cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
stikesmercubaktijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
ISSN : -     EISSN : 26549751     DOI : https://doi.org/10.36984/jkm
Core Subject : Health,
JURNAL OF HEALTH MERCUSUAR: Is a journal that publishes (desemination) the results of research, study studies, and articles in the form of ideas / ideas about Public Health or other disciplines related to public health that have not been published / published by other media. Journals that can contain studies on epidemiology and biostatistics, health policy, nursing within the community and clinic, nutrition, public health, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. Journals can be used by lecturers at health colleges, health practitioners, health nurses, teachers, health college students, and people interested in public health issues. Journals are published twice a year, in April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR" : 8 Documents clear
STUDI ANALISIS DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN TAHUN 2019 STUDY ANALYSIS ON EARLY DETECTION OF PREGNANCY DANGER SIGNS IN THE PUSKESMAS SENEN REGENCY IN 2019 Manggiasih Dwiayu Larasati
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.83

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi dan masih dibawah dari target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penyebab AKI dapat diturunkan dan dicegah melalui pemberian asuhan kehamilan yang rutin dan berkualitas untuk mendeteksi dini adanya kelainan dan komplikasi. Selain itu ibu hamil juga harus mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Apabila ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan, ibu akan selalu waspada dan berhati-hati dengan cara selalu rutin memeriksakan kehamilannya. Tujuan penelitian untuk menganalisis tindakan deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan berdasarkan karakteristik responden yaitu usia, pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, akan diamati juga dari faktor pengetahuan, sikap dan sumber informasi. Desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 42 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan responden yang tidak melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan paling banyak adalah usia ibu berisiko (< 20 tahun atau > 35 tahun), berpendidikan rendah (tamat SD, SMP), ibu hamil yang tidak bekerja, berpengetahuan kurang, bersikap negatif dan hanya mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan. Ada hubungan antara usia ibu (p 0,028 OR 4,267); pendidikan ibu (p 0,03 OR 5,939); pengetahuan (p 0,003 OR 4,413); dan sikap ibu hamil (p 0,012 OR 13,091) dengan tindakan deteksi dini tanda bahaya kehamilan. Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still quite high and still below the achievement target of Sustainable Development Goals (SDGs). The causes of MMR can be reduced and prevented through the provision of qualified pregnancy routine upbringings to detect the early presence of abnormalities and complications. Besides, pregnant women also should be aware of the threat signs of pregnancy. If mothers know about these risk signs of pregnancy, mothers will always be on the alert and be cautious by doing regular checkups on their pregnancies. The purpose of the research was to analyse the actions of early detection on the danger signs of pregnancy based on the characteristics of respondents, such as age, education and work. Also, other factors of knowledge, attitude and sources of information were observed. The study design of an analytic observational used a cross-sectional approach, with a sample of 42 pregnant women. The results of the current study showed that the most respondents who did not perform early detection of danger signs of pregnancy were mothers at the risked age (< 20 years or > 35 years) and from low education (finished elementary and junior high school), pregnant women who are not working, mentally negative and less knowledgeable, and whose information only from health workers. The correlation of the age of mothers (p 0,028 OR 4,267), maternal education (p 0.03 OR 5,939), knowledge (p 0,003 OR 4,413), and attitude of pregnant women (p 0,012 OR 13,091) positively resulted in the early detection actions of pregnancy danger signs.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN PASCA STROKE Reni Efendi; Suryani; Heppi Sasmita
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.84

Abstract

Stroke menyebabkan berbagai defisit neurologik, tanda dan gejala stroke berupa gangguan motorik, gangguan fungsi kognitif dan efek psikologis. Kondisi ini dapat mengakibatkan depresi pada pasien pasca stroke. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pasca stroke. Desain penelitian deskriptif analitik, pendekatan Cross Sectional, sampel 80 orang dengan total sampling. Hasil penelitian adalah gangguan motorik berat sebesar 93,8%, gangguan fungsi kognitif sebesar 31,2 %, dukungan keluarga yang suportif sebesar 95%, tingkat depresi berat sebesar 50%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, fungsi kognitif dan dukungan keluarga terhadap tingkat depresi pasca stroke. Namun secara rinci terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, penyakit penyerta, lama menderita strok dan gangguan motorik dengan tingkat depresi pasca stroke. Saran untuk institusi pelayanan kesehatan untuk dapat memperhatikan faktor-faktor penyebab terjadinya depresi pasca stroke dalam melakukan pengakajian keperawatan khususnya pengkajian psikososial dalam keperawatan jiwa.
HUBUNGAN KETERPAPARAN MEDIA MASSA INTERNET DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI DENGAN STATUS GIZI LEBIH DI SMP NEGERI KECAMATAN PAUH KOTA PADANG TAHUN 2020 Silvia Agustin Selvi; Nike Sari Oktavia; Alsri Windra Doni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.92

Abstract

ABSTRACT In the last decade the age of menarche has shifted to a younger age. The age of the youngest menarche in Indonesia is 9 years with a prevalence of 15.3%. West Sumatera, 41,4% of young woman experience interest at the age of 13-4 years. Girls who experience menarche early are at risk of experiencing malignant disease, including cancer. Excessive nutrition and media exposure are factors that trigger early menarche. A preliminary survey of 10 respondents found that the age of early menarche was 6 students. out of 6, the internet media exposure was 2 people and 4 weight. The purpose of this study was to determine the relationship of internet mass media exposure to the age of menarche in female students with over nutritional status in State Junior High School, Pauh District, Padang City in 2020. This type of research is quantitative, analytic survey with cross sectional design. The study population was all female students with more nutritional status at SMPN 23 Padang and SMPN 14 Padang, Pauh District, Padang City with total sampling techniques, which fulfilled the sample questionnaire of 52 respondents. Then the data were analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square statistical test. The results showed that 53.8% of respondents had exposure to heavy internet mass media, and 63.5% of respondents experienced early menarche age. The youngest menarche age is 10 years and the oldest is 14 years 7 months. The average age of menarche is 11.4 years. The relationship of internet mass media exposure with the age of menarche in students with more nutritional status with a p value of 0.027 (p <0.05). It can be concluded that there is a relationship between internet mass media exposure and the age of menarche in students with more nutritional status. It is hoped that the school will provide information about reproductive health regarding the impact of early menarche and direct students to use the internet on positive things. Keywords : Age of Menarche, Internet Mass Media Exposure, Over Nutritional Status. ABSTRAK Dalam dasawarsa terakhir usia menarche bergeser ke usia yang lebih muda. Usia menarche termuda di Indonesia adalah 9 tahun dengan prevelensi 15,3%. Sumatera Barat, 41,4% remaja putri mengalami menarche saat usia 13-14 tahun. Anak perempuan yang mengalami menarche dini beresiko mengalami penyakit keganasan, diantaranya penyakit kanker. Gizi yang berlebih dan keterpaparan media merupakan faktor pencetus menarche dini. Survei awal dari 10 responden didapatkan usia menarche dini sebanyak 6 siswi. Dari 6 siswi tersebut keterpaparan media massa internetnya sedang 2 orang dan berat 4 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterpaparan media massa internet dengan usia menarche pada siswi dengan status gizi lebih di SMP Negeri Kecamatan Pauh Kota Padang Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi dengan status gizi lebih di SMPN 23 Padang dan SMPN 14 Padang Kecamatan Pauh Kota Padang dengan teknik total sampling, yang memenuhi kiriteria sampel sebanyak 52 orang responden. Kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa 53,8% responden memiliki keterpaparan media massa internet berat, dan 63,5% responden mengalami usia menarche dini. Usia menarche termuda adalah 10 tahun dan yang tertua adalah 14 tahun 7 bulan. Usia menarche rata-rata adalah 11,4 tahun. Hubungan keterpaparan media massa internet dengan usia menarche pada siswi dengan status gizi lebih dengan nilai p value 0,027 (p< 0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan keterpaparan media massa internet dengan usia menarche pada siswi dengan status gizi lebih. Diharapkan pihak sekolah memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi mengenai dampak menarche dini dan mengarahkan siswi untuk menggunakan internet pada hal yang positif. Kata kunci : Usia Menarche, Keterpaparan Media Massa Internet, Status Gizi Lebih.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Eltrikanawati T.; Larasuci Arini; Ilma Chantika
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.132

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries. Physical activity is also a major risk factor in triggering Diabetes Mellitus. This study aims to determine the relationship of physical activity with the quality of life of elderly people with type 2 diabetes mellitus. The research method used is descriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique in this research is purposive sampling with 58 samples. The instrument used in this study was a GPAQ physical activity questionnaire and quality of life using a WHOQOL questionnaire. The statistical test used is the chi square test. The results showed the majority with low activity of 23 elderly (38.6%) and the quality of life of the majority of good elderly totaling 30 elderly (51.7%) obtained p value of 0.001 <0.05 then H0 is rejected and Ha is accepted and can be conclusions that there is a significant relationship between physical activity with the quality of life of elderly people with diabetes mellitus type II. As health workers are expected to provide education to the community, especially in the elderly about physical activity one of them is elderly exercise, because of good physical activity and regularly provide benefits for the body, especially for people with Diabetes Mellitus type 2. Keywords: Physical Activity; Quality of life; Elderly; Type 2 Diabetes Mellitus ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus mengalami peningkatan didunia, baik dinegara maju maupun negara berkembang. Aktivitas fisik merupakan faktor resiko mayor dalam memicu terjadinya Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitan yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan rangcangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 58 sampel. Instrumen yang digunakan adalah koesioner aktivitas fisik GPAQ dan kualitas hidup menggunakan koesioner WHOQOL. Uji statistik yang digunakan ialah chi square test. Hasil penelitian didapatkan mayoritas dengan aktivitas rendah sebanyak 23 lansia (38,6%) dan kualitas hidup lansia mayoritas baik berjumlah 30 lansia (51,7%) didapatkan nilai p value 0,001 < 0,05 maka H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 Sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pada lansia mengenai aktivitas fisik salah satunya adalah senam lansia, karena aktivitas fisik yang baik dan teratur memberikan manfaat bagi tubuh, khususnya bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Kata Kunci: Aktifitas Fisik; Kualitas Hidup; Lanjut Usia; Diabetes Mellitus Tipe 2
PENGARUH YOGA TERHADAP NYERI DISMENORE PADA SANTRIWATI ALIYAH KELAS X DI PONDOK PESANTREN SUMATERATHAWALIB PARABEK BUKITTINGGITAHUN 2019 Irhas Syah; Rika Zuliani Putri
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.154

Abstract

Masa menstruasi disertai nyeri disebut dengan dismenore.Dari survey awal 15 santriwati, terdapat 13 santriwati yang mengalami nyeri saat menstruasi.Diantaranya 7 santriwati dengan nyeri ringan, 4 santriwati dengan nyeri sedang dan 2 santriwati dengan nyeri berat.Yoga merupakan salah satu teknik untuk relaksasi sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore.Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X Di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest.Tempat penelitian di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi.Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni 2019.Sampel penelitian adalah 15 orang.Untuk mengetahui Pengaruh Yoga terhadap penurunan dismenore diuji dengan uji wilcoxone dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan rata–rata nilai nyeri sebelum dilakukan yoga 5,13 dan setelah dilakukan sebesar 3,33. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan ada Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X (0,0005< 0,05) Disimpulkan bahwa ada Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X. Diharapkan kepada santri untuk menjadikan yoga ketika dismenore.sehingga rasa tidak nyaman karena dismenore tidak mengganggu aktivitas belajar disekolah maupun diluar sekolah
ASESMEN TINGKAT KEPUASAN DAN PERSEPSI ASUHAN ANTENATAL PADA IBU – IBU TUNANETRA DI KOTA PADANG (STUDI KASUS) Sunesni Sunesni; Dian Furwasyih
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.155

Abstract

ASESMEN TINGKAT KEPUASAN DAN PERSEPSI ASUHAN ANTENATAL PADA IBU – IBU TUNANETRA DI KOTA PADANG (STUDI KASUS) Sunesni1, Dian Furwasyih2 (1,2Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Bidan Program Profesi, STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG) Abstrak International Agency for The Prevention of Blindness menyatakan dua pertiga dari penyandang tuna netra di dunia adalah perempuan. Kelompok ini sangat jarang melakukan kunjungan antenatal. Hal ini mengakibatkan buruknya kesejahteraan ibu dan bayi serta outcome kehamilan jika dibandingkan dengan populasi pada umumnya. Selain itu, seringkali tenaga kesehatan tidak kompeten dalam memberikan pelayanan pada kelompok ini sehingga menjadikan pelayanan antenatal yang diberikan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kepuasan dan persepsi ibu hamil tunanetra terhadap pelayanan antenatal di Kota Padang. Desain penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Informan penelitian berjumlah 16 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 12,5% informan menyatakan tidak puas terhadap pelayanan antenatal dan 54% menyatakan persepsi negatif terhadap pelayanan antenatal. Perlakuan diskriminatif dan komunikasi petugas yang sulit dipahami, serta tidak tersedianya jalur khusus disabilitas pada konter pelayanan merupakan beberapa keluhan yang dikemukakan informan saat wawancara. Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil informan merasa tidak puas terhadap pelayanan kehamilan yang didapatkan dan lebih dari separuh informan mempunyai persepsi negatif terhadap pelayanan kehamilan yang diperoleh. Disarankan pada pemerintah dan swasta untuk menempatkan isu pelayanan kesehatan pada kelompok berkebutuhan khusus sebagai salah satu program prioritas bidang kesehatan sehingga menjamin perlindungan sosial dan kesehatan pada kelompok ini. Kata Kunci : ibu hamil, tunanetra, penyandang disabilitas, persepsi, pelayanan antenatal
HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG Nova Fridalni; Guslinda; Aida Minropa; Rini Rahmayanti
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.159

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih tergolong rendah pada tahun 2017 yaitu hanya 35,73% dengan target 50%. Provinsi Sumatera Barat menempati posisi kelima dengan cakupan ASI Eksklusif sebesar 73,6%. Puskesmas Andalas memiliki cakupan ASI eksklusif terendah yaitu 59,84%. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI adalah perawatan payudara. Perawatan payudara yang berguna untuk merangsang payudara mempengaruhi hipofisis untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perawatan payudara dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi ibu yang memiliki bayi usia 1-6 bulan sebanyak 268 orang dengan jumlah sampel 161 orang dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi-Square. Hasil analisis data didapatkan bahwa 108 responden (67,1% memiliki produksi susu yang tidak mencukupi dan sebanyak 114 responden (70,8%) tidak melakukan perawatan payudara. Hasil uji Chi- Square terdapat hubungan antara perawatan payudara dengan produksi ASI (p=0,044).Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang upaya peningkatan produksi ASI.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI UNIT HEMODIALISA Dedi Adha; Zulham Efendi; Afrizal Afrizal; Vivi Syofia Sapardi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.203

Abstract

Menurut World Health Organization 2014 prevalensi gagal ginjal kronik mengalami peningkatan sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Pasien GGK yang menjalani hemodialisis selain menimbulkan dampak bagi fisik, juga menimbulkan dampak secara psikologis salah satunya depresi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan lama hemodialisis dengan depresi pada pasien GGK. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-14 Juli 2020. Sampel pada penelitian ini 42 orang dengan menggunakan metode ”accidental sampling” dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap depresi pada pasien GGK (p=0,037) dan terdapat hubungan lama HD terhadap depresi pada pasien GGK (p=0,025).Kesimpulan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dan lama hemodialisis dengan depresi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Disarankan bagi petugas kesehatan lebih aktif untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien dan memberikan pendidikan kepada keluarga pasien agar keluarga memberikan dukungan dari segala aspek karena dukungan dari keluarga hal yang sangat dibutuhkan oleh pasien yang menjalani hemodialisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8