cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 28 Documents clear
The effect of microwave treatment on the color changes and wettability of sembilang bamboo (Dendrocalamus giganteus Munro) Davinsy, Rynaldo; Rahayu, Istie Sekartining
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.12344

Abstract

Bamboo has the potential to be a substitute for wood, although it is no exception that bamboo has many weaknesses. Bamboo is a plant with fast growth, short recycling times, and the potential to be used as structural and non-structural materials. Sembilang bamboo is a bamboo that has a large diameter and is commonly known as giant bamboo. Poor adhesive dispersion was a problem in previous studies, and the presence of discoloration due to important treatments was known. Heating using a microwave is a step in this research to solve the problems that occur. The research was carried out by measuring bamboo samples of a certain size, then the bamboo was scanned, and the wettability was measured initially and at the end of the test. Bamboo samples were heated in the microwave at a certain temperature of 60–75°C for 0.5–1 minute. The results of the 1 minute and 0.5 minute microwave treatment tests can increase wettability so that the spread becomes longer, with a small K value of 0.391. This is presumably because the contact angle is less than 90°. In addition, the treatment also had a small and moderate effect on the color differences that occurred.
Estimasi stok karbon tanah pada ekosistem mangrove di Muara Badak Ulu dan Salo Palai Kalimantan Timur Ningrum, Tiara Dwici Puspo; Diana, Rita; Rustam, Rustam
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.15041

Abstract

Pemanasan global terjadi akibat naiknya suhu permukaan bumi oleh adanya aktivitas antropogenik yang akan meningkatkan konsenterasi pada Gas Rumah Kaca (GRK). Salah satu GRK yang memiliki kontribusi tinggi dalam pemanasan global adalah karbon dioksida (CO2). Pada ekosistem mangrove penyimpanan karbon dapat terjadi 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan hutan terestrial, terutama pada bagian bawah permukaan mangrove. Penyerapan karbon pada tanah mangrove diperkirakan dapat berpotensi besar. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 6 bulan efektif, yakni dimulai dari bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023 dengan tujuan untuk mengetahui jumlah stok karbon tanah pada ekosistem mangrove di desa Muara Badak Ulu dan Salo Palai Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Kerapatan lindak (soil bulk density) dan kandungan karbon organik menjadi parameter utama untuk mengetahui nilai stok karbon tanah. Pengambilan sampel tanah mengacu pada rujukan profil tanah mangrove Indo-Pasifik dengan menggunakan metode transek survey dan plot berbentuk lingkaran. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai stok karbon tanah yang berada di interval kedalaman 50-100 cm memiliki stok karbon tanah yang tinggi. Stok karbon tanah pada ekosistem mangrove Kelurahan Muara Badak adalah rendah dengan total kisaran masing-masing stok karbon tanah sebesar 246,39 ton/ha di Muara Badak Ulu dan 267,94 ton/ha di Salo Palai.
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam peningkatan kinerja Kelompok Perhutanan Sosial di Delta Mahakam Ahmad, Syahruni; Sardjono, Mustofa Agung
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.11822

Abstract

Peran dari KPH dalam pendampingan atau memfasilitasi masyarakat local menjadi demikian penting, karena terdapat beberapa tantangan implementasi kebijakan Perhutanan Sosial saat ini, dengan keterbatasan jumlah Penyuluh Kehutanan yang sering membina lebih dari 1 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) tentunya menjadi permasalahan tersendiri. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengukur peran positif dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi/KPHP Delta Mahakam terhadap kinerja KPS setempat, terutama dalam hal Kelola kawasan. . Total responden dalam penelitian ini sebanyak 78 orang yang dibagi menjadi dua klaster yaitu klaster A dan klaster B sebagai sampel pembanding atau variabel control. Hasil penelitian menunjukkan Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan secara simultan berpengaruh secara langsung terhadap Kinerja KPS Klaster A maupun Klaster B. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa 63.30% variasi dalam variabel terikat kinerja KPS Klaster A dalam Kelola kawasan dijelaskan oleh variabel bebas Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan. Sedangkan pada Klaster B diperoleh bahwa variasi dalam variabel kinerja KPS dalam kelola Kawasan dijelaskan oleh variabel Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan sebanyak 28.60%.
Pengendalian serangan rayap tanah menggunakan ekstrak tanaman Jeringau (Acorus calamus L) Zulkahfi, Zulkahfi; Karim, Faradilah Farid; Irundu, Daud
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.13545

