cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
-
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sungai Raya Dalam Gg. Ceria V No.10, Pontianak - Kalimantan Barat
Location
Kab. kubu raya,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
ISSN : 28068375     EISSN : 25280937     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences.
Articles 88 Documents
Efektifitas Pemberian Madu Pinang Muda, Dan Jintan Hitam Dalam Proses Penyembuhan Luka Kronik Dengan Pseudomonas Aeruginosa Pada Tikus Putih Suriadi, Suriadi; Hastuti, Lidia; Handayani1, Leni Wahyu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan rusaknya  kesatuan atau komponen jaringan. Banyak faktor yang dapat menghambat penyembuhan luka, salah satunya bakteri pseudomonas aeruginosa. Banyak peneliti melakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman-tanaman herbal dan hasil alam lainnya. Penelitian herbal di teliti untuk di gunakan dalam proses penyembuhan luka diantaranya, madu, jintan hitam dan pinang muda. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian madu pinang dan jintan hitam dalam proses penyembuhan luka. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experimental. Menggunakan Posttest Only Design. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel penelitian ini adalah tikus putih berjumlah 8 ekor berumur 8 minggu dengan berat 150-200 gram. Tikus diberi perlukaan pada punggung kiri dengan luas luka mencapai 1,1 cm dan diberikan Pseudomonas Aeruginosa. Hasil: Hasil analisis penyembuhan luka menunjukkan nilai t hitung 0,215 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai t.tabel 1,725. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan kombinasi madu dan ekstrak pinang muda dan ekstrak jintan hitam dalam proses penyembuhan luka kronis terkontaminasi bakteri Pseudomonas Aeruginosa pada tikus putih.
Hubungan Antara Lingkungan Sekolah Terhadap Kejadian Penyakit Diare Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 13 Pal V Syabariyah, Sitti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare sampai kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, walaupun secara umum angka kesakitan masih berfluktuasi, dan kematian diare yang dilaporkan oleh sarana pelayanan dan kader kesehatan mengalami penurunan namun penyakit diare ini masih sering menimbulkan kejadian luar biasa yang cukup banyak bahkan menimbulkan kematian. Dilihat dari jumlah kasus diare pada usia balita terjadi ketidak sesuaian dengan usia diatas 5 tahun. Pada usia diatas 5 thn atau pada usia sekolah cenderung meningkat jumlahnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang penyakit diare dengan tingkat kejadian diare pada anak usia pada anak Sekolah Dasar Negeri 13 Pal V. Metode: Penelitian jenis kuantitatif dengan metode deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk suatu kondisi atau fenomena yang terjadi pada suatu kelompok subjek tertentu yang kemudian dilanjutkan dengan metode korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan antara dua atau lebih variabel penelitian. Berdasarkan tujuan penelitian, maka rancangan penelitian yang digunakan adalah metode Cross Sectional Studi yaitu penelitian potong lintang yang dilakukan secara bersamaan pada saat itu juga dan hanya dilakukan satu kali. Hasil: Hasil pengumpulan data yang telah dilaksanakan selama penelitian,  akan dijelaskan pada bab ini. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 13 Pal V, yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Januari 2014. Pada penelitian ini di ambil sampel sebanyak 57 responden, kemudian disebarkan sebanyak 57 kuesioner. Dari 57 kuesioner yang disebarkan, semuanya terisi oleh responden maupun diisi dengan bantuan peneliti. Kesimpulan: Berdasarkan tujuan penelitian yang diharapkan, maka dapat ditarik  kesimpulan Frekuensi anak yang pernah mengalami diare selama satu bulan terahir di Sekolah dasar Negeri 13 Pal V sebanyak 26.3% sedangkan Frekuensi anak yang tidak pernah mengalami diare selama satu bulan terakhir di Sekolah Dasar Negeri 13 Pal V sebanyak 73.7%.
Faktor-Faktor Resiko Penyebab Gagal Ginjal Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Supriadi, Supriadi; Wuriani, Wuriani; Margediana, Margediana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kerusakan pada ginjal sangat mempengaruhi organ tubuh lainnya.Oleh sebab itu penting bagi kita untuk selalu memperhatikan dan menjaga agar ginjal dapat berfungsi dengan baik. Tidak sedikit orang yang mengalami gagal ginjal dan menyadari hal itu setelah ginjalnya rusak parah, karena banyaknya fungsi ginjal dan saling berhubungan dengan organ tubuh lain maka penyebab gagal ginjal pun bervariasi. Penyakit gagal ginjal merupakan salah satu penyebab terbesar kematian di dunia, Angka kejadian gagal ginjal di dunia secara global lebih dari 500 juta orang dan yang harus menjalani hidup dengan bergantung pada cuci darah (hemodialisis) 1,5 juta orang. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko penyebab gagal ginjal pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian retrospektif diamana meneliti kejadian masa lalu yang dapat menyebabkan kejadian masa sekarang dengan metode pendekatan cross sectional dimana setiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subyek pada saat pemeriksaan. Hasil: Hasil penelitian ini adalah faktor makanan (berlemak dan berkolesterol) sebanyak 46,7%, faktor minuman (bersoda dan alcohol) sebanyak 43,3% dan untuk faktor karena kebiasaan kurang mengkonsumsi air putih sebanyak 73,3%, faktor merokok sebanyak 26,7%, faktor hipertensi sebanyak 53,3%, faktor trauma renal 26,7 %, faktor pekerjaan 26,7%, faktor mengkonsumsi suplemen 50%, aktor diabetes mellitus 56,7% dan faktor riwayat keluarga 20%. Kesimpulan: Masyarakat sebaiknya memilih konsumsi minuman yang tidak berbahaya bagi kesehatannya karena faktor penyebab terbesar gagal ginjal adalah pasien yang mengkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol.  
Relationship Of Knowledge About Vaginal Discharge (Flour Albus) With An Attitude Of Maintaining The Cleanliness Of The External Genitalia While Vaginal Discharge (Flour Albus) Grade 5th And 6th In Elementary School 21 Sungai Raya Erwhani, Indri
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Puberty is a time of early sexual maturation. At this time, especially young women will menstruate. Most of the young women before or after menstruation will experience vaginal discharge (flour albus). Approximately 75% of women in the world would experience vaginal discharge (flour albus) at least once in a lifetime. Therefore, teenage girls need to understand about vaginal discharge (flour albus). When the young women experience vaginal discharge (flour albus) they will know how to maintain the cleanliness of their reproductive organs. By doing this it is expected to prevent the occurrence of abnormal vaginal discharge (flour albus) (pathological). Objective: To determine relationship of knowledge about vaginal discharge (flour albus) with an attitude of maintaining the cleanliness of the external genitalia while vaginal discharge (flour albus) grade 5th and 6th in Elementary School 21 Sungai Raya. Methods: This study is a correlation with the type of Cross-Sectional design, data collection technique using purposive sampling questionnaire, the subject of 47 respondents. Test analysis in this study is a statistical test Chi Square. Results: Analysis of bivariate with Chi Square shows there is a relationship of knowledge about vaginal discharge (flour albus) with an attitude of maintaining the cleanliness of the external genitalia while vaginal discharge (flour albus) grade 5th and 6th in Elementary School 21 Sungai Raya (? = 0,017). Conclusion: There is a relationship of knowledge about vaginal discharge (flour albus) with an attitude of maintaining the cleanliness of the external genitalia while vaginal discharge (flour albus) grade 5th and 6th in Elementary School 21 Sungai Raya
Gambaran Pengetahuan Perawat Dalam Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru (PMK) Pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang Perinatologi Rsud Sultan Syarif M. Al Qadrie Kota Pontianak Ramadhaniyati, Ramadhaniyati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perawatan metode kanguru merupakan metode yang bermanfaat dalam meningkatkan berat badan bayi lahir rendah. Pengetahuan yang baik tentang perawatan metode kanguru oleh perawat perinatologi menjadi hal yang penting dalam upaya mengarahkan dan mendidik ibu dengan bayi prematur atau dengan BBLR agar dapat memberikan perawatan metode kanguru pada bayinya. Tujuan: Mendiskripsikan pengetahuan perawat dalam pelaksanaan perawatan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah (BBLR) di Ruang Perinatologi RSUD Sultan Syarif M. Al Qadrie Kota Pontianak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil: Pengetahuan seluruh perawat ruang perinatologi RSUD Sultan Syarif M. Al Qadrie Kota Pontianak tentang perawatan metode kanguru adalah baik, sehingga dalam pelaksanaannya perawat dapat membantu dan mengajarkan ibu dalam melakukan perawatan metode kanguru pada bayi mereka dan yang dirawat di ruang perinatologi dengan kondisi BBLR. Kesimpulan: Adanya pengetahuan yang baik dari seluruh perawat diruang perinatologi sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan perawatan metode kanguru di Ruang Perinatologi RSUD Sultan Syarif M. Al Qadrie Kota Pontianak.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH Al-Fatihah TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI Di RSUD Dr. Soedarso PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Kardiatun, Tutur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pre operasi merupakan tahapan dalam proses pembedahan yang dimulai prabedah (preoperasi), bedah (intraoperasi), dan pascabedah (postoperasi). Prabedah merupakan masa sebelum d?lakukannya tindakan pembedahan, dimulai sejak persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien di meja bedah. Saat menjalani pre operasi tentunya klien atau pasien akan mengalami masa dimana dia merasa takut, gelisah dan cemas. Kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan ke hawatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi, baik berkaitan dengan permasalahan yang terbatas maupun hal-hal yang aneh. Rasa cemas dapat menstimulus denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan klien, terutama klien yang akan menjalani operasi bahkan dapat memperburuk penyakit yang diderita. Rasa kecemasan yang dialami oleh pasien yang akan menjalani operasi bisa diantisipasi dengan beberapa cara salah satunya dengan terapi murottal. Murottal merupakan rekaman ayat Al-Qur?an yang didengarkan secara langsung kepada seseorang. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi murottal surah Al-Fatihah terhadap penurunan kecemasan klien pre operiasi di RSUD dr. Soedarso Pontianak Kalimantan barat. Metode Penelitian: Jenis penelitian bersifat experimen jenis rancangan yaitu quasi experimen design with non randomized control group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengunakan 15 responden penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat bivariate mengunakan uji paired t-test, bila data berdistribusi normal dan wilcoxon test bila data berdisribusi tidak normal. Hasil: Setelah dilakukan pengukuran kecemasan dan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, pernafasan klien permenit, dan denyut nadi klieen permenit guna menunjang peneliti dalam menentukan tingkat kecemasan klien didapatkan hasil pada kelompok intervensi post test yang diuji dengan wilcoxon test ? Value 0,001 artinya nilai ? Value < 0,05 terjadi penurunan kecemasan klien yang diintervensi dengan murottal surah Al- Fatihah. Hasil berbeda ditemukan peneliti pada kelompok kontrol yang mendapat perlakuan sama namun tidak mendapat intervensi murottal surah Al-Fatihah, kelompok kontrol megunakan uji paired t-test ? Value 0,531 artinya nilai ? Value tidak > 0,05 terjadi peningkatan kecemasan pada klien yang tidak mendapat terapi murottal surah Al-Fatihah. Kesimpulan: Terjadi penurunan kecemasan klien pre operasi yang diberi terapi murottal surah Al-Fatihah di RSUD dr. Soedarso Pontianak Kalimantan Barat.
Vibration Adjuvant Wound Therapy Enchances The Healing Of Diabetic Foot Ulcers: An Interim Analysis Of 31 Patients Syabariyah, Sitti; Nurachmah, Elly
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Diabetic foot ulcer (DFU) is a common complication of diabetes mellitus and remains a major global public health problem and a great challenge in the realm of clinical nursing care. Previous studies suggested that vibration can improve skin blood flow. However, there was no evidence to suggest that vibration had an effect on diabetic wound healing. Objectives:This study is to establish whether vibration therapy, as an adjunct to standard wound care, can significantly improve the healing of diabetic foot ulcers.  Methods:In this prospective experimental study thirty one patients with grade I-III Wagner Grading of DFU in Sudarso General Hospital, Pontianak and Ade Muhammad Djoen General Hospital, Sintang, West Borneo, Indonesia, were randomly assigned to experimental group (EG, received standard wound care and vibration therapy, n = 16) and control group (CG, received standard wound care alone, n = 15). Results:There were significant differences in total duration of wound care between EG (21.12?10.86 days) and CG (41.47?18.61 days) (P = .04). There were also differences in percentage of wound healing as a function of time. By the end of week 2, percentage of wound healing in EG was 25% while in CG it was nil (P = .038). By the end of week 3, percentage of wound healing in EG was 50% while in CG it was 13.3%, (P = .029). By the end of week 4, percentage of wound healing in EG was 100% while in CG it was 66.7%, (P = .012). Conclusions:The findings of the present study shows that vibration therapy, as an adjunct to standard  
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Dismenorea Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Dismenorea Pada Siswi Kelas Vii Di Smp Negeri 8 Pontianak Tenggara Tahun 2015 Wuriani, Wuriani; Jiu, Cau Kim; Istiqamah, Istiqamah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap dunia mengalaminya. Dari hasil penelitian, di Amerika persentase kejadian dismenorea sekitar 60%, Swedia 72% dan di Indonesia 55%. Penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dismenorea dialami oleh 30%-50% wanita usia reproduksi dan 10%-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. Begitu pula angka kejadian dismenorea di Indonesia cukup tinggi,namun yang berobat ke pelayanan kesehatan sangatlah sedikit, yaitu hanya 1% - 2%. Di Indonesia sendiri sekitar 55% wanita usia produktif mengalami nyeri hebat saat haid atau dismenorea. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang dismenorea dengan tingkat kecemasan menghadapi dismenorea pada sisiwi kelas VII di SMP Negeri 8 Pontianak tenggara. Metode Penelitian:  Penelitian ini menggunakan kuisioner dengan Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang menggunakan metode deskriftif korelasional. Hasil penelitian: Uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai (r) artinya ada hubungan yang kuat tetapi berlawanan arah antara tingkat pengetahuan dengan tigkat kecemasan r = -0,705 (p < 0,05). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mempengaruhi tingkat kecemasan para siswi saat menghadapi dismenorea.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Menghadapi Menarche Siswi Kelas Vi Di Sdn 14 Sungai Raya Makmuriana, Lestari; Lestiana, Indar
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja diawali dengan masa pubertas, yaitu usia menuju dewasa yang ditandainya banyaknya perubahan fisik, perubahan perilaku awal kematangan seksual dan persiapan diri seseorang untuk mampu memberikan keturunan. Menarche akan membuat remaja merasa terkejut cemas bahkan trauma. Keluarga sebagai sumber dukungan sosial bagi anggota keluarga lainnya, dukungan sosial sangat diperlukan oleh setiap individu di dalam setiap siklus kehidupannya. Dukungan sosial akan semakin dibutuhkan pada saat seseorang sedang menghadapai masalah atau sakit, peran anggota keluarga diperlukan untuk menjalani masa-masa sulit dengan cepat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kecemasan menghadapi menarche siswi kelas VI di SDN 14 Sungai Raya. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 orang. penelitian ini dilakukan di SDN 14 Sungai Raya. Analisis data menggunakan Koefisien kontingensi Lambda. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai dukungan keluarga kurang baik dan cemas dalam menghadapi menarche sebanyak 17 orang, sedangkan dukungan keluarga kurang baik dan tidak cemas dalam menghadapi menarche sebanyak 10 orang. responden yang dukungan keluarganya baik dan cemas dalam menghadapi menarche sebanyak 6 orang, sedangkan dukungan keluarga baik dan tidak cemas dalam menghadapi menarche sebanyak 17 orang. Hasil analisis statistik menggunakan koefisien kontingensi lambda dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai p = 0,170 >0,05 yang artinya Ha ditolak (Ho gagal ditolak), jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap kecemasan menghadapi menarche siswi kelas VI di SDN 14 Sungai Raya. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap kecemasan menghadapi menarche siswi kelas VI di SDN 14 Sungai Raya.
Hubungan Status Gizi Ibu Dengan Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Soedarso Pontianak Lukita, Yenni; Suhardi, Suhardi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi dengan berat badan lahir rendah atau BBLR didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai berat badan saat dilahirkan kurang dari 2500 gram. Di seluruh Indonesia diperoleh angka kejadian BBLR sebesar 11,1 % dari seluruh angka kelahiran. Hasil ini sedikit lebih rendah dari hasil riskesdas tahun 2007 yang sebesar 11,5%, tetapi masih jauh dari target BBLR yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju Indonesia Sehat 2010 yakni 7% Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan bayi berat badan lahir  rendah di Rumah Sakit Soedarso Pontianak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling. Dengan jumlah sampel 43 responden. Hasil penelitian: Analisa bivariat yang digunakan adalah chi-square dan menunjukan hasil bahwa variabel status gizi dengan bayi berat badan lahir rendah diperoleh nilai signifikan p = 0,012 (p < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi ibu dengan bayi berat badan lahir rendah