cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2024): April" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN STROKE EARLY DETECTION CARD DALAM MENDETEKSI RISIKO STROKE PADA PEREMPUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA Khumaidi, Khumaidi; Bahtiar, Bahtiar; Syahrun, Syahrun; Muda, Iskandar
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.432

Abstract

Introduction: Stroke can be prevented early by identifying stroke risk factors. One of the efforts made to detect early is by screening for stroke risk using the Risk Stroke Scorecard which has been established by the National Stroke Association. It is hoped that early detection can help the public in knowing their health status, especially the risk of stroke. Objective: To detect early risk of stroke in women in the Lempake Community Health Center work area, Samarinda City. Method: This activity will be carried out in 2 sessions, namely the first session is for early detection of stroke and then continued with education regarding stroke risk prevention. Results and Conclusions: Most of the community service participants were aged between 19-44 years and had the status of housewives. The results of stroke risk detection showed that 18 participants (60%) were at moderate risk of stroke. Continuous detection and education need to be carried out to prevent stroke.
PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH DAN KOLESTEROL PADA KARYAWAN STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN Dhawo, Maria Silvana
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.434

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) mengakibatkan kematian pada 41 juta penduduk dunia setiap tahunnya dimana 77% dari total kematian tersebut berasal dari negara dengan pemasukan menengah ke bawah termasuk Indonesia. Situasi ini membuat Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan perlu membuat strategi dalam mengatasi PTM satu diantaranya adalah Program Deteksi Dini Faktor Resiko PTM. Kegiatan deteksi dini ini, dilakukan juga oleh dosen di STIKES Suaka Insan Banjarmasin kepada para Karyawannya dalam bentuk pengabdian masyarakat. Pemeriksaan Kesehatan dalam bentuk cek gula darah sewaktu dan kolesterol total belum pernah dilakukan sebelumnya di lingkungan STIKES Suaka Insan. Mengingat pentingnya menjaga produktivitas karyawan, maka deteksi dini perlu dilakukan untuk mewujudkan kesadaran terhadap status kesehatan dan peningkatan pengetahuan terhadap PTM pada karyawan yang bukan merupakan Tenaga Kesehatan. Terdapat 25 Karyawan yang tergabung dalam kegiatan pemeriksaan Kesehatan ini. Metode menggunakan pemeriksaan kesehatan gula darah sewaktu dan kolesterol total menggunakan lancet, swab alcohol, stick, dan GCU-meter. Terdapat 1 karyawan yang memiliki kadar gula darah sewaktu diatas normal (4%), Mayoritas 12 karyawan (48%) berada dalam kategori waspada untuk nilai kolesterol total sehingga perlu mendapatkan perhatian agar kondisi-kondisi tersebut tidak berkembang menjadi PTM di masa depan. Diharapkan semua karyawan STIKES Suaka Insan dapat berpartisipasi rutin dalam kegiatan ini dan Institusi turut berkontribusi dalam menyediakan fasilitas agar screening PTM ini dapat berlangsung terjadwal setiap semester.
PROGRAM PEMBINAAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT KELURAHAN JAWA SAMARINDA Tambi, Imelda Feneranda Seravia; Ermayani, Made
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.435

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit tidak menular mempunyai durasi yang panjang dan umumnya berkembang lambat. Meningkatnya kasus PTM secara signifikan diperkirakan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah. Untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama dalam menurunkan morbiditas, mortalitas dan disabilitas PTM melalui intensifikasi pencegahan dan pengendalian menuju Indonesia Sehat. Upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah dengan manajemen terpadu program P2PTM. Untuk mendukung program pemerintah maka dibutuhkan juga program pembinaan masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif; dan keterampilan penanganan PTM di lingkungan rumah sebagai upaya preventif dan kuratif. Kementrian Kesehatan RI telah menguraikan lima target capaian dalam RPJM 2020-2040, terdapat target yang membutuhkan keterlibatan dan dukungan masyarakat terkait PTM yaitu peningkatan pengendalian penyakit dan penguatan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Kehadiran komunitas dalam hal ini masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan faktor risiko PTM dalam mengurangi mortalitas dan morbiditas. Pengenalan awal gejala PTM, demi mempercepat proses rujukan dan proses transfer pasien ke rumah sakit menjadi hal yang sangat penting di dalam penanganan PTM. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan sesudah diberikan pengabdian kepada masyarakat antara lain : Pendidikan Kesehatan Mengenai Obat Herbal Untuk Hipertensi, Pelatihan PMR, Pendidikan Kesehatan Sedentary Lifestyle.
EDUKASI PENCEGAHAN, RESIKO PENULARAN, PERAWATAN DAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA PELAKU RAWAT PEREMPUAN (CAREGIVER) KELUARGA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA Bahtiar, Bahtiar; Khumaidi, Khumaidi; Muda, Iskandar; Nopriyanto, Dwi
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.437

Abstract

Indonesia saat ini mengalami peningkatan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) sehingga menduduki peringkat kedua di dunia. Salah satu kelompok usia yang rentan dan beresiko terkena TBC adalah lansia. Lansia saat ini dominan dirawat di rumah oleh pelaku rawat (caregiver) perempuan. Hal ini berimplikasi pada beban ganda yakni tugas dan tanggung jawab merawat lansia dan keluarganya. Beban perempuan akan semakin bertambah akibat dari kondisi penyakit TBC lansia. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat melakukan edukasi pencegahan, resiko penularan, perawatan dan terapi komplementer akupresur penyakit tuberkulosis pada pelaku rawat perempuan (caregiver) keluarga lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 17 September 2023 di kelurahan Lempake kota Samarinda. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 1 (satu) hari yang dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, cara penularan, faktor resiko dan cara perawatannya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi kedua berupa demonstrasi dan simulasi intervensi terapi komplementer akupressur untuk mengatasi gejala-gejala yang dirasakan penderita TB. Peserta diberikan daftar pertanyaan (pre-test) sebelum materi dimulai. Evaluasi kegiatan diberikan daftar pertanyaan yang sama (post-test). Hasil edukasi mengenai penyakit TBC didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga lansia dimana hasil pre-test didapatkan rerata nilai sebesar 2,5 sedangkan rerata nilai hasil post-test sebesar 4,5. Kesimpulan dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan, resiko penularan, perawatan penyakit tuberkulosis dan keterampilan akupresur untuk mengatasi gejala yang dirasakan orang dengan tuberkulosis. Edukasi dan peningkatan keterampilan pada keluarga lansia mengenai penyakit TBC dan terapi akupressur diharapkan diimplementasikan secara berkala oleh petugas kesehatan.
PENDAMPINGAN DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN DETEKSI DINI STUNTING PADA ANAK DI KELURAHAN LOA BAHU KECAMATAN SUNGAI KUNJANG Widiastuti, Ida Ayu Kade Sri
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.438

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow due to chronic lack of nutritional intake. Apart from the growth problems of children whose height is shorter than children their age, stunting also results in hampered children's cognitive and psychomotor abilities and makes children susceptible to degenerative diseases. In efforts to reduce the prevalence of stunting, the role of Integrated Healthcare Center cadres or cadres of posyandu is very important in preventing stunting and nutritional problems that can occur in children. Integrated Healthcare Center cadres are the leading component of counselling, coaching and monitoring the growth and development of children under five. Integrated Healthcare Center cadres must have knowledge and skills in carrying out early detection of stunting and screening children's growth and development. Community service aims to improve the abilities and skills of Integrated Healthcare Center cadres in carrying out early detection of stunting and screening children's growth as well as providing simple interpretations of the screening results. Implementation of activities by providing education, training in growth monitoring and stunting detection as well as integrated evaluation monitoring at each Integrated Healthcare Center /Posyandu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5