Abstract

Kayu merupakan bahan berlignoselulosa yang dapat dirusak organisme perusak kayu. Oleh karena itu, beberapa kayu sebagai bahan bangunan perlu ditingkatkan keawetannya dengan menggunakan bahan kimia yang bersifat toksik atau repellent bagi organisme perusak kayu. Chromated Copper Arsenate (CCA) merupakan bahan pengawet kayu yang telah komersial, namun penggunaannya telah dilarang karena terbukti dapat memberikan dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif pengganti merupakan bahan yang alami dari ekstrak bagian tertentu tanaman yang ramah lingkungan dan terbukti mampu bersifat toksik atau repellent terhadap organisme perusak kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi efektivitas ekstrak berbagai bagian tanaman jeringau (Acorus calamus L.)  terhadap serangan rayap perusak kayu. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pengujian jumlah kadar ekstraktif terlarut n-heksan dan metanol dari bagian daun, batan, rimpang, dan akar tanaman jeringau. Ekstrak dengan konsetrasi 150 ppm diujikan ke rayap tanah untuk mendeteksi nilai mortalitas rayap. Penurunan berat kertas umpan menjadi salah satu penilaian efektivitas ekstrak terhadap rayap tanah. Hasil menunjukkan bahwa jumlah tertinggi ekstrak terlarut n-heksan dari ekstrak daun sebesar 2,82% sedangkan ekstrak terlarut metanol pada bagian rimpang sebesar 38,04%. Pengujian masing-masing ekstrak terhadap rayap tanah dengan pengumpanan selama 48 jam menunjukkan nilai mortalitas paling tinggi pada ekstrak bagian batang terlarut n-heksan sebesar 24,76% dan pada ekstrak bagian akar terlarut metanol sebesar 35,38%. Penurunan kertas umpan paling tinggi sebesar 4,24% dan 4,31% pada kontrol.
Kelayakan usaha tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) pola monokultur dan agroforestri di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci Putri, Adela Salsabila; Ahyauddin, Ahyauddin; Fazriyas, Fazriyas; Nurmansah, Rahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14535

Abstract

The Community Forest Area (HKm) of Air Terjun Village is an area that provides direct real benefits for farmers who are located around the community forest area and has natural wealth that can be developed to provide farmers with income for the family economy. This research was conducted in Air Terjun Village, Siulak District, Kerinci Regency. This research aims to determine the feasibility of a cinnamon monoculture business and a potato, coffee and cinnamon agroforestry business from the use of areas within community forests. Data collection was carried out using structured interviews using questionnaires. Determination of respondents was carried out using the Snowball method with data analysis using cost analysis, revenue analysis, income analysis, internal analysis of return and payback period analysis. The results of the research showed that the cultivation of cinnamon monoculture planting patterns and cinnamon, coffee and potato agroforestry in Air Terjun Village, Kerinci Regency had decent/profitable results. However, the profits and return on capital are faster in agroforestry planting patterns because the agroforestry planting pattern relies on 3 types of plants, whereas the monoculture planting pattern only relies on 1 type of plant.
Pemanfaatan citra sentinel-2a untuk analisis rehabilitasi lahan kritis menggunakan fuzzy logic di Kecamatan Kertasari Abdulah, Agung Hamdan; Somantri, Lili; Ismail, Arif
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.11595

Abstract

Kecamatan Kertasari merupakan wilayah dengan lahan kritis terluas di Kabupaten Bandung. Lahan kritis disebabkan oleh faktor seperti kerapatan vegetasi sangat buruk, kemiringan lereng sangat curam, dan erosi sangat berat. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis identifikasi dan klasifikasi lahan kritis menggunakan fuzzy logic untuk direkomendasikan dengan teknologi agroforestri sebagai upaya rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan lahan kritis di kawasan dalam dan luar hutan lindung di Kecamatan Kertasari diklasifikasikan dengan empat kelas. Kelas dominan yang terdapat pada kawasan hutan lindung adalah kelas agak kritis dengan luas mencapai 1380,07 Ha, dan kelas terkecil adalah kelas tidak kritis dengan luas mencapai 107,59 Ha. Sedangkan lahan kritis diluar kawasan hutan lindung dengan kelas yang dominan adalah kelas potensial kritis dengan luas mencapai 1732,39 Ha, dan kelas terkecil adalah kelas tidak kritis dengan luas mencapai 268,91 Ha. Pada kawasan hutan lindung desa dengan luas lahan kritis terluas adalah Desa Neglawangi dengan luas mencapai 396,24 Ha, untuk luas terkecil adalah Desa Resmitingal dengan luas mencapai 0,09 Ha. Kawasan diluar hutan lindung dengan luas lahan kritis terluas adalah Desa Neglawangi dengan luas mencapai 858,97 Ha, dan luas terkecil adalah Desa Sukapura dengan luas mencapai 0,005 Ha. Hasil tersebut kemudian dianalisis untuk rekomendasi rehabilitasi lahan kritis menggunakan agroforestri.
Analisis pendapatan usaha gula aren di Desa Tuwa Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Yani, Rosi; Alam, Andi Sahri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14862

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) pengrajin gula aren Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, membantu kurangi kemiskinan. Penelitian bertujuan mengukur pendapatan produksi gula aren di sana, untuk informasi kebijakan pemerintah dan pengusaha. Ini akan berkontribusi pada pengembangan usaha gula aren serta menjadi acuan bagi peneliti terkait Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk pemilihan lokasi serta sampling jenuh untuk pemilihan responden. Total 15 pengrajin gula aren di Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, dijadikan sampel. Metode ini memberikan gambaran yang representatif tentang kondisi usaha gula aren di wilayah tersebut. Pendapatan rata-rata dari satu kali produksi gula aren di Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, mencapai Rp. 1.436.541. Nilai R/C usaha gula aren di sana sebesar 2,98, menandakan keuntungan yang signifikan dan berkelanjutan, memperkuat kesimpulan bahwa usaha produksi gula aren di wilayah tersebut menguntungkan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengrajin gula aren di Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, dapat disimpulkan bahwa pendapatan rata-rata dari satu kali produksi gula aren mencapai Rp. 1.436.541. Dengan nilai R/C sebesar 2,98, dapat disimpulkan bahwa usaha produksi gula aren di Desa Tuwa menghasilkan keuntungan yang signifikan dan berkelanjutan.
Kondisi habitat mangrove di Kelurahan Mapane Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Reski, Nurain; Toknok, Bau; Korja, I Nengah; Yani, Rendy Ahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14861

Abstract

The aim of this study is to assess the mangrove habitat condition in Mapane Village, Poso Coastal District, Poso Regency. Field surveys were conducted to determine representative mangrove habitat conditions (physical and chemical) in Mapane Village. Soil and water samples were collected to assess mangrove habitat conditions, using purposive sampling method with 3 repetitions. The soil and water quality in the research area is still conducive for mangrove growth, with suitable soil texture for Rhizophora sp. and stable salinity at 34‰. Although soil pH is slightly below standard, it remains suitable for mangrove growth (pH 6-7). Water quality parameters approach quality standards, albeit some below, remaining productive according to previous studies. The optimal pH for mangrove growth is neutral (pH 6.6-7.5). In conclusion, the soil and water quality in the research area strongly support mangrove growth. Despite slightly below-standard soil pH, it remains suitable for mangrove growth. Previous studies indicate the optimal soil pH for mangroves ranges from 6-7, while water pH approaches quality standards, remaining productive despite some below, and below pH levels.

Page 3 of 3 | Total Record : 28