cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA BENGKULU MENGENAI GERAKAN ISLAM RADIKAL Deni Febrini; Asiyah Asiyah; Qolbi Khoiri
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.779 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.149

Abstract

Gerakan Islam radikal mulai muncul di Indonesia pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Ini dikarenakan masa reformasi memberikan kebebasan dan keterbukaan bagi masyarakat Indonesia untuk berpendapat sehingga menyebabkan munculnya gerakan-gerakan Islam garis keras sebagai tanda ketidakpuasan terhadap pandangan-pandangan Islam ortodoks. Gerakan radikalisme menginginkan perubahan yang cepat dan mendasar sehingga terkadang mereka menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak kelompok mereka. Istilah Islam radikal sebenarnya belum disepakati oleh para ahli agama, mereka lebih mengenal istilah fundamentalisme sebagai ideologi yang ingin mengubah tatanan sosial yang berbasiskan nilai-nilai keagamaan.
Implementasi Pendidikan Religiusitas Berbasis Multikultural di SMA Sint. Corolus Kota Bengkulu Eva Dewi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.31 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i1.2341

Abstract

Law Number: 20 of 2003 concerning the National Education System, states that education is a conscious and planned effort to create an atmosphere of learning and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, morals noble, as well as the skills needed by himself, society, nation and state. Based on preliminary observational data obtained by the author at Sint Carolus Catholic High School in Bengkulu City, the total number of students is 263 people, with 129 male and 134 female students. Meanwhile the number of students based on their religion is 48 Muslim students, 71 Catholic students, 96 Christian students, 46 Buddhist students, 1 student Confucius, and 1 student belief stream.
ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE DALAM IKLAN KAMPANYE PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI BENGKULU TAHUN 2015 Rini Fitria
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.168 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.698

Abstract

Iklan sebagai salah satu media marketing public relations yang kini banyak diminati. Kelebihan memasarkan product melalui iklan di televisi adalah mampu menjaring dan mengantarkan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang menyaksikan. Selain itu, iklan dianggap cukup efektif karena memiliki unsur visual dan audio visual. Istilah advertising itu sendiri datang dari kata kerja bahasa latin “advertere” yang berarti mengarahkan perhatian seseorang. Dari analisis semiotika Charles Sanders Peirce dalam iklan kampanye calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Bengkulu tahun 2015 dapat di simpulkan bahwa: Lima iklan kampanye tersebut memiliki sign/tanda yang sangat banyak berupa audio visual tokoh pasangan calon, pemuka adat, masyarakat, benda benda, geografi. Memiliki object yang bisa di lihat dan di dengar dengan panca indera berupa gambar dan suara.
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROGRAM SHALAT JAMA’AH BERHADIAH DI KOTA BENGKULU Ahmad Mathori
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.917 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.184

Abstract

Pro-kontra dalam masyarakat terkait pelaksanaan shalat jama’ah berhadiah di kota Bengkulu hingga kini belum kunjung menemukan titik terang, bahkan berpotensi kepada disintegrasi bangsa. Tulisan ini ingin melihat bagaimana pandangan hukum Islam terhadap program shalat berjamaah berhadian di kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data langsung dari dua sumber, yaitu data yang  diperoleh dari lapangandan data yang diperoleh dari kepustakaan, karenanya penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan sekaligus.  Menurut sifat datanya penelitian ini bersifat deskriptif-eksplanatif.  Data-data yang ada akan dideskripsikan secara naratif-eksplanatif. Dari hasil penelitian menemukan bahwa, pertama program shalat berjamaan  hukumnya mubah (boleh), apabila program shalat jama’ah berhadiah tidak akan mempengaruhi niat pelaku shalat jama’ah berhadiah karena Allah Ta’ala. Dengan demikian, hukum shalatnya tetap sah (tidak rusak) dan terlepas dari kewajiban. Kedua hukumnya haram (terlarang), apabila program shalat jama’ah berhadiah mempengaruhi niat pelaku shalat jama’ah brhadiah, sehingga niat karena hadiah atau karena Allah dan hadiah maka pelaku shalat jama’ah berhadiah batal (rusak) shalatnya dan belum terlepas.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI ASPEK AKHLAQ BERBASIS PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEMOKRATIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMPN 12 KOTA BENGKULU Alfauzan Amin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.436 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.755

Abstract

Aspek Pendidikan Agama yang banyak disoroti adalah menyangkut aspek muatan kurikulum atau materi pendidikan agama, sarana pendidikan agama, termasuk di dalamnya buku-buku dan bahan-bahan ajar pendidikan agama yang belum mampu membangkitkan semangat dan kesadaran beragama. Sebagai pengajar harus melalukan inovasi karena sudah menjadi tanggung jawab profesional. Kali ini akan dikaji bagaimana pembelajaran materi PAI dengan aspek akhlak dengan pendekatan demokratik. Pembelajaran dengan pendekatan demokratik berarti sistem pembelajaran ditekankan pada kegiatan yang melibatkan semua siswa dengan menekankan cara berfikir kreatif, kritis dalam mengemukakan pendapat, ide maupun gagasan sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki dan beragam kecerdasan siswa yang meliputi kecerdasan verbal, matematik, ruang, kinestetik, musikal, kecakapan intrapsikis.Selanjutnya Model demokratik yang ditemukan dan dirancang ini berorientasi meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, ekspresi kreatif, empati dan wawasan dalam hubungan sosial. Model ini memiliki dampak pembelajaran yaitu anak dengan mudah dapat menguasai pemahaman materi agama yang sangat doktrinal sekalipun. Kata Kunci: Bahan Ajar, PAI, Konsep.
Pandangan Al-Quran Dalam Politik Makmur Makmur
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.535 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v4i1.2374

Abstract

Al-Quran is the word of Allah Almighty which was revealed to mankind as a source of guidance to the most straight and blessed path, the arrival of the Koran to regulate, direct, and guide human affairs towards a successful and existent world, so that there is no one any problems that exist above the world and even the hereafter unless it is regulated by the guidance of the Koran, not least in politics, even long before the creation of nature there are already political and ethical foundations that must be obeyed in healthy politics in the style of the Koran. It is not like the suspicion of sentiments towards Islam which says that Islam only takes care of the afterlife, or the expression of a group of phobias with Islamic law which says that political affairs must be separated from religious affairs, whereas worldly problems are dealt with by reason, logic and sheer lust. . So whoever holds fast to the political ethics of the Quran, he will be saved in his career towards Allah, on the contrary if he defies it will be misled and get the wrath of the owner of the universe.
PEMIKIRAN TASAWUF SYEIKH IBN ‘ATOILLAH AS-SAKANDARI DALAM KITAB AL HIKAM (Kajian Tentang Rekonstruksi Dan Kontribusi Nilai-Nilai Tasawuf Dalam Pendidikan Islam) Azizah Aryati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.979 KB) | DOI: 10.1161/.v5i1.746

Abstract

Tergolong ulama yang produktif, dengan lebih dari 20 karya meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibn Ajiba. Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syaikhul Islam ibn Taimiyyah mengenai persoalan tauhid. Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibn Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara Ibnu ‘Atha’illah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at. Key words: Pemikiran, Tasawuf, al-Hikam
MODEL LESSON STUDY DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN PADA PROGRAM STUDI PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS IAIN BENGKULU Sukarno Sukarno
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.485 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pembelajaran Metodologi Penelitian Pendidikan dengan berbasis lesson study pada Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan paradigma definisi sosial yang bergerak pada kajian mikro melalui langkah-langkah (1) Identifikasi permasalahan peningkatan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan berbasis lesson study pada Program Studi PGMI FTT IAIN Bengkulu (2) langkah-langkah lesson study yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan pada Program Studi PGMI FTT IAIN Bengkulu melalui PTK . Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI sejumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, , soal essay dan lembar observasi.
Implementasi Pendidikan Agama Islam Untuk Lansia Di Panti Sosial Tresna Wherda Provinsi Bengkulu Arci Novita Dahyani; Zulkarnaen S; Nely Marhayati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v4i2.2380

Abstract

Law Number 13 of 1998 concerning elderly welfare chapter 5 article 13 which reads: (1) Religious and mental spiritual service for the elderly is intended to strengthen the sense of desire and devotion to God Almighty. (2) Religious and mental spiritual services as referred to in paragraph (1) are carried out through increased religious activities in accordance with their respective religions and beliefs. Elderly education is one form of non-formal education. Islamic religious education in non-formal institutions is affirmed in Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, Article 30 which reads: (1) Religious education is carried out by the government and / or community groups and religious adherents, in accordance with statutory regulations . (2) Religious education functions to prepare students to become members of the community who understand and practice the values of their religious teachings and / or become religious scholars. (3) Religious education can be carried out in formal, non-formal and informal education channels. Based on observations obtained by researchers at Tresna Wherda Social Institution in Bengkulu Province, there are 82 elderly people with details, 52 men and 30 women. The purpose of this study is to describe the Implementation of Islamic Education for the elderly in Tresna Wherda Social Institution in Bengkulu Province and describe the Supporting Factors and Inhibiting Factors of Islamic Religious Education for the elderly in Tresna Wherda Social Institution in Bengkulu Province. This type of research is a qualitative study using a phenomenological approach. The results of this study are: 1) The implementation of Islamic religious education for the elderly at Tresna Wherda Social Institution in Bengkulu Province, among others: religious lectures (recitation), Fostering Worship (Congregational Prayer) which is carried out five times a day namely dawn, dhuhur, ashar, maghrib, and isya ', and Development of Reading and Memorization of Short Letters in juz 30. 2) Factors that influence Islamic religious education for the elderly at Tresna Wherda Social Institution in Bengkulu Province are: Supporting factors in the form of religious builders (religious teachers and religious teachers) qualified, a conducive environment, adequate facilities for the elderly, and high interest and motivation of the elderly in attending Islamic religious education. Inhibiting factors in the form: decreased physical condition of the elderly and diverse backgrounds of the elderly.
Tradisi Aqiqah dan Prosesi Jenazah Masyarakat Merigi Kelindang Zurifah Nurdin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v3i1.2801

Abstract

Tradisi Aqiqah dan Proses Jenazah Masyarakat Merigi Kelindang

Page 8 of 16 | Total Record : 156


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue