cover
Contact Name
Fikri Aulia
Contact Email
piti.kasep@gmail.com
Phone
+6281322602841
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Halmahera KM 1 Tegal 52121
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 26226057     EISSN : 2657070X     DOI : -
Core Subject : Education,
JCOSE (Jurnal Bimbingan dan Konseling) is a journal consisting of several writings about the results of research and book review. JCOSE seeks to accommodate researchers, lecturers and students in the field of guidance and counseling to publish scientific work regularly every two times a year.
Articles 116 Documents
Upaya Peningkatan Kedisiplinan Siswa Masuk Kelas Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Pendekatan Behavioral Eni Kisrini
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.54

Abstract

Permasalahan dalam penelitian tindakan bimbingan konseling ini adalah rendahnya tingkat kedisiplinan siswa di sekolah pada siswa kelas X SOS 2 tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini adalah melalui layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral dapat meningkatkan kedisipliman masuk kelas pada siswa kelas X SOS 2 SMA Negeri 1 Balapulang Kabupaten Tegal Tahun Akademik 2019/2020 ?. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas selama 2 siklus yang setiap siklusnya dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa di sekolah, datang tepat waktu pada prasiklus terlambat 17 siswa (48,5%),Bolos 6 siswa (17,1%), alpa 14 siswa (40 %) Setelah diadakan tindakan pada siklus 1, terlambat 7 siswa (20%), bolos 3 siswa (8,57%),alpa 6 siswa (17,1%). Pada siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan terlambat 3 siswa (8,8%), bolos ( 0% ),alpa 2 siswa (5,71%) .Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa di sekolah dengan menggunakan pendekatan behavioral pada kelas X SOS 2 Tahun Akademik 2019/2020.
Meningkatkan Resiliensi Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Najibulloh M Faozi
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.55

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan tingkat resiliensi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sirampog, sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan one group pre-test post-test desain. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 dari total 120 siswa. Peneliti menggunakan teknik random sampling untuk mengambil sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah, variable bebas (bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama) dan variable bebas (resiliensi). Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala resilience yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Untuk menguji validitas item menggunakan product moment dan nilai alpha cronbach. Peneliti menggunakan uji deskriptif persentase dengan uji Wilcoxon untuk menganalisis data. Dari hasil perhitungan menunjukkan nilai signifikansi 0,00. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai tabel (0.00 < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka, layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan resiliensi siswa.
Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Monopede Untuk Meningkatkan Percaya Diri Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Brebes dewiekasari Eka
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.56

Abstract

Percaya diri dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah, namun beberapa peserta didik mengalami ketidakmampuan dalam mengungkapkan pendapatnya dalam kelompok, selain itu bimbingan kelompok yang dilaksanakan masih kurang inovatif sehingga siswa kurang antusias. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan percaya diri melalui bimbingan kelompok dengan permainan Monopede. Penelitian tindakan dilakukan dengan dua siklus. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan anggota kelompok heterogen yaitu 11 yang memiliki tingkat percaya diri rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan pedoman wawancara, skala psikologi dan pedoman observasi. Hasil penelitian diperoleh, tingkat percaya diri anggota kelompok pada siklus I diperoleh 74,5% pada kondisi tinggi. Dari hasil tindakan siklus I belum mampu memenuhi indikator kinerja dalam penelitian ini, maka diberikan tindakan pada siklus II dengan hasil 90,9% pada kondisi sangat tinggi tingkat percaya diri anggota kelompok. Disimpulkan bahwa percaya diri dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan permainan Monopede. Saran yang diberikan pada guru bimbingan konseling diharapkan memberikan inovasi dalam perlakuan (treatment) kepada peserta didik yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan percaya diri.
Alternatif Pengembangan Diri Anak Melalui Layanan BK di Homeschooling sesya dias
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.57

Abstract

Beberapa sekolah di Indonesia sudah memiliki alternatif sekolah yang dapat membantu anak belajar sesuai dengan dirinya. Salah satunya yaitu melalui homeschooling. Penelitian ini dilakukan dengan metode mixed method yaitu dengan perpaduan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari responden yang mengetahui adanya homeschooling dan perlunya layanan Bimbingan dan Konseling (BK) pada anak homeschooling. Sample responden berjumlah 20 orang yang mewakili dari keseluruhan responden yaitu masyarakat laki-laki dan perempuan dalam rentang usia 20 – 50 tahun yang berlokasi di Kota Tegal dan sekitarnya yang mengetahui keberadaan homeschooling. Pengambilan data dilakukan dalam rentang waktu dua bulan. Dari skala yang digunakan adalah jenis skala Lickert yang dianalisis menggunakan product moment dan Alpha Krombultz. Data kualitatif diperoleh dari keterangan yang disampaikan secara langsung oleh salah satu responden mengenai keberadaan layanan BK di homeschooling. Data kualitatif diperoleh dari deep interview. Dengan r Tabel 0,367 < dari r Hitung ada 26 butir item valid. Reliabilitas 0,871 dari 50 item. Hasil layanan BK di homeschooling sangat penting dilakukan mengingat anak-anak yang berada di homeschooling membutuhkan layanan untuk dapat menjadi pengembangan diri anak. Layanan BK yang dapat diberikan dapat berupa keterampilan, bakat dan minat dan akademik. Layanan BK disesuaikan dengan kondisi anak, dari cara penyampaian, metode dan teknik layanan dan tetap menedepankan asas kerahasiaan. Layanan BK yang diberikan pada segi keterampilan 34%, bakat dan minat 35% dan akademik 31%.
PERILAKU NARSISTIK PADA ANAK PECANDU APLIKASI TIKTOK arif budiman
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.58

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran dari perilaku narsistik, faktor dari dalam maupun dari luar yang menjadikan seorang anak menjadi candu terhadap aplikasi Tiktok sehingga muncul perilaku narsistik serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku narsistik pada anak pecandu aplikasi Tiktok baik dampak pada dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarmaupun pola belajar pada masa pendidikannya. Metode dalam penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik dalam pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yakni Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil dari wawancara disimpulkan bahwa dari kesesuaian delapan indikator antara lain kesesuaian pola perfasiv, kesesuaian perasaan grandiose, kesesuaian terpreokupasi, kesesuaian keyakinan dirinya istimewa, kesesuaian minta dipuji, kesesuaian mengeksploitasi, kesesuaian kurang memiliki empati dan kesesuaian arogan. Indikator kesesuaian terbesar diantara delapan ada pada keinginan untuk mendapatkan pujian ketika seorang anak kecanduan bermain aplikasi Tiktok. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa mendapatkan pujian menjadi hal yang sangat penting bagi anak pecandu aplikasi Tiktok.
Behavioral Rehearsal untuk Mengatasi Kecemasan Belajar Daring (Online) Masa Pandemi Covid-19 Handayani Sura
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2020): JCOSE Oktober 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v3i1.60

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengatasi kecemasan belajar daring dengan pendekatan behavioral rehearsal dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan belajar daring (online) pada masa pandemi covid-19 pada siswa SMA di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dimana penelitian ini menghasilkan data berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.Hasil pembahasan adalah Behavioral Rehearsal dapat mengatasi kecemasan belajar daring pada masa pandemi covid-19 dengan cara latihan melalui cara: mempraktekkan perilaku yang dicontohkan, memberikan motivasi kepada siswa tentang strategi-strategi (penguatan) dan langkah dalam mengerjakan tugas dan juga belajar daring.
Meningkatkan Perencanaan Karir Melalui Layanan Informasi Dengan Teknik Biblio-Therapy Pada Siswa Kelas Xi IPS 2 Sma Negeri 1 Bengkayang Hendrik Hendrik
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 02 (2020): JCOSE
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v2i02.62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah1) mengetahui perencanaan karir siswa kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkayang, 2) mengetahui Pelaksanaan layanan informasi dengan teknik Biblio-therapy untuk meningkatkan perencanaan karir siswa kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkayang, 3) peningkatkan perencanaan karir siswa melalui layanan informasi dengan teknik Biblio-therapy kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkayang.Metode penelitian yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode Deskriptif sedangkan bentuknya yaitu penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Subjek penelitian yang digunakan yang berjumlah 34 siswa kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkayang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung, teknik studi dokumnter. Alat pengumpul data yang digunakan berupa panduan obesrvasi, panduan wawancara, skala psikologis, dokumentasi. Hasil pnlitian ini menunjukan bahwa meningkatkan perencanaan karir melalui layanan informasi dengan teknik Biblio-thrapy pada siswa kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkayang. Meningkatkan perencanaan karir, melalui 4 langkah 1) perencanaan 2) pelaksanaan 3) pengamatan 4) refleksi. Berdasarkan Hasil penelitian terdapat peningkatan peresentase awal 51% mengalami peningkatan setelah dilaksanakannya tindakan pada siklus I meningkat menjadi 64% namun masih kategori “Cukup” dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II meningkat menjadi 74 % dengan kategori “Baik”. Dari hasil peningkatan penelitian diatas disarankan guru bimbingan dan konseling dapat menggunakan
Peningkatan Kedisiplinan Siswa Masuk Kelas melalui Layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Behavioral lutiyem lutiyem
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2020): JCOSE Oktober 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v3i1.63

Abstract

Permasalahan dalam penelitian tindakan bimbingan ini adalah rendahnya tingkat kedisiplinan siswa masuk kelas pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Talang tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas selama 2 siklus yang setiap siklusnya dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dengan menggunakan layanan Konseling kelompok dengan pendekatan behavioral. Dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa masuk kelas datang tepat waktu pada prasiklus terlambat 13 siswa (40,63%), bolos 6 siswa (18,75%), alpa 10 siswa 31,25%). Setelah diadakan tindakan pada siklus 1, terlambat 6 siswa (18,75%), bolos 3 siswa (9,36%),alpa 6 siswa (24%). Pada siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan terlambat 3 siswa (9,36%), bolos ( 0% ),alpa 2 siswa (5,8%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa masuk kelas/sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model Konseling kelompok dengan pendekatan behavioral terbukti dapat meningkatkan kedisiplinan siswa masuk kelas pada siswa VIIIA semester 2 SMP Negeri 1 Talang Tahun Pelajaran 2019/2020.
Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dengan Perencanaan Karir pada Siswa Rahma Intan Amalia Mintarso
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2020): JCOSE Oktober 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v3i1.64

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah guna membuktikan adanya hubungan konformitas teman sebaya dengan perencanaan karir pada siswa sekolah pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling karena populasi yang diteliti oleh membagi populasi menjadi beberapa kelompok yang terpisah yang disebut sebagai cluster. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 3 Kota Magelang terdiri dari kelas VIII yang berjumlah dua kelas dengan siswa sebanyak 59 dan dua kelas dari kelas IX dengan jumlah 57 siswa, dengan jumlah total 116 siswa, melalui pengaruh peran teman sebaya siswa mampu menentukan arah perencanaan karirnya. Dengan demikian peran teman sebaya sangat membantu siswa dalam memilih karirnya meskipun banyak faktor lain yang mempengaruhi diri siswa dalam menentukan arah pemilihan karirnya.
Hubungan Antara Body Shaming Dan Citra Diri Dengan Kecemasan Sosial Pada Siswa SMP Ekasakti Semarang Intan Ayu Setyorini
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2020): JCOSE Oktober 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v3i1.67

Abstract

Verbal speech can make people affected by body shaming become down, lazy to do anything, cry, and become sad. The role of teachers and parents is very important in terms of providing support to students who are victims of body shaming and need to take firm action from the school concerned. The population in this study were students of class VIII SD class IX SMP Ekasakti Semarang, totaling 210 female students. The data collection method used a questionnaire with a Likert scale instrument consisting of four options. The test results show that there is a positive and significant relationship between body shaming and social anxiety, so the higher the body shaming, the higher the social anxiety, conversely the lower the body shaming, the lower the social anxiety, the two variables are strongly correlated, meaning that the higher the image. The students themselves will have lower social anxiety, on the other hand, the lower their self-image, the higher their social anxiety, so the two variables have strong correlation.

Page 7 of 12 | Total Record : 116