemukan bahwa pendidikan karakter dalam pemikiran Ki Ageng Suryomentara dapat dilihat secara nyata dalam gagasannya tentang kawruh jiwa. Kawruh jiwa merupakan sistem pengetahuan rasional yang memiliki ciri reflektif, sebab di dalamnya meliputi dimensi rasa atau afeksi (sikap). Rasionalitas pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dalam konteks pendidikan karakter bersifat relationship-centered, berpusat pada kualitas hubungan atau ikatan dengan orang lain, karena ciri akomodatifnya yang meletakkan rasa orang lain sebagai basis tak terpisahkan dari upaya mencapai kebenaran dan kebahagiaan.
Peranan Media Interaktif dalam Mempermudah Guru pada Penyampaian Materi PAI
Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi;
Dian Farda Al Hasani;
Ismail
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.273
Education plays a very important role in today's life, because education is a medium for improving and developing the quality of every human resource. In line with the rapid development of global education, this requires education to be more abreast of conditions with developments in science and technology. The hope is that the development of science and technology will become an important tool for teachers in achieving educational goals. Educational institutions must be able to utilize technology to maximize the potential of students in competition. Therefore, the authors conducted a survey regarding the role of interactive media in facilitating teachers in delivering PAI material. The method used by the author in this study uses a descriptive qualitative approach. In the process of data analysis, the authors carried out 3 stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions or proof. Therefore, the findings in this study found that an interactive learning environment is anything, both software and hardware, that can be used as a means to provide learning materials to students by responding to the user's input. mass media. Examples of interactive learning media using interactive CDs, games and software. The importance of interactive media in PAI learning as a means of disseminating material. That the teacher does not only lecture in class, but also as a learning tool to understand the material. PAI is a conscious and periodic effort to prepare students to know, learn, have faith, be pious, have good character, teach the Islamic religion, Al-Quran and Hadith. Interactive media plays an important role in helping teachers to become teaching tools or become learning media..
Corak Pendidikan Islam Nusantara
Ubaidillah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.309
Ketika Islam masuk nusantara, sudah terdapat peradaban yang berkembang maju, Singosari, Sriwijaya, Sunda, dan Majapahit adalah kerajaan-kerajaan dengan peradabannya yang tinggi, termasuk di bidang pendidikan. Lembaga pendidikan yang ada di nusantara saat itu adalah dukuh, yaitu lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi calon pendeta Syiwa-Brahmana. Sistem pendidikan ini kemudian diadopsi oleh Wali Songo untuk mengajarkan Islam kepada para muridnya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-filosofis-liberary, dimana bahan dan data bersumber dari data-data perpustakan yang didekati secara deskriptif dan filosofis. Data primer dari penelitian ini adalah video Simposisium Nasional Islam Nusanatara. Hasil analisis menemukan, bahwa adopsi sistem pendidikan dukuh telah melahirkan corak tersendiri bagi pendidikan Islam nusantara. Corak tersebut antara lain: 1) sikap murid terhadap guru, dimana seorang murid harus memberi pnghargaan yang tinggi terhadap gurunya; 2) sikap hidup yang harus dijalani santri dengan menjaga diri segala hal yang kurang baik; 3) pendidikan Islam nusantara telah melahirkan muslim yang mampu mendialogkan nlai ideal Islam dengan realitas sosial sehingga dapat melahirkan Islam yang ramah
Kurikulum Merdeka: Konsep dan Implementasinya
Miftakhul Muthoharoh
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.310
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang diimplementasikan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai upaya dalam memperbaiki kondisi pendidikan pasca Covid-19, meskipun kurikulum ini belum sepenuhnya diterapkan di semuua lembaga pendidikan di Indonesia, tetapi kurikulum merdeka ini sudah di uji cobakan lebih dari 2500 sekolah penggerak dan 14.000 lembaga pendidikan. Menteri pendidikan Nadhiem Makarim menyampaikan bahwa kurikulum merdeka merupakan pengajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik (teaching at the right level) adalah pendekatan pengajaran yang berpusat pada kesiapan belajar peserta didik, bukan hanya pada tingkatan kelas.