cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS CITARIP KOTA BANDUNG Agung Sutriyawan; Chantika Cindiana Nadhira
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2072

Abstract

Angka kejadian stunting tertinggi di Kota Bandung adalah di wilayah kerja Puskesmas Citarip jumlah 1507 balita. Faktor resiko stunting disebabkan oleh asupan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan seperti ASI eksklusif dan Status Gizi Ibu ketika hamil. Selain itu, Pelayanan ANC dan Sanitasi dasar pun menjadi beberapa penyebab terjadinya stunting Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian Stunting pada balita di UPT Puskesmas Citarip Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol. Populasi kasus sebanyak 249 balita dan populasi kontrol 2268 balita, dengan tehnik purposive sampling diambil sampel penelitian yaitu 47 kasus dan 47 kontrol. Teknik analisis yang digunakan adalah Chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pengetahuan ibu (p=0,006;OR= 3,611), ASI eksklusif (p=0,0011;OR 3,314), dan sanitasi dasar (p=0,025;OR=3,619). Variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi ibu dan antenatal care. Variabel dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah sanitasi dasar dengan OR95%CI =5,960 (1,653-21,484). Faktor risiko kejadian stunting pada balita adalah pengetahuan ibu, ASI ekslusif dan sanitasi dasar. Faktor yang paling berhubungan dengan kejadian stunting adalah sanitasi. Diharapkan kepada Puskesmas dapat menjalin kerjasama lintas sektor untuk mengupayakan peningkatan perbaikan sanitasi dan upaya peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting serta cakupan ASI eksklusif
KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS CITARIP KOTA BANDUNG Sutriyawan, Agung; Nadhira, Chantika Cindiana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2072

Abstract

Angka kejadian stunting tertinggi di Kota Bandung adalah di wilayah kerja Puskesmas Citarip jumlah 1507 balita. Faktor resiko stunting disebabkan oleh asupan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan seperti ASI eksklusif dan Status Gizi Ibu ketika hamil. Selain itu, Pelayanan ANC dan Sanitasi dasar pun menjadi beberapa penyebab terjadinya stunting Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian Stunting pada balita di UPT Puskesmas Citarip Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol. Populasi kasus sebanyak 249 balita dan populasi kontrol 2268 balita, dengan tehnik purposive sampling diambil sampel penelitian yaitu 47 kasus dan 47 kontrol. Teknik analisis yang digunakan adalah Chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pengetahuan ibu (p=0,006;OR= 3,611), ASI eksklusif (p=0,0011;OR 3,314), dan sanitasi dasar (p=0,025;OR=3,619). Variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi ibu dan antenatal care. Variabel dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah sanitasi dasar dengan OR95%CI =5,960 (1,653-21,484). Faktor risiko kejadian stunting pada balita adalah pengetahuan ibu, ASI ekslusif dan sanitasi dasar. Faktor yang paling berhubungan dengan kejadian stunting adalah sanitasi. Diharapkan kepada Puskesmas dapat menjalin kerjasama lintas sektor untuk mengupayakan peningkatan perbaikan sanitasi dan upaya peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting serta cakupan ASI eksklusif
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C, KONSUMSI KOPI, KONSUMSI TEH, KONSUMSI OBAT CACING DAN KONSUMSI TABLET FE PADA SAAT HAID DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2019 Marlenywati Marlenywati; Sari Kurniasih
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2011

Abstract

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C, KONSUMSI KOPI, KONSUMSI TEH, KONSUMSI OBAT CACING DAN KONSUMSI TABLET FE PADA SAAT HAID DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2019
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C, KONSUMSI KOPI, KONSUMSI TEH, KONSUMSI OBAT CACING DAN KONSUMSI TABLET FE PADA SAAT HAID DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2019 Marlenywati, Marlenywati; Kurniasih, Sari
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2011

Abstract

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C, KONSUMSI KOPI, KONSUMSI TEH, KONSUMSI OBAT CACING DAN KONSUMSI TABLET FE PADA SAAT HAID DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2019
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI KELURAHAN GEBANGSARI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Endang Susilowati; Endang Surani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2035

Abstract

Pola  asuh  orangtua  sangat  berpengaruh  terhadap  pembentukan  karakter  anak. Setiap orangtua biasanya memiliki pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda. Gangguan mental emosional dan perilaku pada  anak  merupakan  gangguan  yang  cukup  serius  karena    berdampak  terhadap perkembangan anak. Masalah mental emosional anak prasekolah dapat terjadi karena adanya beberapa faktor. Salah satunya adalah pergeseran peran orangtua. prevalensi gangguan emosional pada anak usia prasekolah 74,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Mental Emosional Anak Usia Pra Sekolah Di Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk Kota Semarang. Penelitian kuantitatif dengan metode  analitik korelasional dan pendekatan cross sectional, cara pengambilan sampel Purposive Sampling pada 100 responden. Uji bivariat dengan Chi square. karakteristik responden didapatkan 56 % ibu dalam kategori usia dewasa awal, 55% ayah dalam kategori usia dewasa akhir, dari segi pendidikan terdapat 80% ibu dan 69% ayah berpendidikan tinggi, berdasarkan pekerjaan dapat diketahui 57% ibu  sebagai ibu rumah tangga, dan  80% ayah bekerja swasta, sedangkan pendapatan keluarga 95%  di atas UMR, pola asuh diketahui 7% type permisif, 12% otoriter dan 81% type demokratis,  34% anak mengalami gangguan emosional dan 66% tidak mengalami gangguan emosional. Hasil uji hipotesis menggunakan chi-square didapatkan nilai p 0,000 secara statistik  terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional anak pra sekolah
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI KELURAHAN GEBANGSARI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Susilowati, Endang; Surani, Endang
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2035

Abstract

Pola  asuh  orangtua  sangat  berpengaruh  terhadap  pembentukan  karakter  anak. Setiap orangtua biasanya memiliki pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda. Gangguan mental emosional dan perilaku pada  anak  merupakan  gangguan  yang  cukup  serius  karena    berdampak  terhadap perkembangan anak. Masalah mental emosional anak prasekolah dapat terjadi karena adanya beberapa faktor. Salah satunya adalah pergeseran peran orangtua. prevalensi gangguan emosional pada anak usia prasekolah 74,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Mental Emosional Anak Usia Pra Sekolah Di Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk Kota Semarang. Penelitian kuantitatif dengan metode  analitik korelasional dan pendekatan cross sectional, cara pengambilan sampel Purposive Sampling pada 100 responden. Uji bivariat dengan Chi square. karakteristik responden didapatkan 56 % ibu dalam kategori usia dewasa awal, 55% ayah dalam kategori usia dewasa akhir, dari segi pendidikan terdapat 80% ibu dan 69% ayah berpendidikan tinggi, berdasarkan pekerjaan dapat diketahui 57% ibu  sebagai ibu rumah tangga, dan  80% ayah bekerja swasta, sedangkan pendapatan keluarga 95%  di atas UMR, pola asuh diketahui 7% type permisif, 12% otoriter dan 81% type demokratis,  34% anak mengalami gangguan emosional dan 66% tidak mengalami gangguan emosional. Hasil uji hipotesis menggunakan chi-square didapatkan nilai p 0,000 secara statistik  terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional anak pra sekolah
PERSEPSI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL DI KOTA DENPASAR Putu Eka Arimbawa; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; I Wayan Martadi Santika
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2041

Abstract

Penggunaan obat herbal melalui persepsi pengalaman dan informasi membuat keputusan untuk melakukan pengobatan semakin tinggi. Mengukur persepsi individu dapat melalui teori health belief model (HBM). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan persepsi masyarakat berdasarkan metode health belief model (HBM) dengan penggunaan obat herbal di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji binary logistic. Perceived benefits dan self-efficacy memberikan hubungan yang signifikan terhadap penggunan obat herbal di Kota Denpasar (P<0.05).  Pertimbangan apoteker dan penggunaan dosis yang relatif aman membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan obat herbal. Peningkatan aspek fisik, mental, dan spiritual dengan penggunaan obat herbal masih perlu dilakukan, terutama dalam menunjang kesehatan masyarakat.Kata kunci : Persepsi, HBM, obat herbal, masyarakat
PERSEPSI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL DI KOTA DENPASAR Arimbawa, Putu Eka; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Santika, I Wayan Martadi
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2041

Abstract

Penggunaan obat herbal melalui persepsi pengalaman dan informasi membuat keputusan untuk melakukan pengobatan semakin tinggi. Mengukur persepsi individu dapat melalui teori health belief model (HBM). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan persepsi masyarakat berdasarkan metode health belief model (HBM) dengan penggunaan obat herbal di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji binary logistic. Perceived benefits dan self-efficacy memberikan hubungan yang signifikan terhadap penggunan obat herbal di Kota Denpasar (P<0.05).  Pertimbangan apoteker dan penggunaan dosis yang relatif aman membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan obat herbal. Peningkatan aspek fisik, mental, dan spiritual dengan penggunaan obat herbal masih perlu dilakukan, terutama dalam menunjang kesehatan masyarakat.Kata kunci : Persepsi, HBM, obat herbal, masyarakat
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPEONAHO Ni&#039;ma Meilani; Agus Darmawan; Wahyuddin Wahyuddin; Dahmar Dahmar; megawati megawati; La Ode Alifariki
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.1938

Abstract

Cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai bulan Desember sebanyak 62,1%. Pihak puskesmas akan terus melakukan sosialisasi kepada para ibu untuk membawa bayinya diimunisasi agar target cakupan imunisasi pada tahun 2018 dapat tercapai yaitu sebanyak 84%. Masih banyak para ibu yang tidak membawa anaknya untuk di imunisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 83 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program SPSS dengan analisis data univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada antara pekerjaan dengan pemberian imunisasi pada bayi nilai p value 0,023 < 0,05. Ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian imunisasi pada bayi (p value 0,038 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan dukungan suami terhadap pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPEONAHO Meilani, Ni'ma; Darmawan, Agus; Wahyuddin, Wahyuddin; Dahmar, Dahmar; megawati, megawati; Alifariki, La Ode
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.1938

Abstract

Cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai bulan Desember sebanyak 62,1%. Pihak puskesmas akan terus melakukan sosialisasi kepada para ibu untuk membawa bayinya diimunisasi agar target cakupan imunisasi pada tahun 2018 dapat tercapai yaitu sebanyak 84%. Masih banyak para ibu yang tidak membawa anaknya untuk di imunisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 83 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program SPSS dengan analisis data univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada antara pekerjaan dengan pemberian imunisasi pada bayi nilai p value 0,023 < 0,05. Ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian imunisasi pada bayi (p value 0,038 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan dukungan suami terhadap pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau

Page 7 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue