cover
Contact Name
Lativa Qurrotaini
Contact Email
qurrota29@umj.ac.id
Phone
+6285646497123
Journal Mail Official
holostika@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Pendidikann UMJ Jl. KH Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Holistika : Jurnal Ilmiah PGSD
ISSN : 25796151     EISSN : 26148242     DOI : https://doi.org/10.24853
Core Subject : Education,
Holistika: Jurnal Ilmiah PGSD Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak 2017 (versi cetak), dan mulai dionlinekan pada tahun 2018.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN PROSES PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Sari, Pratiwi Kartika; Khaerani, Syifa; Noordyana, Mega Achdisty
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To achieve the learning objectives in the Thematic lesson, an appropriate approach is needed. This research is a quantitative research that gives an overview on thematic learning process by using process approach. The formulation of this research is to see if there is any influence of the implementation of process approach on low-grade thematic learning of elementary school students. The sample of third grade students of SDN Cireunde 01 is 2 class, IIIC class is used as experiment class as much as 32 people and class IIIB as control class as many as 32 people. The research design used is Random Pretest-Posttes with the results of research is there is a significant influence the application of the process approach tehthe thematic teaching of elementary school students class III in SDN Cireunde 01, so it can be concluded that the process approach has a positive effect on student learning outcomesUntuk mencapai tujuan pembelajaran dalam pembelajaran Tematik, diperlukan sebuah pendekatan yang tepat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang memberikan gambaran pada proses pembelajaran tematik dengan menggunakan pendekatan proses. Rumusan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat pengaruh penerapan pendekatan proses pada pembelajaran tematik kelas rendah siswa sekolah dasar. Sampel penelitian siswa kelas III SDN Cireunde 01 sebanyak 2 kelas, kelas IIIC dijadikan kelas eksperimen sebanyak 32 orang dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol sebanyak 32 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah Random Pretest-Posttes dengan hasil peneltian adalah terdapat pengaruh yang signifikan  penerapan pendekatan proses tehhadap pembelajaran tematik siswa sekolah dasar kelas III di SDN Cireunde 01, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan proses berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
PENGARUH KEPERCAYAAN TERHADAP TURNOVER GURU SD SWASTA DI KECAMATAN JATI ASIH KOTA BEKASI Cipta, Hendhisca
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The object of this research is to know the influence of trust toward the turnover of elementary school teacher. This study uses a quantitative approach. This research was conducted at Primary School (SD) Private in Bekasi City using survey research method by using path analysis to know the influence between variables. Samples were taken using Slovin formula with 62 teachers. Conclusions from the study: (1) There is a direct negative effect of trust on turnoverObjek dalam penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan terhadap turnover guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar  (SD) Swasta di Kota Bekasi menggunakan metode penelitian survey dengan menggunakan analisis jalur untuk mengetahui adanya pengaruh antar variabel. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin  dengan jumlah 62 guru. Kesimpulan dari penelitian: (1) Terdapat pengaruh langsung negatif kepercayaan terhadap turnover.
PENGARUH PEMBELAJARAN AFEKTIF TERHADAP SIKAP HORMAT SISWA KEPADA GURU Khotimah, Husnul; Lestari, Mas roro Diah Wahyu
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writing of this thesis is motivated by the decrease of students’ respect attitude to the teacher, therefore, the researcher is moved to examine the causes of the decreasing respect attitude while proposing the solution by applying affective learning. The purpose of this study is to examine the differences in respect between students who use affective learning with students who do not use affective learning. The method used is quantitative method in the form of quasi experiment by using class experiment and class control with the hypothesis that there are differences of respect attitude between students who do not use affective learning. The results showed that there were differences between students using affective learning with students who did not use affective learning, it is proven from the results of t-test calculation on the students’ respect attitude after receiving treatment with 5% significance level obtained by Sig (2-tailed) of 0,000 and the value of Sig (2-tailed) is less than 0,05. Thus, it can be concluded that effective learning affects students’s respect attitudePenulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan sikap hormat siswa kepada guru sehingga penulis tergerak untuk meneliti apa penyebab penurunan sikap hormat tersebut sambil mengajukan solusi menerapkan pembelajaran afektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti tentang perbedaan sikap hormat antara siswa yang menggunakan pembelajaran afektif dengan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran afektif. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang berbentuk percobaan semu  dengan menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan hipotesis terdapat perbedaan sikap hormat antara siswa yang menggunakan pembelajaran afektif dengan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang menggunakan pembelajaran afektif dengan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran afektif, hal ini terbukti dari hasil perhitungan uji-t skala sikap hormat siswa setelah mendapat perlakuan dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai Sig.(2-tailed) tersebut lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran afektif berpengaruh terhadap sikap hormat siswa
PENGARUH MODEL TEMATIK TERHADAP KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI JAGAKARSA 09 PAGI Nurkhayati, Nurkhayati; Santi, Apri Utami Parta
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims was to find out how much influence of thematic model on teacher creativity in SDN Jagakarsa 09 Pagi. This type of research is quantitative research using survey method with population of all teachers of SDN Jagakarsa 09 Pagi. The sample is all teachers amaunt18 people. Data collection techniques used with observations and questionnaires. Data analysis techniques with the help of SPSS type 15.00. The results showed that there is a significant influence on the thematic model on the creativity of teachers SDN. This can be seen from the results of testing the correlation coefficient obtained for 0.932 and F test results show Fcount of 54.344> Ftable of 4.49. While the value of determination coefficient obtained 77.3%. It can be concluded that the effect of thematic model on teacher creativity is 77,3%. The rest 22,7% teacher creativity is influenced by factors not involved in this research.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model tematik terhadap kreativitas guru di SDN Jagakarsa 09 Pagi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey dengan populasi seluruh guru SDN Jagakarsa 09 Pagi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi dan angket. Teknik analisis data dengan bantuan SPSS tipe 15.00. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada model tematik terhadap kreativitas guru SDN. Hal ini terlihat dari hasil pengujian koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,932 dan hasil uji F menunjukkan Fhitung sebesar 54,344> Ftabel  sebesar 4,49. Sedangkan nilai koefisien determinasi diperoleh 77,3%. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh model tematik terhadap kreativitas guru sebesar 77,3% sisanya 22,7% kreativitas guru dipengaruhi oleh faktor yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. 
PENGEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK AUTIS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR Maulida, Achlisha; Zulfitria, Zulfitria
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writing of this is motivated by the low level of interpersonal intelligence of autistic children, so the researcher has several objectives: 1) to know the level of interpersonal children's intelligence on learning by using puzzle media, 2) to measure children ability in using puzzle during classroom learning. The result of the research at UMM Labshool Elementary School UMJ shows that the level of interpersonal intelligence of children with autism is still not well developed. This is evidenced by the passivity of children during group study in the classroom, and still not interested to join with other friends. The results of this study are expected to be useful to relevant parties who can take advantage of such as principals, classroom teachers, parents, shadow teachers, and researchers. Penulisan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kecerdasan interpersonal anak autis, sehingga peneliti mempunyai beberapa tujuan yaitu: 1) untuk mengetahui tingkat kecerdasan interpersonal anak autis terhadap pembelajaran dengan menggunakan media puzzle, 2) untuk mengukur kemampuan anak dalam menggunakan puzzle pada saat pembelajaran di kelas. Hasil penelitian di Sekolah Dasar Labshool FIP UMJ menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan interpersonal anak autis masih belum berkembang dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan pasifnya anak pada saat belajar kelompok di kelas, dan masih belum tertarik untuk bergabung dengan teman-teman yang lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat kepada pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan seperti kepala sekolah, guru kelas, orang tua, shadow teacher, serta peneliti
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK SEKOLAH DASAR Zulfitria, Zulfitria
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of research to know parenting parents when children use smartphones in primary schools. This research uses descriptive qualitative method. Data obtained through interviews, field notes and documentation. Research location in South Tangerang City. The results showed that parental parenting to reduce the use of smartphones in children aged 10-12 years is very important. Children who use smartphones can not be taken away, they still need guidance and teachings of parents. Communication between parents and children about smartphone usability, positive and negative impacts using a smartphone should be done. Parents who have children smartphone users play an important role to equip children with knowledge about the positive and negative impacts using smartphones, so they are not wrong in utilizing smartphones that they have at an early age.Tujuan penelitian untuk mengetahui pola asuh orang tua saat anak menggunakan smartphone di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parenting parenting untuk mengurangi penggunaan smartphone pada anak usia 10-12 tahun sangat penting. Anak-anak yang menggunakan smartphone tidak bisa dibawa pergi, mereka tetap membutuhkan bimbingan dan ajaran orang tua. Komunikasi antara orang tua dan anak tentang kegunaan smartphone, dampak positif dan negatif menggunakan smartphone harus dilakukan. Orang tua yang memiliki anak pengguna smartphone memainkan peran penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang dampak positif dan negatif menggunakan smartphone, jadi mereka tidak salah dalam memanfaatkan smartphone yang mereka miliki pada usia dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI MEDIA TANGRAM Rahmani, Wirda; Widyasari, Nurbaiti
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by low ability of elementary students’ mathematical creative thinking. Thus this research was done by tangram.The aims of this research are 1) examining to improve student’s mathematical creative thinking and 2) examining interaction effect between student’s prior mathematics ability toward student’s mathematical creative thinking by tangram. The research utilized a quasi experimental  with Nonequivalent Control Group Design. The instruments comprised of mathematical creative thinking test. The quantitative analysis is used a two-way ANOVA. The result  of quantitative analysis shows better increasing mathematical creative thinking ability by tangram than by conventional teaching in fifth grade of SDN Pamulang 01 South Tangerang. Futhermore, there was no interaction effect between student’s prior mathematics ability toward student’s mathematical creative thinking. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sekolah dasar, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan media tangram dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji peningkatan berpikir kreatif matematis siswa di kelas yang mendapat pembelajaran dengan penggunaan media tangram lebih baik daripada siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran biasa. 2) Mengkaji pengaruh interaksi antara penggunaan media tangram dengan Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa terhadap peningkatan berpikir kreatif matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan Quasi Experimental dan desain dalam penelitian ini Nonequivalent Control Group Design.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan penggunaan media tangram terhadap berpikir kreatif matematis siswa di kelas V SDN Pamulang 01 Tangerang Selatan. Hal ini terbukti dari perhitungan menunjukkan hasil uji ANOVA dua jalur nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari taraf signifikansi 0,05. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian ini semoga bermanfaat kepada pihak-pihak yang terkait.
MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENYIMAK CERITA MELALUI MEDIA WAYANG KERTAS di SDN MARGAHAYU XIV KOTA BEKASI Qurrotaini, Lativa; Fachrunisah, Aulia
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to improve the skills of listening to children's stories through media puppet paper students of grade V SDN Margahayu XIV Bekasi. The population in this study were students of grade V SDN Margahayu XIV which amounted to 35 students. This research is a Classroom Action Research with Kemmis and Taggart model and consists of planning, action, observation and reflection phase. Data collection in this study using observation and test. The research instrument used in the form of observation sheet and test question. The data analysis techniques used are techniques of analysis and quantitative data that is by searching for the average results of the skills to listen to the story of each child's cyclius. The results showed that there was an increase in the skill of listening to children's stories through wayang kerta mediaTujuan dari penelitian ini adalah meningkatan ketrampilan menyimak cerita anak melaui media wayang kertas siswa kelas V SDN Margahayu XIV Kota Bekasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas V SDN Margahayu XIV yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan Taggart dan terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi dan soal tes. Adapun teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik analisis dan data kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata hasil ketrampilan menyimak cerita anak setiap siklius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap ketrampilan menyimak cerita anak melalui media wayang kerta.
MOTIVASI MENJADI GURU SEKOLAH DASAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PGSD Rosyid, Ainur
Jurnal Holistika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRACTRecently, the number of student of Elementary Teacher Education is slightly increasing. Those facts left a question what motivates them to be a teacher.  In addition, being a teacher is not a most wanted profession in Indonesia. Those phenomena grounded this research. The research aimed to deeply explore what motivated the students to be teachers, to examine whether or not any differences of motives between male students and female students, and to examine whether or not the motives correlated to learning achievement. The research used quantitative approach, using questinnaire adapted from Factors Influencing Teaching Choice (FIT-Choice) Scale using Likert scale. Data was analysed using mean or percentage, independent sample t-test, and correlation analysis Pearson. The research results that the motives of students being a teacher (the most to the least) are  make social contribution, enhance social equity, shape the future of children, work with children, prior teaching and learning experience, intrinsic value, job security, perceived teaching abilities, time for family, and social influences. However, there are five dominant motives spread along the aspects: wanting to help children learn, influencing the next generation, raising the ambitions of underprivileged youth, make social contribution, and being interested in teaching. The independent sample t-test analysis resulted that there is no differences of motivation between male and female students, but one aspect, where the P value (0,02) is smaller than 0,05, “time for family.”  The Pearson Correlation results the motivation to be a teacher is poorly correlated to the student achievement, by 0,0004ABSTRAKAkhir-akhir ini, jumlah mahasiswa PGSD mulai meningkat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa yang menjadi alasan mereka ingin menjadi guru. Selain itu, menjadi guru bukanlah profesi yang paling diminati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai motivasi mahasiswa PGSD memilih menjadi guru sekolah, dan apakah ada perbedaan motivasi secara demografik dan apakah berpengaruh terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan questionnaire yang diadaptasi dari Factors Influencing Teaching Choice (FIT-Choice) Scale. Data dianalisis dengan menggunakan rerata atau prosentase dan independent sample t-test. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi menjadi guru mahasiswa PGSD secara berurutan adalah aspek berkontribusi pada masyarakat, meningkatkan ekuitas sosial, membentuk masa depan anak, bekerja dengan anak-anak, pengalaman belajar di masa lampau,nilai intrinsik, keterjaminan pekerjaan, merasa mempunyai kemampuan mengajar, waktu untuk keluarga, dan pengaruh lingkungan. Namun, ada 5 alasan paling dominan yaitu karena ingin membantu anak-anak belajar, ingin mempengaruhi generasi masa depan, ingin menumbuhkan cita-cita pada anak-anak yang kurang mampu, memberikan kontribusi sosial yang bermanfaat, dan tertarik menjadi guru. Analisis statistik uji t independen sampel menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi menjadi guru secara gender, kecuali aspek “waktu untuk keluarga” dimana, P value (0,02) lebih kecil dari 0,05, sehingga ada perbedaan motivasi menjadi guru secara gender. Dari hasil analisis korelasi Pearson, motivasi menjadi guru diperoleh nilai signifikan 0,0004. Nilai tersebut berada dalam range kualifikasi 0,00-0,199 dengan kualifikasi sangat rendah. Dengan demikian disimpulkan bahwa hubungan antara motivasi menjadi guru dengan prestasi belajar adalah sangat rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9