cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
MANUSIA SEBAGAI PEMAKMUR BUMI Aibdi Rahmat
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.877 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.757

Abstract

Oleh karena itu, ketika Allah akan menjadikan manusia sebagai khalifah, Ia telah memberikan potensi bagi manusia berupa pengetahuan tentang segala hal yang dibutuhkan mereka untuk pengelolaan bumi ini, baik itu berupa pegetahuan nama benda-benda ataupun pengetahuan mengenai fungsi benda-benda tersebut. Dengan adanya potensi ini berarti mereka siap menjalankan tugas yang diberikan-Nya untuk dan mengelola bumi dengan baik. Pengelolaan bumi yang diingini Allah adalah pengelolaan yang baik dan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Dan hal itu akan memberi manfaat bagi manusia berupa kemakmuran dan kesejahteraan selama berada di bumi ini.Dengan menjalankan fungsi atau tugas sebagai pengelola bumi, manusia dituntut untuk mengaktifkan dengan segala daya dan kemampuan seluruh potensi yang telah diberikan Allah kepadanya. Potensi yang telah diberikan-Nya berupa nama dan fungsi benda-benda sangat membantu manusia dalam mengelola bumi ini. Potensi pengetahuan yang diberikan-Nya kepada manusia bukanlah potensi yang instan atau sudah jadi seperti pengetahuan yang kita kenal pada saat ini. Namun, potensi tersebut merupakan dasar utama dari pengetahuan yang ada dan berkembang saat ini. Maka yang dituntut dari manusia adalah kemampuannya untuk mengembangkan pengetahuan dasar tersebut, sehingga berkembang dan akhirnya mampu mengantarkan mereka untuk mengelola bumi ini. Kata Kunci: Manusia, Bumi, Khalifah.
Konstruksi Kepemimpinan Dalam Rumah Tangga Istri Pencari Nafkah Utama Dalam Bingkai Hukum Islam dan Hukum Positif di Kota Bengkulu Zurifah Nurdin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.945 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v4i1.2376

Abstract

This research was motivated by the husband's unpreparedness and unwillingness to fulfill a living for his wife and children, even though the responsibility of living is assumed by him. The wife was used as an ATM  for the husband so that he becomes a colonized creature both physically and mentally. Islamic law and positive law uphold benefits in order to achieve justice, therefore positioning the wife as the main breadwinner and leader even head of the family is legitimate based on the theory of maslahah al mursalah and maqashid asyari'ah. The husband will be positioned as a leader if he fulfills a living for his wife and children, both inner and outer.
POLA PEMBINAAN UMAT DI MASJID DAN GEREJA (Studi deskriptif kualitatif di masjid Agung At-Taqwa kota Bengkulu dan di Gereja St. Yohanes Bengkulu) Bakhtiar Bakhtiar
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.616 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.748

Abstract

Pola pembinaan umat dalam kelompok majelis taklim yang diikuti oleh peserta  yang relatif banyak, meliputi anak-anak, remaja, sampai orang dewasa bahkan manula, merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dianggap paling baik  dan dominan dilakukan dikalangan masjid. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan seumur hidup (life long education) dan pendidikan untuk semua ( education for all). Mengenai materi pembinaan biasanya lebih banyak  berhubungan  dengan tingkah laku atau akhlak, baik akhlak sesama  manusia apalagi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.  Hal ini sejalan dengan GBHN  sebagaimana  yang dikutip oleh Imam Barnadib  bahwa; pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan  di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Artinya pembinaan umat yang ada di rumah ibadah juga merupakan usaha untuk  menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia dan  mempunyai tujuan yang sama  dengan pendidikan nasional. Tugas Gereja untuk melaksanakan pengutusan  Kristus, diserahkan kepada mereka yang berhak dan harus diujudkan oleh seluruh umat. Maka seluruh Uskup dan Pastor Kepala  Paroki dan para imam  menyadari  bahwa tugas merasul sama pada semua orang beriman, baik kristus  maupun biarawan-biarawati dan  awam lainnya. Dan dalam pembangunan Gereja semua bekerja sama  dalam semangat persaudaraan Kata kunci: Pembinaan, Masjid, Gereja.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN IBU-IBU MAJELIS TAKLIM DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ANAK DALAM KELUARGA DI KECAMATAN PONDOK KELAPA, BENGKULU TENGAH Nurul Fadilah
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.338 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.156

Abstract

Pendidikan anak pertama kali diperkenalkan oleh keluarga. Peran ibu menjadi sangat penting untuk melengkapi tugas ini. Begitu pula dengan aktifitas keagamaan, ibu-ibu menjadi aktor penting untuk pendidikan agama anak-anaknya. Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya adalah amanah dari Allah SWT, amanah untuk merawat, mengasuh dan mendidik anak-anak mereka sebagai generasi penerus agar mereka menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah, sehat jasmani dan rohaninya, cerdas, terampil dan tanggap terhadap tantangan zaman. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini tentunya ibu harus membekali diri dengan  ilmu agama dan harus terlebih dahulu mengamalkan ilmu agama tersebut, sehingga menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Salah satu wadah bagi ibu-ibu untuk mempelajari dan memahami ilmu agama tersebut adalah majelis taklim yang sudah secara rutin dan teroganisir melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan yaitu belajar membaca dan menafsirkan Al-quran, mendengarkan ceramah, mengkaji ilmu-ilmu agama sesuai dengan kurikulum seperti : fiqih, akhlak, ibadah, aqidah, ilmu pendidikan, dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab orang tua. 
Identifikasi Program Pengentasan Kemiskinan Di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Menggunakan Model Center Of Islamic Business And Ekonomic Studies (CIBEST) Nilda Susilawati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.702 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.2367

Abstract

This study aims to identify poverty alleviation programs in the Malabro village in the Sagara Bay of Bengkulu as a sample of poverty alleviation programs in the city of Bengkulu. This research is a qualitative research combined with the analysis of the CIBEST model. The results of this study found that 95.26% of families are materially poor and spiritually rich and 4.74 families are materially rich and spiritually rich. While the poverty alleviation program is carried out with the distribution of consumptive zakat funds, distribution of productive long-term zakat funds, working capital assistance for poor households, scholarship assistance for poor children, entrepreneurship motivation training and increased business competitiveness for youth youth groups, empowering fishermen wives through training in processing fish catches, and home garden land use through hydroponic training.
Badau ‘di’ Indonesia : Kasus Daerah Perbatasan Indonesia yang Masih Terlantar Studi Kasus Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Ririh Megah Safitri
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.923 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.739

Abstract

Letak geografisnya yang bersandingan langsung dengan Lubok Antu (Serawak) menjadikan Badau sebagai wilayah perbatasan Indonesia-Serawak yang penuh dengan permasalahan sosial.  Pemenuhan kebutuhan vital atas pangan, pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat menjadi isu pertama dalam tulisan ini. Pada kenyataannya, situasi dan kondisi di perbatasan mengkonstruksi ketergantungan masyarakat Badau atas Lubok Antu (Serawak). Akses yang mudah, cepat dan jenis kualitas barang-jasa dari Lubok Antu (Serawak) menjadi point lebih yang melatarbelakangi ketergantungan tersebut. Persoalan vital lain yakni eksistensi perlindungan hukum bagi masyarakat perbatasan. Heterogenitas masyarakat Badau baik dari latar belakang etnis, agama dan stratifikasi sosial membuat potensi konflik semakin tinggi. Selain itu ketegangan antar negara bisa saja terjadi, khususnya konflik terkait pekerja (illegal-legal). Pada konteks ini, aparat negara harus berperan secara maksimal disamping peraturan dan aparat dari adat (Dayak – Melayu). Terpautnya jarak antara pusat pemerintahan dan Badau lantas berujung pada berbagai bentuk ketidakpastian kehidupan  yang dijalani oleh masyarakat Badau. Pendidikan dan jaminan kesehatan bagi anak dan remaja menjadi salah satu point penting dalam upaya pemberian kepastian bagi masyarakat perbatasan. Statusnya sebagai daerah yang terpelosok dan terpencil tersebut tidak bisa menjamin kelancaran distribusi baik barang, jasa maupun peraturan dari pemerintah kepada masyarakat di Badau.Kata Kunci : Perbatasan, Disfungsi, Negara, Badau, Lubok Antu, Kalimantan Barat, Serawak
MODEL SOSIALISASI IAIN BENGKULU Japaruddin Japaruddin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.693 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.147

