cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN SANKSINYA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kritis UU No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Toha Andiko
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.949 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.761

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (selanjutnya disingkat KDRT) merupakan bagian khusus dari hukum pidana di Indonesia. Disebut khusus karena tindak pidana KDRT diatur tersendiri dalam UU No. 23 Tahun 2004. Lahirnya UU ini berasal dari keprihatinan bangsa Indonesia atas maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang secara substansi tidak ada pengaturan khusus dalam KUHP. Oleh sebab itu, masalah KDRT ini sulit diselesaikan secara hukum. Di samping itu, kesulitan lain muncul dalam penyelesaian KDRT ini akibat pemahaman yang sempit bahwa masalah keluarga adalah ruang privat yang tabu dibicarakan. Pada satu sisi, tujuan dari dibuatnya UU No. 23 Tahun 2004 ini dianggap baik karena sebagai upaya preventif untuk melindungi pihak-pihak yang lemah dalam rumah tangga agar terjaga dari tindak kekerasan oleh anggota keluarga. Sekaligus sebagai upaya penjeraan bagi pelaku kekerasan agar tidak mengulangi lagi perbuatannta. Namun, dalam pengaturan yang sangat rinci tersebut, ada kriteria kekerasan yang tidak sejalan dengan ketentuan hukum Islam. Selain itu sulit juga untuk membatasi ukurannya dan membuktikannya. Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan secara deskriptif, analisis, dan kritis. Hasilnya, kriteria kekerasan yang disebutkan dalam UU No. 23 tahun 2004 tersebut pada prinsipnya sudah sesuai dengan ajaran Islam. Hanya saja, dalam rinciannya ada yang tidak sesuai seperti tindakan suami yang menggauli istrinya dengan paksaan karena suami sangat membutuhkannya. Padahal, dalam ajaran Islam isteri merupakan haq al-intifa` suami yang bisa dimanfaatkan oleh suami selama isteri tidak ada halangan syar`i untuk berhubungan badan. Sehingga jika suami ingin melakukannya dan isteri menolaknya tanpa alasan yang dibenarkan syara`, maka isteri di sini telah melakukan nusyuz, dan suami dianggap tidak melakukan kekerasan, tapi meminta haknya. Sedangkan sanksi yang diterapkan pada tindakan kekerasan dalam rumah tangga meliputi penjara atau denda sebagaimana diatur dalam UU No. 23 tahun 2004, pada dasarnya juga seudah sesuai dengan fungsi utama penerapan hukuman dalam Islam yaitu zawajir (efek jera) dan ta’dib (pembelajaran). Hanya saja, dalam penerapannya ada yang bertentangan dengan tujuan hukuman itu sendiri. Sebagai contoh, suami yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang miskin, jika si suami harus dipidana atau didenda dengan putusan hakim, maka tentu akan menghilangkan sumber nafkah keluarga dan memperparah ekonomi keluarga. Begitu juga dengan sanksi denda yang harus diserahkan ke negara. Sanksi denda yang diterapkan seharusnya diserahkan kepada pihak korban kekerasan yang dirugikan, dan bukan kepada negara yang dalam hal ini bertindak sebagai hakam.  Abstrak: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Sanksi, Hukum Islam
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR PADA DOSEN FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB. DAN DAKWAH (FUAD) DI IAIN BENGKULU Maryam Maryam
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.4 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii pengaruh kompetensi pedagogik dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen Fakultas Ushuluddin , Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena tidak ada penarikan sampel melainkan semua populasi yang meruapakan dosen FUAD IAIN Bengkulu yang brjumlah 47 orang dijadikan responden dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan diujicobakan untuk mengukur validitas dan reliabilitasnya kmudian diukur juga normalotas datanya. Hasil uji validitas dan reliabilitas seluruh item dalam angket tersebut tidak semuanya valid dan seluruh item yang tidak valid dikeluarkan dari deretan butir angket sehingga diperoleh seluruh data valid dan reliabel. Demikian juga halnya dengan uji normalitas menunjukkan data normal dan menandakan uji regresi dapat dilanjutkan. Dengan menggunakan analisis regresi statistik SPSS versi 16 diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif secara signifikan antara kompetensi pedagogik dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen. Namun berdasarkan uji t secara parsial diperoleh temuan bahwa kompetensi pedagogik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja dosen, sementara motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja dosen.
PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN MUSLIM TENTANG MASLAHAH TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMSI TERBATAS HANYA PADA KOMODITAS HALAL (Studi : Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Tahun 2015) Rini Elvira
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.757 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.161

Abstract

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah salah satu rujukan nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumberdaya manusia melalui pencapaian kualifikasi sumberdaya manusia Indonesia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dan sistem pelatihan kerja nasional, serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek dan kesiapan beberapa perguruan tinggi di kota Bengkulu yang berposisi sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) pogram studi pendidikan bahasa Inggris terhadap wacana pemberlakukan kurikulum berbasis KKNI yang efektif akan diberlakukan pada tahun akademik 2016/2017. Disamping itu penelitian ini bertujuan menjadi sarana penemuan solusi terhadap kendala yang menjadi rintangan dari pemberlakukan kurikulum berbasis KKNI. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kelima LPTK yang menyelenggarakan program studi pendidikan bahasa Inggris pada prinsipnya siap melakukan perberlakuan kurikulum berbasis KKNI pada tahun akademik 2016/2017, akan tetapi efektifitas penerapan kebijakan ini seyogya dibarengi dengan kesiapan semua perangkat yang dibutuhkan termasuk kebijakan pengembangan kurikulum tertulis dari masing-masing institusi secara permanen. Dari lima LPTK yang ada, hanya FKIB-Unib yang telah menerapkan kurikulum KKNI dan berjalan baik sedangkan yang lain masih dalam proses finalisasi struktur kurikulum yang diharapkan.KKNI, Pembaharuan Kurikulum, dan LPTK 
STUDI PEMAHAMAN LITERASI MEDIA IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PANDUAN PENDAMPINGAN ANAK MENONTON TELEVISI DI KELURAHAN SUKARAMI KOTA BENGKULU Robeet Thadi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.764 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.752

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk untuk mengeksplorasi pengetahuan literasi media orang tua khusunya ibu-ibu di kelurahan Sukarami kota Bengkulu, serta untuk menganalisis kompetensi literasi media individu ibu-ibu dalam memilih dan pendampingan anak menonton televisi di kelurahan Sukarami kota Bengkulu. Untuk mengungkap fenomena literasi media kota Bengkulu, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan tradisi fenomenologis. Dalam pengumpulan data menggabungkan metode observasi partisipan dan wawancara mendalam, ada 16 informan dalam pelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pengetahuan ibu-ibu tentang literasi media masih pada pengetahuan jenis, kategori, fungsi, dan pengaruh media televisi. Pengetahuan literasi media ini banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, karir, status sosial dan tingkat religiusitas masing-masing orangtua. Semakin baik tingkat pendidikan, maka semakin baik pula keterampilan dan struktur pengetahuan terhadap media. Kedua, kompetensi ibu-ibu tentang literasi media dalam memilih dan memberikan pendampingan anak menonton program televisi, berada pada level basic dimana kemampuan ibu-ibu dalam mengoperasikan media tidak terlalu tinggi, kemampuan dalam menganalisa konten media tidak terlalu baik, dan kemampuanberkomunikasi lewat media terbatas. Demikian pula pada pendampingan anak dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama, pembatasan jam menonton dan pemilihan isi program televisi. Kedua, melalui diskusi dan bertukar pikiran dengan anak, sebelum, saat, ataupun setelah menonton televisi. Kata Kunci: literasi media, pendampingan, televisi, ibu-ibu.
Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Pendidikan Inqlusi Bagi Anak Yang Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDIT Al Aufa Kota Bengkulu Hengki Satrisno; Heny Friantary
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.473 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v4i1.2371

Abstract

Education makes the needs of every human being, as an effort to maximize all the potential of the creator in order to become our human being. No exception for individuals who physically and psychologically have deficiencies and weaknesses called Children with Special Needs (ABK). To optimize the potential of these individuals, an appropriate learning pattern is needed, especially in the learning process of Islamic Religious Education. Al Aufa SDIT is an educational institution that provides Inclusive education services for ABK. Implement learning at SDIT Al Aufa using teacher and media learning patterns. Where this learning activity begins with compiling learning objectives, determining teaching material, establishing learning methods and media and evaluation instruments arranged simply. While learning activities in the classroom encountered several obstacles, namely the characteristics of ABK who were hyperactive, had difficulty communicating/ socializing and were slow in responding to the stimulus provided.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 45 CURUP Murni Yanto
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.176 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.743

Abstract

Learning Indonesian language in Elementary School 45 Curup authors can describe that when teaching Master do not used a media of learning, teachers do not used a variety of methods, teachers do not give homework, when learning takes many students who lack discipline, the value of the student has not reached a value which has been determined. The quality of learning that is still fairly low, a strategy that has been done by the Indonesian language teacher in Elementary School 45 Curup in improving learning Indonesian is to Improve Discipline, Setting up a learning material, Conducting Classroom Management, Using Learning Method Compatible with Content and Learning Objectives, Giving homework, give the Achievement Award to students, Conducting Tests Or Rate After Teaching and Learning.  Keyword: Teacher strategy, Learning
HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA (Studi di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu) Asniti Asniti
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.151

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara self esteem mahasiswa dengan motivasi bela jar mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa pada mahasiswa semester VII (tujuh) Prodi BKI Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Th. 2012/2013   (FUAD) IAIN Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat korelasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukuan menggunakan media angket yang kemudian diolah dengan program SPSS 17,0 dan rumus Pearson Correlation  untuk menjawab permasalahan tersebut.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan yang sedang (cukup) sebesar0,422 antara self esteem dengan motivasi belajar harga ini didasarkan pada interpretasi interval koevisien  0,4-<0,7. Berdasarkan data dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi self esteem maka semakin tinggi pula motivasi belajar mahasiswa.
Pemberian Bantuan Hukum Terhadap Masyarakat Miskin (Studi Pada Lkbh Iain Bengkulu) Iman Mahdi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.356 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i1.2343

Abstract

Law Number: 20 of 2003 concerning the National Education System, states that education is a conscious and planned effort to create an atmosphere of learning and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, morals noble, as well as the skills needed by himself, society, nation and state. Based on preliminary observational data obtained by the author at Sint Carolus Catholic High School in Bengkulu City, the total number of students is 263 people, with 129 male and 134 female students. Meanwhile the number of students based on their religion is 48 Muslim students, 71 Catholic students, 96 Christian students, 46 Buddhist students, 1 student Confucius, and 1 student belief stream.
Sawer: Simbol Komunikasi Kultural Penyanyi dan Penonton M. Ali Sofyan
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.324 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i3.731

Abstract

Realitas sawer dan dangdut memiliki makna cukup dalam jika disimak keinginan yang ingin didapatkan sang penyawer. Runtuhnya kelas terjadi dalam ruang antara personel musik dan penyawer. Sawer layaknya tiket masuk untuk berkuasa atas kedekatan dengan penyanyi. “uang saweran” mampu menghilangkan identitas dan profesi penyawer karena bagi mereka buruh pabrik pun tak segan menyawer dengan catatan dia suka. Sebelum “ritual” sawer berlangsung panggung adalah milik bersama dan dapat dinikmati publik. Saat penyawer naik panggung dan memulai transaksinya seketika itu lah panggung berhasil direbut. Hanya sisa sebagian saja milik penonton lain, karena bagi penyawer merebut panggung terjadi saat interaksi dilakukan dengan penyanyi. Kuasa aktualisasi diri dapat ditumpahkan dan seolah ketidakpedulian akan kondisi sekitar luntur. Merebut panggung dilakukan sebagai konsumsi pemenuhan kebutuhan akan panggung. Moral dalam ideologi dan sistem komunikasi, struktur pertukaran adalah termasuk konsumsi (Baudrillard, 2013). Komunikasi kultural ditambahkan oleh penyanyi dengan penyawer dan penyawer dengan penonton. Eksistensi dipertontonkan penyawer di atas panggung kepada semua penonton bahwa dia dapat merebut kuasa. Komunikasi non verbal ini adalah interpretasi perilaku dan simbol sebagai akibat pembobolan ruang. Akhirnya, orang melihat dangdut wajib hukumnya dengan sawer. Transformasi kelas, perebutan panggung dan pertunjukan komunikasi kultural adalah salah satu faktor penyebab orang suka dengan sawer. Kata kunci : Sawer, Kultur, Penyanyi, Penonton, Kelas Sosial
PETA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DAN MANAJEMEN KONFLIK DI KOTA BENGKULU Wira Hadikusuma
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mengetahui peta kerukunan dan ketidakrukunan serta manajemen konflik yang dilakukan terhadap konflik yang terjadi pada masyarakat Kota Bengkulu. Penelitian ini menghasilkan bahwa pola kerukunan umat beragama di kota Bengkulu dapat dikategorikan sebagai kerukunan pasif, yaitu kerukunan antar umat beragama berjalan lebih dominan dibandingkan dengan ketidakrukunan umat beragama di kota Bengkulu. Karena pada sepuluh tahun terakhir hanya 6 kasus saja. Hal itu, antara lain, pertama, peran tokoh agama dalam membangun komunikasi keagamaan di berjalan lancar dan baik. Kedua, kesadaran masyarakat dan Dukungan pemerintah kota Bengkulu. Ketiga, tingkat pendidikan dan wawasan masyarakat Kota Bengkulu relatif baik, sehingga pendidikan mampu mendewasakan dan mengubah cara pandang masyarakat dalam menyelesaikan konflik. Keempat, peran adat istiadat masyarakat kota Bengkulu yang memiliki falsafah damai dibandingkan konflik.  Bagi masyarakat kota Bengkulu yang memiliki karakter dasar afiliasinya “taat pada pemimpin dan adat” tentu saja, peran para pemimpin dan peran pemuka agama menjadi sangat berpengaruh bagi mereka yang dipimpinnya. Adapun manajemen konflik yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintah dan pemuka agama adalah dialog, mediasi dan konsensus, transformasi konflik dan membangun konflik konstruktif.

Page 3 of 16 | Total Record : 156


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue