cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Pai Pokok Bahasan Aspek Akidah Berbasis Pembelajaran Metafora Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Smpn 17 Kota Bengkulu Alfauzan Amin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.269 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i1.2342

Abstract

The he research subjects for product trials that were developed in the study were students of SMPN 17 Bengkulu City in 2017. The small group trial subjects were 10 students who were selected by purposive sampling. Large group trial subjects 65 students. The research development steps are: (1) potential and problems, (2) data collection, (3) Product Design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product trial, (7) product revision , (8) trials of use, (9) product revisions, (10) Mass production). Based on the research it can be concluded that teaching materials are developed based on needs analysis. The results of the development in the form of a draft were then tested for validation, tested for practicality and effectiveness. The results of validation of metapora-based PAI teaching materials for students in the form of printed teaching materials (books) with the metapora approach by experts and practitioners have fulfilled the eligibility component as valid teaching materials. The process of learning activities with metapora-based PAI teaching materials for students has fulfilled the eligibility component as material practical teaching. Student responses and the final results of learning activities with metapora-based PAI teaching materials for students have fulfilled the feasibility component as practical teaching materials. Student responses and the final results of learning activities with metapora-based PAI teaching materials have met the eligibility component as an effective teaching material, with proven metapora teaching materials proven to have been able to improve student learning outcomes.
ANALISIS KEBUTUHAN TERHADAP PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BENGKULU Detti Lismayanti
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.109 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.708

Abstract

The aim of Curriculum 2013 is to make a renewal in education. The renewal connected to the teaching renewalwith its devices including its evaluation. Teachers are hoped to evaluate with authentic instumen evaluation. Butin the application, teachers have many constraints to do it. The problems in this research are: (1)What authenticevaluation models which applied by teachers of English at MAN 2 Kota Bengkulu, (2) What are the steps that isused by teachers of English at MAN 2 Kota Bengkulu? (3) What are the constraints that faced by teachers ofEnglish at MAN 2 Kota Bengkulu? (4) What are the efforts that is made by teachers of English at man 2 KotaBengkulu? (5) What is the need of English teachers in developing authentic evaluation instruments at MAN 2Kota Bengkulu? The sample of this research is census sample, that is all individual in the population are chosento be sample. Census is taken because the number of population is small. The are 4 teachers to be the sample inthis research. Based on the analysis English teachers had problems in applying the authentic evaluation. Theteachers had done all of the instuments of authentic evaluation to the students. The constraints are the limit oftime, facilities and infrastructures, the difficulties in appliying authentic evaluation of specific competency, haveproblems of about the students. The teachers of English at MAN 2 Kota Bengkulu did the efforts to resolve theconstraints in applying the constraints.The efforts are adapted as its constaints faced.This shows that teacherstried to apply authentic evaluation well and suitable to applicabled curriculum. Teachers of English at MAN 2Kota Bengkulu tried to apply authentic evaluation appropriately. The teachers decide the standard, the model,the criteria, making the rubric, socialize the instument to the students, do the evaluation and give score. Theanalysis of teachers’ need, the teachers have to learn more in developing his/her competence of education and inapplying the evaluation appropriate with curriculum.
FUNGSI SURAU DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT MINANG PERANTAUAN DI KOTA BENGKULU Irwan Satria
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.185

Abstract

Surau merupakan salah satu bangunan yang cukup penting bagi masyarakat Minangkabau. Keberadaan Surau bahkan sudah ada sejak Islam masuk ke wilayang Minangkabau, yaitu pada zaman Hindu-Budha. Surau digunakan sebagai bangunan kebudayaan  dan  adat,  yang  juga  dimanfaatkan sebagai  tempat  ritual  agama  Hindu-Budha. Surau menjadi  tempat  untuk  mempelajari adat, musyawarah,  dan  membahas  hal-hal yang dapat memberikan  solusi  ideal  terhadap  problem  sosial yang  terjadi  dalam  masyarakat. Sebelum  datangnya  Islam,  surau telah  menempati  struktur  sosial  yang  sangat penting  dalam  masyarakat  Minangkabau sehingga bangunan surau tidak diganti dengan bangunan simbol Islam, yaitu masjid. Surau ternyata tidak hanya ada di Minang, surau kemudian dibawa oleh perantau-perantau Minang ke tempat tinggal mereka yang baru. Ini dikarenakan surau merupakan institusi  yang  berfungsi  untuk mengembangkan  nilai-nilai  moral  agama  dan budaya  di  Minangkabau.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INGGRIS YANG BERWAWASAN SOSIOKULTURAL DI MI KOTA BENGKULU Risnawati Risnawati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.095 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.756

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris pada tingkat MI sebagai mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan ketrampilan berbahasa (bercakap) menggunakan kalimat-kalimat sederhana. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana materi ajar mulok bahasa Inggris yang digunakan oleh guru Madrasah Ibtidaiyah di Bengkulu? (2) Bagaimana kondisi kemampuan guru bahasa Inggris MI dalam mengembangkan model materi ajar mulok bahasa Inggris di MI Bengkulu? dan (3) Bagaimana desain model materi ajar yang dihasilkan dalam pengembangan materi ajar mulok bahasa Inggris yang berwawasan sosiokultural sebagai pengembangan materi ajar mulok bahasa Ingggris MI Bengkulu? Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Research and Development. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dijabarkan dalam 3 (tiga) langkah kegiatan, yakni tahap eksplorasi, tahap pengembangan model, dan tahap pengujian model. Pengumpulan data tahap I dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 21 orang guru bahasa Inggris MI di kota Bengkulu. Model analisis yang dilakukan pada tahap ini adalah analisis interaktif. Penelitian tahap II dilakukan uji coba model yang dilakukan dengan metode action research dan  expert. Berdasarkan materi ajar yang digunakan guru, banyak ditemukan materi  ajar yang tidak sesuai dengan kurikulum yang ada di Bengkulu. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya guru bahasa Inggris menggunakan materi ajar dari penerbit yang belum mengusung pada tujuan pembelajaran bahasa Inggris di MI, khususnya di Bengkulu. Untuk itu, dalam penelitian ini dirancang pengembangan model materi ajar Mulok bahasa Inggris yang berwawasan sosiokultural yang dapat dimanfaatkan oleh guru-guru bahasa Inggris di MI. Pengembangan materi ajar ini dikembangkan dengan mempertimbangkan: (1) acuan pengembangan (dasar pemikiran), (2) isi materi, (3) organisasi materi, (4) pengembangan materi, (5) penyajian, dan (6) evaluasi. Materi ajar dalam pengembangannya meliputi kegiatan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta memasukkan unsur-unsur sosiokultural setempat (adat-istiadat, kebiasaan). Meskipun dalam organisasi materi disebutkan bahwa buku ini disusun berdasarkan beberapa keterampilan atau skills yakni; listening (menyimak), speaking (bicara), reading (membaca) dan writing (menulis), namun dalam penyajiannya bersifat integratif. Model pengembangan materi ajar yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka acuan guru bahasa Inggris MI dalam mengembangkan materi ajar. Kata Kunci: Materi Ajar Muatan Lokal, Pendekatan Sosiokultural, Madrasah Ibtidaiyah.
Perempuan Lembak Dalam Pergulatan Tradisi Keagamaan Rodiyah Rodiyah
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.557 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v4i1.2375

Abstract

The various traditions that have implications for women's lives, including the traditions that exist in Indonesia in each region. Lembak community is one part of a tribe in Bengkulu Province, which has a unique tradition as a local power. In examining this problem, the author uses a qualitative method using the phenomenological thinking section. The author analyzes the data found in the field using bidaya hemeneutik, Cliford Great, according to the researchers photographing the Lembak community in accordance with the perceptions of the culture owner community that is the Lembak community and also the views of the community outside the culture.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI KELAS X IIS 4 MAN 2 BENGKULU Ernawati Ernawati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.031 KB) | DOI: 10.1161/.v5i1.747

Abstract

Gambar berseri mempunyai beberapa kelebihan diantaranya adalah: (a) umumnya murah harganya, (b) mudah didapat, (c) mudah digunakan (d) dapat memperjelas suatu masalah, (e) lebih realistis. Dalam penelitian ini peneliti memilih keterampilan menulis dan MAN 2 Bengkulu sebagai objek penelitian karena peneliti mempunyai alasan yaitu rata-rata input MAN 2 Bengkulu adalah siswa yang berasal dari sekolah menengah tingkat pertama sehingga mereka masih merasa sangat kesulitan dalam pembelajaran menulis. Dalam penelitian ini peneliti memilih kelas X IIS 4 MAN 2 Bengkulu karena kompetensi dasar yang dijadikan peneliti sebagai objek penelitian ini ada di kelas X IIS 4 MAN 2 Bengkulu ini. Hal ini merupakan langkah yang patut dilakukan untuk meningkatkan kemahiran siswa dalam menulis. Key words: gambar, pembelajaran, bahasa arab.
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE DAN OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI (Studi di SMP Budi Mulya Kota Bengkulu) Wiwinda Wiwinda
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.191 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.155

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Inside-Outside Circle pada mata pelajaraPAI di SMP Budi Mulya Kota Bengkulu.  Penelitian ini dilakukan melalui metode tindakan kelas (classroom action research). Hasil penelitian ditemukan bahwa  bahwa penggunaan Model Pembelajaran Lingkaran dalam dan Luar Inside-outside circle (IOC) dapat meningkatkan hasil  belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PAI. Hal ini terbukti pada siklus I nilai rata-rata 67,08 meningkat pada siklus II menjadi 75,63. Sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 70,83% kemudian meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Model Pembelajaran Lingkaran dalam dan Luar Inside-outside circle (IOC) dapat meningkatkan aktivitas guru terutama dalam memperhatikan alokasi waktu dan membimbing siswa dalam mengambil kesimpulan dari materi pelajaran.  Sedangkan aktivitas siswa, siswa dapat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran berlangsung, siswa aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari guru.
Komunikasi Multikultural dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Bengkulu Tengah Rini Fitria
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.209 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.2366

Abstract

The title of this research is Multicultural Communication in Maintaining Diversity among People of Diversity in Bengkulu Tengah Regency. The Research Team is: Rini Fitria, Japarudin and Nur Ibrahim. Research problem formulation of how multicultural communication in maintaining harmony between religious communities in Bengkulu Tengah regency. The purpose of this study is exploratory research, answering the formulation of the problem and providing solutions to understanding multicultural communication in maintaining harmony between religious communities in Sunda Kelapa and Abu Sakim villages, Pondok Kelapa subdistrict, Pondok Kelapa district, Bengkulu Tengah district. To examine these problems in depth and thoroughly, researchers used a qualitative approach with a descriptive type. Data collection methods used were participant observation, in-depth interviews and documentation studies. Analysis of the data used is triangulation. The results of the study are 1) Multicultural communication in Sunda Kelapa and Abu Sakim villages in the Cultural and Religious Studies is used effectively by the community. 2) The multicultural communication process in Sunda Kelapa and Abu Sakim villages uses a process of thoughtful sensation, perception, thinking and motivation so that harmony can be maintained well. 3) Multicultural communication in maintaining harmony between religious communities in the villages of Sunda Kelapa and Abu Sakim emphasizes religious tolerance in the form of mutual respect, respect, care, consensus and help.
Invensi Di Balik Layar: Politik Penonton Streaming Setelah Televisi Masdar Farid A.S
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.091 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.738

Abstract

The presence of Internet as a seamless service has changed the forms of family culture in various classes. Through watching streaming television for example, it has created new social groups, for example young people to watch television through their software. The relationship of young people and parents in family culture changes into a more milenials and unbound relationships. In addition, new social groups like middle-class in the town have also changed the prime time of watching television as an agenda in self-existence. Therefore, television shows are no longer being watched at the same time. This paper will discuss about the changing attitude of viewers from television conventions to television streaming. This research is conducted by taking interviews of young people in urban Yogyakarta and Jakarta as a form of representation of the current millennial life. Key words :Television, Middle Class, Streaming
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA BALI NINE DALAM TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA Khermarinah Khermarinah
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.155 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.145

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan hukuman mati bagi terpidana mati tindak pidana penyalahgunaan narkotika menurut pandangan hukum Islam. Hukuman mati merupakan hukuman pokok dan paling puncak dari segala bentuk hukuman, dan penerapan hukuman ini dilaksanakan apabila bentuk hukuma lain tidak memberi efek jera, seperti hukuman penjara, denda dan lain sebagainya. Penerapan  hukuman mati bagi terpidana dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dalam pandangan hukum Islam telah sesuai, karena terpidana tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini dapat dikategorikan telah melakukan pengrusakan dan kezaliman di atas dunia ini. Dalam ajaran Islam orang-orang yang melakukan perusakan dan kezaliman di atas duni ini wajib diperangi, kerusakan dalam konteks ini. Dampak dari mengkonsumsi narkotika tersebut, korbannya akan mengalami kerusakan organ tubuh yang vital ( hati, jantung, ginjal, otak) bahkan mengakibatkan kematian. 

Page 2 of 16 | Total Record : 156


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue