cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
-
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sungai Raya Dalam Gg. Ceria V No.10, Pontianak - Kalimantan Barat
Location
Kab. kubu raya,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
ISSN : 28068375     EISSN : 25280937     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences.
Articles 88 Documents
Aspek Spiritual Pasien Pasca Operasi Laparatomi Di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak Suriadi, Suriadi; Rahayani, Ismi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Aspek spiritual walaupun tidak terlihat tetapi akan sangat berpengaruh dalam mempercepat penyembuhan karena akan meningkatkan imun dari pasien serta meningkatkan motivasi pasien untuk mempertahankan kehidupanya dan meningkatkan kualitas hidup dari pasien sendiri. Spiritual akan memberikan kekuatan hidup pada pasien yang dapat mempercepat penyembuhannya. Laparatomi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengeksplorasi organ abdomen yang dapat menimbulkan penurunan imunitas dari pasien.   Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui aspek spiritual pasien pada kondisi pasca operasi laparatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak.   Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Bertempat di RSUD Dr. Soedarso dengan jumlah 4 informan. Analisa yang digunkanan dengan metode Colaizi   Hasil: Peneliti mengalisa hasil indepth interview kegiatan ibadah yaitu tidak melakukan shalat hanya zikir saja, dukungan dalam melakukan ibadah diberikan oleh keluarga terdekat yaitu istri ataupun suami, hambatan dalam melakukan ibadah karena sulit dalam melakukan aktifitas disebabkan nyeri, dan ibadah dapat mempercepat penyembuhan menyebabkan nyeri berkurang dan perasaan nyaman.   Kesimpulan: ada 4 tema besar dari Aspek spiritual pasien pada kondisi paska operasi laparotimi di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso yaitu kegiatan ibadah yang dilakukan oleh informan adalah zikir, dukungan dalam melakukan ibadah adalah orang yang terdekat seperti suami dan istri, hambatan dalam melakukan ibadah adalah kesulitan dalam melakukan aktifitas karena nyeri pada daerah operasi dan bila melakukan ibadah membuat perasaan nyaman dan nyerinya berkurang.
Gambaran Cost-Effektiviness Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer Grade Iii Dan Iv Di Klinik Kitamura Pontianak Suhendra, Ryan Thea; Syabariyah, Sitti; Shadana, Wisnu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetic Foot Ulcer adalah termasuk polineuropati simetris yang bermanifestasi secara klinis sebagai penurunan sensasi tekanan kulit dan getaran serta ketiadaan refleks dan sekitar 75-90 % penderita Diabetes Mellitus adalah dengan ulkus kaki diabetik. di Indonesia khususnya di pontianak jumlah penderita Diabetes mellitus tipe II masih sangat tinggi. Di Klinik Kitamura terhitung pada tahun 2015 sebanyak 470 penderita di sertai komlikasi Diabetic Foot Ulcer. Tujuan : Mengetahui Gambaran Cost-Effektiviness pada biaya total Diabetic Foot Ulcer grade III dan IV selama tiga bulan diklinik Kitamura Pontianak. Metode penenelitian : Jenis penelitian ini adalah secara deskriptif dengan rencana penelitian retrosfektif. Populasi berjumlah 60 orang, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah observasi buku rekam medik. Perbedaan efektivitas biaya antara perawatan modern dan konvensional diuji dengan uji t independent dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa metode perawatan konvensional lebih efektif dan terdapat perbedaan efektivitas antara kelompok modern dan konvensional dengan nilai p=0,001 Kesimpulan : Perawatan luka DFU dengan metode konvensional lebih efektif dalam pembiayaan karna jumlah responden yang menggunakan perawatan konvensional lebih sedikit dibandingkan metode perawatan modern.
Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Di Terapi Bekam Harmoni Pontianak Surianti, Surianti; Bhakti, Wida Kuswida; Surtikanti, Surtikanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam penyembuhan dengan hijamah atau yang sudahdi upgrade dengan konsep ODT (Oxidant Drainage Therapy), seseorang menderita penyakit kolesterol tinggi karena adanya timbunan oksidan di pembuluh darah sehingga mengakibatkan sirkulasi darah terganggu, kolesterol berubah jahat jika kadarnya dalam tubuh melebihi normal. Kelebihan kolesterol akan disimpan dan menempel pada dinding pembuluh darah hingga menimbulkan pengapuran (aterosklerosis). Kolesterol melekat lapis demi lapis, perlahan-lahan tanpa disadari oleh penderitanya. Akibatnya, aliran darah dalam pembuluh darah menjadi tidak lancar. Oksigen yang dibawa darah untuk menyuplai jantung dan otak menjadi lebih sedikit. Ada ketidakseimbangan antara oksigen suplai dengan oksigen demand, dengan dikeluarkan oksidan yang menekan pembuluh darah dan membuat sempit pembuluh darah, kolesterol yang berlebih akan kembali normal.Survey yang dilakukan di Terapi Bekam Harmoni Pontianak di dapatkan bahwa sebagian pasien yang berbekam masih banyak mengeluh kolesterolnya tinggi, namun di tempat terapi bekam harmoni ini tidak ada melakukan cek kolesterol sebelum berbekam dan sesudah berbekam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Metode penelitian: Meode penelitian ini menggunakan eksperimen semu murni dengan ?pre and post test control group design?. Sampel yang digunakan  purposive sampling dengan teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan/masalah dalam penelitian). Uji T test digunakan untuk menganalisa data, sampel yang didapatkan dalam penelitian sebanyak 30 responden. Terapi bekam dilakukan setelah pengukuran kadar kolesterol. Hasil penelitian: Hasil penelitian terhadap penurunan kadar kolesterol dilakukan sebelum dan sesudah tindakan bekam. Bekam pada tanggal biasa yaitu 258 mg/dl dengan standar deviasi 22,94 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar kolesterol responden sesudah dilakukan bekam pada tanggal biasa yaitu 222 mg/dl dengan standar deviasi 22,89 mg/dl. Analisis berikutnya menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05),  dan rata-rata kadar kolesterol sebelum dilakukan pada tanggal sunnah yaitu 257 mg/dl dengan standar deviasi 22,52 mg/dl, dan rata-rata kadar kolesterol responden sesudah dilakukan bekam pada tanggal  sunnah yaitu 195 mg/dl dengan standar deviasi 18,58 mg/dl. Analisis berikutnya menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh terapi bekam dalam penurunan kolesterol sebelum dan sesudah dilakukan terapi bekam pada tanggal biasa dan sunnah. Kesimpulan: Terapi bekam basah mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol terhadap penderita hiperkolesterol di terapi bekam harmoni pontianak
Hubungan Antara Faktor-Faktor Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Dengan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Rawat Inap Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Handayani, Sri Yuni; Supriadi, Supriadi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ilmu keperawatan menandang manusia sebagai makluk bio-psiko-sosio-spiritual, dengan demikian kepedulian terhadap yang sakit seharusnya perlu dilihat secera utuh dan menyeluruh dari segi bio-psiko-sosio-spiritual. Perawat di rumah sakit hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik dan belum sepenuhnya membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien. Tujuan: Mengetahui Hubungan antara faktor-faktor pemenuhan kebutuhan spiritual terhadap kebutuhan spiritual pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode Penelitian: Penelitian korelasi dengan rancangan cross-sectional, sampel penelitian berjumlah 41 orang. Analisis yang digunakan adalah Chi-Square dan dengan uji alternatif Fisher?s Exast Tast. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian dari keempat faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan spiritual menunjukkan faktor keluarga memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien dengan nilai p value=0.049 (p<0.05), faktor kegiatan agama memiliki hubungan dengan nilai p value=0.017 (p<0.05), faktor latar belakang etnik dan budaya tidak memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien dengan nilai p value=0.673 (p>0.05), dan faktor pengalaman hidup sebelumnya tidak memiliki hubungan dengan nilai p value=1.000 (p>0.05). Kesimpulan: Faktor keluarga dan faktor kegiatan agama memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien, perawat dapat menggunakan hal tersebut untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien.
