cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
zainal.abidin@fisip.unsika.ac.id
Phone
+6282117345670
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Perum. Pemda Sukaharja Blok G2 No. 1. Rt.01/Rw.09. Desa Sukaharja. Kecamatan Telukjambe Timur
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Politikom Indonesiana
ISSN : -     EISSN : 25282069     DOI : https://doi.org/10.35706
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Politikom Indonesiana, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi. Melalui kerjasama UNSIKA dan UNPAD, maka jurnal Politikom Indonesiana diharapkan menjadi jurnal Nasional dan akan diterbitkan dua kali dalam satu tahun.
Articles 245 Documents
Transformasi Lobi Politik Chaebol Hyundai di Era Persaingan Industri Otomotif Korea Selatan Allymatul Allymatul; Nurdin Nurdin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13661

Abstract

Industri otomotif Korea Selatan mencerminkan keberhasilan industrialisasi negara berkembang yang bertransformasi menjadi aktor global yang tidak terlepas dari peran chaebol dalam menopang pembangunan politik dan ekonomi negara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan transformasi lobi politik chaebol Hyundai di era persaingan industri otomotif Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan design penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka berupa buku, jurnal, berita, dll. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi lobi politik antara negara dan bisnis chaebol di Korea Selatan merupakan bagian dari development trajectory yang adaptif, dimana relasi negara bisnis direkonfigurasi secara strategis untuk mempertahankan daya saing industri otomotif nasional di tengah meningkatnya kompetisi global akibat masuknya pemain baru seperti Cina, Vietnam, dan Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah memperdalam pemahaman tentang hubungan antara konglomerat (chaebol) seperti Hyundai dan negara dalam konteks modern, khususnya saat persaingan global makin ketat.
Analisis Perbandingan Gerakan Sosial Baru #BubarkanDPR di Indonesia dan #NepoBaby di Nepal Tahun 2025: A Comparative Analysis of New Social Movements #BubarkanDPR in Indonesia and #NepoBaby in Nepal in 2025 Muhammad Ariel Azfar Hadi; Nurdin Nurdin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13662

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong kemunculan gerakan sosial baru berbasis platform digital di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia dan Nepal pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik gerakan sosial baru pada gerakan #BubarkanDPR di Indonesia dan #NepoBaby di Nepal, serta membandingkan pola mobilisasi digital keduanya dalam konteks politik yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Most Different Systems Design (MDSD), menggabungkan etnografi digital (netnografi) dan analisis dokumen terhadap konten dari Twitter/X, TikTok, Instagram, dan YouTube. Kedua gerakan menunjukkan karakteristik New Social Movements (NSM) yang serupa: berfokus pada isu simbolik dan moral (anti-korupsi, anti-nepotisme, akuntabilitas politik), berstruktur leaderless, dan memanfaatkan ruang digital sebagai arena mobilisasi horizontal. Perbedaan terletak pada intensitas kebebasan digital dan respons negara yang memengaruhi bentuk ekspresi publik. Temuan ini menegaskan bahwa gerakan sosial digital di negara berkembang merupakan fenomena global yang dibentuk oleh interaksi antara struktur politik nasional dan dinamika digital transnasional. Regulasi ruang digital yang demokratis perlu dirumuskan untuk mengakomodasi partisipasi politik generasi muda.
Optimalisasi Kolaborasi Pentahelix Dalam Mengatasi Krisis Limbah Domestik Di Karawang Widianti Surdia; Annisa Balqis Kusuma Putri; Salsabila Putri Khairunnisa; Ami Sutisna
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13676

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan limbah domestik di Kabupaten Karawang merupakan isu lingkungan krusial yang dipicu oleh timbulan sampah harian sebesar 1.066,97 ton, namun belum diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai. Terdapat kesenjangan signifikan antara regulasi pemerintah daerah dan realitas operasional di lapangan, sehingga diperlukan model pengelolaan yang lebih integratif dan sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi serta dinamika sinergi lima unsur dalam pendekatan Pentahelix yang meliputi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam upaya pengelolaan limbah domestik secara kolaboratif di Kabupaten Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di dua wilayah padat penduduk, yakni Kecamatan Klari dan Karawang Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil: Kelima unsur Pentahelix telah menjalankan peran masing-masing secara mandiri, namun interaksi lintas sektor masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Pemerintah memiliki kebijakan regulatif yang kuat namun minim edukasi di tingkat hulu, akademisi terkendala fasilitasi institusional dalam hilirisasi riset, masyarakat dan pelaku usaha mengalami keterbatasan akses informasi teknologi pengelolaan, serta media yang masih cenderung reaktif dalam menyuarakan isu lingkungan. Simpulan: Sinergi antar unsur Pentahelix dalam pengelolaan limbah domestik di Kabupaten Karawang belum berjalan secara optimal karena kolaborasi yang terbentuk masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis. Implikasi: Diperlukan pembentukan forum komunikasi lintas sektor yang terstruktur dan penguatan infrastruktur informasi digital untuk menjembatani sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola limbah yang berkelanjutan melalui sinkronisasi peran yang lebih terpadu.
Pemetaan komunikasi isu pada media digital Indonesia melalui scoping review Pupu Jamilah
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13679

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan media digital membuat komunikasi isu di Indonesia semakin kompleks karena percakapan publik tidak lagi hanya dibentuk oleh media arus utama, tetapi juga oleh algoritma platform, partisipasi warganet, jurnalisme daring, influencer, serta praktik humas digital. Kondisi ini menuntut pemetaan akademik yang lebih sistematis agar kajian komunikasi isu tidak terpecah dalam percakapan teoritis dan metodologis yang terpisah. Tujuan: Artikel ini bertujuan memetakan klaster riset komunikasi isu dalam ekosistem media digital Indonesia, mengidentifikasi lensa teori dan metode yang dominan, serta merumuskan agenda riset yang relevan bagi ruang publik yang dimediasi algoritma. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain scoping review terhadap artikel jurnal bereputasi yang membahas media digital, isu publik, komunikasi strategis, jurnalisme daring, partisipasi politik, misinformasi, dan social media listening dalam konteks Indonesia. Data dianalisis melalui reduksi tematik, pengelompokan klaster, dan sintesis naratif. Hasil: Sintesis menunjukkan lima klaster utama, yaitu humas digital dan krisis reputasi, komunikasi politik dan partisipasi digital, jurnalisme daring dan framing, mis/disinformasi serta tata kelola platform, dan perkembangan metodologis berbasis analitik digital. Implikasi: Artikel ini menawarkan kerangka integratif untuk memperkuat penelitian, pembelajaran, dan praktik komunikasi isu berbasis bukti di Indonesia. Kata-kata kunci: komunikasi isu; media digital; scoping review; framing; Indonesia
Studi Fenomenologi Dramaturgi Roleplay Grand Theft Auto V Shindu Aji Pramudya; Sidiq Setyawan
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13936

Abstract

This study aims to understand the experiences and meanings of players in playing roles in the Roleplay Game Grand Theft Auto V through a phenomenological study approach. The research method used is descriptive qualitative with data collection through in-depth interviews with GTA V Roleplay players who actively play various roles in the game. The results show that players consciously construct and manage role identities according to the characters they play, as well as verifying between in-game identities (in character) and out-of-game identities (out of character). Analysis using Erving Goffman's dramaturgy theory shows the division of front stage and back stage areas in roleplay interactions, where players strive to maintain consistency of roles, dialogue, and actions to create an immersive social reality. In addition, interactions between players are also influenced by community norms, cooperation, and conflict management that shape social dynamics in the virtual world. These findings indicate that roleplay in GTA V functions not only as entertainment, but also as a social space that allows players to express themselves, build relationships, and interpret social roles reflectively.