cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023): October" : 4 Documents clear
PEMBERDAYAAN SISWA DALAM PENANGANAN CEDERA MUSKULOSKLETAL MELALUI PEMANFAATAN E-FA (EDUCATION FIRST AID) GAME Eky Madyaning Nastiti; Feri Ekaprasetia; Rida Darotin
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.381

Abstract

Musculoskeletal injuries, such as sprains, are one of the injuries that often occur in schoolchildren. This is due to a lack of information and understanding regarding first aid for injuries. Therefore, educational efforts are needed along with technological developments in order to empower students. The purpose of this service activity is to provide education to students through digital games containing the concept of first aid for musculoskeletal injuries (E-Fa Game). The method used is in the form of a pretest, providing health education using the E-Fa Game, and re-evaluating with a post-test. The results of this community service show that 83% of participants understand the procedures for first aid for extremity injuries, including resting the injured area (rest), giving ice, bandaging (compression), and elevating the injured area (elevation). Through this community service activity, it is hoped that more and more students will understand the procedures for first aid for musculoskeletal injuries, so that they will be able to become laypersons who are able to provide help in cases of injuries that occur around them.
PROGRAM PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DALAM RANGKA MENDUKUNG DESA WISATA “MENDATTE PARK” YANG AMAN DAN SEHAT DI DESA MENDATTE KABUPATEN ENREKANG Marwa Sariaty; Hairuddin Safaat; Hardin; Ulul Asmy; Hardianto Dg. S
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.395

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten. Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten.
PERAN KADER LANSIA DALAM MENCIPTAKAN KELUARGA CERIA UNTUK MENYIKAPI PIKUN DENGAN SANTUN koko wahyu
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.396

Abstract

Salah satu komponen masyarakat yang berpotensi untuk mampu berperan serta dalam mencegah demensia adalah kader. Kader Lansia merupakan dari, oleh dan untuk masyarakat bekerja secara sukarela bertugas untuk membantu dan memastikan kelancaran pelaksanaan posyandu lansia. Keberhasilan keluarga ceria dapat terlaksana dengan program pemberdayaan masyarakat. Tujuan umum pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan adalah mensosialisasikan kepada kader kesehatan di Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta tentang peran kader lansia dalam rangka menciptakan keluarga ceria untuk mencegah dan menyikapi pikun dengan santun. Hasil pelatihan menunjukkan pengetahuan kader mengalami peningkatan sebanyak 85%. Diharapkan pengabdian masyarakat dapat diterapkan oleh kader kesehatan dan ditindaklanjuti oleh Dinas kesehatan dan jejaring puskesmas di wilayah kerja masing-masing.
PENDAMPINGAN GURU DAN MURID GIAT UKS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN 010 KECAMATAN SAMARINDA UTARA Rita Puspa Sari; Ruminem; Ida Ayu Kade SW; Dwi Nopriyanto; Sholichin
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.401

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah dapat dilaksanakan dengan memaksimalkan fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), yang merupakan salah satu contoh dari kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). UKS bertujuan meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik serta mutu pendidikan melalui upaya peningkatan perilaku hisup bersih sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat. Ruang lingkup dan tujuan UKS mengarah pada praktik perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di sekolah. Kegiatan Pengmas ini bertujuan Meningkatkan Pengetahuan dan Peran serta Guru Pengelola UKS dan Murid (Kader) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dilingkungan Sekolah SDN 010 Kec. Samarinda Utara Metode: Kegiatan Pengmas dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan pendampingan selama 2 bulan dengan sasaran kegiatannya adalah Guru Pengelola UKS (2 orang) dan murid (kader) kelas 5 (25 orang) dan kelas 6 (25 orang). Materi yang disampaikan meliputi Trias UKS, PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) dan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Hasil dan Kesimpulan: Setelah dilaksanakan kegiatan pengmas diperoleh hasil evaluasi pengetahuan kader UKS Pengetahuan Baik meningkat menjadi 24%, Pengetahuan Cukup menjadi 56% dari sebelumnya 30% dan Pengetahuan kurang berkurang menjadi 20% dari sebelumnya 70%. Pendampingan yang dilakukan membawa perubahan berupa ruang UKS telah di perbaharui sehingga membuat nyaman petugas dan pengunjungnya. Edukasi yang diberikan memberi manfaat besar dan pendampingan terhadap kegiatan UKS dan PHBS harus terus dilakukan secara berkala. Kata Kunci : Pendampingan, UKS, PHBS ABSTRACT Introduction: Clean and Healthy Behavior (PHBS) in school settings can be implemented by maximizing the function of the UKS (School Health Business), which is one example of the Community Movement for Healthy Living (GERMAS). UKS aims to improve learning achievement for students as well as the quality of education through efforts to increase healthy and clean suction behavior as well as student health status and create a healthy environment. The scope and objectives of UKS lead to the practice of healthy clean living behavior (PHBS) in schools. This community service activity aims to increase the knowledge and participation of UKS management teachers and students (cadres) regarding clean and healthy behavior and first aid in accidents (P3K) in the SDN 010 school environment, Kec. North Samarinda Method: Community Service activities are carried out in the form of education and mentoring for 2 months with the target activities being UKS management teachers (2 people) and students (cadres) in grade 5 (25 people) and grade 6 (25 people). The material presented included the UKS Triassic, PHBS (Clean and Healthy Behavior) and P3K (First Aid for Accidents). Results and Conclusions: After the community service activities were carried out, the results of the UKS cadres' knowledge evaluation showed that Good Knowledge increased to 24%, Adequate Knowledge became 56% from the previous 30% and Knowledge less decreased to 20% from the previous 70%. The assistance that was carried out brought about changes in the form of an updated UKS room so that it made the officers and visitors comfortable. The education provided is of great benefit and assistance with UKS and PHBS activities must be carried out regularly. Keywords: Assistance, UKS, PHBS

Page 1 of 1 | Total Record : 4