Abstract

Meskipun telah banyak dilakukan penelitian tentang dinamika kehidupan kampus IAIN Bengkulu, dengan tema yang beragam; tentang mahasiswa, dosen dan karyawan, namun penelitian ini berfokus pada usaha mencari satu model dan alur kegiatan sosialisasi yang dapat dilakukan oleh IAIN Bengkulu. Menggunakan paradigma penelitian deskriptif kualitatif, sosialisasi dapat dilakukan dengan lebih dahulu menentukan strategi komunikasi. Tenaga utama (penyampai pesan) sosialisasi adalah mahasiswa IAIN Bengkulu, sasaran utama sosialisasi adalah siswa SMA/MA kelas XII, sedangkan media yang dominan banyak diakses oleh calon siswa adalah internet. Umumnya calon mahasiswa (siswa SMA kelas XII), memilih kuliah dia IAIN Bengkulu dikarenakan keinginan sendiri, biaya (SPP) yang murah dan terjangkau, dan sebagian lagi dikarenakan mengikuti saran orang tua, teman, maupun saran dari alumni IAIN Bengkulu. Adapun ketika memilih jurusan/program studi, maka penimbang penentu memilih jurusan/prodi  adalah saran orang tua, saran dari kerabat/saudara/teman maupun kakak tingkat/senior yang sudah kuliah di IAIN Bengkulu.
PENGGUNAAN METODE LEARNING STARTS WITH A QUESTION PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS III UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA TEKS ARGUMENTASI Fera Zasrianita
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1161/mjppm.v1i1.2235

Abstract

This research aimed to describe the use of Learning Starts with a Question method ‘Bahasa Inggris III’ subject to improve of reading comprehension in argumentation text onfourth students of Pendidikan Agama Islam program class D in Tarbiyah and Tadris faculty ofState Institute of Islamic Studies
PENAFSIRAN AYAT-AYAT GENDER ( Telaah atas Pemikiran Muhammad Izzat Darwazah dalam Kitab Tafsir al-Hadis) Rindom Rindom
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.422 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.191

Abstract

Konsep relasi gender yang dikenalkan oleh Islam lebih dari sekedar mengatur keadilan gender dalam masyarakat, tetapi secara teologis dan teleologis juga mengatur pola relasi mikrokosmos (manusia), makrokosmos (alam), dan Tuhan. Hanya dengan cara ini   manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah, dan hanya khalifah sukses yang dapat mencapai derajat ‘abid sesungguhnya. Untuk kepentingan ini, Islam telah memperkenalkan konsep dan penilai ideologis yang fundamental menyangkut relasi gender yang mengacu kepada ayat-ayat Alquran yang secara substantif  sekaligus menjadi tujuan utama syari’ah (maqashid al-syari’ah), antara lain mewujudkan keadilan dan kebaikan (QS. 16:90), keamanan dan ketenteraman (QS. 4:58), dan menyeru kepada kebaikan dan mencegah kejahatan (QS. 3:104). Ayat-ayat inilah yang seharusnya dijadikan frame work dalam menganalisa relasi jender dalam Alquran, terutama ketika memahami pesan-pesan normatif yang terdapat tema-tema ayat yang secara spesifik dapat dipahami sebagai ayat-ayat gender
ANALISIS KLAUSUL ARBITRASE DALAM AKAD PEMBIAYAAN DI BRI SYARIAH CABANG KOTA BENGKULU fauzan fauzan
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.854 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penyusunan rumusan klausul arbitrase yang tercantum dalam akad pembiayaan di bank BRI Syariah Cabang Bengkulu dan  bagaimana pihak bank BRI Syariah Cabang dapat memenuhi mekanisme arbitrase berdasarkan klausul arbitrase yang telah disepakati jika terjadi perselisihan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif analitis. Dari analisis data yang diperoleh kesimpulan bahwa rumusan klausul arbitrase yang tercantum dalam akad menyebutkan secara jelas bahwa Basyarnas adalah sebagai forum hukum dalam menyelesaikan sengketa sesuai dengan standarisasi akad perbankan syariah. Belum adanya lembaga Basyarnas sesuai klausul akad untuk menyelesaikan sengketa, maka pihak BRI Syariah Cabang Bengkulu menyerahkan penyelesaiannya ke Pengadilan Agama. Fakta ini memunculkan ketidakpastian hukum bagi para  pihak karena terjadi ambiguity kewenangan forum hukum dalam menyelesaikan perselisihan jika terjadi sengketa.  Oleh karena itu perlu untuk dipertimbangkan agar Peradilan Agama dicantumkan secara tegas dalam rumusan klausul akad perbankan syariah.

Page 4 of 16 | Total Record : 156


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue