cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt L.) terhadap Pupuk Organik Cair Asal Limbah Buahan dan NPK di Lahan Kering Nurbaiti Amir; Neni Marlina; Berliana Palmasari; Cik Aluyah; Iin Siti Aminah; Joni Phillep Rompas; Nur Rohman
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.515 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1027

Abstract

Lahan kering memiliki produktivitas tanah yang rendah (pH dan kandungan unsur hara yang rendah), namun berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis, diantaranya dengan pemberian pupuk organik cair (POC) asal limbah buahan dan anorganik. Diharapkan POC dapat menyumbangkan unsur hara dan dapat mengefisienkan pupuk NPK pada tanaman jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi POC asal limbah buahan yang tepat dalam mengefisienkan pupuk NPK serta meningkatkan produksi jagung manis. Penelitian lapangan ini dilakukan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Km 7 Palembang Sumatera Selatan dari bulan Oktober 2019 sampai Januari 2000. Tata letak di lapangan menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan 12 kombinasi yang diulang 3 kali. Sebagai petak utama: POC asal limbah buahan: tanpa, 10, 20 dan 30 mL.L-1 air.  Sebagai anak petak: Pupuk NPK: 100, 300 dan 500 kg.ha-1. Produksi terbaik dicapai pada penggunaan POC asal limbah buahan 20 mL.L-1 air dan pupuk NPK 300 kg.ha-1, yang meningkatkan hasil 36,23% bila dibandingkan tanpa POC dan pupuk NPK 100 kg.ha-1 dan mengefisienkan pupuk NPK sebesar 200%.
Genomic Mapping, Molecular Marker and Marker Assisted Selection in Rice: A Review Takele Mitiku Abdeta; Wakuma Biratu; Lemi Yadesa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.037 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.979

Abstract

Increased agricultural output is necessary to feed a growing world population, yet crop yield growth rates are currently slowing down. Therefore, qualities related to yield, stability, and sustainability should take center stage in plant breeding initiatives. Durable disease resistance, abiotic stress tolerance, and effective nutrition and water usage are a few of these characteristics. On several rice chromosomes, various resistance genes have been discovered, mapped, and tightly connected DNA markers have been created. The following qualities were chosen as potential molecular marker candidates: fragrance, disease resistance to bacterial, blast, and sheath blights, grain extension while cooking, chalkiness propensity, gelatinization temperature, minor aroma components, and seedling vigor/early establishment. With the help of developments in genetics and genomics, it is now feasible to go into the history of rice domestication and identify the precise genetic processes that were influenced by human selection. Agronomic main effect quantitative trait loci (QTLs) may contribute cumulatively to genetic variation, with hybrids showing stronger effects and comparatively fewer contributions from epistatic effects.
Respon Ketahanan Tanaman Bayam Merah dengan Induser Limbah Media Tanam Jamur Merang terhadap Serangan P.xylostella Ida Yusidah; Pebriyanti Nurirhani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.497 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1029

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan dengan jenis bayam lainnya. Produksi  tanaman bayam merah dapat mengalami penurunan produksi akibat kerusakan yang disebabkan oleh hama P.xylostella. Salah satu cara untuk mengendalikan serangan hama P. xylostella adalah dengan pemanfaatan bahan organik. Limbah media tanam jamur merang adalah salah satu bahan organik yang berperan  sebagai pupuk dan sebagai agen pengendali hama tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan cara aplikasi limbah media jamur tanam merang sebagai induser dalam meningkatkan ketahanan tanaman bayam merah terhadap serangan P. xylostella. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2021 di Geen house Kebun Percobaan Ciparanje Universitas Padjadjaran, Sumedang. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok  dengan skala in vivo dengan 5 perlakuan (A) Kontrol tanpa limbah media jamur merang dan tanpa P.xylostella, (B) Kontrol tanpa limbah media jamur merang + investasi P. xylostella, (C) Limbah media jamur merang cair 50 ml + investasi  P. xylostella, (D) Limbah media jamur merang padat 20 g + investasi P. xylostella, (E) Limbah media jamur merang cair 50 ml + 20g + investasi P. xylostella. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas P. xylostella yang terjadi mencapai 96-98%, dan intensitas kerusakan tanaman 1,04%. Cara aplikasi terbaik ditunjukkan pada perlakuan E (padat dan cair) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot brangkasan basah. 
Nilai Tambah Cabai dan Peran Wanita Tani di Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia Helviani Helviani; Campina Illa Prihantini; Masitah Masitah; Yuli Purbaningsih; Aan Wilhan Juliatmaja; H. Syahrir; Muhtar Amin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.803 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.997

Abstract

Cabai (Capsicum annum L.) menjadi komoditi strategis yang secara berkelanjutan mempengaruhi inflasi karena merupakan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia disamping komoditas pangan utama. Permasalah utama yang ada, yaitu karakteristik buah cabai yang mudah rusak dan petani belum mampu menerapkan sistem pascapanen yang baik sehingga susut hasil masih sangat tinggi diakibatkan pengetahuan yang terbatas. Wanita tani diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pascapanen cabai, pengolahan cabai menjadi cabai kering diharapkan akan meningkatkan nilai tambah demi meningkatkan harga jual produk agar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai tambah cabai dan untuk mengetahui peran wanita tani dalam kegiatan usahatani dan pengolahan cabai. Metode penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai tambah cabai digunakan perhitungan nilai tambah metode Hayami sedangkan untuk mengetahui bagaimana peran wanita tani dalam melakukan proses pengolahan cabai di analisis secara deskriptif kualitatif. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara stratified random sampling dan snowball random sampling. Metode ini diterapkan dalam pengambilan data sekunder dan wawancara dengan narasumber yang kompeten sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Jumlah sampel penelitian ini yaitu sebanyak 40 responden wanita tani di Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa nilai tambah cabai yaitu sebesar Rp 4.000/kg, yang artinya pendapatan petani meningkat dengan tambahan sebesar Rp 4.000/kg. Dan wanita tani mempunyai peran penting dalam kegiatan usahatani dan pengolahan cabai. Wanita tani ikut serta dalam kegiatan usahatani dan pengolahan cabai pada kegiatan yang ringan dan membutuhkan ketelatenan.
Comparative Analysis of Added Value of Green Bean and Roast Bean in Bener Meriah Regency, North Sumatra Province, Indonesia Satia Negara Lubis; M. Jufri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.255 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1049

Abstract

This study aims to determine the amount of added value in the processing of coffee beans (Green bean) and coffee roast beans in Keramat Jaya Village, Bandar District, Bener Meriah Regency per one process. Methods The determination of the sample in this study, namely arabica coffee farmers who process logs of coffee (Cherry red) into coffee beans (Green bean) totaling 12 farmers will be sampled. Meanwhile, Green Bean coffee processors will be determined by the snowball sampling method. The results of this study indicate that the added value in the business of processing coffee logs (Cherry Red) into coffee beans (Green beans) has an added value ratio of 29.7%. The added value in the business of processing green beans into Roast Bean coffee has an added value ratio of 38.17%.
Implementasi Kultur Teknis di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Suprih Wijayani; Herry Wirianata; Heri Setyawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.471 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.974

Abstract

Produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat rendah dan upaya peningkatannya menghadapi tantangan yang semakin besar dengan meningkatkatnya dampak negatif perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan mengetahui komponen kultur teknis manajemen konservasi tanah dan air dan tingkat penerapannya antara petani plasma dan petani swadaya. Purposive sampling dipergunakan untuk menentukan responden petani yang berasal dari petani plasma (satu kelompok tani) dan petani swadaya (dua kelompok tani) dengan kelapa sawit yang ditanam tahun 2009-2011. Penelitian dilaksanakan di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani telah menerapkan kultur teknis kebun yang adaptif untuk menghadapi resiko kekeringan dan banjir. Kultur teknis tersebut berkenaan dengan manajemen gulma dan vegetasi bawah; pemupukan dan menajemen tajuk (pruning); pemanfaatan pelepah yang dipruning dan tandan kosong sebagai mulsa dan sumber bahan organik; siklus panen tandan buah; manajemen kebakaran; dan integrasi tanaman selama TBM dan TM awal kelapa sawit. Umumnya ramam kultur teknis tersebut lebih banyak diterapkan oleh petani plasma yang selama ini memperoleh bimbingan dan bantuan teknis dari perusahaan inti daripada petani swadaya yang didampingi secara terbatas oleh penyuluh ataupun pedagang perantara (toke).
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Prototipe Pupuk Hayati FMA Indigenus dengan Media Pembawa Berbeda dan Konsentrasi Pupuk Hayati Cair Melani Jelita Tarigan; I Nyoman Rai; I Wayan Wiraatmaja
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.234 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1002

Abstract

Kakao Bali terkenal dengan kakao organik, namun produksinya belum mencapai rata-rata produksi kakao nasional. Salah satu sentra dan penghasil kakao tertinggi di Bali terdapat di Kabupaten Jembrana. Upaya dalam meningkatkan produksi kakao salah satunya dengan cara penambahan pupuk hayati dengan bahan aktif fungi mikoriza arbuskular (FMA) indigenus dan penambahan pupuk hayati cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kakao terhadap prototipe pupuk hayati FMA indigenus dan konsentrasi pupuk hayati cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pasir vulkanik merupakan media pembawa spora mikoriza yang lebih baik digunakan daripada zeolit serta pemberian pupuk hayati cair dengan konsentrasi 20 ml/L air mampu memberikan hasil tertinggi. Interaksi antara prototipe pupuk hayati FMA indigenus dan konsentrasi pupuk hayati cair berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati.
Economic Analysis of Tef Yield Response to Different Sowing Methods and Seed Rates in Eastern Amhara, Ethiopia Mekonnen Assefa; Tewabe Mehiret; Jhon Hardy Purba; Mesfin Bahta; Abere Haille
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.935 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.868

Abstract

The study was conducted in 2019/2020 for two years in Habru, Kobo, and Dawa Chefa districts of the Eastern Amhara with the main objectives of evaluating and validating the productivity, evaluating economic feasibility and selecting the best performing sowing method and seed rate of tef technologies under farmers condition. The districts were selected based on their representativeness for the growth of tef. Three treatments were used for the study namely row planting with 5kg.ha-1, row planting with 10kg.ha-1, and hand broadcasting methods. Tef (Zoble variety) was used for the study purpose. Based on the data obtained, the highest yield was obtained from the hand broadcasting (25kg.ha-1) and the lowest yield was from the row planting (5kg.ha-1). The mean yield of tef from the hand broadcasting (25kg.ha-1) was 16.5% higher than the row planting (5kg.ha-1). Similarly, the labor utilization has increased from hand broadcasting 25kg.ha-1to row planting of (5kg.ha-1) and 10kg.ha-1. The labor cost for row plantings of tef was also higher, whereas the hand broadcasting (25kg.ha-1) consumed the least labor. This study therefore has proved that hand broadcasting is both high yielder and economically feasible in the Eastern Amhara. In addition to this, the study suggests that there should be additional seed rate study on broadcasting In order to gain optimum tef yield with feasible economic advantage. 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kubis dari Provinsi Sumatera Utara, Indonesia ke Malaysia Emma Regina Pinem; Tavi Supriana; Sri Fajar Ayu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.933 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.995

Abstract

Produksi kubis Sumatera Utara telah menguasai pasar Malaysia sehingga dengan keunggulan tersebut menjadi peluang bagi petani kubis di Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan kapasitas ekspor ke Malaysia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kubis dari Provinsi Sumatera Utara ke Malaysia. Metode penelitian menggunakan Regresi Linear Berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kubis dari Provinsi Sumatera Utara ke Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap volume ekspor kubis Sumatera Utara adalah faktor produksi, GDP Malaysia, harga ekspor dan harga domestik. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap volume ekspor kubis dari Provinsi Sumatera Utara ke Malaysia adalah faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar sebagai mata uang di perdagangan internasional antar negara.                                                
Pengaruh Varietas dan Media Tanam pada Sistem Hidroponik Tetes Tomat Ceri di Dataran Rendah Nur Kholida Lisa Wulansari; Ratna Dwi Hirma Windriyati; Ari Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.991 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.975

Abstract

The study aims at getting the right media and the appropriate varieties for cherry tomato production using hydroponic drops in lowland areas, doing a vecial experiment with 2 factors: planting media and variety. The plant medium is cocopeat, chaff and ferns. The varieties used were Red Ruby, Rojita, and Juliet. The environmental design used is the random design of the group of 3 variable reenactments observed being the height of the plants, the diameter of the bar, the volume of the root, the weight of the fresh root, the weight of the fresh header, the weight of fresh brash and the bushy weight of the data plant that is obtained is analyzed using a variegated analysis at 5% error. If different is real then the analysis is carried out using the smallest real difference analysis at the point of error 5% to find out the difference between treatments. The conclusion of the study is 1) the production of cherry tomatoes in the lowlands USES the hydroponic system of drops affected only by varieties and 2) the Rojita is the best variety for harvesting cherry tomatoes using drip hydroponics compared with red ruby and Juliet.