Pengaruh Pola Asuh Ibu Dengan Verbal Abuse Terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Pra Sekolah (5-6 Tahun) Di Tk Mujahidin Pontianak Aspiyanti, Aspiyanti; Haryanto, Haryanto; Putra, Gusti Jhoni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to Terry e. Lawson (1998) psychiatrist of children, violence of children are divided into 4 (four) kinds included, emotional abuse, verbal abuse, physical abuse and sexual abuse. Many children  experienced verbal abuse from their parents that  related to their intelligence, physical appearance, and capabilities. The high violence on the children and less precisely parents in educating them at age 3 to 6 years while its time is the growing of a child where the most prominent influence is the lack of confidence and loss of the child's self image. Objective: To known the influence of mother?s parenting with Verbal Abuse against a Growing of pre School children (5-6 years) at Mujahidin kindergarten Pontianak. Methods: Observational analytic research with cross sectional research design. Results: The percentage of mother?s parenting with the verbal abuse of the largest number of respondents was 72 (72%) have a good parenting and  28 respondents (28%) have not good parenting (verbal abuse) and percentage of growing children with 70 respondents (70%) have a good growth and amount of 30 respondents (30%) have grown less well. Statistical analysis of the test results Influence of mother?s Parenting with Verbal Abuse against a Growing of pre School children (5-6 years) at Mujahidin kindergarten Pontianak used chi square test with a level of significance (Alpha) 0.05 obtained significant results (p = 0.000), which means that the pValue 0.05, then could be inferred that the Ha was accepted which means there was the influence of mother?s Parenting with Verbal Abuse against a Growing of pre School children (5-6 years) at Mujahidin kindergarten Pontianak. Conclusion: Mother?s Parenting with Verbal Abuse has a strong influence on the Growing of pre School children (5-6 years) at Mujahidin kindergarten Pontianak.
Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe) Terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Putri Tingkat Ii Mts Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak Rahmawati, Siti; Ramadhaniyati, Ramadhaniyati; Makmuriana, Lestari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dismenore adalah keluhan yang sering dialami wanita menstruasi. Nyeri dirasakan pada perut bagian bawah, kadang-kadang disertai pusing, lemas, mual dan muntah, biasanya terjadi saat haid dan menjelang haid. Rebusan jahe merah mengandung gingerol, shagaol dan zingerol yang berfungsi dapat menekan hormon prostaglandin yang menyebabkan nyeri. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan jahe merah terhadan intensitas dismenore pada remaja putri tingkat II MTs Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak. Metode Penelitian : Jenis penelitian quasy eksperimen dengan desain Time Series Design. Sample sebanyak 19 diambil dengan Total Sample sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data diuji dengan Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan rebusan jahe merah pada Remaja Putri Tingkat II MTs Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak, p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian rebusan jahe merah pada penurunan intensitas dismenore pada remaja putri tingkat II MTs Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak.
Konsep Diri Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcers (Dfu) Di Klinik Kitamura Pontianak (Studi Fenomenologi) Silin, Aprilia; Kardiatun, Tutur; Hartono, Hartono
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JK2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah (hyperglycemia) kronik yang dapat menyerang banyak organ di semua lapisan masyarakat. DM jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya beberapa komplikasi bersama-sama atau terdapat satu masalah yang mendominasi seperti kelainan vaskuler, retinopati, nefropati diabetik, neuropati diabetik dan ulkus kaki diabetik. Berat kecilnya suatu penyakit sangat mempengaruhi konsep diri seperti hal nya seseorang yang mengalami DFU, DFU dianggap merupakan suatu penyakit yang menakutkan, karena mempunyai dampak negatif yang kompleks terhadap kelangsungan kualitas hidup individu. Salah satu diantaranya adalah amputasi, apabila DFU tersebut mengancam jiwa seseorang. Tujuan : Mengetahui konsep diri pada pasien Diabetic Foot Ulcers (DFU) di Klinik Kitamura Pontianak. Metode Penelitian : Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis fenomenologi. Hasil Penelitian : Konsep diri dari kelima komponen menunjukan hampir sebagian dari kelima komponen konsep diri memiliki konsep diri yang negatif, tetapi ada salah satu dari kelima komponen konsep diri yaitu peran, masih postif dan ada juga beberapa komponen lagi yang masih menunukan ke hal yang positif salah satu nya ideal diri dan harga diri. Pada ideal diri mereka masih memiliki harapan yang positif dan di harga diri meskipun ada yang negatif tetapi mereka masih memiliki harga diri yang positif pada diri mereka, jadi meskipun dari beberapa komponen ada yang masih negatif tetapi dengan adanya beberapa komponen yang masih positif dengan di dukung beberapa faktor lain lagi yaitu faktor eksternal dan internal jadi konsep diri pada pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak masih positif atau baik. Kesimpulan : Konsep diri pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak positif atau baik.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Rabies Di Desa Harapan Makmur Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Yesi, Silvister; Wardani, Nuniek Setyo; Syabariah, Sitti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JK2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rabies adalah penyakit infeksi akut susunan saraf pusat pada manusia dan mamalia yang berakibat fatal karena akan selalu berakhir dengan kematian. WHO mengemukakan bahwa lebih dari 99% kematian akibat rabies di dunia terjadi di negara berkembang. Mortalitas akibat rabies di Afrika dan Asia diperkirakan menjadi 55.000 kematian setiap tahunnya dengan 56% terjadi di Asia dan 44% kematian terjadi di Afrika. Negara Indonesia termasuk negara ke lima dengan rate kasus kematian tertinggi akibat rabies di Asia. Mengingat bahaya keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka kita akan melihat seberapa tinggi tingkat pengetahuan masyarakat guna untuk usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit rabies. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi penelitian ialah seluruh pemilik hewan peliharaan yang berjumlah 78 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Selanjutnya data disajikan menggunakan tabel distribusi lalu dianalisis secara kuantitatif. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari distribusi frekuensi pengetahuan masyarakat tentang wabah rabies, menunjukkan terdapat 43 orang (55%) responden berpengetahuan baik, 35 orang (45%) responden berpengetahaun sedang dan (0%) responden berpengetahuan buruk. Kesimpulan: Didapatkan pengetahuan dari masyarakat mayoritas baik.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Sikap Keluarga Dalam Penyajian Menu Makanan Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pal 3 Pontianak Pandi, Jul; Wuriani, Wuriani; Jiu, Cau Kim
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JK2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg yang terus-menerus dalam jangka waktu lama. Pengetahuan dan sikap yang baik seharusnya dimiliki oleh pasien karena pasien adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap terkontrolnya tekanan darah, sehingga akan terbentuk pengetahuan dengan sikap positif terhadap pasien hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga dalam penyajian menu makanan pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Pal 3 Pontianak. Metode penenelitian: Menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil penelitian: Menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga (p value = 0,702 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga dalam penyajian menu makanan pasien hipertensi tdiak ada hubungan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Morbili Pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Wilayah Kerja Upk Kom Yos Sudarso Pontianak Saamiya, Nabila; Gusmiah, Tisa; Lukita, Yenni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JK2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Latar Belakang: Campak merupakan salah satu penyakit menular dengan berbagai komplikasi yang berat, sangat potensial menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa (KLB), serta dapat menyebabkan kematian Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian morbili pada anak usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja UPK Kom Yos Sudarso Pontianak. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan case control berdasarkan waktu secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel adalah kuota sampling dengan jumlah sampel 74 responden. Hasil Penelitian: Hasil analisa menggunakan spearman didapatkan nilai signifikan pada status imunisasi p = 0,000 pada variabel pengetahuan p = 0,001 dan variabel kepadatan tempat tinggal p = 0,924 (p value < 0,05) Kesimpulan: Ada hubungan antara status imunisasi dan pengetahuan ibu terhadap kejadian morbili pada anak usia 1-3 tahun, sedangkan kepadatan tempat tinggal tidak ada hubungan terhadap kejadian morbili pada anak usia 1-3 tahun