cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
-
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sungai Raya Dalam Gg. Ceria V No.10, Pontianak - Kalimantan Barat
Location
Kab. kubu raya,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
ISSN : 28068375     EISSN : 25280937     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences.
Articles 88 Documents
Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku penanganan dismenorea di MTs Islamiyah dan MTs Mujahidin Pontianak Surtikanti, Surtikanti; Permatasari, Dewi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is very painful menstruation. The incident dysmenorrhea in the world is very large. An average of more than 50% of women in every world experience it. Generally occurs in early adolescence and adult. Research in the united states said that dysmenorrhea experienced by 30 % -50 % woman reproductive age and 10 % -15 % of them loss of employment, disrupt the activities of learning in schools and family life. Research objectives the relationship level knowledge of dysmenorrhea and attitude of students with behavioral treatment of dysmenorrhea in the MTs and MTs Islamiyah Mujahideen Pontianak. This research using a method of descriptive correlative to a draft cross sectional. The research results obtained by respondents age ?14 years as many as 50 students (53,5%), and the age of the respondents ?15 years as many as 50 students (46,5%), and there is a relationship with the knowledge acquired behavior handling dysmenorrhea (p value = 0,013 ? 0,05), and not there relationship is the attitude of students with behavioral treatment of dysmenorrhea (p value = 0,412 ? 0.05). The conclusion the higher a person's level of knowledge the better the behaviour and attitude of the person has not been able to determine whether or not his behavior.
Hubungan Obesitas Terhadap Kualitas Hidup Remaja Di SMA Santo Paulus Pontianak Ramadhaniyati, Ramadhaniyati; Kawuryan, Uji; Sundaria, Bonifasia Ermiyati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a condition that occurs as a result of food consumption that far exceeds demand. Obesity in  Indonesia  continues  to  increase both  in  urban  and  rural  areas  .  Obesity can increase the risk of morbidity and mortality and causes of delay in physical function and psychological  impact  on  the  quality  hidup.Tujuan  study  is  to  examine the relationship between obesity and quality of life of adolescents . This study used a cross sectional design. The sample was all over St. Paul high school students who meet the criteria Pontianak, to get the data obesity anthropometric measurements of height and weight . Quality of life data were collected through questionnaires . Univarian data analysis using frequency distribution, bivarian using independent t test . Then from the results of the data processing can determine the  relationship  between  adolescent  obesity  on  quality  of  life  in  St.  Paul  high  school Pontianak.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Kemandirian Anak Retardasi Mental Di SLBN Dharma Asih Pontianak Suriadi, Suriadi; Wardani, Nuniek Setyo; Fauzi, Muhammad
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Mental health can be seen from the behavior of a person, because a person's behavior can beinterpreted differently by others, which depend on the values and beliefs. Many children who experiencemental health problems such as learning disorders, mental retardation (mild, moderate, severe and very severe), impaired motor skills and other disturbances, so that parents have a very important role in shaping the child's independence. Objective: To determine the role of parental relationship with a mentally retarded child interaction capabilities. Methods: This study used observational analytic design with cross sectional approach. Sampling technique is a non-probability sampling is the total sampling approach in accordance with the predetermined inclusion criteria and distributed to 82 respondents. To examine the relationship between independent and dependent variables using chi-analysis square Results: The results of the analysis showed no significant relationship between the roles of parents with mentally retarded child's independence with p value =0.000. Conclusion: There is a relationship between the roles of parents with mentally retarded children independence. So the role of independence in the elderly with special needs children is very important to improve children's skills and independence in children.
Factors Associsted With Adolescent Sexual Behavior In High School Pontianak City Kardiatun, Tutur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual behavior is any behavior that is driven by sexual desire either self-inflicted, with the opposite sex or the same sex without marriage. Sexual behavior is influenced by several factors, including : knowledge, attitudes, peers, age of first courtship, sex, frequency of meeting a boyfriend, and media information . The general objective of this research. Knowing the level of knowledge of adolescents about what factors are associated with adolescent sexual behavior of SMA in Pontianak . This study uses an observational analytic cross - sectional design. The results showed knowledge of the sexual behavior variables (p value : 0.000 < 0.005), variable attitudes toward sexual behavior(p value : 0.000 < 0.005), variable Friends risk sexual behavior (p value : 0.000 < 0.000), gender variable sexual behavior (p value : 0,0,760 > 0.005), variable frequency met girlfriend on sexual behavior (p value : 0.001 < 0.005), medium variable information on sexual behavior (p value : 0.930 > 0.005) and variable age of first courtship sexual behavior (p value : 0.202 > 0.005). Results of the above study, it was concluded that the factor of knowledge, attitudes, frequency of meeting a boyfriend, peers have been associated with sexual behavior while the age of first courtship, sex and the media does not have information on the relationship sexual behavior.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap Dengan Perilaku Terhadap Upaya Pencegahan Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Remaja Di Sma Muhammadiyah 1 Pontianak Lukita, Yenni; Muttaqin, Buyung
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan memang sudah dicantumkan di pembungkus rokok yang dijual di pasaran. Peringatan tersebut berbunyi, merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan bahkan baru-baru ini di bungkus rokok telah dicantumkan gambar-gambar akibat merokok. Peringatan tersebut bukan tidak disadari oleh para perokok, mereka menyadarinya tapi tidak begitu mempedulikannya. Saat ini perilaku merokok merupakan suatu gejala yang dapat kita lihat setiap hari di segala tempat seperti di jalanan, tempat keramaian, bus kota, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya. Semua  orang mengetahui akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari merokok, tetapi perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat toleransi oleh masyarakat. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dengan perilaku terhadap upaya pencegahan bahaya merokok bagi kesehatan remaja di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Metode Penelitian: Metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling dengan jumlah sampel 218 siswa. Hasil: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dengan perilaku terhadap upaya pencegahan bahaya merokok bagi kesehatan remaja di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak (p value = 0,011 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dengan perilaku terhadap upaya pencegahan bahaya merokok bagi kesehatan remaja di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak memilki keterkaitan ada hubungan.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Lansia Untuk Datang Ke Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pal Tiga Pontianak Hastuti, Lidia; Wardani, Nuniek Setyo; Nurmansyah, Agus Sudiana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut disatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Alasan kenapa lansia mengikuti kegiatan posyandu adalah karena lansia setelah memasuki masa lansia, umumnya di hadapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (imultiple pathology), misalnya tenaga berkurang, energi menurun, kulit makin keriput, gigi makin rontok, tulang makin rapuh dan sebagainya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kesehatan lansia dengan motivasi lansia untuk datang ke posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas Pal Tiga Pontianak. Metode Penelitian: Metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil: Tidak ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan motivasi lansia untuk tang ke posyandu lansia. (p value = 0,395 > 0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara kesehatan lansia dengan motivasi lansia untuk datang ke posyandu lansia. (p value = 0,409 > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga dan kesehatan lansia tidak mempengaruhi motivasi lansia untuk datang ke posyandu.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Orang Tua Dalam Melakukan Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 9 Bulan Di Upk Puskesmas Perumnas II Makmuriana, Lestari; Pratiwi, Nirmala
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Campak adalah penyakit sangat menular disebabkan oleh virus dan merupakan salah satu penyebab utama kematian di kalangan anak-anak. Dukungan keluarga salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu membawa anak imunisasi campak. Hal ini di buktikan dari keluarga yang kurang mendukung dapat menyebabkan keluarga tidak patuh dalam melakukan imunisasi campak. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan orang tua dalam melakukan imunisasi campak di wilayah kerja puskesmas perumnas II. Metode Penelitian: Rancangan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 68 orang. Analisa data bivariat menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil: Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan orang tua dalam melakukan imunisasi campak (p value = 0,377< 0,05). Berdasarkan hasil aanalisis lebih  lanjut diperoleh nilai r = 0,109 kekuatan korelasi dukungan keluargam dengan kepatuhan orang tua dalam melakukan imunisasi campak di Puskesmas Perumnas II sangat lemah. Kesimpulan: Tingkatkan informasi terhadap dukungan keluarga sehingga keluarga dapat memberi dukungan yang penuh untuk responden dalam kepatuhan imunisasi campak pada bayi.
Pengaruh Pelaksanaan Standar Asuhan Keperawatan Halusinasi Terhadap Kemampuan Kognitif Dan Psikomotor Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Pontianak Wardani, Nuniek Setyo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan jiwa adalah area khusus dalam praktek keperawatan yang menggunakan  ilmu tingkah laku manusia sebagai dasar dan menggunakan diri sendiri dalam melakukan keperawatan untuk mempertahankan kesehatan jiwa. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh pelaksanaan standar asuhan keperawatan halusinasi terhadap kemampuan kognitif dan psikomotor pasien dalam mengontrol halusinasi di RSJ Kota Pontianak. Metode Penelitian: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen semu (quasy-experimennt). Teknik pengambilan data dengan menggunakan instrumen kuesioner, dengan subyek 42 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah uji statistik Pairedt-test. Hasil: Analisis bivariat dengan Pairedt-test menunjukkan ada pengaruh pelaksanaan standar asuhan keperawatan terhadap kemampuan kognitif dan psikomotor sebelum dan sesudah diberikan standar asuhan keperawatan halusinasi pada kelompok intervensi menujukan nilai (p value < ? 0,05) sedangkan pada kelompok control. Pada kelompok yang mendapatkan satu standar asuhan keperawatan, rata-rata kemampuan kognitif dan psikomotor pasien sebelum dan sesudah diberikan satu standar asuhan keperawatan terjadi penurunan yang bermakna ( p value > ? 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh pelaksanaan standar asuhan keperawatan halusinasi sebelum dan sesudah diberikan standar asuhan keperawatan halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Sui Bangkong Kota Pontianak, di tunjukan dengan adanya pengaruh kemampuan kognitif dan psikomotor sesudah diberikan SAK (intervensi).
