cover
Contact Name
Yosep Ginting
Contact Email
josep@jurnalvow.sttwmi.ac.id
Phone
+6282114130502
Journal Mail Official
jurnalvow@gmail.com
Editorial Address
Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia,
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama
ISSN : 25807900     EISSN : 26860198     DOI : https://doi.org/10.36972/jvow
Jurnal Voice Of Wesley, terbit Sejak tahun 2017, Mulai Volume 1 Nomer 1 Tahun 2017 Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun dibulan Mei dan November. Jurnal Voice of Wesley bertujuan untuk kemajuan dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analistis di bidang kajian musik dan Agama dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Agama yang di terbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia
Articles 127 Documents
MERAWAT KESEIMBANGAN: KAJIAN ETIKA PRIBADI DAN FALSAFAH TALLU LOLONA DALAM MENGHADAPI KRISIS EKOLOGI Purba, Fredi Ardo; Paembongan, Raka Saden Priya L; Simangunson, Dion Carlos
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 8, No 2 (2025): J.VoW Vol 8. No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v8i2.284

Abstract

The Toraja community is facing an ecological crisis characterized by environmental degradation, such as declining water quality, loss of wildlife habitat, and deforestation. This crisis is mainly caused by drastic changes in land use that lead to exploitation due to the anthropocentric view of humans. The impact is not only on the environment but causes natural disasters, such as floods and landslides that are detrimental to human life. This research examines how personal ethical values contained in the Tallu Lolona philosophy can help overcome the crisis. This research was conducted using the literature study research method. The results showed that the Tallu Lolona philosophy emphasizes the harmonious relationship between humans, animals, and plants as part of a cosmology of mutual respect and care. Thus, Tallu Lolona philosophy can offer a personal ethic that views nature as a brother who must be protected and respected. It encourages a more harmonious relationship between humans and nature and promotes individual responsibility in maintaining ecological balance.
THE MOYO DANCE OF NIAS FROM THE PERSPECTIVE OF SOCIAL THEOLOGY AND ECOTHEOLOGY: CRAFTING A NARRATIVE OF ECOLOGICAL SPIRITUALITY IN THE ERA OF CLIMATE CRISIS Zalukhu, Amirrudin
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 8, No 2 (2025): J.VoW Vol 8. No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v8i2.277

Abstract

The global climate crisis calls for a renewed narrative of ecological spirituality that fosters harmonious relationships among humanity, nature, and the Divine. In response, this study examines the Moyo Dance, a traditional ceremonial dance from Nias, Indonesia, through the lenses of social theology and ecotheology, aiming to cultivate ecological awareness rooted in local culture. Rich in symbolic meaning, the Moyo Dance reflects deep interconnections between human beings and the natural world, offering insights into values of cosmic harmony, courage, and gratitude that are urgently relevant to contemporary environmental challenges. Employing a qualitative methodology, this research integrates cultural analysis, symbolic interpretation, and theological reflection on the dance's movements and rituals. The study reveals that the Moyo Dance is not merely a form of cultural expression but also a living manifestation of ecological spirituality. It conveys a theological understanding of humanity's vocation as stewards of creation, aligning with both biblical and indigenous worldviews. The findings suggest that the ecological values embodied in the Moyo Dance can enrich social theology and Christian education, especially in contexts seeking to bridge faith, culture, and environmental responsibility. This research advocates for the inclusion of the Moyo Dance in educational initiatives and intercultural dialogue as a means of promoting ecological sustainability. Ultimately, the Moyo Dance offers a valuable contextual contribution to the global discourse on theology and climate action.
EFEKTIVITAS PELATIHAN APLIKASI CANVA DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEOLOGI YANG INTERAKTIF DAN KONTEKSTUAL DI STT WESLEY METHODIST INDONESIA Simatupang, Jhonnedy Kolang; Salim, Hockey; P Saragih, Diany Rita; octavianus, jonni; Sulistiyo, Samuel
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 9, No 1 (2025): J.VoW Vol 9. No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v9i1.336

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut lembaga teologi untuk beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Di STT Wesley Methodist Indonesia, pelatihan aplikasi Canva dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam merancang media pembelajaran teologi yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan Canva dalam meningkatkan kemampuan desain dan kontekstualitas media pembelajaran teologi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan tiga variabel: Pelatihan Penggunaan Canva (X1), Media Pembelajaran Teologi yang Interaktif (Y1), dan Media Pembelajaran Teologi yang Kontekstual (Y2). Data diperoleh melalui angket skala Likert 1–4 dan dianalisis menggunakan Smart PLS. Hasil menunjukkan pelatihan Canva berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan desain media interaktif serta pemahaman kontekstual teologi dengan kontribusi sebesar 95,3%. Mahasiswa dan dosen menunjukkan peningkatan kreativitas, kolaborasi, dan relevansi teologis dalam produk media yang dihasilkan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan nilai teologis dengan teknologi visual, menciptakan pembelajaran teologi yang lebih menarik, partisipatif, dan sesuai dengan konteks digital masa kini.
MARTABAT DAN AKSI INSANI: MODEL PRAKSIS TEOLOGI IMAGO DEI YANG MERANGKUL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Pangapulon Saragih, Dr. Diany Rita; Siagian, Hotman; Salim, Hockey
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 9, No 1 (2025): J.VoW Vol 9. No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v9i1.344

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenjangan antara proklamasi teologis mengenai martabat manusia dan praktik sosial yang sering kali eksklusif terhadap anak berkebutuhan khusus. Dengan tujuan menjembatani "Martabat Ilahi" dan "Aksi Insani". Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan doktrin Imago Dei menjadi sebuah kerangka kerja praktis untuk inklusi sosial. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan mengintegrasikan studi kepustakaan dan studi kasus di UPT Golden Kids UKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara teologis, model relasional Imago Dei yang berlandaskan pada martabat yang melekat, kemanusiaan sebagai relasionalitas, dan interdependensi sebagai anugerah menyediakan fondasi yang paling kokoh untuk inklusi. Secara empiris, studi kasus mengidentifikasi tiga praktik kunci: pedagogi martabat, komunitas interdependen, dan advokasi profetis. Dialog antara teologi dan praktik ini menghasilkan sebuah Model Praksis Teologi Inklusif yang merangkul anak berkebutuhan khusus, yang bertumpu pada tiga pilar: Fondasi Afirmatif, Praktik Partisipatif, dan Keterlibatan Profetis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Imago Dei, ketika dipahami secara relasional, bukan sekadar doktrin abstrak, melainkan sumber daya spiritual dan etis yang kuat untuk menginspirasi aksi insani yang memperjuangkan keadilan dan komunitas yang benar-benar inklusif bagi semua.
OPTIMALISASI PRAKTIK MANGALEHON PODA SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA PURBA, SUDIARJO; Nauli, Jhonnedy Kolang
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 9, No 1 (2025): J.VoW Vol 9. No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v9i1.304

Abstract

Optimalisasi Praktik Mangalehon Poda Sebagai Implementasi Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik mangalehon poda dalam keluarga Kristen; mendorong para orang tua untuk mengoptimalkan praktik mangalehon poda menjadi kesempatan untuk mendidik anak sesuai dengan iman kristen; menunjukkan dampak positif dari praktik mangalehon poda sebagai implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah keluarga Kristen yang menjalankan praktik mangalehon poda di keluarga mereka. Informan terdiri dari tiga orang yang dipilih berdasarkan puposive sampling yaitu mereka yang punya pengalaman dan praktik mangalehon poda. Usia informan 55, 67, 68 tahun, menikah dan punya anak yang sudah dewasa merupakan kriteria pemilihan informan yang memungkinkan jawaban yang beragam dalam topik yang sedang diteliti. Hasil penelitian adalah: PAK Keluarga merupakan kebutuhan bagi setiap keluarga Kristen; praktik mangalehon poda perlu dioptimalkan sebagai wadah untuk implementasi nilai-nilai PAK dalam keluarga; praktik mangalehon poda pada generasi sekarang dioptimalkan dengan berfokus pada kebutuhan anak terhadap tuntunan dalam mempersiapkan mereka untuk masa depan yang baik bukan pada ambisi orang tua terhadap masa depan anak mereka.Optimization of Mangalehon Poda Practice as an Implementation of Christian Religious Education in the Family. This article aims to analyze the practice of mangalehon poda in Christian families; encouraging parents to optimize the practice of mangalehon poda as an opportunity to educate children in accordance with the Christian faith; showing the positive impact of the practice of mangalehon poda as an implementation of Family Christian Religious Education (CRE). This study uses a qualitative method with data collection through observation and interviews. The subjects of the study were Christian families who practiced the mangalehon poda practice in their families. The informants consisted of three people who were selected based on puposive sampling, namely those who have experience and practice of mangalehon poda. The age of the informant is 55, 67, 68 years old, married and has adult children is a criterion for selecting an informant that allows for a variety of answers in the topic being researched. The results of the study are: Family CRE is a necessity for every Christian family; the practice of mangalehon poda needs to be optimized as a forum for the implementation of values CRE in the family; The practice of mangalehon poda in the current generation is optimized by focusing on children's needs for guidance in preparing them for a good future rather than on parents' ambitions for their children's future.
MENAFSIRKAN ULANG KESETIAAN PERNIKAHAN DALAM CAHAYA TEOLOGI WESLEYAN: APAKAH ANULASI DAPAT DIBENARKAN? tio, sulis
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 9, No 1 (2025): J.VoW Vol 9. No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v9i1.306

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penafsiran ulang kesetiaan pernikahan dalam kerangka teologi Wesleyan, dengan fokus khusus pada isu kontroversial pembatalan pernikahan dalam gereja Khatolik. Dalam kasus tertentu gereja Khatolik dapat menerima pengajuan pembatalan pernikahan dari umat, penelitian ini secara khusus melihat dalam konteks teologi Wesleyan-Arminian, dengan tujuan untuk menyelidiki apakah pembatalan perkawinan dapat dibenarkan secara teologis tanpa mengorbankan kesucian perkawinan. Dengan menggunakan metode teologis kualitatif, termasuk analisis historis, refleksi doktrinal, dan interpretasi komparatif dari teks-teks Alkitab, penelitian ini menunjukkan bahwa teologi Wesleyan - yang menekankan kasih karunia, kekudusan, dan kehendak bebas yang bertanggung jawab untuk memberikan ruang bagi kebijaksanaan pastoral dalam kasus-kasus pembatalan pernikahan. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa pembatalan, jika dibedakan dengan benar dari perceraian dan didasarkan pada tidak adanya perjanjian yang sah sejak awal, dapat dipertimbangkan dalam kondisi-kondisi tertentu. Hal ini tidak merusak cita-cita teologis tentang kesetiaan seumur hidup, melainkan mengakui realitas kegagalan manusia dan kebutuhan akan anugerah penebusan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mendorong gereja-gereja dalam tradisi Wesleyan untuk memeriksa kembali sikap pastoral dan doktrinal mereka terhadap pembatalan dengan kedalaman teologis dan praktik yang penuh kasih.
PANDANGAN TEOLOGI PAULUS DALAM 1 KORINTUS 7: 10-16 TENTANG PERCERAIAN BAGI PASANGAN KRISTEN Sulistiyo, Samuel; Simanjuntak, Maria Jane Tienovoani; Bui, Tan Ci
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 9, No 1 (2025): J.VoW Vol 9. No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v9i1.341

Abstract

Penelitian ini mengkaji teologi Rasul Paulus dalam 1 Korintus 7:10-16 tentang perceraian dan relevansinya bagipasangan muda Kristen masa kini. Menggunakan metode eksegesis biblika dengan pendekatan historis-gramatikal, penelitian ini menganalisis konteks jemaat Korintus, istilah-istilah kunci Yunani seperti ??????(chorizo), ?????? (apolyo), dan ?????????? (dedoulotai), serta membandingkannya dengan ajaran PerjanjianLama dan Injil Sinoptik. Temuan menunjukkan bahwa teologi Paulus berlandaskan pada tiga pilar: kekudusanpernikahan sebagai perintah Tuhan (ay. 10-11), fleksibilitas pastoral melalui "Pauline Privilege" dalampernikahan campuran (ay. 12-16), dan panggilan kepada damai sejahtera. Data empiris mengungkapkan 31,85% pasangan Kristen di Indonesia bercerai pada tahun 2024, dengan religiusitas rendah sebagai faktor signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Paulus menawarkan keseimbangan antara ideal teologis tentang kekekalanpernikahan dan realitas pastoral yang kompleks. Bagi pasangan muda Kristen, pernikahan bukan sekadar kontraksosial tetapi panggilan rohani yang memerlukan komitmen, kasih, pengampunan, dan ketekunan dalam doa, sambil mengakui bahwa dalam situasi ekstrem seperti kekerasan atau pengabaian iman, gereja dipanggil menilaidengan bijaksana demi kesejahteraan rohani dan mental jemaat.

Page 13 of 13 | Total Record : 127