cover
Contact Name
Hasbullah
Contact Email
hasbullah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287771350333
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jalan Jend. Sudirman No. 30. Telp (0254) 200323 Serang–Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam
ISSN : 24074616     EISSN : 26543575     DOI : -
Core Subject : Education,
Geneologi PAI, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN “SMH” Banten.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021" : 9 Documents clear
Karakteristik Peserta Didik: Sebuah Tinjauan Studi Kepustakaan Maman Maman; Moch. Syamsuri Rachman; Irawati Irawati; Hasbullah Hasbullah; Juhji Juhji
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4829

Abstract

This study aims to describe the characteristics of students in an educational institution. This study uses literature studies. The data obtained from various references such as books and scientific articles are collected and analyzed related to students. The study of Hadiths is also done as an effort to sharpen discussions related to learners. A qualitative approach is done by descriptive and argumentative analysis. The results of the study that students as one of the main components in education must be known the level of competence, characteristic differences, and rights and obligations. Educational activities conducted through the learning process must lead them to achieve a life goal that has been outlined in Islamic teachings
PENERAPAN METODE QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTESIS DAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA Abdul Qodir; Siti Amaliyah; Teguh Fachmi
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4682

Abstract

Realitas yang ada saat ini masih banyak guru matapelajaran fiqih yang masih menerapkan pola pembelajaran konvensional. Guru mengajar hanya dengan menggunakan metode yang monoton yaitu ceramah dan hafalan, serta dengan cara massal atau serentak dengan tidak memperhatikan keberagaman jenis kecerdasan siswanya. Sedangkan matapelajaran fiqih memiliki materi-materi tertentu yang mesti dipraktikkan serta diamalkan oleh setiap siswanya yang terkadang akan menimbulkan kesalahpahaman dan perbedaan pendapat, sehingga memerlukan proses pembelajaran yang menyentuh kecerdasan kinestesis dan interpersonal siswa. Untuk memancing keaktifan siswa yang ditunjukkan dengan pelibatan diri terhadap materi pembelajaran diterapkan metode quantum teaching. Dengan diterapkannya metode quantum teaching diharapkan proses pembelajaran bisa lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan kinestesis dan kecerdasan interpersonal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan peningkatan kecerdasan kinestesis dan kecerdasan interpersonal sebelum (pretest) dan sesudah (postest) diterapkannya pembelajaran konvensional, 2) perbedaan peningkatan kecerdasan kinestesis dan kecerdasan interpersonal sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diterapkannya metode quantum teaching, 3) perbedaan peningkatan sesudah (posttest) di kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang diterapkannya metode quantum teaching. Metode quantum teaching yang dimaksud yakni metode yang diterapkan guru dalam usahanya untuk menguraikan cara-cara baru yang memudahkan proses pembelajaran fiqih dengan perpaduan antara unsur seni dan tujuan pembelajaran fiqih. Dalam hal ini menerapkan metode quantum teaching dengan cara menanamkan pada diri siswa bahwa apa yang akan dipelajarinya memiliki manfaat yang besar, mempraktikkannya sera bergiliran, kemudian merayakan keberhasilan mereka. Penelitian ini, mengunakan metode kuasi eksperimen dengan desain dalam dua kelompok acak yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah penelitian ini dilakukan dengan cara identifikasi, tes, wawancara, studi dokumentasi dengan jumlah sampel kelas kontrol sebanyak 34 siswa dan kelas eksperimen sebanyak 34 siswa. Hasil dalam penelitian ini, diperoleh identifikasi awal dan identifikasi akhir kecerdasan kinestesis sebesar 22,73% menjadi 24,26 % dan kecerdasan interpersonal 23,68 % menjadi 24,76% pada kelas kontrol sedangkan kelas eksperimen diperoleh identifikasi awal dan identifikasi akhir kecerdasan kinestesis sebesar 23,47 menjadi 25,94 dan kecerdasan interpersonal sebesar, 23,41 menjadi 25,94, hasil belajar siswa diperoleh pada kelas kontrol sebesar 50,59 menjadi 62,35 dengan kelas eksperimen 53,23 menjadi 85,44. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu kelas eksperimen lebih meningkatkan kecerdasan kinestesis, kecerdasan interpersonal dan hasil belajar siswa dari pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional
PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI TENTANG PENDIDIKAN DALAM KITAB TAFSIR MARĀḤ LABĪD Khaeroni Khaeroni
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4230

Abstract

Kepopuleran tafsir Marāḥ Labīd memang menarik banyak akademisi untuk meneliti dan menjelaskan berbagai hal yang terkait dengan kitab ini baik konten, epistemologi karakteristik maupun seputar pemikiran penulisnya, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani. Berbagai karya berupa skripsi dan artikel lain yang dapat dijumpai di jurnal-jurnal pemikiran Islam, genre penelitian pun beragam, dari tasawuf, adab, pendidikan, dan teologi. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan beberapa pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani pada bidang pendidikan yang dapat diambil dari kitab Marāḥ Labīd baik secara tersurat maupun tersirat. Secara khusus, tulisan ini membahas pemikiran pendidikan Syekh Nawawi Al-Bantani yang dituliskan dalam Tafsir Surat Al-Rahman ayat 1 s.d. 14 dalam kitab tersebut.
STRATEGI PENDIDIK DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMIK Nining Syamsi Komariah; Saefuddin Zuhri
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4706

Abstract

Wabah virus Covid-19 adalah Musibah yang meninmpa beberapa Negara di dunia termasuk Indonesia dampaknya sangat luas pada kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. Dengan demikian pemerintah menerapkan Beberapa kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di sekolah dan perguruan tinggi, Fenomena terjadi di masa sekarang banyak program menjadi problem berkepanjangan yang merugikan banyak pihak alasannya jelas karena perencanaan yang lemah, hal hal yang membuat perencanaan tersebut menjadi lemah diantaranya adanya keterbatasan kemampuam manusia dalam membuat rencana, kekurangan media dan dana serta kekurangan pengalaman Masa pandemi yang terjadi saat ini menguji guru untuk bisa menghadapai tantangan dalam pemebelajaran secara online dengan aplikasi yang baru dikenal tentu banyak kendala yang dihadapi diantaranya, kemampuan SDM, sinyal yang tidak sesuai harapan, tenaga listrik yang terkadang kurang memadai, dan dana pulsa yang membengkak, fasilitas hp yang tidak dimiliki, olehn karena itunguru harus bisa membuat startegi dalam pembelajaran di masa pandemic ini agar pemebajaran dapat berjalan dengan baik
METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI BANJARNEGARA Novia Isti Setiarini; Sumiarti Sumiarti
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4701

Abstract

Pendidikan ialah proses belajar yang dibentuk oleh guru untuk meningkatkan kreatifitas berfikir yang bisa menaikkan keahlian berfikir siswa. Bukan cuma anak normal saja yang berhak memperoleh pendidikan dalam pembelajaran, anak yang mempunyai kebutuhan khusus termasuk anak tunarungu juga memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran pendidikan agama Islam di SLB Negeri Banjarnegara memakai bermacam metode pendidikan ialah meliputi metode ceramah, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, serta bermain. Hal tersebut diterapkan cocok dengan keahlian yang dipunyai oleh siswa tunarungu. Tujuan riset ini yakni untuk mendapatkan cerminan menimpa metode pembelajaran pendidikan agama Islam di SLB Negeri Banjarnegara pada anak tunarungu. Tipe riset ini yakni kualitatif riset lapangan yang berbentuk deskritif kualitatif. Riset ini dilaksanakan di SLB Negeri Banjarnegara. Perolehan informasi dicoba dengan menggali sumber informasi ialah guru pembelajaran agama Islam secara langsung. Hasil riset ini menampilkan kalau guru sudah melaksakan pendidikan pembelajaran agama Islam dengan memakai bermacam metode yang disesuaikan dengan keahlian yang dipunyai oleh siswa tunarungu. Dibantu dengan memakai metode untuk berbicara dengan anak tunarungu yakni metode oral, membaca ujaran, tata cara manual, pembinaan aural, serta metode komunikasi total untuk mempermudah siswa dalam menerima pendidikan
TINGKAT KETERDIDIKAN MENURUT ALQURAN: MENGURAI MAKNA A’LAMU SEBAGAI PANDUAN PENDIDIKAN Agus Nurcholis Saleh; Teguh Fachmi; Ilman Fakih
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4707

Abstract

Manusia itu sudah diciptakan oleh Allah dengan sempurna. Pendidikan adalah cara manusia untuk menjaga kesempurnaan tersebut. Ada banyak jenjang pendidikan yang dirumuskan dan terlembaga secara mapan. Namun hasilnya masih tidak memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuka informasi dan memberikan pencerahan tentang keterdidikan dalam Alquran, sebagai pedoman manusia untuk memelihara kesempurnaan dirinya sebagai insan terdidik. Penelitian ini bersifat pustaka. Alquran sebagai sumber data utama, dan peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, penulis menetapkan tema. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis konten. Secara pendekatan, peneliti mengikuti alur tafsir. Hasilnya, tingkat pendidikan yang tinggi belum tentu mencerminkan tingkat keterdidikan. Seorang yang telah menyelesaikan suatu tingkat pendidikan belum tentu memiliki karakter yang disebutkan. Sebagai sebuah sistem, Alquran membantu manusia untuk mewujudkan kesempurnaan melalui terintegrasinya pikiran, perasaan, dan anggota badan
KONSEP PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PARADIGMA PROFETIK Fatkhatul Mar'ah; Tutuk Ningsih
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4703