Tinjauan Pola Pengobatan Yang Dilakukan Pengobat Tradisional (Batra) Pasien Patah Tulang Di Kota Pontianak Syabariyah, Sitti; Imran, Imran; Nurlah, Rara Barbara
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data yang didapatkan sekitar delapan juta orang mengalami kejadian fraktur dengan jenis penyebab yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kasus patah tulang di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu dan cenderung membutuhkan biaya serta fasilitas yang mahal untuk mengobatinya. Pengobatan patah tulang secara umum pada tindakan medis melalui 3 proses, yaitu reduksi, imobilisasi dan rehabilitasi. Tetapi masyarakat banyak menggunakan jasa pengobat tradisional patah tulang dengan alasan kondisi saat ini dalam krisis ekonomi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk Meninjau pola pengobatan yang dilakukan pengobat tradisional (batra) pasien patah tulang di Kota Pontianak. Metode Penelitian: Metode pendekatan kualitatif kombinasi dengan kuantitatif tipe studi observational. Peneliti mengobservasi pola pengobatan yang dilakukan batra patah tulang dan melakukan wawancara kepada batra patah tulang. Populasi penelitian adalah batra patah tulang di wilayah Kota Pontianak berjumlah 40 orang. Sampel penelitian adalah pengobat tradisional (batra) patah tulang, dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil: Batra  menggunakan teknik arah gerakan yang satu arah (proksimal-distal) selama proses mengurut dan ada batra yang tidak menggunakan arah gerakan karena saat mengurut hanya sebentar guna mencari bagian yang patah dan melemaskan ketegangan. Batra memperhatikan kondisi pasien dan bagian yang patah karena akan sangat berbahaya bila harus dipaksakan menekan jika pasien tidak mampu untuk menahannya. Saat teknik irama gerakan, batra menggunakan irama yang searah, maju mundur dan selang seling. Posisi batra saat mengurut menyesuaikan pada bagian yang patah dan kadang batra mengurut  bagian selain yang patah guna mengalihkan sakit yang dirasakan pasien. Batra membutuhkan waktu ? 10-15 menit untuk memperbaiki/mengurut dengan menggunakan minyak urut, memberi ramuan kemudian membalut dengan menggunakan perban. Jika diperlukan batra akan memakai spalk/bidai untuk menopang bagian yang patah. Kesimpulan: Pengobatan tradisional patah tulang pada umumnya masih cukup banyak diminati. Biaya yang relatif murah dan keberadaannya mudah ditemui menjadi hal positif dalam pengobatan ini. Namun kecenderungan terjadinya gangguan lanjutan atau infeksi merupakan sisi negatif metode pengobatan tersebut yang tidak baik untuk kesehatan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Filariasis Di Rasau Jaya Ii Kabupaten Kubu Raya Kardiatun, Tutur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penularan penyakit parasit dipengaruhi tiga faktor, yaitu adanya sumber infeksi, cara penularan parasit, dan adanya hospes yang peka atau sensitif. Selain itu kemampuan adaptasi alami parasit juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh manusia dapat mempengaruhi kecepatan terjadinya penularan penyakit parasit, salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang sering dikatakan sebagai penyakit menular seperti filariasis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia karena berjangkit disebagian besar wilayah Indonesia dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan Cross Sectional menggunakan tehnik purposive sampling dengan cara mengumpulkan data dari sejumlah responden dalam jangka waktu tertentu dan menghubungkan tentang dukungan keluarga degan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Hasil: Frekuensi responden dengan jumlah n=88 (100%) yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 60,2% dan yang memiliki dukungan yang kurang baik berjumlah 39,8%, hasil dukungan terlihat dari sebagian besar dari responden menunjukan adanya hubungan serta kepedulian, saling menghargai, mendanai keperluan sesama anggota keluarga itu terjalin baik, frekuensi responden dengan jumlah n=88 (100%) yang memiliki pencegahan filariasis yang baik berjumlah 63,6% dan yang memiliki pencegahan yang kurang baik berjumlah 36,4%, hasil pencegahan terlihat bahwa sebagian besar pola hidup masyarakat ada kesadaran untuk menggunakan kelambu, untuk berobat, untuk membersihkan rumah dan lain-lain Kesimpulan: Dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II peroleh nilai ? value = 0,017<0,05 artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya.