cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
PENGGUNAAN GAYA BAHASA SIMILE DALAM AL-QUR’AN Nurhidayat Nurhidayat
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.084 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penggunaan bahasa smile dalam menjembatani rasio manusia yang terbatas dengan bahasa al-qur;an yang serba tidak terbatas. Metode penelitian yang disgunakan adalah pendekatan kualitatif dengan memperhatikan aspek sastra dan hermeunetik (tafsir), karena berupaya memahami redaksi teks ayat-ayat al-Qur’an dari berbagai aspeknya termasuk asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gaya bahasa simile dalam bentuk penggambaran yang luas (perumpamaan) yang terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 25 buah.
Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Dengan Harta Bawaan Ketika Terjadi Perceraian Jhon Kenedi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.047 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i1.2345

Abstract

The Marriage Agreement functions as a solution to anticipate or avoid injustice in the trial process in the court of the distribution of property, if there is a dispute between husband and wife. Conflicts over the distribution of inheritance sometimes can not be resolved by mediation efforts, even after being processed in the first court (religious court), continues into the court of appeal and cassation. Benefits of a Marriage Agreement in the Settlement of Default Assets, to assist the panel of judges adjudicating a case of inheritance disputes in making the right decision in divorce cases. If a case does not occur, the agreement is useful for separating the status between shared assets and property. If a case / dispute occurs, the marriage agreement is available
SENSE OF BELONGING DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS MIGRAN Intan Permata Sari
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.547 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.733

Abstract

Isu mengenai identitas menjadi menarik untuk dikaji. Masyarakat Indonesia semakin heterogen, yang disebabkan keluar-masuknya pendatang baik secara sukarela maupun terstruktur. Migrasi besar-besaran pernah dilakukan pada pemerintahan Orde Baru yang secara terstruktur memindahkan orang-orang (individu) bahkan orang-orang satu desa (bedah desa) ke wilayah-wilayah yang masih sepi penduduk. Hal ini menyebabkan terjadi percampuran budaya antara pendatang dan penduduk lokal. Meskipun begitu, banyak para migran yang masih membawa identitas kultural mereka ke tanah rantau. Mereka tidak serta merta menjadi pribadi yang baru, melepaskan semua simbol-simbol kultural mereka. Referensi kultural mereka tetaplah budaya-budaya yang mereka kenal sejak lahir. Ada yang namanya sense of belonging, yang diartikan sebagaiperasaan memiliki para migran terhadap identitas kultural mereka. Para migran bisa pergi ke mana saja, melakukan asimilasi dan akuturasi kebudayaan tetapi mereka tidak melupakan dan tetap melestarikan nilai-nilai kultural yang selama ini menjadi identitas mereka. Kata kunci : Migran, migrasi, identitas, kultural, sense of belonging
KRITIK TERHADAP POLITIK PENGUASA DALAM KEBIJAKAN PENEGAKAN HUKUM PIDANA Jhon Kenedi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.263 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini menemukan bahwa penegakan hukum pidana memiliki kelemahan baik dalam kebijakan hukum pidana oleh lembaga legislatif (in  abstracto) maupun oleh lembaga yudikatif (in concreto). Pertama, kebijakan hukum pidana oleh lembaga legislatif dalam kerangka penegakan hukum belum sepenuhnya didasarkan kepada kepentingan hukum, melainkan dipengaruhi oleh kepentingan politik. Pada tahap ini  sering terjadi tidak hanya  diskresi penguasa, tetapi juga distorsi kebijakan menyimpang dari penguasa dalam membentuk perundang-undangan sesuai dengan kehendaknya. Misalnya  rencana revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang isi revisinya didominasi untuk kepentingan partai, yaitu  fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kedua, kebijakan hukum pidana pada tataran aplikatif oleh lembaga yudikatif atau penegak hukum (polisi, jaksa, dan hakim), seringkali kebijakan hukumnya tidak memihak kepada keadilan masyarakat. Pada tahap inipun juga banyak terjadi distorsi atau penyimpangan hukum akibat pengaruh politik penguasa yang sangat mudah mempolitisasi hukum bagi kepentingannya, sehingga pada gilirannya hukum menjadi tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil.
FALSAFAH WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI DUNIA MELAYU NUSANTARA Ismail Ismail
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.307 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.188

Abstract

Ketertarikkan terhadap sufisme di Kepulauan Melayu-Indonesia tidak terbatas pada kalangan ulama dan awam Muslim. Para penguasa Melayu di wilayah ini juga tertarik pada konsep sufistik Islam terutama tentang al-Insan al Kamil (manusia sempurna). Mereka sering menganggap diri mereka sebagai manusia sempurna dengan menggunakan istilah-istilah sufistik yang tekenal “ Wali Allah” atau “quthb”. Penyebaran konsep-konsep dan ajaran-ajaran sufistik tersebut, dalam satu hal, juga dirangsang oleh peredaran literatur sufistik  di Indonesia. Misalnya beberapa pemikiran dan ajaran sufistik-filosofis Hamzah Fansuri telah digunakan di Jawa. Antara lain, kitab Muntahi karya Hamzah Fansuri juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, sehingga kitab itu memberi pengaruh sufistik terhadap beberapa literatur sufistik-filosofis (suluk) di Jawa. Ketika kaum sarjana dan cendekiawan kita berbicara tentang pemikiran keagamaan, jarang sekali melihat pada pemikiran yang sudah ada di negerinya. Yang sering terjadi ialah merujuk pada pemikiran yang berkembang di negeri Arab, Persia, dan India, bahkan Eropa, kendati sering kurang relevan. Padahal realitas yang dihadapi masyarakat Muslim di Indonesia berbeda dalam banyak hal dengan realitas yang dialami masyarakat Muslim di negeri-negeri yang telah disebutkan. Padahal pemikiran ulama-ulama Nusantara bukan hanya tidak kalah penting, namun juga memiliki relevansi jika dapat digali dan ditafsirkan kembali seraya menghubungkannya dengan konteks kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat Indonesia masa kini.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA SIMILE DALAM AL-QUR’AN Nurhidayat Nurhidayat
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.752 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penggunaan bahasa smile dalam menjembatani rasio manusia yang terbatas dengan bahasa al-qur;an yang serba tidak terbatas. Metode penelitian yang disgunakan adalah pendekatan kualitatif dengan memperhatikan aspek sastra dan hermeunetik (tafsir), karena berupaya memahami redaksi teks ayat-ayat al-Qur’an dari berbagai aspeknya termasuk asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gaya bahasa simile dalam bentuk penggambaran yang luas (perumpamaan) yang terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 25 buah. Kata Kunci: Al-Qur’an, bahasa simile dalam Al-Qur’an
PEMAHAMAN NASABAH TERHADAP AKAD ASURANSI PRUDENTIAL SYARI’AH DI KOTA BENGKULU Miti Yarmunida
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.248 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.750

Abstract

Perkembangan peradaban manusia di era modern ini terutama di bidang perekonomian sangat pesat, salah satunya adalah perkembangan di bidang Lembaga Keuangan Syari’ah. Ekonom modern, baik ilmuan maupun praktisinya, baik muslim ataupun non muslim, melihat peluang peningkatan percepatan perekonomian melalui lembaga keuangan syari’ah. Seperti perbankan syari’ah, Asuransi syari’ah, pegadaian syari’ah, reksadana syari’ah, BMT, dan lain-lain.Asuransi syari’ah sebagai lembaga keuangan yang beroperasi sesuai dengan prinsip syari’ah, harus benar-benar memperhatikan operasional yang mereka lakukan dari aspek kesesuaian dengan prinsip syari’ah. Sehingga label lembaga keuangan syari’ah tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Setiap produk yang ditawarkan pihak Asusansi Prudential Syari’ah  harus sejalan dengan prinsip akad dalam Ekonomi syari’ah, mulai dari negosiasi antara pihak Asuransi dengan nasabah sampai beakhirnya kontrak (akad).  Kata kunci : Pemahaman, Nasabah, Asuransi Syariah.
EPISTEMOLOGI KEMASLAHATAN KH SAID AQIL SIRAJ DALAM KONSTRUKSI HUKUM ISLAM KONTEMPORER Moh Dahlan
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.36 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.158

Abstract

Dalam tata kehidupan di Indonesia, paradigma ijtihad hukum Islam yang komprehensif bagi bagi umat Islam sangat dibutuhkan untuk menggali ruh agama Islam. Hal ini penting karena Indonesia adalah negara yang mejemuk, sehingga memerlukan landasan hidup bersama yang juga majemuk. Berdasarkan uraian tersebut, kajian ini berujuan untuk meneliti  paradigma ijtihad hukum Islam KH Said Aqil Siraj dan juga konstruksi hukum Islam kontemporer yang dibangunnya. Adapun kerangka teori penelitian ini adalah epistemologi Milton K Munitz, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma ijtihad KH Said Aqil Siraj merupakan bagian dari tipe ijtihad muntasib atau ijtihad madzhab, sehingga produk hukumnya melahirkan ketentuan-ketentuan baru yang dibutuhkan masyarakat dan bangsa. Paradigma ijtihad KH Said Aqil Siraj  dikenal dengan paradigma kontemporer karena adanya upaya memadukan antara kepentingan nas-nas hukum Islam dan realitas empiris faktual. Adapun produk hukum Islamnya menegaskan bahwa memilih pemimpin yang adil, menjaga dan mempertahankan Pancasila dan NKRI – yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai-nilai hukum Islam- merupakan kewajiban personal (fardlu ‘ain) dan sekaligus kewajiban kolektif (fardu kifayah) karena hal itu masuk kategori ketentuan hukum yang diakui syara’ yang dikenal dengan maslahah mu’tabarah.
Penyusunan Design Kurikulum Berbasis Kkni Pada Program Studi Tadris Bahasa Inggris PTKIN (Studi Kasus Pada Iain Bengkulu dan STAIN Curup) Rizkan A. Rahman
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.303 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.2369

Abstract

This study aims to determine the prospects and readiness of two College of Religious Islam Negeri (PTKIN) under the Ministry of Religious Affairs (IAIN Bengkulu and STAIN Curup) which undertake study Program of Tadris English toward discourse of imposition curriculum based KKNI effectively will be enacted in the academic year 2016 / 2017 as which as has been launched nationally through legislation President number 8 in 2012 and later translated into rule of education minester by number 73 in 2013. through the study program or department Tadris English being object of the achievements of learning (learning outcomes) plays as LPTK (educational institution for generating teacher) , namely container nursery candidates qualified English teacher, is worth competitiveness and dedicated. Besides, this research aims to become a means of discovery of solutions to problems that become obstacles from the imposition of KKNI based curriculum. Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) is a national reference for improving the quality and competitiveness of Indonesia in the sector of human resources through the achievement of qualifications of human resources Indonesia produced by the educational system and national job training system, as well as learning outcomes assessment system of equality. Improving the quality and competitiveness of the nation will simultaneously strengthen the identity of Indonesia. The results of this study illustrates that both PTKIN which organizes education courses in English in principle ready to perberlakuan KKNI based curriculum in the academic year 2016/2017, but the effectiveness of this policy seyogya coupled with the readiness of all the devices needed especially the structure of matter refers to an element of competence topical; (A) Basis of personality; (B) The mastery of knowledge and skills; (C) Ability to work; (D) Attitudes and behaviors in the work; and (e) Understanding the rules of Bohemian society. PTKIN Of the two, only the TBI study program IAIN Bengkulu who had started implementing the curriculum KKNI and running well while STAIN Curup still in the process of finalizing the structure of the curriculum and the ripening preparation necessary tools.
MAKNA YANG HILANG (NEO-DEVIAN); Studi Terhadap Miskinnya Penerapan Rahmatan Lil Alamin di Papua Ade Yamin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.604 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i2.741

Abstract

Menjadi pemeluk Islam di Papua tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pemeluknya. Islam sendiri adalah agama ‘baru’ yang hadir di Papua karena para pendatang, bukan agama mayoritas masyarakat asli Papua. Oleh karena itu, nilai-nilai Islam yang ada di Papua tidak berorientasi pada penerapan Rahmatan Lil Alamin tetapi lebih kepada nilai-nilai ekonomi yang menjadi prioritas bagi pemeluk Islam yang lain. Para muslim Papua dihadapi oleh tantangan menjadi Islam yang Rahmatan Lil Alamin tetapi di sisi lain situasi dan kondisi di Papua kurang mendukung. Saat ini sedang berlangsung model-model penyimpangan baru (Neo-Devian) dalam beragama (Islam). Tumbuh suburnya ormas Islam, lembaga pendidikan Islam, paham-paham baru dalam Islam, tidak sejalan dengan pembinaan kelompok  muslim marginal. Munculnya berbagai hal baru tersebut lebih disebabkan oleh dorongan pasar yang begitu kuat, merubah tatanan kehidupan agama dan maindset para cendekiawan Muslim dari hal-hal yang bersifat etis menjadi sekedar gambaran estetis, para cerdik pandai Islam terbawa oleh arus pasar yang menganggap segala sesuatu adalah komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga Islam berakhir pada hukum jual beli.Kata Kunci : Islam Rahmatan Lil Alamin,Papua, Neo-Devian

Page 7 of 16 | Total Record : 156


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue