cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
KEJADIAN HIPERBILIRUBIN BAYI BARU LAHIR DI RS SWASTA JAKARTA Grace Novi Pratiwi; Devi Angeliana Kusumaningtiar
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2502

Abstract

Hiperbilirubin merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian bayi di Indonesia yang dapat menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian, penyebab kematian neonatal. Kejadian hiperbilirubin pada bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pemberian ASI, inkompabilitas ABO, jenis persalinan, BBLR, dan usia gestasi. Di Perinatologi RS Tahun 2019 dari bulan januari s/d maret ditemukan angka kejadian hiperbilirubin sebesar 31 % dari 181 bayi yang ada di unit tersebut. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperbilirubin di RS Aulia Jagakarsa Jakarta. Populasi penelitian ini sebanyak 181 bayi di bulan januari s/d maret tahun 2019 dengan dengan sampel sebanyak 94 bayi. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan cross sectional, menggunakan analis univariat dan bivariat. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan alat bantu lembar ceklist dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisa Chi Square α = 5% dengan hasil pemberian ASI (p=0,030), inkompablitas ABO (p=0,001), jenis persalinan (p=0,002), BBLR (p=0,030), dan usia gestasi (p=0,025) yang menunjukan adanya hubungan variabel yang diteliti dengan hiperbilirubin. Sehingga perlu adanya edukasi dan motivasi pada keluarga pasien dari tenaga kesehatan agar dapat meminimalis faktor penyebab hiperbilirubin. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA USIA PRODUKTIF DI KELURAHAN PILANGBANGO Agnes Candra Febrianita; Avicena Sakufa Marsanti; Retno Widiarini
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2197

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian global dan diperkirakan telah meyebabkan 9,4 juta kematian. Prevalensi penyakit tekanan darah tinggi di Indonesia sering meningkat. Pada tahun 2018 prevalensi penyakit tekanan darah tinggi di Indonesia sebesar 34,1%. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian tekanan darah tinggi pada usia produktif dan mengukur besarnya pengaruh faktor risiko. Metode penelitian ini dengan menggunakan metode Case Control dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 102 orang dengan 51 kasus dan 51 kontrol. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin (OR 3,484; 95% CI 1,522-7,972) riwayat keluarga (OR 9,840 ; 95% CI 3,934-24,616), indeks massa tubuh (OR 3,380; 95% CI 1,447-7,897), dan aktivitas fisik OR 3,720 ; 95% CI 1,632-8,479) dengan kejadian tekanan darah tinggi pada usia produktif di Kelurahan Pilangbango. Dari hasil penelitian tersebut faktor yang menjadi penyebab tekanan darah tinggi pada usia produktif di Kelurahan Pilangbango yaitu jenis kelamin, IMT, aktivitas fisik dan riwayat keluarga. Berdasarkan faktor risiko tersebut, diharapkan masyarakat usia produktif yang berada di kelurahan Pilangbango menerapakan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan tekanan darah ke fasilitas terdekat.ABSTRACTHigh blood pressure is a non-communicable disease that causes global death and is estimated to have caused 9.4 million deaths. The prevalence of high blood pressure in Indonesia often increases. In 2018 the prevalence of high blood pressure in Indonesia is 34.1%. The purpose of this study is to prove the risk factors that influence the incidence of high blood pressure in the productive age and measure the magnitude of the influence of risk factors. The type of this research is using Case Conrol method  with the number of samples in this study were 102 people with 51 cases and 51 controls. Research data was obtained through questionnaires and observations. Data analysis used Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between gender (OR 3,484; 95% CI 1,522-7,972) family history (OR 9,840; 95% CI 3,934-24,616), body mass index (OR) OR 3,380; 95% CI 1,447-7,897), and physical activity OR 3,720; 95% CI 1,632-8,479) with the incidence of high blood pressure in the productive age in Pilangbango Village. From the results of the study, the factors that cause high blood pressure at productive age in Pilangbango Village are gender, BMI, physical activity and family history. From this risk factors, it is expect that people in Pilangbango Village adopt a healthy lifestyle and routinely check their blood pressure to the nearest facility.Kata Kunci: Tekanan Darah tinggi, Usia Produktif, Kelurahan Pilangbango
HUBUNGAN JAM KERJA DAN KESEHATAN PEKERJA DI INDONESIA Karuniawati Dewi Ramadani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2638

Abstract

Indonesia menempati peringkat 5 dengan predikat no guarantee of rights pada International Trade Union Confederation (ITUC). Hal ini menunjukkan Indonesia memiliki predikat buruk untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan jam kerja terhadap kesehatan pekerja di Indonesia. Penelitian ini pernah dilakukan di beberapa negara, namun belum pernah dilakukan di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019. Metode yang digunakan adalah menggunakan Regresi Logistik Biner. Hasil analisis deskriptif menunjukkan lebih dari separuh pekerja di Indonesia bekerja selama lebih dari 40 jam/minggu. Sementara itu, hasil penelitian ditemukan bahwa jam kerja memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kesehatan pekerja. Responden dengan lama kerja lebih dari 35 jam/minggu memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk sehat dibandingkan dengan responden dengan lama kerja kurang dari 35 jam/minggu. Kerjasama antara pemerintah dan perusahaan memiliki peran penting dalam peningkatan kesehatan pekerja, penyusunan waktu kerja yang lebih efektif dan efisien sehingga berdampak positif pada peningkatan kesehatan pekerja.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW Frederikus Feribertus Nikat; Bagoes Widjanarko; Antono Suryoputro
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2098

Abstract

ABSTRAKKepuasan kerja perawat saat bekerja pada sebuah rumah sakit merupakan elemen yang sangat penting dari sebuah pelayanan keperawatan yang ada di rumah sakit. Perawat merupakan salah satu bagian dari tugas dan fungsi rumah sakit sebagai suatu institusi pelayan publik. Perawat yang puas dengan pekerjaannya akan tampak lebih berbicara positif tentang rumah sakit tempatnya bekerja, membantu orang lain dengan lebih antusias, dan jauh melebihi harapan yang normal dalam pekerjaannya, serta akan menimbulkan komitmen kepada rumah sakit tempatnya bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di rumah sakit  dalam rangka keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia . Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data hasil penelitian berupa artikel ilmiah dan studi perpustakaan. Hasil penelitian menujukkan bahwa gaji/upah, kepemimpinan, prilaku kelompok, motivasi kerja, kondisi pekerjaan, supervisi, lingkungan kerja, rekan kerja, dan promosi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit.Kata kunci : kepuasan kerja, literatur review, perawat, rumah sakit
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA ABIMANYU KELURAHAN TAWANGREJO KOTA MADIUN Rizky Riana Putri; Retno Widiarini; Avicena Sakufa Marsanti
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2164

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berada di Indonesia. Berdasarkan data RISKESDAS 2018 menyebutkan jika angka hipertensi pada lansia masih tinggi dan dapat menurunkan angka harapan hidup pada lansia.  Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Abimanyu Kelurahan Tawangrejo Kota Madiun. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan case control. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 58 responden kasus dan kontrol. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square. Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square, variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Abimanyu Kelurahan Tawangrejo Kota Madiun adalah Jenis Kelamin dengan p value 0,047 (OR=3,9 ; 95%CI=1,163-13,078), Pendidikan dengan p value 0,008 (OR=4,988 ; 95%CI= 1,631-15,252), Riwayat Keluarga dengan p value 0,036 (OR=3,610 ; 95%CI= 1,222-10,661), Obesitas dengan p value 0,006 (OR=5,908 ; 95%CI= 1,762-19,810), Asupan Lemak dengan p value 0,000 (OR=11,875; 95%CI= 3,223-43,746) dan Aktivitas Fisik dengan p value 0,044 (OR=6,075 ;95%CI= 1,181-31,244). Kesimpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Abimanyu Kelurahan Tawangrejo Kota Madiun adalah jenis kelamin, pendidikan, riwayat keluarga, obesitas, asupan lemak dan aktifitas fisik . Berdasarkan penelitian, disarankan kepada lansia agar selalu menjaga kesehatan, pola makan dan selalu melakukan pola hidup sehat serta mengontrol tekanan darah. kepada petugas kesehatan agar selalu memberikan penyuluhan dan arahan terutama mengenai kejadian hipertensi.Kata kunci : Faktor, Hipertensi, Lansia
FAKTOR DETERMINAN PERILAKU PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN KAPUAS KANAN HULU KABUPATEN SINTANG Nanang Rusadi; Gandha Sunaryo Putra
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2413

