cover
Contact Name
Anita Dyah Juniarti
Contact Email
anitadyahjuniarti@unbaja.ac.id
Phone
+6281514061796
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Ciwaru Raya II No. 73, Kel. Cipare, Kec. Serang, Kota Serang 42117
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal InTent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu
ISSN : 26549557     EISSN : 2654914X     DOI : -
Jurnal InTent menerbitkan artikel yang mencangkup bidang informasi dan teknologi terpadu yang dimaksudkan sebagai media dokumentasi dan informasi ilmiah yang sekiranya dapat membantu para dosen, staf dan mahasiswa dalam menginformasikan dan mempublikasikan hasil penelitian, opini, tulisan dan kajian ilmiah lainnya kepada masyarakat ilmiah.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL" : 11 Documents clear
ANALISA MULTI-CRITERIA PEMILIHAN PEMASOK BAJA SLAB Erni Krisnaningsih; Anggi Brillian; Saleh Dwiyatno
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan pemasok merupakan salah satu hal yang penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan. Pemilihan Pemasok merupakan masalah multi kriteria yang meliputi faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk pemilihan Pemasok adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan baja PT. ABC yang akan mengembangkan hubungan kemitraan dengan pemasok produk Slab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria prioritas, subkriteria prioritas dalam menentukan Pemasok terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) di PT. ABC. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan kuisioner terhadap karyawan dan pakar bidang pemasok. Penelitian ini menggunakan metode AHP dengan perangkat lunak Expert choice. Dari hasil penilaian tingkat kepentingan kriteria dalam pemilihan Pemasok menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I harga (0,45), prioritas II kualitas (0,28), prioritas III layanan (0,17), prioritas IV pengiriman (0,10). Dari hasil penilaian tingkat kepentingan alternatif dalam pemilihan Pemasok menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I Pemasok A (0,346), prioritas II Pemasok B (0,341), prioritas III Pemasok C (0,313). Penelitian selanjutnya untuk mengurangi subyektivitas penilaian responden melalui pemetaan persepsinya ke dalam angka-angka numerik sehingga diusulkan untuk menggunakan metode fuzzy AHP.
EVALUASI PROYEK FABRIKASI MATARBARI UNIT-02 DENGAN METODE CPM DAN PERT PT. DUI ESA UNGGUL Arif Budi Sulistyo; Insanur Rifki; Pugy Gautama
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelancaran jalannya sebuah proyek, dibutuhkan manajemen yang baik untuk mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir agar proyek dapat diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Studi kasus pada penelitian ini yaitu proyek fabrikasi Matarbari Unit-02 untuk priority 3 yang dikerjakan oleh PT. Dui Esa Unggul yang merupakan perusahaan subkontraktor di PT. Cilegon Fabricators. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mengakibatkan delay pada proyek dan untuk mengetahui berapa lama durasi serta biaya optimal pada proyek. Metode yang digunakan yaitu metode CPM (Critical Path Methode) dan PERT (Project Evaluation and Review Technique) yang bertujuan untuk mengetahui berapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan dan mencari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksanaan proyek. Setelah dilakukan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara serta evaluasi dengan metode CPM dan PERT, hasilnya faktor terjadinya delay antara lain yaitu faktor cuaca, alat, repair, area kerja full, dan adanya keterlambatan mobilisasi juga proses inspeksi. Durasi waktu optimal proyek fabrikasi Matarbari Unit-02 pada priority 3 ini yaitu 42 hari dari waktu normal semula 51 hari dengan peluang sebesar 71,57%. Total biaya optimal proyek fabrikasi Matarbari Unit-02 pada priority 3 dengan durasi optimal tersebut yaitu sebesar Rp. 85.845.750.
PENGOPTIMALAN TENAGA KERJA PADA PROSES PRODUKSI KAOS GUNA MEMINIMASI KETERLAMBATAN DALAM PENYELESAIAN PESANAN Mar’atus Sholikhah; Muslimin Abdulrahim
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SNG bergerak pada bidang Konveksi. Pada konveksi ini memproduksi berbagai macam produk diantaranya seperti kaos. Konveksi SNG masih sering mengalami keterlambatan pada penyelesaian pesanan sehingga dapat mengakibatkan turunnya rasa kepercayaan konsumen kepada perusahaan, turunnya citra perusahaan, bahkan dengan kejadian tersebut dapat menjadikan kesempatan besar untuk perusahaan pesaing, dimana konsumen akan memilih untuk pindah ke perusahaan pesaing. Pada penelitian ini dapat menggunakan Line Balancing dan Metode Work Load Analysis (WLA) untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Hasil yang didapatkan dari perhitungan menggunakan Line Balancing yaitu waktu primer memiliki line efisiensi tertinggi sebesar 90,53%, balance delay terendah sebesar 9,47%, smoothness index sebesar 486,10 tetapi dengan hasil tersebut belum dapat memenuhi permintaan. Kemudian perhitungan menggunakan Metode Work Load Analysis (WLA) menghasilkan penambahan tenaga kerja pada proses operasi obras dan jahit. Maka, pengoptimalan tenaga kerja yang dapat digunakan pada Konveksi SNG yaitu dengan menggunakan sistem Over Time dengan jumlah pekerja yang sama sebanyak 8 pekerja dan 7 jam kerja per hari tetapi menambahkan 2 jam kerja lembur pada proses obras dan jahit dengan mengeluarkan biaya Over Time paling minimum sebesar Rp 8.339.912 per 14 hari kerja agar dapat meminimasi keterlambatan.
PERANCANGAN 3D PRINTER JENIS CARTESIAN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) Wawan Gunawan; Tatan Zakaria; Frida Wurdhianto
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah produk yang akan diproduksi secara massal akan sangat memerlukan sebuah model prototype sebagai gambaran untuk memenuhi kriteria yang diinginkan, salah satu metode dalam pembuatan sebuah produk adalah dengan teknik Additive Manufacturing, yaitu teknik mencetak objek tiga dimensi dengan cara menambahkan material secara berlapis lapis. Printer 3 dimensi model Cartesian bekerja dengan menggerakkan tiap sudut axis secara linear. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu sebuah prototype printer 3 dimensi jenis Cartesian berukuran 44cm x 48cm x 40cm yang dapat digunakan untuk mencetak objek 3 dimensi menggunakan filament dengan jenis PLA (PolyLatctic Acid) dengan volume cetak maksimal 20cm x 19cm x 14cm, serta ada 3 jenis defect atau cacat pada produk hasil pencetakan printer tersebut yaitu layer tidak menempel, permukaan kasar, dan bentuk tidak sesuai. Metode CPM digunakan untuk mengetahui proses penjadwalan aktivitas serta jalur kritis yang terdapat pada proses perancangan printer 3 dimensi jenis Cartesian ini, dan jalur kritis yang ada pada proses perancangan printer 3 dimensi jenis Cartesian ini berada pada kegiatan: A – B – C – F – G – H – I – J – K – L – M dengan waktu penyelesaian paling lama yaitu 27 hari.
ANALISIS PERSEDIAAN KEMASAN DRUM STEEL MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME DI PT. AI–CP Afni Khadijah; Bayu Adjie Nurprasetyo; Anita Dyah Juniarti
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Divisi Material Management yang berfokus pada bidang pengemasan produk yang membutuhkan salah satu jenis kemasan produk yaitu drum steel. PT. AI-CP, sering mengalami kelebihan persediaan kemasan jenis drum steel yang mengakibatkan kerugian karena adanya biaya persediaan yang meliputi biaya pembelian, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Penelitian dilakukan untuk mengatasi adanya kelebihan persediaan kemasan jenis drum steel yang mengakibatkan kerugian karena adanya biaya persediaan yang meliputi biaya pembelian, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode Just In Time (JIT). Dengan menggunakan metode Just In Time (JIT), diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 382.008.400 atau 8,0 %, dibandingkan dengan kebijakan yang dilakukan PT. AI-CP, sehingga metode Just In Time (JIT) ini dapat diterapkan di PT. AI-CP untuk menghemat biaya persediaan.
ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU ROTAN UNTUK MENDAPATKAN BIAYA PERSEDIAAN OPTIMAL Felda Andriani Cahyadewi; Hery Murnawan
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD. A adalah perusahaan yang memproduksi furniture atau mebel. Material utama yang digunakan yaitu batang rotan dengan jenis dan ukuran yang berbeda. Pemesanan material yang dilakukan berdasarkan perkiraan jumlah produksi sebelumnya dan belum memiliki metode tertentu atau perhitungan yang tepat sehingga penentuan jumlah setiap jenis bahan baku yang dipesan tidak teratur. Permintaan konsumen pada produk furniture yang tidak menentu, mempengaruhi kebutuhan bahan baku yang digunakan sehingga mengalami kekurangan dan kelebihan bahan baku dalam pemakaian. Metode yang digunakan yaitu Material Requirement Planning (MRP) dengan teknik lot sizing Lot For Lot, Period Order Quantity, dan Fixed Period Requirement. Setelah itu, akan diperoleh rencana pesan setiap periode, total kebutuhan setiap jenis bahan baku dan menghasilkan biaya persediaan minumum dari masing-masing hasil lot sizing. Hasil pengolahan data diperoleh jumlah kebutuhan bahan baku untuk setiap komponen produk per periode dan total biaya persediaan minimum produk papason sebesar Rp 46.863.170 dengan 2 periode pemesanan, produk rattan basket sebesar Rp 20.411.000 dengan 3 periode pemesanan, produk stool cushion sebesar RP 17.684.400 dengan 3 dan 4 periode pemesanan, produk rattan shelf sebesar Rp 29.269.925 dengan 2 periode pemesanan dan rattan wall mirror sebesar Rp 13.957.200 dengan 3 periode pemesanan.
ANALISIS JUMLAH OPERATOR OPTIMAL PADA PRODUKSI BATU SPLIT PT. SATRIA JAYA SENTOSA DI KOLAKA Trie Setiyowati; Zainal Arief
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Satria Jaya Sentosa adalah perusahaan industri pengolahan hasil tambang batu gunung menjadi batu split. PT . Satria Jaya Sentosa terletak di desa Jln. Poros Kolaka-pomalaa desa Ngapa kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Dimana proses produksi pengambilan material batu gunung diarea tambang menggunakan alat excavator breaker yang berfungsi mengahancurkan lapisan batu pada gunung kemudian akan diangkut ke dumb truck dengan bantuan alat berat excavator pc 200, kemudian dumb truck akan membawa bongkahan batu tersebut ke mesin crusher yang akan di produksi menjadi batu split. Permasalahan yang terjadi pada proses produksi batu split dimulai pada saat dilakukan penggurangan operator produksi dengan alasan sering diperoleh operator tidak bekerja pada saat proses produksi. Sehingga metode analisis yang dapat digunakan yaitu analisis waktu normal atau waktu standar berdasarkan pemberian nilai faktor setelah itu akan dilanjutkan pada perhitungan beban kerja menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) dan Work Load Analysis (WLA), Hasil dari perhitungan Full Time Equivalent (FTE) yaitu Operator yang mengalami underload yaitu operator Breaker 1 dan 2, operator Excavtor 1 dan 2 dan juga operator dumb truck. Sedangkan operator yang memperoleh beban kerja overload yakni operator mesin Crusher 1 sampai operator mesin Crusher 6. Sedangkan Work Load Analysis (WLA) diusulkan penambahan operator pada bagian pekerjaan operator Breaker sebanyak 2, operator excavator sebanyak 2, operator dumb truck 1, dan operator mesin crusher 6.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE EXPLANARTORY DI PUSKESMAS BEKASI Daonil Daonil; Ade Irpan; Agustinus Yunan
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis kinerja pegawai terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explonartory. Explonartory merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu kejadian yang telah terjadi beserta faktor-faktor penyebabnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami kinerja pegawai yang meliputi tiga varibel Kemampuan, disiplin, dan Empati Terhadap Kepuasan Pasien. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan uji reliabilitas dan uji validitas, analisis regresi berganda, uji asumsi klasik, koefisien determinasi, uji F dan uji t. Dengan menggunakan metode regresi linier berganda dapat disimpulkan bahwa variabel kemampuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,68<0,05. Disiplin berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,007>0,05. Sedangkan empati tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,04>0,05. Secara simultan bukti langsung, kehandalan, jaminan, daya tanggap dan empati berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan F hitung sebesar 23.697 dengan angka signifikansi (P Value) sebesar 0,000<0,05. Koefisien determinasi yang dihasilkan adalah sebesar 0.408 yang berarti 408 perubahan variabel kepuasan konsumen dijelaskan oleh perubahan variabel Kemampuan, displin dan empati secara bersama-sama, sedangkan sisanya sebesar 66% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN COG BOOSTER DI DIVISI UTILITY SUPPLY PT. KRAKATAU POSCO Achmad Syarifudin; Huswatun Hasanah; Oki Teguh Permadi
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Krakatau Posco merupakan pabrik yang bergerak di bidang industri Baja. Untuk menghasilkan produk Baja yang bermutu, harus didukung dengan mesin produksi yang baik, terutama pada mesin COG Booster. Mesin tersebut banyak mengalami kendala pada saat produksi karena dipengaruhi oleh faktor usia mesin yang sudah berumur lebih dari 5 (lima) tahun. Tujuan penelitian ini adalah menghitung nilai efektivitas mesin COG Booster dan mengidentifikasi faktor – faktor dominan yang mengakibatkan terjadinya kerusakan COG Booster. Setelah dianalisa penyebabnya, dilakukan juga untuk usulan perbaikan dengan pendekatan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Untuk pengumpulan data, dilakukan dengan data primer dan data sekunder. Dari hasil analisis, didapat bahwa perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada bulan September 2020 – Februari 2021 yaitu Availability 74.90%, Performance 89.82%, dan Quality 100% dengan total keseluruhan nilai OEE yang didapatkan sebesar 67.28 %. Nilai tersebut belum memenuhi standar JIPM (Japan Institute of Plant Maintenance). Setelah itu, dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone diketahui bahwa terdapat 3 kategori penyebab equipment failure losses diantaranya mesin (kurang perawatan, kegiatan produksi padat), metode (perawatan mengandalkan pihak lain), dan manusia (kemampuan karyawan tidak merata).
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BERAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL DI UD. PENGGILINGAN BERAS PUTRI JAYA Hartadi Wijaya; Rayhan Arrofi; Sri Mukti Wirawati
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 5 No 1 (2022): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu bidang usaha UMKM, kualitas produk merupakan faktor penting dan utama, UD. Penggilingan Beras Putri Jaya merupakan bidang usaha yang bergerak dibidang industri industri pangan. Kegiatan utama UD. Penggilingan Beras Putri Jaya memproduksi beras. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kualitas beras dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas beras. Metode statistical quality control untuk mengetahui permasalahn yang ada di UD. Penggilingan Beras Putri Jaya. Hasil pengolahan data menggunkan metode statistical quality control total produksi pada tahun 2020 yaitu 533.495 kg dan jumlah beras cacat pada tahun 2020 yaitu 847 kg yang terdiri dari beras hancur dan beras tidak terkupas.

Page 1 of 2 | Total Record : 11