cover
Contact Name
Rahmi Susanti
Contact Email
rahmi.susanti@fkm.unmul.ac.id
Phone
+623333381214
Journal Mail Official
jphrecode@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE)
Published by Universitas Airlangga
Core Subject : Health,
IRTP Keamanan Pangan Kecemasan Nomor P-IRT Pendidikan Kesehatan Pendidikan Sebaya Prenatal Yoga SADARI SPP-IRT anemia ibu hamil, Antenatal Care (ANC), tablet besi ibu hamil kekuatan otot klinik, manajemen pelayanan kesehatan, peralatan kesehatan organ genitalia eksterna pengetahuan pengetahuan, sikap, perilaku personal hygiene postur kerja, housekeeping, keluhan muskuloskeletal primigravidarum remaja sie balu, pengolahan, Salmonella, Shigella, E. coli HOME ABOUT LOGIN REGISTER SEARCH CURRENT ARCHIVES ANNOUNCEMENTS Home > About the Journal > Journal Contact JOURNAL CONTACT MAILING ADDRESS Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Email : jphrecode@fkm.unair.ac.id Phone : +623333381214 PRINCIPAL CONTACT Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D Editor in Chief Department of Biostatistic and Health Population, Program Studi DiLuar Kampus (PSDKU), Universitas Airlangga St. 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU), Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Phone: +623333381214 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id SUPPORT CONTACT Ayik Mirayanti Mandagi / Eryka Maryta Videricka Phone: +6282335627806 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id ISSN Online ISSN Cetak JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. My JPHRECODE Histats
Articles 165 Documents
LITERATURE STUDY OF WORK ACCOMPANIMENT MUSIC EFFECT ON EMPLOYEE PRODUCTIVITY IN SEVERAL COMPANIES Lisa, Sofia Nuria; Dwiyanti, Endang
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.26528

Abstract

ABSTRACTIncreased employee productivity can provide benefits for the company. However, isntability of employee productivity can cause some companies to find losses. Accompaniment music at work can be used as a solution to increase employee productivity. This study aims to determine the effect of accompaniment music at work on employee productivity in few companies. This study used a literature study method by reviewing 16 articles obtained from Google Scholar. The criteria for the articles used in this study discussed topics related to accompaniment music at work and employee productivity in several companies at least the last 10 years. Some data that have been collected will be analyzed using a description analysis flow. The results of the study showed that accompaniment music at work has a significant effect on employee productivity in several companies, that productivity was influenced by work environment factors, work spirit, cooperation, work loyalty, work speed, work stress, workload, fatigue, comfort, education level, age, work experience, gender, training, mental, and physical abilities of employees, as well as the relationship between superiors and subordinates. The form of increased employee productivity after accompaniment music while working are work being completed quickly and the results of the product or goods produced exceeding the target.   ABSTRAK Meningkatnya produktivitas karyawan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun karena produktivitas karyawan yang cenderung tidak stabil, menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kerugian. Musik pengiring kerja dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik pengiring kerja terhadap produktivitas karyawan di beberapa perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dengan mengkaji sebanyak 16 artikel yang didapatkan dari google scholar. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel yang membahas mengenai topik yang berhubungan dengan musik pengiring kerja dan produktivitas karyawan di beberapa perusahaan pada 10 tahun terakhir. Beberapa data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan alur analisis deskripsi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa musik pengiring kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas karyawan di beberapa perusahaan, dimana produktivitas ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja, semangat kerja, kerjasama, loyalitas kerja, kecepatan kerja, stress kerja, beban kerja, kelelahan, kenyamanan, tingkat pendidikan, usia, pengalaman kerja, jenis kelamin, pelatihan, mental dan kemampuan fisik karyawan, serta hubungan antara atasan dan bawahan. Produktivitas karyawan dapat meningkat setelah diberi perlakuan mendengarkan musik berupa pekerjaan menjadi cepat selesai dan hasil produk atau barang yang dihasilkan melebihi target.
THE RISK FACTORS OF HYPERTENSION IN INDONESIA (DATA STUDY OF INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 5) Khasanah, Dewi Nur
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.27923

Abstract

ABSTRACTBackground: Hypertension is a worrying disease, as it often does not cause symptoms. According to WHO, this disease affects 22% of the world's population, while hypertension has affected 25% of the population in Southeast Asia. In Indonesia, the prevalence of hypertensive disease increases from year to year. The suspected risk factors for hypertension are gender, age, genetics, smoking obesity, physical activity, and stress. Purpose: analyze factors that affect the prevalence of hypertension in Indonesia based on Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 data. Method: this study uses secondary data from Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 with a type of analytical observational research with cross sectional design. There were 4790 respondents who sampled research from 34,239 population. The analysis used is bivariate and multivariate. Results: bivariate analysis using chi-square test obtained factors related to hypertension incidence is gender (p=0,000), age (p=0.000), employment status (p=0.003), physical activity (p=0.011); and obesity (p=0.000). While through the test of logistic regression factors that affect hypertension is gender (p=0,000), age(p=0.000), physical activity(p=0.015), and obesity(p=0.000). Conclusion: factors that affect the incidence of hypertension are gender, age, physical activity, and obesity. ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang menghawatirkan, karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala. Menurut WHO penyakit ini menyerang 22% penduduk di seluruh dunia, sedangkan penyakit hipertensi telah menyerang 25% penduduk wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, prevalensi penyakit hipertensi meningkat dari tahun ke tahun. Adapun yang diduga menjadi faktor risiko hipertensi yaitu jenis kelamin, umur, genetik, obesitas merokok, aktifitas fisik, dan stress. Tujuan: menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Indonesia berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5. Metode: penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 dengan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Terdapat 4790 responden yang menjadi sampel penelitian dari 34.239 populasi. Analisis yang digunakan adalah bivariat dan multivariat. Hasil: analisis bivariat yang menggunakan uji chi-square didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah jenis kelamin (p=0,000); umur (p=0,000); status pekerjaan (p=0,003); aktifitas fisik (p=0,011); dan obesitas (p=0,000). Sedangkan melalui uji regresi logistik faktor yang berpengaruh terhadap hipertensi adalah jenis kelamin (p=0,000), umur (p=0,000), aktifitas fisik (p=0,015), dan obesitas(p=0,000). Kesimpulan: faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah jenis kelamin, umur, aktifitas fisik, dan obesitas.
A COMPARISON OF RISK FACTORS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER OUTBREAKS BETWEEN URBAN AND RURAL AREAS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Peri Arista, I Gede; Sawitri, Anak Agung Sagung; Suganda Yatra, I Made
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.28838

Abstract

ABSTRACTThe incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Buleleng District during COVID-19 pandemic was very high. Mortality cases in 2021 will double from 2020. We conducted a case-control study in two sub-districts Buleleng District. A total of 143 samples were obtained by total sampling divided into cases and controls traced from February 1-28, 2021. Cases were individuals diagnosed by the hospital. Controls were individuals selected from the case environment and did not experience symptoms of DHF. We collected data door-to-door and data from a cohort of DHF sufferers. We processed and analyzed data using the IBM SPSS version 22 application. Inferential analysis used Chi-Square or Fisher-Exact statistical tests. We found 76 cases of DHF and 2 of them died. AR in urban areas was higher than rural areas with 4 per 10,000 and a CFR of 0.62%. A total of 45 cases were male. A total of 46 cases were in the young age group. The presence of larvae (OR: 2.01 95%CI: 1.3- 3.03), open containers (OR: 2.2 95%CI: 1.2-4.2), open rubbish bins (OR: 3.1 95%CI: 1.7-5.4) in urban areas and the presence of larvae (OR: 2.5 95% CI: 1.1-5.3), open containers (OR: 2.5 95% CI: 0.8-8.1) in rural areas were significantly associated with DHF outbreaks during the COVID-19 pandemic. The presence of larvae, open containers, and open rubbish bins are associated with DHF outbreaks during the COVID-19 pandemic. It is necessary to intensify surveillance approaches and community empowerment in eradicating mosquito nests to limit the area of transmission. ABSTRAKKejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng pada masa pandemi COVID-19 sangat tinggi. Kasus kematian tahun 2021 meningkat dua kali lipat dari tahun 2020. Kami melakukan penelitian kasus kontrol pada dua kecamatan Kabupaten Buleleng. Sebanyak 143 sampel diperoleh dengan total sampling dibagi menjadi kasus dan kontrol yang ditelusuri mulai tanggal 1-28 Februari 2021. Kasus adalah individu yang didiagnosis oleh rumah sakit. Kontrol adalah individu yang dipilih dari lingkungan kasus dan tidak mengalami gejala DBD. Kami mengumpulkan data secara door to door dan dari data kohort penderita DBD. Kami mengolah dan menganalisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 22. Analsisis inferensial menggunakan uji statistik Chi-Square ataupun Fisher-Exact. Kami menemukan 76 kasus DBD dan 2 diantaranya meninggal dunia. AR di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan dengan 4 per 10.000 dan CFR 0,62%. Sebanyak 45 kasus adalah laki-laki. Sebanyak 46 kasus berada pada kelompok usia muda. Keberadaan jentik (OR: 2.01 95%CI: 1.3-3.03),kontainer terbuka (OR: 2.2 95%CI: 1.2-4.2),tempat sampah terbuka (OR: 3.1 95%CI: 1.7 -5.4) di daerah perkotaan dan keberadaan jentik (OR: 2,5 95% CI: 1.1-5.3), kontainer terbuka (OR: 2,5 95% CI: 0.8-8.1) di daerah perdesaan secara signifikan berhubungan dengan wabah DBD pada masa pandemi COVID-19. Keberadaan jentik, kontainer terbuka dan tempat sampah terbuka berhubungan dengan wabah DBD pada masa pandemi COVID-19. Pendekatan surveilans aktif dan pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan untuk membatasi daerah penularan.
FACTORS THAT ASSOCIATED WITH REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE AMONG ADOLESCENTS DURING COVID-19 PANDEMIC IN DKI JAKARTA. Oktafiyanti, Arnur; Pristya, Terry Y. R.; Herbawani, Chahya K.; Hardy, Fathinah R.
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.29110

Abstract

ABSTRACTBackground: Covid-19 was bring many effects to adolescent group. According to the data of the report of the visit of Youth Care Health Service (YCHS) in DKI Jakarta in 2020 reflect that the reproductive health condition of adolescents is still bad during the Covid-19 pandemic. Adolescent's lack of knowledge about reproductive health is one of the main predictors of existing reproductive health problems. Purpose: This study aimed to determine the strongest factors associated with reproductive health knowledge among adolescents in DKI Jakarta during the Covid-19 pandemic. Methods: The study used a quantitative method with online based study and a cross-sectional as a design study. Respondents were calculated with Accidental Sampling and obtained 400 respondents. The chi square test and multiple logistic regression test was undertaken to analyze data with α = 0,05. Results: The results of univariat test obtained 87,3% respondents have good reproductive health knowledge. Chi Square test obtained that the significant value of the reproductive health knowledge with gander, education level, media information, and peer influence. Based on Multiple Logistic Regression test, adolescents male had a 5,629 probability to having less knowledge of reproductive health (95% CI 2,95-11,757) compared to aldolescents girls after being controlled by the level of education and peer influence. Conclusion: There was a correlation between reproductive health knowledge with gender, education level, and peer influence among adolescents during Covid-19 pandemic in DKI Jakarta.  ABSTRAK Latar Belakang: Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi remaja. Berdasarkan laporan kunjungan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) wilayah DKI Jakarta tahun 2020 disebutkan bahwa kondisi kesehatan reproduksi remaja masih menghawatirkan selama masa pandemi Covid-19. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu prediktor utama masalah kesehatan reproduksi yang ada. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada masa pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik berbasis online dengan desain study cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan accidental sampling dan diperoleh 400 responden. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda dengan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menggambarkan sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik (87,3%). Hasil uji Chi Square diperoleh ada hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, media informasi, dan pengaruh teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil uji Regresi Logistik Berganda menunjukkan remaja laki-laki berpeluang 5,629 kali (95%CI: 2,95-11,751) untuk memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi dibandingkan dengan remaja perempuan setelah dikontrol oleh tingkat pendidikan dan pengaruh teman sebaya. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan jenis kelamin, tingkat pendiidkan dan pengaruh teman sebaya pada remaja selaa pandemic Covid-19 di DKI Jakarta
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY PROGRAMS IN A FREIGHT RAILWAY COMPANY: "BEST PRACTICES” Pratama, Muhammad Fadhil Evan; Denny, Hanifa Maher; Ekawati
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.21477

Abstract

ABSTRACT Background: The accidents at the workplace can affect productivity and public welfare. The occupational safety and health (OSH) program minimizes the case of accidents and illness at the workplace. The study site is a freight railway company with some risks as other transportation businesses. Purpose: The purpose of this study was to identify the company's best practices in OSH programs. Methods: This research is a qualitative design with an online in-depth interview approach to collect the data. The head of the company, Central Java branch, was interviewed as the primary informant while the head of the operational section was the triangulation informant. The researchers also reviewed some documents to validate the interview results. Data were analyzed using content analysis. Results: inspection, briefing, and training are the main OSH related programs in the company to increase the safety climate in the workplace. However, the company has not implemented the inspection as scheduled, lack of safety materials for the morning briefing, and lack of training for the workers. Conclusion: The freight railway in the study site has implemented some OSH Programs, but the safety briefing, inspection, and OSH training need to be conducted. ABSTRAK Latar Belakang: Masih tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia dapat mempengaruhi produktivitas serta kesejahteraan masyarakat. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, diperlukan adanya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja yang merupakan upaya dari perusahaan untuk meminimalisir terjadinya kasus kecelakaan kerja dan kasus penyakit akibat kerja. PT.X yang merupakan perusahaan logistik berbasis kereta api ini mempunyai potensi bahaya yang dapat memicu terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya dari perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja melalui program K3 yang ada di perusahaan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu form wawancara mendalam, serta pengumpulan data dilakukan secara daring. Informan utama dan triangulasi dalam penelitian ini yaitu kepala cabang dan kepala operasional. Data dianalisis berdasarkan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil: Inspeksi, briefing, dan pelatihan merupakan program utama perusahaan yang berkaitan dengan K3, dengan tujuan untuk meningkatkan iklim K3 di tempat kerja. Tetapi, perusahaan tidak menjalankan inspeksi rutin, kurangnya materi K3 pada saat briefing, dan kurangnya pelatihan pada pekerja. Kesimpulan: Program K3 yang ada di PT. X masing-masing mempunyai kelebihan serta kekurangan, dan menyarankan untuk meningkatkan atau memperbaiki program K3, seperti penerapan inspeksi rutin, adanya pelatihan, dan pemberian materi K3 pada saat briefing.
THE ASSOCIATION BETWEEN COMMUNITY HEALTH CENTER WORKERS AND THEIR PREPAREDNESS TO ANTICIPATE FOR COVID-19 AT WORK Afaf, Khansa Salsabila; Denny, Hanifa Maher; Wahyuni, Ida
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.21490

Abstract

ABSTRACT Background: The Central Java Response COVID-19 website shows, Semarang City has the highest COVID-19 cases in Central Java. The coverage area of Rowosari Community Health Center (CHC) has experienced many COVID-19 cases compared to other areas in Semarang City. Meanwhile, the Srondol CHC has shown a rapid decline in COVID-19 cases. Subsequently, the COVID-19 cases in Krobokan CHC have been recorded as low numbers compared to other CHCs in Semarang City. Purpose: The purpose of this study was to analyze the association between the CHC workers' behavior (knowledge, attitude, practice) and the readiness in anticipation of COVID-19 at work. Methods: This study was a quantitative analytic with the google form instrument in collecting the primary data. Meanwhile, secondary data obtained from CHCs, Central Java provincial government, and Semarang City Government were added to enrich the study. The investigators invited 135 persons from the CHC workers. However, only 97 respondents filled the instrument. Results: The majority of respondents were female with a good knowledge of 57 people (58.8%). Respondents with a good attitude were 57 people (58.8%), good practices were 87 people (89.7%), and informed readiness were 88 people (90.7%). There is a significant relationship between knowledge (p-value: 0.002; α: 0.05), attitude (p-value: 0.012; α: 0.05), and practice (p-value: 0.028; α: 0.05) and the readiness of health center officers in anticipation of COVID-19 at work. ABSTRAK Latar Belakang: Merujuk data pada portal Jateng Tanggap COVID-19, Kota Semarang adalah kota yang mempunyai kasus COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah. Dari hasil pantauan data COVID-19 maka daerah sekitar puskesmas Rowosari pernah menjadi wilayah dengan kasus tertinggi di Kota Semarang. Sedangkan wilayah kerja puskesmas Srondol menunjukkan penurunan kasus COVID-19 secara cepat. Wilayah kerja Puskesmas Krobokan dipilih karena kasus COVID-19 tergolong rendah di banding wilayah kerja Puskesmas lainnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan dari petugas Puskesmas dalam antisipasi COVID-19 di wilayah kerja masing masing. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berbentuk googleform untuk pengumpulan data primer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang. Jumlah populasi pada penelitian adalah 135 orang pegawai Puskesmas, namun yang bersedia menjadi responden penelitian hanya 97 orang.  Hasil: Dari 97 responden, mayoritas responden adalah perempuan, responden yang mempunyai pengetahuan baik (58,8%), responden dengan sikap baik (58,8%), praktik yang baik (89,7%) dan siap dalam antisipasi COVID-19 sebanyak (90,7%). Ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan (p-value: 0,002; α: 0,05), sikap (p-value: 0,012; α: 0,05), dan praktik (p-value: 0,028; α: 0,05) dengan kesiapan petugas Puskesmas dalam antisipasi COVID-19 di Puskesmas Kota Semarang.
THE RELATIONSHIP BETWEEN INDIVIDUAL CHARACTERISTICS AND OCCUPATIONAL FACTORS TO LOW BACK PAIN COMPLAINTS AMONG LPG AGENT WORKERS AT MANGGARAI SUBDISTRICT JAKARTA IN 2020 Oktavia, Salma Devita
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.21535

Abstract

ABSTRACT Based on observations of most of the workers at the LPG agent at Kelurahan Manggarai deploying gas cylinders manually for (± 8 hours) and the frequency of activities undertaken by workers is very high, based on interviews conducted by researchers found that most workers experience pain in the lower back. This can increase tension in the muscles and cause disability. This study aimed to determine the relationship between individual characteristics and occupational factors with complaints of low back pain in LPG agent workers at Kelurahan Manggarai Jakarta in 2020. This research was quantitative by using a cross-sectional design. The sampling technique was by total sampling where the number of samples was 52 people. Data were analyzed using the Chi-Square test. Workers' body positions were observed by adjusting the OWAS observation assessment sheet. The results of the analysis found that age, BMI, smoking habits, manual material handling and years of work have a significant relationship with LBP complaints (p-value <0.05), whereas physical activity does not have a significant relationship with LBP complaints (p-values >0.05). The company should create a two-wheeled hand truck based on worker anthropometry to minimize LBP complaints. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi sebagian besar pekerja pada agen LPG Kelurahan Manggarai Jakarta mengerahkan tabung gas secara manual selama kurang lebih 8 jam serta frekuensi aktivitas yang dilakukan pekerja sangat tinggi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti ditemukan sebagian besar pekerja mengalami LBP. Hal ini dapat meningkatkan ketegangan pada otot dan menimbulkan kecacatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan low back pain pada pekerja di agen LPG Kelurahan Manggarai Jakarta tahun 2020. Sebanyak 52 orang dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Posisi tubuh pekerja diamati dengan menyesuaikan lembar penilaian observasi OWAS. Hasil analisis menunjukan bahwa variabel usia, IMT, kebiasaan merokok, manual material handling, dan masa kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan LBP (nilai-p <0,05), sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan LBP (nilai-p >0,05). Sebaiknya, perusahaan menciptakan hand truck dua roda yang dibuat berdasarkan antropometri pekerja agar meminimalisasi terjadinya keluhan LBP.
RELATIONSHIP OF FAMILY MOTIVATION AND THE HEALTH OFFICERS' ROLES WITH MOTHER'S BEHAVIOR IN GIVING VITAMIN A TO TODDLER (CASE STUDY IN THE TEGAL ARUM HEALTH CENTER TEBO DISTRICT, JAMBI PROVINCE) Sari, Puspita; Sayuti, Solihin; Rozalia
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.23516

Abstract

ABSTRACT Background: Vitamin A is an indispensable nutrient for humans and very important in physiological processes of the body, including cell growth, improving visual function, improving immunology and body growth. Giving high dose of vitamin A for infants, toddlers and postpartum mothers could decrease morbidity and mortality of infants and toddlers. The percentage of Tegal Arum Public Health Center in giving Vitamin A to toddlers was low (37,30%) while the target indicator was 100%.Objective: This study aims to determine the description and relationship of family motivation and the role of officers with maternal behavior in vitamin A in toddlers in the Tegal Arum public Health Center, Tebo Regency, Jambi Province.. Methods: This research was a quantitative study with a cross-sectional design, using proportional random sampling. In this study, the samples were mothers who had toddlers in the working area of "‹"‹the Tegal Arum Public Health Center, Tebo Regency, with the number of samples in this study amounting to 82 people. Results: A total of 47 (57,3%) respondents had poor maternal behavior in giving vitamin A to toddlers, 45 (54,9%) respondents had low motivation, 59 (72,0%) respondents had poor family support, 54 (65,9%) of respondents have a less good role of officers. There is a relationship between motivation (p-vaue:0.001) family support (p-value:0.001) the role of officers (p-value:0.002) with mother's behavior in giving Vitamin A in toddlers in the Tegal Arum Public Health Center, Tebo Regency, Jambi Province Conclusion: As input for Public Health Center, there is a need for outreach to health workers, especially village Integrated Health care Center cadres regarding the provision of vitamin A by providing information and counseling to mothers to administer vitamin A ABSTRAK Latar Belakang: Vitamin A merupakan zat gizi yang sangat diperlukan bagi manusia, karena zat gizi ini sangat penting agar proses-proses fisiologis dalam tubuh berlangsung secara normal, termasuk pertumbuhan sel, meningkatkan fungsi penglihatan, meningkatkan imunologis dan pertumbuhan badan Pemberian vitamin A dosis tinggi pada bayi, balita dan ibu nifas dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita. Puskesmas Tegal Arum pemberian Vitamin A pada anak balita tergolong rendah dengan persentase 37,30% sedangkan target indikator gizi sebesar 100%.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan hubungan motivasi keluarga dan peran petugas dengan perilaku ibu dalam vitamin A pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Arum Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Desain penelitian ini adalah Cross Sectional menggunakan Proposional Random Sampling Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja puskesmas Tegal Arum Kabupaten Tebo,dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 orang. Hasil : Sebanyak 47 (57,3 %) responden memiliki perilaku Ibu dalam pemberian vitamin A pada balita Kurang Baik, 45 (54,9 %) responden memiliki motivasi rendah, 59 (72,0%) responden memiliki dukungan keluarga kurang baik, 54 (65,9 %)  responden memiliki peran petugas kurang baik.Ada hubungan antara motivasi (p-vaue:0,001) dukungan keluarga (p-value :0,001) peran petugas (p-value:0,002) dengan perilaku ibu dalam pemberian Vitamin A pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Arum Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Kesimpulan: Sebagai masukan bagi Puskesmas perlu adanya sosialisasi terhadap petugas kesehatan khususnya kader posyandu desa mengenai pemberian vitamin A dengan cara memberikan informasi dan konseling kepada ibu untuk melakukan pemberian vitamin A
RELATIONSHIP BETWEEN WORK POSTURE AND REPETITIVE MOVEMENTS WITH COMPLAINTS OF CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) ON STONE-BREAKING WORKERS ON THE BANKS OF THE KALISETAIL RIVER. SETAIL VILLAGE, GENTENG DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY Kumalasari, Ulviana Dewi; Dwiyanti, Endang
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.25082

Abstract

ABSTRACT  Background: Workers who perform repetitive movements and work in a manner that remains seated for a long time experience Carpal Tunnel Syndrome in stone-breaking workers. It can reduce worker productivity because CTS can cause disability. Objective: Analyzing the relationship between work posture and repetitive movements with Carpal Tunnel Syndrome in stone-breaking workers on the banks of the Kalisetail River, Genteng District, Banyuwangi Regency. Method: This study was included in an observational analytic study with a cross-sectional research design. The samples in this study were all stone-breaking workers, consisting of 30 people, along the Kalisetail River, Setail Village, Genteng District, and Banyuwangi Regency. Results: The results showed the relationship between work posture (r = 0.420) and repetitive movement (r = 0.671) with complaints of Carpal Tunnel Syndrome in stone-breaking workers on the banks of the Kalisetail River was sufficient or moderate until strong. Conclusion: This study concludes that the relationship between work posture and repetitive movements of Carpal Tunnel Syndrome was sufficient until strong in stone-breaking workers on the outskirts of Kalisetail River. The researcher suggests applying rest breaks or recovery times, physical exercise during break times, and workplace adjustment. ABSTRAK Latar Belakang: Pekerja yang melakukan gerakan repetitif dan bekerja dengan posisi tetap yaitu duduk dalam waktu yang lama merupakan penyebab terjadinya Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu. Hal ini dapat menurunkan produktivitas pekerja karena CTS dapat menimbulkan kecacatan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara postur kerja dan gerakan repetitif dengan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di pinggiran Sungai Kalisetail Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Metode: Penelitian ini termasuk dalam penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi pekerja pemecah batu di sepanjang Sungai Kalisetail Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara postur kerja (r=0,420 dan gerakan repetitif (r=0,671) dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di pinggiran Sungai Kalisetail adalah cukup atau sedang sampai kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan antara postur kerja dan gerakan repetitif dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome adalah cukup atau sedang sampai kuat pada pekerja pemecah batu di pinggiran Sungai Kalisetail Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Saran peneliti adalah penerapan jeda istirahat atau waktu pemulihan, latihan fisik di sela waktu istirahat, dan penyesuaian tempat kerja.
LITERATURE REVIEW: FAMILY CARING METHOD TO PREVENT DECUBITUS IN STROKE PATIENTS Costa, Alipio da; Peristiwati, Yuli; Ellina, Agusta Dina; Fajriah, Asruria Sani
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i1.29534

Abstract

ABSTRACT Background: Stroke is a medical emergency condition that often causes death and disability recorded worldwide. About 5.5 million people died and 44 million people living with the residual effects of stroke. Stroke results weakness of the extremities and impact from prolonged bed rest that gives one of the complications called decubitus. Decubitus as result of prolonged pressure on the Protruding bone surface area, so that depressed area and over time the local tissue is ischemic, hypoxia and develops into necrosis. Cause of the patients' inability to take care of their own bodies, therefore family caring is important roles in decubitus treatment in stroke patients. Purpose: To collect and analyze the results of research relate the treatment management with family caring methods to prevention decubitus in stroke patients. Methods: this study used a research article from 2015-2021 with a data base of PubMed, google scholar, ScienceDirect, and research gates and using certain keywords. The keywords for this review included decubitus, pressure ulcers, pressure injury, stroke, family caring. Results: The author filtered 315 literature study from four databases (PubMed, google scholar, ScienceDirect and research gate) for review. That as many 15 articles that considered relevant, and 8 articles were included of treatment management with family caring to prevent decubitus for patient stroke. Based on the analysis of 8 articles, the family caring method can reduce the risk of decubitus in stroke patients. Conclusion: The Family caring method can prevent the risk of decubitus in stroke patients. ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit stroke adalah suatu keadaan darurat medis yang sering mengakibatkan kematian maupun kecatatan di seluruh dunia. Sebanyak kurang lebih 5,5 juta orang meninggal serta 44 juta orang mengalami gejala sisa akibat penyakit stroke. Stroke mengakibatkan terjadinya kelemahan ekstremitas serta berdampak pada terjadinya tirah baring yang lama, sehingga menimbulkan salah satu komplikasi yaitu dekubitus. Dekubitus ini terjadi akibat dari tekanan dengan durasi lama pada area permukaan kulit yang menonjol karena tulang, sehingga area yang tertekan tersebut membentuk jaringan iskemik, hipoksia, dan nekrosis. Kondisi ini menjadi penyebab ketidakmampuan pasien dalam menjaga dirinya sendiri. Maka dari itu, keluarga diharapkan mampu berperan sebagai pendukung dalam melakukan perawatan dekubitus pada pasien stroke. Tujuan: Untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil terkait suatu manajemen perawatan pasien stroke dengan metode family caring terhadap pencegahan luka dekubitus Metode: Penelitian ini menggunakan penelusuran artikel dari tahun 2015 hingga 2021 pada database pubmed, google scholar, scienderect dan research gate dengan kata kunci tertentu. Pencarian artikel dengan menggunakan kata kunci dekubitus, pressure ulcers, pressure injury, stroke, dan family caring. Hasil: Penulis memilah 315 studi literature dari empat database (pubmed, google scoolar, sciendirect dan research gate).  Sebanyak 15 artikel yang dianggap relevan dan 8 artikel yang layak untuk ditelaah tentang manajemen untuk pencegahan luka dekubitus pada pasien stroke. Bersumber perawatan dengan metode family caring untuk pencegahan luka dekubitus pada pasien stroke. Bersumber pada analisis dari 8 artikel tersebut diperoleh bahwa metode family caring dapat menurunkan resiko terjadinya luka dekubitus. Kesimpulan: Metode family caring dapat mencegah resiko terjadinya luka dekubitus pada pasien stroke.

Page 9 of 17 | Total Record : 165