cover
Contact Name
Nurlina Ariani Hrp
Contact Email
nurlinaariani@yahoo.com
Phone
+6281362067516
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No. 126A km.3,5 Aek Tapa Rantauprapat Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS)
ISSN : 2460593X     EISSN : 26855585     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran dan Matematika Sigma (JPMS) diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.JPMS diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.
Articles 360 Documents
ANALISIS ANTRIAN PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) 14.211.205 PEMATANGSIANTAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TEORI ANTRIAN Simanjuntak, Arthur Jonathan; Simbolon, Lolyta Damora; Sinaga, Rani Farida
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3397

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan  frekuensi atau  jumlah server yang optimal, menentukan tingkat  antrian yang optimal, menjadikan hasil penelitian sebagai pengambilan kebijakan perusahaan dalam menentukan server beroperasi. Metode penelitian yang digunakan peneliti mengunakan metode kuantitatif, Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan metode teori antrian. Pengolahan Data Probabilitas o orang dalam sistem  Tingkat utilitas petugas (p) Jumlah rata rata konsumen dalam antrian  Waktu rata rata yang di habiskan pelanggan dalam antrian ( Jumlah pelanggan rata rata yang menunggu dalam antrian  Waktu rata rata yang dihabiskan pelanggan untuk menunggu dalam antrian . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan perusahaan dengan menggunakan 2 server pada antrian bahan bakar sepeda motor pada pukul 16.00 - 17.00 dan 17.00 - 18.00 belum optimal karena panjang antrian sepeda motor sebanyak 10 sampai 30 orang, kebijakan 2 server pada antrian Mobil pertalite/ertamax terjadi antrian panjang pada pukul  09.00 – 10.00 dan 17.00 – 18.00 sebanyak 6 sampai 7 orang, kebijakan 2 server pada antrian Mobil solar/dexlite terjadi antrian panjang pada pukul  08.00 – 10.00 dan 16.00 – 18.00 sebanyak 4 sampai 14 orang Sedangkan dengan menambahkan server yang beroperasi pada waktu tersebut antrian sepeda motor yang terjadi yaitu sebanyak 1 orang, antrian pada pengisian bahan bakar mobil pertalite/pertamax menjadi 1 sampai 3 orang, dan antrian pada pengisian bahan bakar mobil solar/dexlite menjadi 1 orang. Maka terdapat pengurangan antrian yang sangat signifikan dan menjadikan antrian sudah optimal. 
Pengaruh alat peraga kotak matriks (Komat) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bandar T.A 2022/2023 Diaz Nurhaliza
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3352

Abstract

Siswa akan dapat meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah secara lebih efektif jika salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah untuk melatih cara berpikir dan nalar yang berbeda dalam menghasilkan kesimpulan. Jika guru dalam perannya sebagai fasilitator mampu melaksanakan taktik pembelajaran yang relevan, mudah diingat, dan bermakna, maka tujuan pembelajaran akan efektif. Karena lebih mudahnya siswa mengambil pelajaran ketika bersentuhan langsung dengan pembelajaran dalam bentuk konkrit, maka pendekatan ini akan terjalin jika melibatkan siswa. Siswa akan membentuk strategi ini jika melibatkan siswa. Pembelajaran melalui penggunaan alat peraga adalah salah satunya. Hal ini disebabkan karena dengan bantuan alat peraga, siswa mampu memiliki konsep-konsep abstrak yang disajikan kepada mereka dalam bentuk model berupa benda-benda konkret yang dapat dilihat, dimanipulasi, dan diutak-atik untuk lebih memahami. mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemanfaatan alat peraga kotak matriks (komat) berpengaruh terhadap tingkat kemampuan penalaran matematis yang dimiliki siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bandar T.A 2022/2023. Metodologi penelitian kuantitatif digunakan untuk penelitian ini. Penelitian eksperimental yang dilakukan dalam setting quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol yang tidak setara dengan kelompok lain adalah metode penelitian yang dilakukan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bandar yang berjumlah 282 siswa dan sampel berjumlah 69 siswa yakni XI – MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI – MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan penalaran matematis siswa bentuk uraian sebanyak 5 butir tes.  Berdasarkan analisis data diperoleh thitung >ttabel (7,039 > 2,651) dengan taraf signifikan0,01sehingga H0 ditolak, Ha diterimaartinya terdapat perubahan siswa dengan pembelajaran menggunakan alat peraga kotak matriks karena siswa bersentuhan langsung dengan hal abstrak sehingga siswa lebih mudah bernalar dibandingkan dengan siswa yang diajarkan tanpa alat peraga. Sehingga terdapat pengaruh penggunaan alat peraga kotak matriks (komat) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bandar TA.2022/2023.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Mengerjakan Soal Bangun Datar Menurut Teori Polya Siswa Kelas V SD Negeri Purworejo Oktasari, Murni; Supriyono, Supriyono; Ngazizah, Nur
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Bangun Datar menurut teori Polya. Berpikir kritis  merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas dalam menentapkan suatu keputusan atau kesimpulan berdasarkan alasan logis didalam kehidupan dengan berpikir serius, aktif, teliti dalam menganalisis semua informasi yang diterima dengan alasan yang rasional. Bangun datar merupakan bangun yang abstrak. Jika dilihat dari segi sisinya Bangun datar dibagi menjadi dua yaitu  bangun datar sisi lengkung dan lurus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunkan metode kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa SD Negeri Purworejo tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 10 siswa, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini yaitu dengan mengoreksi lembar jawab siswa yang dianalisis menggunakan teori Polya yang terdiri dari 4 tahap yaitu, kemampuan memahami masalah, kemampuan memberikan suatu argument, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Subjek mampu memenuhi indikator kemampuan memahami masalah yaitu memahami masalah dengan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan soal, langkah kedua yaitu  merencanakan penyelesaian dengan menghubungkan antara data dengan hal-hal yang belum diketahui pada soal dan dapat memilih argumen penyelesaian, langkah ketiga yaitu menyelesaikan penyelesaian sesuai rencana dengan mampu mengoperasikan operasi hitung dengan benar, serta mampu menemukan hasil penyelesaian , dan langkah keempat yaitu memeriksa kembali dan menemukan hasil penyelesaian serta menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian. Untuk langkah Polya yang dicapai yaitu memahami masalah dengan dengan menjawab soal-soal bangun datar dengan lancar dan benar, merencanakan penyelesaian, siswa dapat menggunakan cara atau rumus dalam menjawab soal, melalui perhitungan siswa mampu mnyelesaikan penyelesaian dengan argument yang sudah dituliskan, dan mengecek kembali jawaban siswa dengan menarik kesimpulan.
Perbandingan Konten Matematika dalam Kurikulum dan Konten Matematika dalam Soal-Soal PISA Safrudiannur, Safrudiannur
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3157

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki capaian Indonesia pada tes-tes PISA. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menyelidiki perbedaan antara Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka ditinjau dari konten matematika dalam soal PISA 2012, (2) menyelidiki perbedaan antara Kurikulum 2006 Indonesia, Kurikulum Singapura yang diterbitkan tahun 2006, dan Kurikulum negara bagian NRW, Jerman, yang diterbitkan tahun 2007 yang juga ditinjau dari soal PISA 2012, dan (3) menyelidiki kebenaran argumen bahwa rendahnya capaian Indonesia disebabkan banyak konten matematika dalam soal-soal PISA 2012 tidak ada dalam Kurikulum 2006 Indonesia. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka lebih banyak memuat konten matematika dalam soal PISA 2012 daripada Kurikulum 2006. Hal ini memperlihatkan perubahan kurikulum Indonesia yang sejalan dengan konten matematika dalam PISA. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa (2) Kurikulum Singapura terbitan 2006 dan Kurikulum NRW, Jerman, terbitan 2007 memuat lebih banyak konten matematika dalam PISA 2012 dibandingkan Kurikulum 2006 Indonesia. Meskipun begitu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa (3) argumen tentang rendahnya capaian Indonesia karena ketiadaan konten PISA dalam kurikulum Indonesia tampaknya tidak dapat dipercaya sepenuhnya, karena pada kenyataannya, meskipun konten matematika beberapa soal PISA 2012 ada di dalam Kurikulum 2006, hanya sedikit siswa-siswa Indonesia yang mampu menjawab soal-soal PISA 2012 tersebut dengan benar.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Bandar Sitinjak, Yenty Septiany
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di SMP Negeri 1 Bandar. Hal ini disebabkan oleh model yang digunakan oleh guru masih belum bervariasi dimana guru hanya menjelaskan dan siswa hanya mencatat tanpa melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran. Dalam hal ini peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawuntuk mengetahui pengaruhnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar yang terdiri dari 32 peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian Quasi Experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII sebanyak 5 kelas di SMP Negeri 1 Bandar sebanyak 154 siswa. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 2 kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) dengan jumlah 64 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan test pre test dan post test. Hasil penelitian untuk mengetahui sebesar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar T.A 2022/2023.Hasil uji liliefrs yaitu data hasil belajar berdistribusi normal, untuk kelas eksperimen memiliki sig 0,200> 0,01, sedangkan kelas kontrol memilki sig 0,200 > 0,01 juga berdistribusi normal. Diketahui nilai signifikan (sig) Based on mean adalah sebesar 0,145 > 0,01, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data post-test kelas eksperimen dan data post-test kelas kontrol adalah tidak sama atau heterogen. Dengan demikian nilai Uji- T sig (2- Tailed) sebesar 0,000 < 0,01 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Pengoptimalan Pelayanan terhadap Pasien Menggunakan Sistem Antrian pada Loket Pendaftaran di Rumah Sakit (Studi: Matematika Terapan) Lahagu, Milira
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3322

Abstract

Antrian merupakan suatu peristiwa yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari karena setiap orang yang ingin mendapatkan jasa pelayanan diharuskan untuk menunggu. Apabila dilihat secara sepintas, ada banyak pasien di rumah sakit yang sedang menunggu untuk dilayani terutama pada bagian loket pendaftaran pada kondisi ramai atau pada jam sibuk. Oleh karena itu, dilakukan penelitian secara matematis untuk menganalisis sistem antrian yang ada pada loket pendaftaran pasien rawat jalan untuk mengetahui tingkat optimal sistem pelayanan dan jumlah fasilitas pelayanan yang optimal atau ideal pada kondisi ramai dan pada kondisi tidak ramai. Pengoptimalan merupakan salah satu disiplin ilmu matematika yang fokus untuk mendapatkan nilai terbaik yaitu nilai minimum atau maksimum secara sistematis dari suatu fungsi, peluang maupun pencarian nilai lainnya dalam berbagai kasus. Model sistem antrian yang digunakan pada penelitian ini adalah model antrian multiple channel single phase (M/M/c):(FCFS/. Berdasarkan hasil perhitungan ukuran kinerja sistem antrian, sistem pelayanan pada loket pendaftaran pasien rawat jalan akan optimal dan memenuhi syarat steady state (kondisi tetap) sistem pelayanan apabila menggunakan 3 loket fasilitas pelayanan pada kondisi ramai atau pada jam sibuk yaitu pada pukul 09.00-12.00 WIB dan 2 fasilitas pelayanan pada kondisi tidak ramai yaitu pada pukul 12.00-13.00 WIB.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Materi SPLDV di Kelas VIII SMP Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar Hutagaol, Novita Lumenta Sari; Siahaan, Theresia Monika; Manurung, Suprapto
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3361

Abstract

Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experiment dan Pretest-Posttest Control Group Design merupakan jenis penelitian yang termasuk dalam kategori ini. Seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar berpartisipasi dalam penelitian ini. Sekolah tersebut dibagi menjadi dua kelas sampel: satu menggunakan model pembelajaran STAD, dan yang lainnya sebagai kontrol. Kelas eksperimen diamati lebih dekat daripada kelas kontrol (tidak menerapkan model pembelajaran STAD). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes berupa deskripsi dengan total lima item tes, dan dokumentasi. Uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis digunakan dalam analisis data proyek penelitian ini (uji t). Hasil perhitungan uji hipotesis menunjukkan bahwa t hit = 2,863, dan ambang batas signifikansinya adalah 0,001. Temuan dari perhitungan ini mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan bahwa t hit lebih dari t tabel (2,863 lebih besar dari 2,632). Akibatnya, kita dipaksa untuk mencapai kesimpulan bahwa H0 salah sedangkan Ha benar. Hal ini menunjukkan bahwa model STAD memiliki pengaruh yang signifikan. Karena paradigma ini dapat memfasilitasi pembelajaran yang tidak hanya aktif tetapi juga imajinatif, kreatif, dan menggairahkan bagi siswa. Karena model ini berbentuk kelompok sehingga siswa lebih senang bekerja sama dengan kelompoknya. Siswa diberi kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya. Siswa juga adapat berinteraksi dengan teman sekelompoknya sehingga membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Selain itu, karena adanya pemberian Achievement(penghargaan) pada siswa membuat siswa merasakan ada nilai plus tersendiri bagi kelompok yang mendapat Achievement(penghargaan). Sehingga siswa merasa termotivasi untuk menjadi kelompok yang terbaik diantara kelompok lainnya. Sehingga membuat siswa lebih semangat pembelajaran.Kata kunci : Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division(STAD), Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Peneliti
Penerapan Model Elaborasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa terhadap Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Bilangan Berpangkat di Kelas X SMK Swasta SMK Nusantara Siborong Borong Tahun Ajaran 2021/2022 Simangunsong, Herlina
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan Bilangan Berpangkat di kelas X SMK Swasta Nusantara Siborongborong Tahun Ajaran 2021/2022. Sebelum diberikan tindakan pada siklus I, siswa belum ada yang tuntas belajar pada tes awal dengan nilai rata – rata (59,10). Setelah diberikan tindakan Siklus I menggunakan model pembelajaran Model Elaborasi , siswa yang tuntas belajar berjumlah 22 orang ( 78,57 %) dari 28 orang siswa dengan nilai rata – rata (67,85). Kemudian setelah pemberian tindakan II pada Siklus II , diperoleh siswa yang tuntas belajar berjumlah 28 orang (69,39 %) dari 28 orang siswa dengan nilai rata – rata (78,53). Ini berarti siswa yang tuntas belajar bertambah dari Siklus I ke Siklus II. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik. Penelitian ini menjelaskan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarakan dengan model pembelajaran Model Elaborasi.
Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Bilahulu Julyanti, Eva; Hasibuan, Lily Rohanita; Hasibuan, Rosmidah; Rahma, Indah Fitria; Siregar, Amalia Safitri
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3246

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat apakah ada peningkatan hasil belajar siswa menggunaan Pendekatan Saintifik. Pendekatan Saintifik merupakan pendekatan yang digunakan dalam pendidikan lewat proses ilmiah yang dicoba lewat kegiatan mengamati, menanya, berupaya, menalar, serta mengkomunikasikan. Siswa yang memiliki nilai hasil belajar rendah umumnya disebabkan karena ketidak mampuan mereka mengerjakan matematika bagaimanapun usaha mereka. Semakin mereka berusaha untuk menjawab pertanyaan guru atau soal yang diberikan mereka semakin mereka merasakan pusing. Sehingga ketika menghadapi soal mereka lebih memilih untuk melihat pekerjaan teman, atau bahkan tidak mengerjakan soal tersebut sama sekali dan mempersiapkan diri untuk menerima hukuman atau sanksi dari guru. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Bila Hulu. Mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan siswa dalam representasi menyelesaian soal setelah menggunakan pembelajaran dengan Pedekatan Saintifik.Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah adanya penerapan dimana nilai rata-rata pre-test eksperimen adalah 42.56 dan pre-test kontrol adalah 50.56% menjadi 79.16% untuk post-test eksperimen dan 71.44% untuk post-test kontrol. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah nilai hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan saintifik lebih baik, dari kemampuan siswa saat melaksankan pembelajaran konvensional siswa SMP VIII Negeri 2 Bilahulu. Dengan hasil presentasi  pembelajaran eksperimen menggunakan pendekatan saintifik 36.60% dan kelas kontrol adalah sebasar 20.88%.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa di SMP Negeri 1 Siantar Purba, Sri Melva Renata
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran Think-Pair-Share terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa melalui dalam pokok bahasan himpunan di kelas VII SMP Negeri 1 Siantar. Peneliti juga ingin membuktikan apakah model pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share dan kemempuan komunikasi matematis memiliki perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. kelas eksperimen untuk nilai pretest 564 dan posttest 2576 setelah diberikan model pembelajaran Think-Pair-Share. Sedangkan untuk kelas kontrol jumlah dari keseluruhan dari hasil rata-rata pretest 516 dan posstest 2120 setelah diberikan model pembelajaran konvensional. Pada uji homogenitas diperoleh nilai posttest Eksperimen dan Kontrol dengan signifikan (sig) based on mean sebesar 0,783 dengan hasil signifikan 0,05 yang artinya berdistribusi homogen. Pada uji t dengan hasil dengan df yang dipakai dalam penelitian ini adalah 0,05 pada df = () dengan df = 58 yaitu 2,002 maka 6,521 > 2,002. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa dengan ditolak dan diterima yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Think-Pair-Share terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siantar.Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share, Kemampuan Komunikasi Matematis