cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
DETERMINAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK PADA REMAJA DI KELURAHAN MOGOLAING KOTAMOBAGU Hamzah B
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2466

Abstract

ABSTRAKMerokok secara global baik rokok tembakau atau rokok elektrik merupakan salah satu faktor risiko penyebab kematian dan disabilitas pada manusia serta di prediksi akan membunuh 6 juta orang setiap tahunnya. Hasil temuan Kementrian Kesehatan Jepan terdapat karsinogen atau zat yang dapat menimbulkan kanker dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan pennggunaan rokok elektrik pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada responden dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 62,5% responden yang penggunaan rokok elektrik berat, 57,5% responden yang menyatakan rokok elektrik tersedia, 52,5% responden yang memiliki pengaruh teman sebaya buruk, 75% responden yang menyatakan rokok elektrik terjangkau. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan ketersediaan rokok elektrik (p=0,000<0,05), pengaruh teman sebaya (p=0,000<0,05) dan keterjangkaun rokok elektrik (p=0,000<0,05) dengan penggunaan rokok elektrik pada remaja. Sebagai kesimpulan determinan penggunaan rokok elektrik pada remaja di Kelurahan Mogolaing Kotamobagu adalah ketersediaan rokok elektrik, pengaruh teman sebaya dan keterjangkauan rokok elektrik. Diharapkan kepada Kementrian Kesehatan untuk mengeluarkan peraturan untuk mengawasi peredaran rokok elekrik dimasyarakat, kepada komunitas remaja diharapkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih mengedukatif dengan membahas terkait bahaya dan kerugian jika mengonsumsi rokok elektrik, kepada orang tua diharapkan mengembalikan fungsi-fungsi keluarga dengan melakukan pendidikan keluarga dan mengawasi pergaulan anak dari pengaruh negatif.Kata kunci : Rokok elektrik, ketersediaan, teman sebaya, keterjangkauan
ANALISIS IMPLEMENTASI PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI PUSKESMAS putri sari nugrahaning dewi; Zahroh Shaluhiyah; Chriswardani Suryawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2146

Abstract

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan salah satu program pelayanan kesehatan primer di Puskesmas dalam menangani problematika kesehatan remaja. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis implementasi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas. Teknik studi literatur digunakan dengan mencari jurnal-jurnal yang relevan dengan tema utama yaitu Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja melalui Google Schoolar, PLOS, dan Springer dengan rentang tahun 2015 hingga 2020. Jurnal yang didapat tersebut direduksi kembali sesuai dengan kriteria tertentu dan diperoleh 6 artikel penelitian yang layak dikaji lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan PKPR oleh remaja yang masih minimal, belum terbentuk konselor sebaya, belum terbentuknya tim PKPR, belum adanya pelatihan bagi tim PKPR, kurangnya sarana prasarana, kurangnya kemitraan dalam PKPR. Implementasi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas masih menemui kendala pada aspek-aspek penyelenggaraan PKPR baik dari remaja sebagai sasaran program pelayanan, SDM, fasilitas kesehatan, jejaring PKPR, maupun manajemen kesehatannya. Peningkatan pada aspek penyelenggaraan PKPR menjadi hal yang penting seperti pelaksanaan pelatihan bagi petugas kesehatan, peningkatan sarana prasarana, pembentukan dan pelatihan bagi konselor sebaya dan pendidik sebaya, serta penguatan kemitraan PKPR dengan penentu kebijakan maupun instansi yang berpengaruh dalam mencapai keberhasilan program PKPR.
DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN: STUDI DI UNIT FISIOTERAPI Fahmi Rizal; Tri Ani Marwati; Solikhah Solikhah
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2624

Abstract

Fisioterapi menjadi salah satu komponen pelayanan rumah sakit yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan pasien berdasarkan dimensi kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) di unit fisioterapi rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (cross-sectional study). Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien baru periode Agustus-September 2020 di unit fisioterapi rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, sampel sebanyak 76 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling, data dianalisis menggunakan analisis chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tangible (p=0.018), reliability (p=0.010), responsiveness (0.000), assurance (0.000), empathy (0.001) memiliki hubungan terhadap kepuasan pasien di unit fisioterapi rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) terhadap kepuasan pasien di unit fisioterapi rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
HUBUNGAN OBESITAS DAN STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI DESA POJOKSARI MAGETAN Evy Nurvitasari; Retno Widiarini; Karina Nur Ramadhanintyas
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2200

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tergolong silent killer yang muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya sehingga orang yang mengalami hipertensi tidak menyadari apabila tekanan darah yang dimilikinya sudah melebihi ambang batas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan obesitas dan stres dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain studi crossectional. Populasi penelitian ini yaitu semua pra lansia yang terdaftar dan mengikuti posbindu di Desa Pojoksari. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran, observasi, kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan analisis bivariat, obesitas p=0,030 (RP=2,534; 95%CI=1,165-5,510) dan stres p=0,026 (RP=2,570; 95%CI=1,186-5,569) dengan hipertensi pada pra lansia di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas dan stres merupakan faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada pra lansia di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Petugas Kesehatan perlu meningkatkan  upaya promotif melalui penyuluhan  dan pengetahuan mengenai faktor resiko penyakit tidak menular salah satunya hipertensi.
KECEMASAN MASYARAKAT SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ayu Dwi Putri Rusman; Fitriani Umar; Makhrajani Majid
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2554

Abstract

Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 19 Desember 2020 sebanyak 657.948 orang dan di Sulawesi Selatan sebanyak 28.657 orang. Banyak masyarakat yang tidak mempercayai adanya virus corona, sehingga tidak menghiraukan anjuran pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survey, dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan pada Bulan April 2020. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 5.840.507 orang dan jumlah sampel sebanyak 452 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagikan kuesioner menggunakan aplikasi Google Form yang disebar melalui media sosial. Analisis data secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (69%), berusia 15-24 tahun (52,2%) dan pendidikan terakhir tamat perguruan tinggi (52%), serta jenis pekerjaan sebagian besar adalah pelajar/mahasiswa (43,1%). Keadaan Psikososial masyarakat selama masa pandemi Covid 19 secara umum 58,6% menyatakan merasa cemas. Ditinjau dari konteks kehidupan ekonomi 76,1% merasa cemas, berdasarkan konteks kehidupan beragama 62,8% merasa biasa saja, dan dalam konteks interaksi sosial sebanyak 60,4% merasa cemas. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah memberikan informasi yang jelas tentang Covid-19 dan melibatkan masyarakat dalam penyampaian informasi.
CRITICAL SUCCESS FACTORS (CSF) PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAY DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Syahrul Hidayat; Septo Pawelas Arso; Sudiro Sudiro
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2243

Abstract

Dalam rangka memenuhi salah satu syarat yang  pada Standar Akreditasi Rumah Sakit versi KARS 2012, RSUD Tugurejo melalui peningkatkan dan pengembangkan mutu pelayanannya diseluruh jajaran rumah sakit dengan salahsatunya penyelenggaraan clinical pathway. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi critical success factor pada pelaksanaan clinical pathway berdasarkan tingkatan kelompok manajemen, kelompok praktisi dan kelompok verifikasi.Penelitianini menggunakan metode mix method yaitu metode kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang pelaksanaan clinical pathway berdasarkan model implementasi Van Merter  dan Van Horn dilihat dari kriteria sasaran dan tujuan, kriteria komunikasi, kriteria sumber daya dan kriteria disposisi untuk menentukan success factors dan metode kuantitatif dilakukan pembuatan kuisoner untuk pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Nilai pembobotan dapat diidentifikasi dari success factors yang kemudian diklasifikasikan menjadi critical success factors. Penelitian dilaksanakan di masing-masing perwakilan bagian yang terlibat pelaksanaan clinical pathway.  Waktu pelaksanaan mulai bulan Juli sampai September 2019.Hasil dari penelitian diperoleh terdapat 4 critical success factors yaitu “meningkatkan kepatuhan, kesadaran dan tanggung jawab para pemberi asuhan pengisian clinical pathway” (48,9%), “membuat buku panduan pelaksanaan clinical pathway” (43,1%), “menambah petugas penanggung jawab clinical pathway” (36,7%), dan “meningkatkan komitmen para pemberi asuhan sesuai dengan standar pelaksanaan clinical pathway” (39,3%).
ANALISIS KADAR DEBU RESPIRABEL TERHADAP KELUHAN KESEHATAN PADA PEKERJA Merry Sunaryo; Muslika Nourma Rhomadhoni
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2480

Abstract

Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Kondisi tidak aman yang ada di lingkungan salah satunya yaitu dengan adanya debu di tempat kerja. Debu tersebut dapat menimbulkan keluhan penyakit hingga penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan seperti Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Masalah  kesehatan yang berhungungan dengan saluran pernafasan di Indonesia sebanyak 25,5% dengan 16 provinsi di antaranya mempunyai prevalensi di atas angka nasional dan pneumonia sebanyak 2,1%. Pada Industri mebel kayu, para pekerja akan selalu terpapar debu-debu terutama debu dari serbuk kayu. Penelitian ini ingin mengetahui analisis debu respirabel terhadap terjadinya keluhan kesehatan Pada Pekerja. Penelitian ini dilakukan pada industri mebel di wilayah jalan semarang, surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang bekerja di bagian produksi, dengan Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi atau seluruh dari populasi yang berjumlah 37 orang. Hasil yang di peroleh yaitu sebagian kadar debu yang diukur melebihi nilai ambang batas yaitu 3 mg/m3. Pada keluhan kesehatan bagian pernafasan, 65% responden memiliki keluhan kesehatan. Debu respirabel juga memiliki pengaruh terhadap keluhan kesehatan pada pekerja. Hasil tersebut dapat diketahui dari nilai signifikansi atau P value < dari nilai alfa (α) (0,05), yaitu 0,018. Pada permasalahan tersebut di perlukan pencegahan terjadinya penyakit akibat kerja, seperti higiene perseorangan yang baik maupun pada lingkungan.
BODY MASS INDEX, PROTEIN INTAKE AND HAND GRIP STRENGTH AMONG YOUTH Anna Fitriani; Desiani Rizki Purwaningtyas
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2254

Abstract

Hand Grip Strength (HGS) is an indicator of muscle strength tha has been a predictor of physical capacity and long-term health. There has been a a decrease in HGS among youth and is related with several factors such us body mass index (BMI) and protein intake, but the available researches are still inconsistent. This cross sectional study examined the level of HGS and it’s relationship with BMI and protein intake among female college student of UHAMKA Jakarta. HGS were measured by Smedley Dynamometer and were carried out according to the Southampton Protocol. Anthropometric measurements and self 3-day food records were performed to obtain BMI and total protein intake. Chi square test was performed to reveal the difference proportion of low HGS among various groups. The results showed that the average HGS score was 21.70 ± 7.09 kg, of which 48.7% of respondents were classified as low HGS. There was no significant difference of low HGS proportion between normal BMI and abnormal BMI (less and more) (P value = 0.481). However, the proportion of low HGS was significantly higher among those who had deficit protein intake compared to normal (P value = 0,000). Therefore, an adequate protein intake is needed to maintain muscle strength among youth.   Keywords: Muscle strength, hand grip strength, BMI, protein intake, youth
ANALISIS HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU Yuni Kartika; Henni febriawati; Muhammad Amin; Riska Yanuarti; Wulan Angraini
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2674

Abstract

Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum. Bersadarkan survei pendahuluan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu saat ini sebagaian besar menggunakan air produksi dari Depot Air Minum (DAM) untuk dikonsumsi karena tidak perlu dimasak, harganya murah dan terdapat layanan jemput antar sehingga tidak perlu membeli langsung ke depot. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya pelaksanaan higiene sanitasi DAM dan kandungan mikrobiologi pada air minum. Jenis penelitian ini adalah kualitatif berupa deskriptif, menggunakan lembar kuesioner dari Permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Jumlah sumber informan pada penelitian ini sebanyak 7 DAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua DAM tidak memenuhi syarat kelaikan fisik dan pemeriksaan secara laboratorium menunukkan 2 DAM tidak memenuhi syarat karena ditemukan bakteri e.coli dan colifrom. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa aspek higiene sanitasi yang masih perlu diperhatikan seperti penjamah, air baku, air minum, dan sanitasi dasar belum tersedianya tempat pembuangan sampah, pembuangan air limbah yang tertutup dan tempat cuci tangan. Disarankan kepada masyarakat untuk membeli air minum dari depot air minum yang memenuhi syarat kesehatan dengan cara memperhatikan hasil uji laboratorium.
BAGAIMANA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG KONSUMSI MULTIVITAMIN/ SUPPLEMENT SELAMA PANDEMI COVID-19? Kurnia Yuliawati; Sitti Nur Djannah
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2077

Abstract

Indonesia hingga tanggal 30 April 2020, di Indonesia teridentifikasi 10.118 pasien positif COVID-19, dengan 1.522 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 792 pasien meninggal dunia dan di seluruh dunia, 213 negara melaporkan 3.090.445 kasus  terkonfirmasi dan 217.769 meninggal dunia. Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat berupaya agar dapat terhindar dari penularan virus COVID-19 salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi Multivitamin/ suplemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang konsumsi multivitamin/ suplemen selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan model menggunakan pendekatan cross sectional. Cara penetapan sampel dilakukan dengan proportional random sampling. Responden penelitian dipilih dengan accidental sampling di 3 Propinsi yaitu DIY, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Hasil penelitian ini diperoleh nilai tingkat pengetahuan  dan perilaku masyarakat tentang konsumsi multivitamin/suplemen selama pandemi COVID-19 di  DIY, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat dikategorikan memiliki kategori yang baik. Sedangkan hasil dari penilaian sikap masyarakat tentang konsumsi multivitamin/suplemen selama pandemi COVID-19 menunjukkan kategori sedang.

Page 8 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue