cover
Contact Name
Yosep Ginting
Contact Email
josep@jurnalvow.sttwmi.ac.id
Phone
+6282114130502
Journal Mail Official
jurnalvow@gmail.com
Editorial Address
Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia,
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama
ISSN : 25807900     EISSN : 26860198     DOI : https://doi.org/10.36972/jvow
Jurnal Voice Of Wesley, terbit Sejak tahun 2017, Mulai Volume 1 Nomer 1 Tahun 2017 Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun dibulan Mei dan November. Jurnal Voice of Wesley bertujuan untuk kemajuan dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analistis di bidang kajian musik dan Agama dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Agama yang di terbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia
Articles 122 Documents
PENDEKATAN GEREJA TERHADAP TRADISI NGA’DI ANA PA AMMU DI DESA KEDURU KECAMATAN SABU TIMUR Roberto Gabriel Hilly; Lodia Amelia Banik; Octovianus Liu; Dr. Anggreani N. Paat, M.Si; Hery Yani Kota
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 1 (2022): J.VoW Vol 6. No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i1.169

Abstract

Indonesia sangat kaya dengan beraneka suku, budaya dan tradisi, masing-masing memiliki nilai-nilai yang diturunkan dari generasi ke generasi. Ibarat pohon tang sudah berakar, sulit mengubah tradisi Nga’di Ana Pa Ammu Di Desa Keduru Kecamatan Sabu Timur. Perspektif Kristen memandang praktik tradisi Nga’di Ana Pa Ammu merupakan perilaku yang kurang menjunjung tinggi makna dari pernikahan kudus, sehingga tidak mempersalahkan wanita hamil di luar nikah, melainkan mereka menganggap ini suatu keberuntungan karena memiliki anak walaupun tanpa ayah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi dari subjek tradisi Nga’di Ana Pa Ammu . Hasil penelitian adalah pentingnya peningkatan pendekatan gereja  secara kontekstual untuk menanamkan nilai-nilai kristiani bagi orang percaya. 
MENELISIK KEBERADAAN GURU BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN KOTA KUPANG NTT Dr. Anggreani N. Paat, M.Si
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 1 (2022): J.VoW Vol 6. No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i1.168

Abstract

Perkembangan jaman terus berlangsung, sejalan dengan itu manusia juga  perlu beradaptasi, proses adaptasi salah satunya melalui pendidikan baik oleh keluarga, Gereja maupun sekolah. SMTK Kupang adalah Sekolah Keagamaan Kristen yang mendampingi peserta didik agar menjadi tenaga keagamaan Kristen terampil yang siap melayani di Gereja dan masyarakat. Penelitian ini menelisik mengapa SMTK yang mendidik remaja  belum ada guru BK? Guru BK digantikan dengan guru mata pelajaran dan Agama, hanya jika ada masalah. Sekolah  menurut regulasi, selayaknya mempunyai guru BK agar menyediakan layanan pendampinagna peserta didik dan tugas perkembangannya. Peneliti menggunakan  pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dari subjek penyelenggara SMTK. Hasil penelitian pentingnya pengadaan guru BK agar peserta didik dapat berkembang secara maksimal. Rekomendasi peneliti agar SMTK Kupang mempertimbangkan rekrutmen guru BK
KISAH PENCIPTAAN KEJADIAN 1:1-2:4.2:5-25 SEBAGAI TEKS PENYATAAN IDENTITAS ISRAEL DAN SUMBANGANNYA BAGI PERSOALAN EKOLOGI Mathias Jebaru Adon; Yulianus Hironi Ndua
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 1 (2022): J.VoW Vol 6. No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on the analysis of the text of Genesis 1:1-2:4.2:4b-25 as a text to reveal the identity of Israel as God's chosen nation. This study aims to emphasize that the story of creation in the book of Genesis is not a chronological text of the creation of man and the universe but the story of Israel's faith journey as God's chosen nation. This research is motivated by the fact that the text of Genesis 1:1-2:4.2:4b-25 is often used as a basis for arbitrary human domination over the created world. Therefore, by knowing the history of the formation of the text, all forms of destruction of nature in the name of religion can be overcome. This research is a critical analysis of the text of Genesis 1:1-2:4.2:4b-25 as a narrative of Israel's journey of faith. This study found that the text of Genesis 1:1-2:4.2:4b-25 was written when Israel was experiencing an identity crisis due to the oppression and influence of other nations. Therefore, this research raises awareness that humans are not the center of creation but creatures who are given the responsibility to care for and preserve the universe.
FENOMENA GAYA HIDUP CHILDFREE DALAM PANDANGAN ETIKA KRISTEN David Maysusanto Pilipus; Yanto Paulus Hermanto; Ferry Simanjuntak
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 1 (2022): J.VoW Vol 6. No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i1.161

Abstract

The child-free lifestyle, namely those who get married but decide not to have children, seems to be increasingly prevalent in Indonesia. And there are various reasons behind it. This paper intends to formulate the problem of how to view childfree from the point of view of Christian ethics. Is the childfree lifestyle acceptable based on biblical truth? This is interesting because there is very little research on childfree from a Christian point of view in Indonesia. So it can be said that research on this is something new. The method used to answer these questions is to collect journals, books, and Bible verses related to the formulation of the problem to get answers to the questions above. It is interesting to be able to listen to the results of this study because it will reveal many reasons why people are childfree. And after doing the research, it can be concluded that child freedom can still be justified according to the Bible for the right reasons, namely for the sake of the kingdom of heaven. The author hopes that this work can be used as a reference for those who are considering childfree or those who care about childfree.Gaya hidup childfree yaitu mereka yang menikah namun memutuskan untuk tidak ingin memiliki keturunan rupanya semakin marak di Indonesia. Dan ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Tulisan ini hendak merumuskan masalah tersebut menjadi bagaimana memandang childfree dari sudut pandang etika Kristiani. Apakah gaya hidup childfree dapat diterima berdasarkan kebenaran Alkitab. Hal ini menjadi menarik karena sedikitnya penelitian mengenai childfree dari sudut pandang Kristiani di Indonesia. Sehingga dapat dikatakan penelitian mengenai ini adalah sesuatu yang baru. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan mengumpulkan jurnal, buku, ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan rumusan masalah tersebut untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di atas. Menarik untuk dapat menyimak hasil penelitian ini, karena akan mengungkap banyak alasan orang untuk childfree. Dan setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa childfree masih dapat dibenarkan menurut alkitab dengan alasan yang tepat yaitu dilakukan untuk kepentingan kerajaan sorga. Besar harapan penulis, bahwa karya ini dapat dijadikan referensi bagi mereka yang sedang mempertimbangkan untuk childfree atau mereka yang peduli dengan childfree.
PENGGUNAAN INSTRUMEN DRUM DI DALAM IBADAH: KAJIAN KATA TSLATSAL DAN TOPH DALAM MAZMUR 150 Daniel Winardi
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 1 (2022): J.VoW Vol 6. No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i1.164

Abstract

ABSTRACTDrums as one of instruments in a band often bring conflict in relation to its use in Sunday service. Some mainstream churches have already accepted the use of drums in their Sunday service, but some still refused the use of that instrument, because drums are usually identified with bad music genre, such as rock, jazz and other genres that show rebellion and sinful life. This article aims to study two instruments in Psalms 150 that are known as drums throughout Israel’s history, which are toph and tslatsal. This study shows that drums were used by Israeli and also ancient Near East people as part of their life, especially to praise and worship God every day, as written in Psalms. I used qualitative method of literature study to uncover data about the two instruments from the Bible using native language of Hebrew, English, and Indonesian, traditional Jewish notes, church fathers’ commentary in early Christianity, and also a few journals that have examined the study of the use of drums in the past and also modern. I show that eventhough early church fathers had refused the use of drums in early Christianity, but no Jewish tradition opposed the use of drums to worship God. For Psalms writer, drums are tools or expressions of praise to God. I argue that churches need to realize drums as one of media that God allows to evolve to be used to worship God, especially in Sunday service.Keywords: Psalms, toph, tslatsal, drums, service. ABSTRAK     Alat musik drum sebagai salah satu instrumen di dalam sebuah band seringkali mendatangkan pertentangan sehubungan dengan penggunaannya di dalam ibadah. Beberapa gereja mainstream memang sudah menerima penggunaan drum di dalam ibadah umumnya, tetapi sebagian lagi masih menolak instrumen tersebut, karena drum diidentikan dengan beberapa genre musik yang buruk, seperti rock, jazz, dan genre lain yang menunjukkan pemberontakan dan kehidupan dosa lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dua instrumen di dalam Mazmur 150 yang dikenal sebagai alat musik drum di sepanjang sejarah Israel, yaitu toph dan tslatsal. Kajian ini menunjukkan bahwa instrument drum tersebut digunakan oleh orang Israel dan juga Timur Dekat Kuno sebagai bagian kehidupan, terutama untuk beribadah dan memuji Tuhan sehari-hari, seperti yang tertulis di dalam kitab Mazmur. Peneliti menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menggali data mengenai dua instrumen tersebut dari Alkitab dengan bahasa asli Ibrani, Inggris, dan Indonesia, catatan-catatan tradisi Yahudi, catatan tafsiran dari bapa-bapa gereja di awal-awal kekristenan, dan juga berbagai artikel jurnal yang telah membahas kajian penggunaan instrument drum di masa lampau dan juga modern. Peneliti menunjukkan bahwa sekalipun bapa-bapa gereja awal sempat menolak penggunaan drum di awal-awal kekristenan, tetapi tidak ditemukan tradisi Yahudi yang mempersoalkan penggunaannya untuk memuji Allah. Bagi penulis Mazmur, drum merupakan alat atau ekspresi dari pujian kepada Allah. Peneliti berargumen bahwa gereja perlu menyadari bahwa drum merupakan salah satu media yang Allah izinkan berkembang untuk dapat digunakan memuji Tuhan, terutama di dalam ibadah.Kata Kunci: Mazmur 150, toph, tslatsal, drum, ibadah.
PERANAN MUSIK DALAM IBADAH GEREJA Linda Mutiara Lumban Tobing
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.184

Abstract

In church worship, music has a permanent place in worship and cannot be separated from worship.This is because the congregation has experienced and has the belief that humans exist in this world solely because of God's grace. There is nothing that can be done by believers except from answer this grace through thanks and praise. The presence of music can also increase the passion and atmosphere in worship. The atmosphere and passion generated by the sounds and songs that are sung are important elements that must be carried out in every service. Therefore music plays an important role in church services. Talking about music in church services, there will be a question, what is the actual role of music in church services? To answer these questions, the author uses a qualitative research method of literature study, by searching for data through journals, books, the internet, documents and Bible verses to get answers to the questions above. It is intended that the church realizes, understands and has openess to the importance of the music role in church worship. The results of this study concluded that the role of music in church worship is as a means of vertical communication to God, as a means of horizontal communication that can witness Christian faith to non-believers, music can unite and provide consolation, and as a means of church growth.
RELIGIOUS CONVERSION AND SOCIAL CHANGE THE STORY OF PAN LOTING FROM BALI IN 1931 Agus Joko Manteus
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.178

Abstract

The island of Bali is famous for its unique people and culture in daily life. realized through religion, customs, culture, and the order of society that is inseparable from one another. Several missionary envoys carried out gospel preaching in Bali from the Portuguese era to the Dutch colonial period. Many experienced obstacles both internal and external. Internally, there was a prohibition on the part of the colonizers who did not allow the spread of Christianity on the island of Bali. And external obstacles: in Balinese society that clings to the teachings of Hinduism, the conditions of various rules, attachment to the ancestors of the ancestors, and the customs that are inherent in the order of life of the people. In this study, explained, the cause of a person's conversion to religion, and the main role is a prominent wizard in the Buduk area, whose name is Pan Loting. The purpose of this study was to analyze the background of religious conversion and social changes in society in 1931 in the field of religion. The research method used is the historical research method. The conclusion of this study is the strength of religious conversion experienced through supernatural powers.  
KRISTOLOGI KURBAN DAN REKONSILIASI KRISTEN Joas Adiprasetya
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.181

Abstract

Perdamaian atau rekonsiliasi merupakan tema penting di dalam teologi Kristen. Relevansinya bagi doktrin maupun kehidupan Kristiani di tengah relasi sosialnya telah lama diakui. Namun demikian, diskusi mengenai relasi antara dimensi soteriologis dan dimensi sosial dari perdamaian atau rekonsiliasi ini kurang mendapat perhatian yang memadai. Artikel ini mengusulkan sebuah Kristologi Kurban yang menjadi basis bagi usaha mempertautkan kedua dimensi tersebut. Kristologi Kurban tersebut dikonstruksi berdasarkan doktrin inkarnasi yang memberi ruang partisipasi bagi orang percaya melalui prinsip transkarnasi dan interkarnasi yang memperlihatkan multiplisitas partisipasi ke dalam peristiwa inkarnasi yang tunggal itu. Untuk itu, artikel ini mengusulkan dua tesis utama yang saling berkaitan. Tesis yang pertama terfokus pada Kristus Sang Kurban sebagai prinsip rekonsiliasi dalam iman Kristen, sementara tesis kedua terkait dengan implikasi rekonsiliasi sosial dari inkarnasi Kristus. Lewat pembahasan mengenai kedua tesis ini disimpulkan bahwa manusia menemukan agensinya dalam proses perdamaian di dalam Kristus sebagai primasi dan altimasi dari karya perdamaian tersebut.
" BAHAYA PERCABULAN BAGI IDENTITAS KRISTEN: SEBUAH REFLEKSI TEOLOGIS DARI 1 KORINTUS 6:18-20"DAN RELEVANSINYA BAGI GENERASI MILENIAL Samuel Sulistiyo; Diany Rita P. Pangapulon; Adolf Bastian Simamora; Jonni Octavianus
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.190

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk menjelajahi relevansi tema ini bagi generasi milenial dalam konteks kehidupan Kristen saat ini. Melalui pendekatan teologis, penulis mempertimbangkan makna teks 1 Korintus 6:18-20, yang mengajak umat Kristen untuk menjauhi percabulan dan memahami pentingnya identitas Kristen yang kudus. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Alkitab dan mengkaji konteks historis dan teologis Surat Korintus untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh rasul Paulus. Penulis juga memadukan perspektif teologis dengan pemahaman kontemporer tentang tantangan dan pengaruh yang dihadapi oleh generasi milenial dalam pergaulan seksual.Percabulan dan identitas Kristen dalam konteks ini menyoroti pentingnya hidup dalam kekudusan seksual, menjaga tubuh sebagai tempat kediaman Roh Kudus, dan menghormati nilai-nilai moral yang ditetapkan oleh ajaran Kristus. Dalam menghadapi budaya yang cenderung mendorong seksualitas bebas, generasi milenial diajak untuk menemukan identitas mereka dalam Kristus dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksual mereka. Serta memberikan wawasan yang bermanfaat bagi generasi milenial dalam menavigasi pergaulan seksual yang kompleks. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya pendidikan seks yang komprehensif, pengembangan komunitas yang mendukung, dan pendekatan pastoral yang relevan untuk membantu generasi milenial dalam menjaga identitas Kristen yang kudus di tengah tantangan budaya saat ini.
MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG MISI HOLISTIK PADA ERA DIGITAL DI GMIT JEMAAT ELIM NAIBONAT Dr. Anggreani N. Paat, M.Si; Amelia Wila; Jonri Sasi
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.188

Abstract

Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) merupakan salah satu denominasi Gereja Kristen di Indonesia yang berfokus pada misi holistik. Dalam era digital saat ini, GMIT juga memanfaatkan media sosial untuk mendukung misi holistiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mendukung misi holistik GMIT di era digital.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan beberapa informan yang terlibat dalam pengelolaan media sosial GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam mendukung misi holistik GMIT, seperti memperkuat hubungan antara jemaat dan gereja, memperluas jangkauan pelayanan misi holistik gereja, dan mempromosikan misi holistik GMIT kepada masyarakat.GMIT secra khusus maupun dan gereja-gereja umumnya dapat memanfaatkan media sosial untuk mempermudah komunikasi dan relasi Gereja dalam mngimplementasikan misi holistik,namun pengendalian dan pengawasan penggunaan media sosial untuk menghindari risiko dan tantangan yang

Page 10 of 13 | Total Record : 122