cover
Contact Name
Anna Yulia Hartati
Contact Email
annayuliahartati@gmail.com
Phone
+628122884193
Journal Mail Official
sosiodialektika@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X no. 22 Sampangan Semarang 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosio Dialektika
ISSN : 25408941     EISSN : 26232944     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/sd
Core Subject : Humanities, Social,
Sosio Dialektika as an open hall for debate and discussion on socio-political science, economics, law, Islamic education and education. Sosio Dialektika accommodates social and humanities disciplines and becomes a growing space for interdisciplinary and holistic approach to the narrow space of strategic approaches so far.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
Implementasi Program Ketahanan Pangan di Desa Permisan Kecamatan Jabon Amelia Juli Fernanda; Isna Fitria Agustina
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12097

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program ketahanan pangan dan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan pada program ketahanan pangan di Desa Permisan Kecamatan Jabon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian berdasarkan teori Implementasi yang dikemukakan oleh Edwards III menunjukkan bahwa : 1) Komunikasi, penyampaian informasi kepada para petani melalui kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) atau sosialisasi. 2) Sumber Daya, masih terdapat masalah dalam sumber daya manusianya dimana mayoritas petani sudah berusia lanjut sehingga pengetahuan dan pemahaman mereka terbatas. Pada ketersediaan sumber daya finansial dan sumber daya sarana dan prasarana tidak ada kendala signifikan. 3) Disposisi, belum bisa dikatakan berjalan dengan baik, hal ini bisa dilihat dari manfaat langsung dari program ketahanan pangan bagi masyarakat belum terlihat secara signifikan. Meskipun demikian, para petani bertanggung jawab atas tugas dan tupoksinya masing-masing. 4) Struktur Birokrasi, terdapat SOP yang jelas namun koordinasi antar stakeholder yang terlibat belum berjalan dengan baik.
Gamelan Dadali Sebagai Alat Diplomasi Budaya: Mempererat Hubungan Antara Indonesia Dan Rusia Andissa Dominic Prisillia; Laode Muhamad Fathun
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.11294

Abstract

Gamelan Dadali adalah satu-satunya kelompok gamelan di Rusia yang dibina langsung oleh KBRI di Moskow. Grup ini memiliki peran penting karena telah banyak mempromosikan budaya Indonesia di Rusia dan Belarus. Anggotanya terdiri dari warga Rusia yang terampil dalam memainkan gamelan dan menjadi sinden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui buku, artikel, berita, dan situs web. Sedangkan objek penelitian yang digunakan adalah grup Gamelan Dadali yang telah memperkenalkan budaya Indonesia melalui wayang kulit, memadukan gamelan dengan yoga, hingga penggunaan gamelan untuk mengiringi acara pagelaran busana. Respons positif dari masyarakat Rusia menunjukkan pentingnya budaya dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Sehingga dengan adanya pertukaran budaya, kedua negara dapat memperoleh manfaat serta meningkatkan hubungan diplomatik yang telah terjalin. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan yang positif di Rusia dan meningkatkan eksistensi Indonesia di tingkat internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai pihak terlibat dalam melaksanakan diplomasi budaya Indonesia di Rusia. Diantaranya yaitu pemerintah, individu, ataupun masyarakat. Pemanfaatan media seperti laman web resmi, Youtube dan Instagram telah memperluas jangkauan penonton
Dominasi Budaya Patriarki dan Dampak Negatif Fenomena Fatherless pada Masyarakat Gayo Mentari Mentari
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.11938

Abstract

The issue of child-rearing in the current era of globalization is highly complex and influenced by various social, cultural, economic, and technological factors. Globalization has also affected family structures, with more families living apart, rising divorce rates, and an increase in single-parent households, contributing to the growing phenomenon of fatherlessness. Indonesia ranks third in the world for the category of fatherlessness. In this situation, not all children can experience the presence of a father. Fatherlessness refers to the absence of a father's role and figure in a child's life, both physically and psychologically. The phenomenon of fatherlessness often arises from parenting paradigms influenced by patriarchal culture. This paper aims to answer the research question of how the dominance of patriarchal culture and the negative impact of the fatherlessness phenomenon affect the Gayo community. This research is qualitative descriptive research, utilizing data collection techniques such as interviews and literature review. The results of this research show that the dominance of patriarchal culture in the Gayo community, influenced by globalization, has a negative impact on children experiencing fatherlessness. This is caused by migration, social conflict, and changes in the kinship system and traditional structures, which strongly place the full responsibility for child-rearing on the mother. The negative impacts on fatherlessness children include mental health issues, low motivation in education, problematic social behaviour, identity crises, and negative effects on the family’s economic situation. There is a need for awareness regarding the presence of fathers in child-rearing and a balanced division of roles between mothers and fathers to achieve gender equality.
Implementasi Prinsip Kepentingan Umum Dalam Penanganan Kasus Pelanggaran Lingkungan (Studi Hukum Lingkungan) Takwim Azami; Anto Kustanto
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.10826

Abstract

Prinsip kepentingan umum dianggap sebagai fondasi etika dan hukum yang penting dalam mengelola kasus pelanggaran lingkungan, menjembatani kepentingan individu dengan kepentingan kolektif. Dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa: “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”.Ketentuan tersebut diatur lebih lanjut didalam UU No. 23 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Penelitian ini bersifat normatif dan bertujuan untuk mengkaji implementasi prinsip kepentingan umum dalam penanganan kasus pelanggaran lingkungan.Metode penelitian ini melibatkan analisis teks dokumen hukum, perundang-undangan, dan putusan pengadilan yang berkaitan dengan kasus pelanggaran lingkungan. Pendekatan normatif digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip kepentingan umum tercermin dalam peraturan hukum dan bagaimana implementasinya dalam praktek penanganan kasus.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kepentingan umum memegang peran sentral dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan penegakan hukum lingkungan. Namun, tantangan terkait ketidaksetaraan kekuasaan, kompleksitas isu lingkungan, dan resistensi pihak terkait masih mempengaruhi implementasinya.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyusun kerangka kerja normatif yang dapat memandu para pembuat kebijakan, praktisi hukum, dan peneliti untuk memperkuat implementasi prinsip kepentingan umum dalam penanganan kasus pelanggaran lingkungan. Implikasi normatif dari penelitian ini diharapkan dapat memperkuat dasar hukum dan etika dalam penegakan hukum lingkungan, sehingga dapat lebih efektif melindungi lingkungan dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
Implementation Of The Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA): An Analysis Of Strategic And Economic Impacts On Bilateral And Regional Relations Syuryansyah Syuryansyah; Bagaskara Sagita Wijaya
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.11981

Abstract

The Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) represents a strategic move to enhance bilateral economic relations and maximize the potential of both countries. This study employs qualitative analysis and literature review methods to assess the strategic impacts of IK-CEPA, focusing on diplomatic, regional, and economic aspects. Diplomatically, IK-CEPA strengthens bilateral ties with South Korea, reflecting a positive shift in South Korea's view of Indonesia as a strategic partner. Regionally, the agreement contributes to strengthening economic cooperation and improving Indonesia's competitiveness in the global market. Economically, IK-CEPA has significant effects on bilateral trade and capital flows by reducing tariff barriers and creating new investment opportunities, particularly in sectors such as automotive and renewable energy. Major challenges include limited information and financial access for SMEs, while opportunities involve increased exports, digitization of SMEs, and utilization of advanced technology. The study concludes that IK-CEPA offers substantial benefits for Indonesia's economy by enhancing the country's position in the international market and driving domestic economic growth.
Pengaruh Kampanye Pemasaran Sosial Stand Up terhadap Niat Perubahan Perilaku dengan Variabel Moderasi Literasi Digital Charlotte M A U Kesaulya; Bertha Yunita Permatasari
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12260

Abstract

Pelecehan seksual di ruang publik merupakan salah satu isu terpenting yang dihadapi perempuan di seluruh dunia, dan di Indonesia. L'Oréal merupakan salah satu merek kosmetik yang terkemuka di dunia. Guna menanggapi isu pelecehan seksual di ruang publik, L’Oreal melakukan kerjasama dengan beberapa instansi, yaitu, PT JakLingko Indonesia, PT KAI (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT LRT Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT Transjakarta untuk memberikan pembekalan efektif kepada masyarakat sebagai usaha untuk melawan pelecehan seksual di ruang publik melalui kampanye pemasaran sosial Stand Up. Niat masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan kampanye pemasaran sosial Stand Up. Penelitian ini menekankan kampanye pemasaran sosial sebagai faktor yang mempengaruhi niat perubahan perilaku masyarakat. Peneliti menggunakan literasi digital sebagai variabel moderasi. Dengan menggunakan literasi digital sebagai variabel moderasi diharapkan dapat memahami sejauh mana kemampuan dan pemahaman teknologi masyarakat mempengaruhi efektivitas kampanye pemasaran sosial Stand Up dalam merubah perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Moderated Regression Analysis dengan Kampanye Pemasaran Sosial sebagai variabel independen, Niat Perubahan Perilaku Masyarakat sebagai variabel dependen, dan Literasi Digital sebagai variabel moderasi.
Ancaman Keamanan Indo-Pasifik Terhadap Keputusan Australia Membangun Kapal Selam Tenaga Nuklir Tahun 2021 Ali Martin; Diva Ayu Safitri
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12852

Abstract

Ditengah memanasnya tensi dalam pusaran konflik sengketa Laut China Selatan, AUKUS muncul sebagai aliansi baru di bawah kesepakatan trilateral yang disebut sebagai pakta keamanan. Kehadiran AUKUS dinilai sebagai manuver baru sekutu untuk melawan dominasi China yang semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik. Fokus utama aliansi AUKUS yaitu pembangunan kapal selam nuklir untuk Angkatan Laut Australia. Pengumuman kerjasama trilateral ini menjadi latar belakang dari reaksi beragam negara-negara dalam kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini memaparkan ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik terhadap keputusan Australia membangun kapal selam tenaga nuklir. Penelitian ini dianalisis mengunakan teori Kompleksitas Keamanan Regional (regional security) dan menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data dari berbagai sumber dan literatur yang berkaitan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kawasan Indo-Pasifik terancam karena adanya aliansi AUKUS dan kerjasama keamanan kapal selam nuklirnya yang dapat memunculkan adu kekuatan negara besar dan perlombaan senjata nuklir yang mana hal ini dapat mengancam kestabilan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Manajemen Pembinaan PBVSI Cabang Olahraga Bola Voli Pantai Di Kabupaten Kendal Tahun 2023: Manajemen,Bola Voli, PBVSI Kabupaten Kendal Rian Kurniawan
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12854

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan dimana pembinaan PBVSI cabang olahraga bola voli pantai di Kabupaten Kendal tahun 2023 yang belum meraih prestasi yang maksimal. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya prestasi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembinaan bola voli pantai di Kabupaten Kendal 2023 berdasarkan fungsi manajemen dari aspek Planning (Perencanaan), Coordinating (Pengkoordiasian), Leading (Kepemimpinan) dan Controlling (Pengawasan). Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptis kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari pengurus, pelatih dan atlet Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal. Tahap pengolah data meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu Planning (Perencanaan) di dalam Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal sudah tersusun dengan baik yang mengacu pada agenda yang dilakukan oleh PB pusat dan Pengprov, tetapi ketika tidak ada event pertandingan perkembangan bola voli pantai di Kabupaten Kendal kurang berkembang dengan baik. Coordinating (Pengkoordiasian) di dalam Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan jalannya program kerja berjalan dengan baik dan tidak terjadi kesalahpahaman antara pengurus dalam pelaksanaan program kerja. Leading (Kepemimpinan) pengurus PBVSI Kabupaten Kendal sudah baik dimana ketua harian menggunakan tipe kepemimpinan demokratasis, semua anggota pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran, kritik maupun keluhan terhadap suatu kendala. Controlling (Pengawasan) Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal cukup baik tetapi memiliki kelemahan dikarenakan tidak memiliki sub bidang pengawasan dalam struktur PBVSI Kabupaten Kendal, akan tetapi dalam setiap kegiatan yang dijalankan akan di monitoring oleh ketua harian
Sub-State Diplomacy As To Contemporary Indonesian Diplomacy: Paradiplomacy strategy in strengthening sister city cooperation in tourism sector Laode Muhamad Fathun; I Nyoman Aji Suadhana Rai; Vania Zahra Nathania; Tuhfahtu Hasanatul Wahidah
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diplomasi sub-negara Indonesia sebagai gaya diplomasi Indonesia kontemporer untuk mencapai kepentingan nasional. Saat ini kepentingan nasional tidak hanya dijalankan secara monopoli oleh negara. Namun, aktor sub-negara juga terlibat sebagai aktor yang mendukung diplomasi Indonesia di era kontemporer. Artikel ini menggunakan metodologi kualitatif berdasarkan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama antar kawasan yaitu Australia yang diwakili New South Wales dan Indonesia yang diwakili DKI Jakarta mempunyai potensi kerja sama yang baik. Hal ini didasari oleh hubungan baik kedua negara ditambah kerja sama sister city antar kedua wilayah ibu kota untuk mendukung pelaksanaan kerja sama. Kerjasama yang dilakukan pada bidang pariwisata merupakan kerjasama dua daerah yang sangat menguntungkan dalam bidang ekonomi pariwisata. Sebab kedua wilayah tersebut merupakan wilayah yang memiliki karakter yang sama yaitu wilayah maritim. Kerja sama tersebut harus didasarkan pada kolaborasi di tingkat negara dengan menggunakan metode kebijakan luar negeri komparatif bersama. Artinya pemerintah daerah mendukung kerja sama nasional yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama sister city
Manajemen BUMDES Mutiara Welirang Dalam Pengelolaan Usaha Air Minum (BPAM) Di Desa Ketapanrame Karinda Wustoto Wustoto; Hendra Sukmana
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12856

Abstract

Studi penelitian berikut bertujuan untuk menganalisis Manajemen BUMDes Mutiara Welirang dalam Pengelolaan Usaha Air Minum (BPAM) di Desa Ketapanrame. Pada penelitian, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini menggunakan model miles dan huberman (1984), meliputi pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, serta penarikkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan yaitu Pertama, perencanaan, adanya keberhasilan yang dibuktikan manajemen BUMDes dalam pengelolaan usaha air dengan beberapa perencanaan setiap tahunnya seperti penambahan jaringan air, pendistribusian air ke villa daerah Trawas pada tahun 2023. Kedua, struktur organisasi yang dibentuk oleh BUMDes dan pemerintah desa setempat menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan sumberdaya serta perekonomian ditingkat desa. Ketiga, pengarahan BUMDes sebagai motor penggerak berdiri nya usaha yang ada di Desa Ketapanrame, komunikasi dijalankan dengan baik. Hal ini berdampak pada keberhasilan yang dicapai oleh unit usaha yang ada di Ketapanrame, dibuktikan setelah berdirinya unit usaha air minum dibangun unit lain dan saat ini terdapat lima unit usaha yang ada di Desa. Keempat, pengkoordinasian BUMDes Mutiara welirang menunjukkan keberhasilan perencanaan yang telah terealisasikan pada distribusi air minum dengan pendapatan bersih pada tahun 2023 sekitar Rp. 1.474.452.850. Dapat diketahui dalam penelitian ini menunjukkan manajemen BUMDes telah mencapai keberhasilan dan sukses dalam pengelolaannya sesuai visi dan misi. Namun ada perencanaan pada unit usaha air minum yang masih belum terealisasikan terkait air minum dalam kemasan dikarenakan menurut izin BPOM belum memenuhi prosedur untuk izin memasarkan produk

Page 1 of 1 | Total Record : 10