Abstract

Paradigma profetik dalam memaknai pendidik perlu digali lebih dalam agar proses pendidikan benar-benar mencapai esensinya, yaitu proses memanusiakan manusia menuju manusia seutuhnya. Misi utama pendidikan adalah menanamkan kepada peserta didik akhlak yang mulia serta budi pekerti. Pendidik profetik merupakan pendidik yang memiliki misi seperti para nabi dalam melaksanakan tugas kenabiannya, sehingga pendidik diwajibkan meneladani dan memiliki empat sifat Nabi atau Rasul antara lain: jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan (tabligh), cerdas (fatonah) serta meneladani kisah para Nabi. Peserta didik dalam paradigma pendidikan profetik sangat berkaitan erat dengan pandangan al-Qur'an mengenai hakekat manusia baik jasmani maupun ruhani. Inti orientasi pendidikan Islam bermuara pada misi profetik yang membentuk jiwa muslim yang sholeh yang dapat menyatukan hubungan hablumminannalah dan hablumminannas secara komprehensif. Nilai-nilai profetik yang perlu dimiliki oleh peserta didik antara lain: segala aktifitas belajar diniatkan sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bersikap zuhud, memiliki sikap rendah hati atau tawadhu dan memiliki karakter yang mulia
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA 1950-2013 (ANALITIS ALOKASI WAKTU PELAJARAN PAI PADA SEKOLAH UMUM) Humaedi Humaedi; Rudi Hartono
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4724

Abstract

Penelitian ini terkait keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum sebagai bagian dari kebijakan pemerintah. Dapat dilihat pada kondisi obyektif tentang pemberlakuan alokasi waktu PAI di sekolah umum yang dapat ditelusuri dari tahun 1950 sampai tahun 2013. Setelah Indonesia merdeka, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap (tidak wajib) dan bukan penentu kenaikan kelas, di setiap jenjang pendidikan menjadi mata pelajaran inti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana akan menghasilkan data secara kualitatif yakni berupa ungkapan-ungkapan atau catatan atau tingkah laku orang yang akan dijadikan observan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi PAI di sekolah umum (1950-2013) dipengaruhi oleh kebijakan politik sebagai regulasi, di antaranya: (1) kebijakan pemerintah terkait jumlah jam pelajaran telah ditetapkan dalam undang-undang dan permendikbud 103 tahun 2014, (2) efektifitas alokasi waktu mata pelajaran PAI pada sekolah umum terimplementasi dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 di mana 2 jam pelajaran untuk penyampaian materi PAI sesuai dengan kurikulum nasional ditambah dengan 1 jam pelajaran lagi untuk pendalaman BTQ, life skill, dan pembentukan karakter melalui kisah-kisah teladan
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MTS YTI SUKAMERANG Hena Khaerul Ummah; Opik Taupik Kurahman; Supiana Supiana
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi program pengembangan keberagamaan peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh di MTs YTI Sukamerang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data umum adalah peserta didik kelas VII yang berada di MTs YTI Sukamerang Garut. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket. Angket tersebut dibagikan lewat google form kepada peserta didik kelas VII di MTs YTI Sukamerang yang berjumlah 26 orang, laki-laki berjumlah 14 orang dan perempuan berjumlah 12 orang. Selanjutnya data tersebut dikumpulkan serta dianalisis kemudian dilakukan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa program pengembangan keberagamaan peserta didik yang dilakukan di MTs YTI Sukamerang selama pembelajaran jarak jauh adalah Shalat Dhuha, tadarus & tahfidz Al-Qur’an, melaksanakan infak, Shalat Dzuhur dan kegiatan kepesantrenan. Dari hasil data yang diperoleh prosentase sebesar 90% sudah dilaksanakan dengan sangat baik terlihat pada skor implementasi program pengembangan keberagamaan peserta didik berdasarkan responden peserta didik antara laki-laki dan perempuan. Hal ini tidak terlepas dari peran pendidikan yang mengarahkan keseharian mereka baik dilingkungan keluarga maupun sekolah

Page 1 of 1 | Total Record : 9