Abstract

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada Tahun 2019  tercatat jumlah kejadian DBD sebanyak 231 kasus. Kasus terbanyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri yaitu sebanyak 52 kasus, kemudian disusul oleh Puskesmas Sungai Durian sebanyak 48 kasus, dan Puskesmas Dara juanti 11 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan perilaku pencegahan DBD pada kepala keluarga Di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kabupaten Sintang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik Incidental Sampling. Besar sampel penelitian sebanyak 93 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,0000), sikap (p value = 0,000), pendidikan (p value = 0,000) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,003) dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu sintang. Disarankan pada masyarakat agar selalu melaksanakan kegiatan 4M plus untuk mencegah terjadinya penyakit DBD.Kata Kunci : DBD, Pencegahan DBD, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu
PUBLIC PRIVATE MIX PADA PROGRAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS Isti Rahmadani; Antono Surjoputro; Bagoes Widjanarko
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2080

Abstract

MENGANALISIS PERKEMBANGAN IMPLEMENTASI PPM DI INDONESIA, YANG IMPLEMENTASINYA MASIH MENEMUI HAMBATAN DAN TANTANGAN . HARAPAN DAPAT MEMPERBAIKI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT YANG DITEMUKAN DALAM REVIEW ARTIKEL INI.
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN KONTRAK DI PT. X Muhammad Arif; Tan Malaka; N Novrikasari
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2639

Abstract

ABSTRAK Karyawan kontrak lebih beresiko mengalami stres kerja dibanding karyawan tetap. Hal ini dikarenakan status karyawan yang tidak jelas serta pemutusan hubungan kerja yang dapat terjadi kapan saja.. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara faktor pekerjaan dengan tingkat stres kerja pada karyawan kontrak di PT. X. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang karyawan kontrak yang merupakan jumlah keseluruhan karyawan kontrak yang ada pada perusahaan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner HSE Management Standart Indicator Tool dan DASS (Depression, Anxiety, Stress Scale) serta wawancara langsung dengan psikolog. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat 4,9% karyawan kontrak di PT. X mengalami stres kerja sedang dan 2,4%-nya mengalami stres kerja berat. Menurut hasil uji statistik, faktor yang memicu stres tersebut adalah tuntutan pekerjaan (p value < 0,001), kontrol terhadap pekerjaan (p value = 0,016), dan hubungan interpersonal (p value = 0,021). ). Sedangkan faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja, dan lama kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat stres kerja pada karyawan kontrak di PT. X. Hasil wawancara dengan psikolog menyatakan bahwa faktor yang menjadi pemicu stres ketiganya adalah target harian yang sulit dicapai, sulitnya untuk beristirahat, serta hubungan yang menegangkan dengan atasan ataupun rekan kerja. Perusahaan hendaknya memberikan target yang realistis agar target harian dapat tercapai, waktu istirahat yang cukup sesuai dengan jadwal istirahat, serta memberikan pelatihan tentang kerjasama tim yang baik kepada karyawan kontrak. Kata kunci : Stres kerja, karyawan kontrak, tuntutan pekerjaan, kontrol terhadap pekerjaan, hubungan interpersonal
MODUL KESEHATAN GIGI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENCEGAH MALNUTRISI PADA ANAK PENDERITA KARIES GIGI Pawarti Pawarti; Yeni Maryani; Fathiah Fathiah; Ayu Rizky
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2094

Abstract

Abstract Pengetahuan mengenai kesehatan gigi anak menjadi hal keharusan bagi seorang ibu demi perkembangan dan pertumbuhan gigi – geligi anak yang baik. Ibu diharapkan dapat melakukan perawatan gigi dengan baik agar anak terhindar dari penyakit gigi(1)(2) Penggunaan modul sebagai media pendidikan  dapat  membantu memperjelas informasi kepada ibu dalam merawat gigi anaknya.(3) .Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas modul dalam meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat gigi anaknya. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan pre dan post designe. Tempat penelitian  Posyandu Parit Masigi dan Posyandu  Parit Jacob Manunggal Desa Ambawang Kuala  Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sebagai sampel adalah ibu yang datang di Posyandu, diambil 30 orang sebagai eksperimen dan 30 orang sebagai kontrol. Pengetahuan ibu pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan sebesar 3,35 sesudah diberi penyuluhan menggunakan modul.  Pengetahuan ibu  sebelum penyuluhan menggunakan modul rata rata skor 69,5 + 3,23 (baik) dan pengetahuan ibu sesudah penyuluhan menggunakan modul 72,85+2,96 (baik). Hasil analisis uji Paired T tes menunjukan ada perbedaan yang bermakna  pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi anak sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan modul dengan  nillai   p= 0,011 atau  p <0,05. Sedangkan pengetahuan ibu  pada kelompok yang diberikan penyuluhan tanpa menggunakan modul mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 0,15. Rata rata skor sebelum penyuluhan 76 + 1,64 (baik) dan sesudah penyuluhan 76,15 + 1,88(baik), uji Paired T tes nillai p= 0,769.atau  p >0,05 artinya tidak adaerbedaan pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi anak sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tanpa menggunakan modul. Disarankan kepada tenaga promosi kesehatan  menggunakan modul pada saat melakukan penyuluhan. Kata kunci: modul,pengetahuan ibu
PENGETAHUAN IBU, AKSES AIR BERSIH DAN DIARE DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS ATURAN MUMPO BENGKULU TENGAH Wulan Angraini; Mohammad Amin; Bintang Agustina Pratiwi; Henni Febriawati; Riska Yanuarti
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2816

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronik yangmana pencegahan harus dilakukan sejak dari dalam kandungan ibu. Laporan gizi Puskesmas Aturan mumpo menunjukkan dari 312 balita terdapat 15 orang balita pendek dan 1 orang sangat pendek. Dampak dari stunting terlihat bukan dari jangka pendek namun akan terlihat pada jangka panjang kelak ketika ia dewasa akan cenderung overweight dan rentan terhadap penyakit tidak menular. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan ibu, akses air bersih dan diare dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2021. Sampel ibu yang memiliki anak berusia 24 – 59 bulan yang berada di wilayak kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Analisis data univariat dan bivariate chi-squaare. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memiliki balita berstatus gizi stunting berpengetahuan kurang sebesar 45,5% dan ibu yang memiliki balita dengan status gizi normal berpengetahuan baik 83,1%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko tinggi mempunyai balita dengan status gizi stunting 43,8%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko sedang mempunyai balita dengan status gizi stunting 15,5%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko rendah mempunyai balita dengan status gizi stunting 14,3%, ada hubungan antara pengetahuan ibu dan akses sarana air bersih dengan kejadian stunting. Balita dengan berstatus gizi stunting pernah mengalami diare sebesar 35,7% dan balita dengan status gizi normal tidak pernah mengalami diare 82,4%, tidak ada hubungan diare dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Disarankan diadakannya kunjungan rumah mulai dari awal atau pada saat kehamilan sehingga bisa mengontrol perkembangan dan pertumbuhan balita

Page 9 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue