cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
+6281553110298
Journal Mail Official
jurnalscholastic@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hayam Wuruk 31 Wates Umpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Scholastica : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 26866234     DOI : -
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level/ Madrasah Ibtidaiyah. Besides focusing on the development of studies issues of basic education. The journal is published by Department of Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) STITNU Al Hikmah Mojokerto.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): November" : 6 Documents clear
Peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam Penguatan Pendidikan Agama Islam Amrullah
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran kepala sekolah sebagai leader dalam penguatan Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan. PAI memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter religius peserta didik, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek implementasi nilai. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan penguatan PAI, baik melalui kebijakan, budaya sekolah, maupun praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang diperkaya analisis konseptual dan refleksi praktik di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai visionary leader, instructional leader, dan spiritual leader. Peran tersebut diwujudkan dalam pengembangan kurikulum integratif, pembinaan guru PAI, penciptaan budaya religius, serta penguatan kebijakan berbasis nilai Islam. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi kepemimpinan, resistensi terhadap inovasi, dan lemahnya dukungan kebijakan. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integratif kepemimpinan transformasional-spiritual berbasis nilai tauhid dalam penguatan PAI. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepala sekolah melalui pelatihan kepemimpinan berbasis nilai dan teknologi digital.
Reformulasi Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Keadilan Substantif di Era Globalisasi Halim, Abdul
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis reformulasi hukum keluarga Islam dalam perspektif keadilan substantif di era globalisasi. Hukum keluarga Islam selama ini sering dipahami secara normatif dan tekstual, sehingga dalam praktiknya belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), serta pendekatan normatif dan sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa reformulasi hukum keluarga Islam perlu dilakukan dengan mengedepankan prinsip keadilan substantif, yaitu keadilan yang tidak hanya berorientasi pada teks hukum, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kemanusiaan. Pendekatan maqashid al-syari’ah menjadi kerangka penting dalam membangun hukum keluarga Islam yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan globalisasi.
Digitalisasi Kehidupan Keluarga dan Implikasinya Terhadap Reformulasi Hukum Keluarga Islam Riadi, Holan
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to various aspects of human life, including the dynamics of family relationships. Digitalization not only affects communication patterns among family members but also transforms the structure of economic role distribution, decision-making processes within households, and the way individuals build social relationships within the family. These transformations have generated new legal challenges that require reinterpretation of Islamic family law concepts in order to remain relevant to contemporary social realities. This article aims to analyze the influence of the digitalization of family life on changes in family relational structures and its implications for the need to reformulate Islamic family law. This study employs a qualitative method using normative and conceptual approaches through a literature review of classical and contemporary works related to Islamic family law, maqashid al-shari’ah, and the dynamics of social transformation in modern society. The findings indicate that digitalization has altered authority relations within families, patterns of financial responsibility, and communication mechanisms among family members. These changes necessitate the reinterpretation of several key concepts in Islamic family law, such as family leadership (qiw?mah), the distribution of economic roles between husband and wife, and moral responsibilities in maintaining family harmony in the digital era. Therefore, the reformulation of Islamic family law should be carried out through the maqashid al-shari’ah approach in order to ensure that Islamic law remains capable of addressing contemporary challenges while preserving the fundamental values of the sharia aimed at promoting the welfare of families and society.
Perencanaan Sistem Pembelajaran PAI Berbasis Human-Centered Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hakim, Abd.
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern educational paradigms requires transformation in the learning planning system so that it becomes more oriented toward the needs of students. One of the approaches that has developed in the field of education is the human-centered learning approach, which is a learning model that places students as the center of the learning process. This approach has become increasingly relevant in the context of Islamic Religious Education (PAI) because the primary objective of Islamic education is not only to emphasize cognitive aspects but also to foster character development, moral values, and the spirituality of students. This study aims to analyze the concept of planning the Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning and its implications for improving the quality of learning. This research uses a qualitative method with a library research approach. The data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, and academic documents relevant to the research topic. The results of the study indicate that the implementation of human-centered learning-based learning planning can increase students' active participation, strengthen their understanding of Islamic values, and create a more dialogical and reflective learning process. In addition, this approach is also able to encourage the holistic development of students' potential, including intellectual, emotional, and spiritual aspects. Therefore, planning an Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning can be an important strategy in improving the quality of Islamic Religious Education learning in educational institutions. Abstrak Perkembangan paradigma pendidikan modern menuntut adanya transformasi dalam sistem perencanaan pembelajaran agar lebih berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan yang berkembang dalam dunia pendidikan adalah pendekatan human-centered learning, yaitu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran. Pendekatan ini menjadi semakin relevan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tujuan utama pendidikan Islam tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai moral, dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pembelajaran berbasis human-centered learning dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih dialogis dan reflektif. Selain itu, pendekatan ini juga mampu mendorong pengembangan potensi peserta didik secara holistik, baik dalam aspek intelektual, emosional, maupun spiritual. Dengan demikian, perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning dapat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan.
Pendekatan Maqashid dalam Ushul Fiqh Sebagai Basis Pengembangan Hukum Islam Progresif Masyhadi, Masyhadi
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern society has generated various new issues that require adaptive and contextual responses from Islamic law. In addressing these dynamics, the maqashid al-shari’ah approach within the study of ushul fiqh has become one of the important methods for developing progressive Islamic legal thought. This approach emphasizes that the primary objective of Islamic law is to realize human welfare and to prevent harm in social life. This study aims to analyze the role of the maqashid approach in ushul fiqh as a foundation for the development of progressive Islamic law that is capable of responding to contemporary challenges. This research employs a qualitative method with a library research approach. The data were obtained from various literature sources such as classical books of ushul fiqh, scientific journals, and contemporary studies related to maqashid al-shari’ah. The results of the study show that the maqashid approach provides a more flexible methodological framework in the process of ijtihad, enabling Islamic law to develop dynamically without abandoning the fundamental principles of the Sharia. Thus, the maqashid approach in ushul fiqh has a strategic role in developing Islamic law that is more responsive, humanistic, and relevant to the needs of modern society. Abstrak Perkembangan masyarakat modern menimbulkan berbagai persoalan baru yang membutuhkan respons hukum Islam yang adaptif dan kontekstual. Dalam menghadapi dinamika tersebut, pendekatan maqashid al-syari’ah dalam kajian ushul fiqh menjadi salah satu metode penting dalam mengembangkan pemikiran hukum Islam yang progresif. Pendekatan ini menekankan bahwa tujuan utama syariat Islam adalah mewujudkan kemaslahatan manusia serta mencegah terjadinya kerusakan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan maqashid dalam ushul fiqh sebagai basis pengembangan hukum Islam progresif yang mampu menjawab tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku klasik ushul fiqh, jurnal ilmiah, serta kajian kontemporer yang berkaitan dengan maqashid al-syari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqashid mampu memberikan kerangka metodologis yang lebih fleksibel dalam proses ijtihad sehingga hukum Islam dapat berkembang secara dinamis tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariat. Dengan demikian, pendekatan maqashid dalam ushul fiqh memiliki peran strategis dalam mengembangkan hukum Islam yang lebih responsif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
ANALISIS KOMPARATIF KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENI TARI DI BELGIA DAN INDONESIA Rahaju, Sumartini
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas guru dalam pembelajaran seni tari sangat krusial untuk menumbuhkan berpikir kritis dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan mengomparasi kreativitas guru dalam menerapkan model pembelajaran seni tari di Belgia dan Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan antara praktik ideal dengan kondisi empiris.  Menggunakan desain komparatif kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di Belgia berperan sebagai fasilitator yang mengedepankan eksplorasi gerak dan proyek mandiri. Sebaliknya, pembelajaran di Indonesia masih cenderung terstruktur dan berpusat pada guru, sehingga membatasi ruang kreatif siswa.  Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran seni tari di Indonesia perlu memadukan instruksi terarah dengan kebebasan eksplorasi yang relevan dengan budaya lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian belajar serta mendukung tercapainya dimensi kelulusan siswa melalui integrasi kreativitas guru yang lebih adaptif.  Kata Kunci: Kreativitas guru, Studi komparasi, Seni tari, Belgia, Indonesia ABSTRACT Teacher creativity in dance education is crucial for fostering students' critical thinking and independence. This study aims to compare teacher creativity in implementing dance learning models in Belgium and Indonesia, while identifying the gap between ideal practices and empirical conditions. Using a qualitative comparative design, data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The findings reveal that teachers in Belgium act as facilitators who prioritize movement exploration and independent projects. In contrast, dance education in Indonesia tends to be structured and teacher-centered, which limits students' creative space. The study concludes that the development of dance learning models in Indonesia should integrate guided instruction with exploratory freedom relevant to local culture. This approach is expected to enhance learning independence and support the achievement of graduate competency dimensions through more adaptive teacher creativity. Keywords: Teacher creativity, Comparative study, Dance education, Belgium, Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6