cover
Contact Name
Muhamad Arif
Contact Email
muhamadarif070593@gmail.com
Phone
+6282331779587
Journal Mail Official
jurnalfikroh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menganti Krajan No.474, Krajan, Menganti, Kec. Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61174
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROH: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENDIDIKAN ISLAM
ISSN : 20877501     EISSN : 27154459     DOI : 10.37812
JURNAL FIKROH is a peer-reviewed journal on education,especially Islamic Education, share knowledge and information about research report on whole aspects of Islamic education integrated with all sciences, publicate qualified articles to show the development of Moslem scholars publications. JURNAL FIKROH specifies on all education aspects in the Moslem world, and the purpose is to spread genuine works and latest issues on the subjects. All articles will be reviewed by some experts before published. Author is fully ressponsible for the content of article.
Articles 263 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Model Reciprocal Teaching Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dahliana, Dina; Anggraini, Pio
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v14i1.134

Abstract

Guru sangat berperan dalam mengembangkan bahan ajar yang efektif untuk mendorong kemajuan peserta didik dalam belajar. Sementara itu bahan ajar yang ada masih perlu perbaikan-perbaikan karena terdapat beberapa kesalahan seperti paragraf dalam teks bacaan belum rata kiri-kanan, kesalahan penulisan huruf kapital. Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dicari solusi berupa pengembangan bahan ajar tematik terpadu berbasis model reciprocal teaching untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang valid. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D (four D model). Model ini terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (desseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar tematik terpadu menggunakan model reciprocal teaching yang dikembangkan memperoleh persentase kevalidan bahan ajar dan RPP adalah 87,5% (materi) dengan kategori sangat valid, 75% (bahasa) dengan kategori valid, dan 81,8% (desain) dengan kategori sangat valid. Sedangkan persentase RPP adalah 90% dengan kategori sangat valid.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Daring Dan Permasalahannya Latipah, Eva; Awalliyatunnisa, Dinda
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v14i2.150

Abstract

Online learning of islamic religion education and the problems. PAI learning is learning that emphasizes aspects of attitude. Of course this raises its own problems considering that attitude learning is learning that demands the appreciation of the values ​​of Islamic Education. This study aims to examine how online Islamic education learning is during a pandemic? What problems do teachers and students face during online Islamic Education learning? This research is a field research with a qualitative approach. Data collection used interviews with students and teachers by telephone and in person by strictly applying health protocols. The subjects of this study were students and teachers who were directly involved in online Islamic Education learning.The results showed: 1) online PAI learning adapts to government policies ranging from learning planning, simplified learning materials, learning media using google classroom and the WA group, learning methods often using lectures and assignments, assessment using assignments (work chores). 2) The problems of online Islamic education learning faced by teachers are: teachers find it difficult to teach because students are passive, teachers feel tired and bored, the available learning media do not have ideal facilities, cannot control the learning process comprehensively. Online learning problems faced by students are: limited cellphone storage capacity, signal and quota constraints, and lack of motivation (learning feels bland and not serious because it cannot see or listen to the teacher's explanation directly).
Pandemi Covid-19 Serta Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Ibadah Dan Nilai-Nilai Al Islam Kemuhammadiyahan Hasan, Firman Noor
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v14i2.192

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the government implemented WFH (Work From Home), LFH (Learn From Home), and PFH (Pray From Home), so as to have a changing impact on human behavior both in terms of economy, quality of worship, learning, and others. This study aims to determine the worship activities carried out by respondents and their relationship to their practice of Al-Islamic Kemuhammadiyahan values in their daily lives in the midst of the COVID-19 pandemic. The results of the research obtained from 87 respondents indicated that the religious activities and activities of practicing the Islamic values of Kemuhammadiyahan that were carried out by respondents in the midst of the COVID-19 pandemic situation, actually decreased and also greatly influenced the decrease in the practice of the Islamic values of Kemuhammadiyahan. This is also influenced by other variables that were not included in this study, such as appeals and regulations from the Regional Government / Pemprov regarding PSBB (Large-Scale Social Restrictions), as well as recommendations from the Central Government to reduce activities & activities outside the home such as work, study, crowds, and others.
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Online Mahasiswa STAI Attanwir Bojonegoro Faizin, Khoirul
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v14i2.193

Abstract

This study discusses online learning at STAI Attanwir Bojonegoro. In the selection of media or learning applications, it is often difficult for students to understand the material presented so that lessons do not run optimally and effectively. These problems make researchers intrigued to conduct research so that learning can actually be carried out optimally and effectively. In this study, researchers used a qualitative approach with a phenomenological study using 56 respondents from students who were taken randomly. Based on existing data, this study shows that from several applications used in learning, there are two applications that the researchers think are very suitable for use at STAI Attanwir, namely Gogole Zoom and Google Meet.
Syair Dalam Perspektif Hadis Nabi Mahfud, Muhammad
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.1

Abstract

Syair sebagai salah satu produk karya sastra telah lahir sejak zaman nabi bahkan lebih jauh sebelum itu, sebab bangsa Arab dikenal dengan jago syair, bahkan akar syair yang dipelajari di Indonesia pun berasal dari Arab. Dalam literatur hadis banyak ditemukan hadis yang melarang melakukan dan mengucapkan syair. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara detail apa sebenarnya status hads tersebut. hadis tentang larangan syair dan bersyair bersifat temporal karena syair yang terlarang adalah syair yang menyalahi aturan-aturan syariat, dan syair yang tercela adalah syair-syair yang disusun untuk merendahkan martabat manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus dan syair yang sangat menyibukkan melebihi kesibukan dalam membaca al-Qur'an dan beribadah kepada Allah. Adapun syair-syair yang disusun dengan tidak mengenyampingkan apalagi meninggalkan ibadah kepada Allah dengan tujuan untuk menyadarkan manusia dari keterpurukan mereka atau membangkitkan semangat kaum muslimin dan melemahkan semangat kaum kafir dan sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah, maka syair tersebut adalah syair yang dibolehkan dan bahkan mendapatkan posisi terpuji dalam Islam Kata Kunci: Syair, kontekstualisasi, hadis Nabi
Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan Bahrozi, Imam
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.2

Abstract

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang meliputi komunikasiaktif dan komunikasi pasif. Proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif jika ide, gagasan dan informasi dimiliki secara bersama-sama oleh manusia yang terlibat dalam perilaku komunikasi. Begitu juga dengan komunikasi instruksional. Materi pelajaran akan dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik. Kata Kunci : Komunikasi, Pendidikan, Komunikator, Manajemen
Perempuan Dalam Pandangan Feminis Muslim Suparno, Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.3

Abstract

Perempuan dalam kajian keislaman telah menempati posisi yang sangat puncak. Studi dialogis tentang perempuan telah banyak dibahas oleh para pegiat gender, khususnya pembahasan mengenai kesetaraan gender. Di antara tokoh-tokoh feminis pegiat hak-hak perempuan dan kesetaraan gender adalah Qasim Amin, Amina Wadud Muhsin, Fatimah Mernissi, dan Asghar Ali Engineer. Mereka memandang perempuan dalam kacamata berpikir mereka masing-masing. Tulisan ini hanya menyajikan beberapa pendapat tokoh-tokoh feminis tersebut, namun untuk kajian lebih mendalam masih banyak lagin pikiran para tokoh feminis muslim yang lain. Kata Kunci: Perempuan, Feminis Muslim, gender
Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern Mulyadi, Mulyadi
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.4

Abstract

Pendidikan Islam semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Banyak para pakar yang mendefinisikan dan bahkan mendesain ulang format pendidikan Islam khususnya pendidikan Islam modern seperti sekarang ini. Pendidikan Islam bukan hanya transfer of knowledge tetapi lebih merupakan pondasi keimanan dan kesalehan. Oleh karena itu, format pendidikan Islam yang bagaimanakah yang sesuai dengan kehidupan modern seperti sekarang. Melalui tulisan ini didapatkan bahwa Dalam menghadapi perubahan masyarakat modern, secara internal pendidikan Islam harus menyelesaikan persoalan dikotomi, tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, dan persolalan kurikulum atau materi yang sampai sekarang ini belum terselesaikan, Lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendesain ulang fungsi pendidikan, dengan memilih model pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat, Pendidikan Islam didesain untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif, dan Pendidikan Islam harus mengembangkan kualitas pendidikannya agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selalu berubah-berubah. Key Word: Pendidikan Islam, modernisasi, pengembangan pendidikan
Kontribusi Al-Syafi’i Dalam Masalah Ikhtilaf Al-Hadits Atmari, Atmari
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.5

Abstract

Kajian hadis-hadis bertentangan telah dimulai sejak sebelum masa al-Syafi’i. Namun, baru di tangan al-Syafi’i, kajian ini menemukan bentuk teoretisnya terutama melalui karya yang berjudul Ikhtilâf al-Hadîts. Karya ini muncul sebagai bagian dari usaha al-Syafi’i dalam mengkonstruksi bangunan fikih, terutama aliran ahli hadis dengan memberikan penguatan pada basis teoretisnya untuk menghadapi serangan ahli ra’yu, inkar al-Sunnah, dan kelompok Kalam. Al-Syafi’i merasa berkepentingan meneguhkan eksistensi sunnah dengan segala variannya. Secara intern, al-Syafi’i harus menghadapi dan menyelesaikan problem hadis-hadis yang saling bertentangan yang merupakan celah yang dapat dimanfaatkan kaum yang menolak hadis sebagai bagian dari syariah. Di sinilah perlunya mengetahui perjalanan awal Mukhtalif al-Hadîts. Kata Kunci: Mukhtalif, Ikhtilaf, Hadis, al-Syafi’i
Pernikahan Mut’ah Dalam Perbandingan Manhaj Sunnah Dan Syi’ah Al-Ayubi, Sholehudin
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.6

Abstract

Menurut madzhab Sunnah, pernikahan mut’ah adalah haram untuk selamanya, sedangkan menurut madzhab Syi’ah mut’ah adalah halal untuk selamanya. Perbedaan tersebut selain disebabkan perbedaan penggunaan dalil yang eksploitatif, juga disebabkan oleh perbedaan manhaj dalam menghukumi masalah pernikahan mut’ah. Kelompok Sunnah menggunakan metode nasakh-mansukh, qiyas dan istislahi, sedangkan kelompok Syi’ah menggunakan metode tarjih, ijma’ sahabah, istishab dan istislahi. Secara metodologis, manhaj Syi’ah lebih meyakinkan bagi penulis, meskipun penulis tidak sepakat dengan hasil ijtihad Syi’ah yang membolehkan mut’ah secara mutlak. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwa dalil normatif dari al-Qur’an dan Sunnah yang digunakan untuk mengharamkan mut’ah atau untuk menghalalkannya, sama-sama tidak mencapai derajat yang meyakinkan (qath’i). Sehingga penulis menyarankan bahwa yang seharusnya digunakan untuk mengharamkan atau menghalalkan mut’ah adalah dalil kemaslahatan. Kata Kunci: Nikah Mut’ah, Sunnah-Syiah, Manhaj

Page 8 of 27 | Total Record : 263


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2023): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2022): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2022): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021) Vol. 14 No. 1 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2020): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2020) Vol. 13 No. 1 (2020): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (2020): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2019) Vol 12 No 2 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2019) Vol 12 No 1 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2018): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2018) Vol 11 No 1 (2018): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2016) Vol 9 No 2 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016) Vol 9 No 1 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2014): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2011): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2010): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015) Vol 8 No 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2014) Vol 8 No 1 (2014): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2011): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2011) Vol 4 No 1 (2010) Vol 4 No 1 (2010): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam More Issue