cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
PEMBUATAN BRIKET KULIT DURIAN DENGAN PROSES KARBONISASI Ahmad Shobib; Retno Ambarwati SL; Ery Fatarina P; Farah Marda Y.P
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2471

Abstract

Biomassa dari limbah kulit durian selama ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal sehingga perlu adanya alternatif pengolahan agar menjadi bahan yang lebih bermanfaat, salah satunya sebagai bahan bakar alternatif briket. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat briket dari kulit durian dengan proses karbonisasi, mengetahui pengaruh briket terhadap ukuran bahan, suhu, dan waktu karbonisasi, serta mengetahui spesifikasi briket dari kulit durian. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan proses karbonisasi selama 4 dan 7 jam dan melakukan analisa proksimat pada briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor kulit durian sebasar 4.569,54 kcal/kg, kadar air 12%, kadar abu 15%. Kata kunci: briket, nilai kalor, kulit durian, karbonisasi
ANALISIS PENGARUH PROSES ANNEALING UNTUK MENGHILANGKAN TEGANGAN SISA AKIBAT PROSES PENGELASAN PADA PEMBUATAN DRUM KETEL UAP Aladin Eko Purkuncoro
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2476

Abstract

Dalam industri sekarang proses pengelasan banyak digunakan di bidang manufaktur (fabrikasi) dalam aplikasi engineering, misalnya untuk pembuatan drum ketel uap. Salah satu metode pengelasan yang sering dipakai oleh perusahaan industri, yaitu metode SMAW (Shelled Metal Arc Welding).Pengelasan ini juga disebut Las Busur Listrik.Pada pengelasan banyak faktor yang perlu diperhatikan diantaranya panas yang masuk, laju pendinginan dan material yang di las. Oleh karena itu prosedur pengelasan dari pembuatan drum ketel uap harus di perhatikan salah satu harus diberi perlakuan panas, dimana perlakuan panas tersebut akan mengurangi tegangan sisa dan mengubah sifat mekanis pada material drum ketel uap. Dalam penelitian ini saya akan membandingkan sifat mekanis dari material hasil pengelasan SA 516 gr 70 yang tanpa perlakuan panas dan pengelasan yang diberi perlakuan panas menggunakan heater electric dengan suhu 625°C untuk mengurangi tegangan sisa pada material pengelasan. Sedangkan untuk mengetahui sifat mekanik dengan melakukan pengujian kekerasan, pengujian impak dan pengujian tarik. Dari penelitian didapatkan hasil sebagai berikut : material pengelasan dengan perlakuan panas mempunyai sifat lebih baik dibandingkan pengelasan tanpa perlakuan panas, dimana perlakuan panas mempengaruhi nilai kekerasan menurun, kekuatan material meningkat dan tegangan sisaberkurang. Kata kunci :SMAW, drum ketel uap, tegangan sisa, suhu
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR ISONIAZID DAN VITAMIN B6 MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI SERTA APLIKASINYA DALAM SEDIAAN SIRUP OBAT TUBERKULOSIS Aqnes Budiarti; Nimas Yuniarsih Herdiyanti
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2472

Abstract

Isoniazid (INH) dan piridoksin HCl atau vitamin B6 (vit B6) dikenal sebagai obat kombinasi untuk tuberkulosis. Adanya metode penetapan kadar kedua zat ini secara simultan sangat diperlukan dalam uji stabilitas dan studi nasib obat dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode penetapan kadar INH dan vit B6 menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)serta aplikasinya dalam sediaan sirup tuberkulosis. Pengembangan metode menggunakan KCKT Jasco dengan detektor UV-Vis. Fase diam adalah C18  dan fase gerak berupa campuran dapar fosfat dan asetonitril (75:25, v/v) dengan waktu alir 1,2 mL/menit pada panjang gelombang 280 nm. Selanjutnya dilakukan uji validasi meliputi akurasi, presisi, selektivitas, linieritas dan sensitivitas. Metode analisis diaplikasikan pada dua sediaan sirup dari pabrik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode teliti dengan %RSD 0,48 untuk INH dan 0,64% untuk vit B6. Metode akurat dengan % perolehan kembali kedua  zat antara 98-102%, metode linier dengan nilai r = 0,99 untuk kedua zat. Nilai LoD dan LoQ untuk penetapan kadar INH adalah 2,65 dan 8,85 ppm serta vit B6 adalah 0,33 dan 1,11 ppm. Uji selektifitas  menghasilkan nilai resolusi 4,8. Kadar INH  dan vit B6 masing-masing dalam sirup adalah 100,26-100,27% dan 100,00-100,85%. Metode analisis yang divalidasi dapat diaplikasikan pada sediaan sirup obat tuberkulosis. Kata kunci:INH, isoniazid, KCKT, sirup tuberkulosis, vit B6
PERBEDAAN EFEK RELAKSASISTRETCHING DAN AROMATERAPI TERHADAP KELUHAN NYERI KEPALA PRIMERKARYAWAN PT X Dian Inayati; Ari Suwondo; Baju Widjasena; Siti Nur Chasanah
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2477

Abstract

Nyeri kepala primer merupakan keluhanyang sering dikeluhkan oleh pasien yang datang berobat di klinik perusahaan.Hal ini berakibat menurunkan produktifitas dan meningkatkan losstime juga penambahan anggaran biaya kesehatan perusahaan. Terapi Relaksasi 60% dapat mengurangi nyeri kepala primer. Aromaterapi dan stretching contoh dari terapi relaksasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek relaksasi stretching dan aromaterapi terhadap keluhan nyeri kepala serta membuktikan apakah kortisol dapat dipakai sebagai penanda nyeri kepala primer.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperimen dengan  times series design pada 30 sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Subyek dibagi dalam dua kelompok,yaitu 15 orang responden dalam kelompok stretchingdan 15 orang responden masuk kelompok aromaterapi.Nyeri kepala sebelum dan sesudah terapi aromaterapi nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan antara VAS sebelum dan setelah terapi Aromaterapi. Pada perlakuan terapi streching didapat nilai p sebesar 0,00 (p<0,05) dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan antara VAS sebelum dan setelah terapi Streching.Uji korelasi spearman’s kadar kortisol terhadap VAS (penanda nyeri) didapat nilai p 0,458 dimana p> 0,05 hasilnya tidak signifikan. Penelitian ini memperlihatkan hasil bahwa stretching dan aromaterapi sama-sama berpengaruh terhadap keluhan nyeri kepala primer. Kortisol tidak bisa digunakan sebagai penanda nyeri kepala primer. Kata kunci : aromaterapi, kortisol, nyeri kepala primer, stretching
SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARISASI EKSTRAK KULIT BUAH LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) Erwin Indriyanti; Yuliana Purwaningsih; Dian Wigati
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2473

Abstract

Selama ini kulit labu kuning dianggap hanya sebagai sampah yang tidak terpakai. Penelitian-penelitian terhadap kulit buah labu kuning juga sangat jarang dilakukan padahal kulit labu kuning kaya akan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak kulit labu kuning berdasarkan parameter spesifik dan non spesifik. Parameter spesifik meliputi identitas simplisia dan sifat organoleptik ekstrak. Sementara itu, parameter non spesifik yang diamati adalah susut pengeringan, kadar abu, kadar abu tidak larut asam dan uji bebas etanol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan berdasarkan skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Hasil standarisasi parameter spesifik menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah labu kuning (Cucurbita muschata) berupa ekstrak kental dengan berwarna hijau kehitaman dengan bau khas kulit buah kering.. Berdasarkan standarisasi parameter non spesifik bahwa ekstrak kulit buah labu kuning telah memenuhi persyaratan berdasarkan parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Hasil penetapan parameter non spesifik ekstrak kulit buah labu kuning diperoleh susut pengeringan 7,27% , kadar abu 16,96%, kadar abu tidak larut asam 6,70%. Hasil uji bebas etanol menun jukkan tidak adanya kandungan etanol dalam ekstrak kulit buah labu kuning. Kata Kunci: Cucurbita moschata, kandungan kimia, kulit labu kuning, parameter non spesifik, parameter spesifik,
KONTRIBUSI PENGGEMUKAN TERNAK KAMBING TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (Studi Kasus Di Kecamatan Demak Kabupaten Demak) Akhmad Utomo; Dewi Hastuti; Rossi Prabowo
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2478

Abstract

Kecamatan Demak memiliki potensi ternak kambing ke tiga di Kabupaten Demak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha penggemukan ternak kambing, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan prosentase kontribusi terhadap pendapatan total rumah tangga petani. Metode penelitian dilakukan dengan cara survei dan wawancara langsung untuk mengumpulkan data primer dari responden dan data sekunder dari dinas terkait. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu mengambil 10 desa yang memiliki petani dengan usaha sampingan penggemukan kambing. Sampel petani setiap desa diambil dengan menggunakan metode Insidental sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang. Analisis data menggunakan deskriptif analitis, Analisis biaya, Penerimaan dan Pendapatan, Rumus Kontribusi serta Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil dan pembahasan menunjukkan rata-rata jumlah kepemilikan ternak sebanyak 9 ekor kambingpetani dengan biaya yang dikeluarkan Rp. 7.896.000 per 6 bulan dan rata-rata penerimaan Rp. 18.408.000, sedangkan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 8.565.000 atau memberikan keuntungan per satu ekor kambing sebsar Rp. 886.500. Berdasarkan uji F  menunjukan variabel luas kandang, umur peternak, pengalaman berternak, jumlah ternak dan pakan ternak secara bersama sama berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usaha penggemukan ternak kambing. Sedangkan hasil uji t menunjukkan variabel umur peternak berpengaruh tidak nyata. Rata-rata kontribusi dari pendapatan usaha penggemukan ternak kambing terhadap pendapatan total rumah tangga petani sebesar 19%, sehingga usaha ternak kambing hanya merupakan pendukung terhadap komoditas pertanian dan bisa digolongkan sebagai usaha yang bersifat sambilan karena kontribusinya kurang dari 30%. Kata kunci : Demak, Kambing, Pendapatan, Kontribusi, Regresi
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MUDA DAN DAUN TUA SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Dewi Andini Kunti Mulangsri
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri daun muda dan daun tua sirih hijau terhadap  bakteriStaphylococcus aureus.Ekstrak daun sirih hijau dari daun muda dan daun tua masing-masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan variasi konsentrasi larutan ekstrak daun sirih hijau baik daun muda dan daun tua yaitu0,3125; 6,25; 1,25; 2,5; 5 mg/disk, kontrol positif Ampicillin 10ηg/disk, kontrol negatif DMSO 20%. Analisa data hasil uji aktivitas antibakteri secara deskriptif dengan terbentuknya zona hambat dan diukur diameter daerah hambat (DDH) pada masing-masing ekstrak. Hasil menunjukkan bahwa baik ekstrak etanol daun muda sirih hijau (EEDMSH) dan daun tua sirih hijau (EEDTSH) memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona hambat di sekitar paperdisk pada konsentrasi yang sama yaitu 1,25; 2,5 dan 5 mg/disk. Nilai DDH tertinggi baik EEDMSH dan EEDTSH pada konsentrasi 5 mg/disk masing-masing secara berurutan 8,2 dan 11 mm.  Kata kunci : antibakteri, daun muda, daun tua, sirih hijau, Staphylococcus aureus
FOAM MAT DRYING AMPAS SEDUHAN TEH Maharani Kusumaningrum; Indah Hartati
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2474

Abstract

Ampas seduhan teh mengandung serat kasar, selulosa, lignin dan berbagai macam mineral seperti tembaga, magnesium dan kalsium. Foam mat drying serbuk ampas seduhan teh dapat mendorong pemanfaatan dan penggunaan lebih lanjut terhadap ampas teh. Dalam penelitian ini, salah satu metode yang digunakan dalam pengeringan ampas seduhan teh adalah menggunakan metode foam mat drying. Penelitian ini dilakukan bertujuan agar proses pengeringan pada ampas teh dapat lebih cepat dengan adanya penambahan maltodekstrin dan busa putih telur. Foam mat drying terhadap ampas seduhan teh dilakukan dengan cara memvariasikan konsentrasi maltodekstrin 15%-25% serta dengan menambahkan putih telur sebesar 10-15% dan aliran udara panas pada suhu 800C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan maltodekstrin 25% membantu mempercepat proses foam mat drying. Berat sampel yang berkurang semakin cepat seiring dengan peningkatan kadar maltodekstrin yang ditambahkan. Proses foam mat drying dengan waktu paling efektif terhadap ampas teh yakni kurang lebih selama 1 jam 10 menit dilakukan dengan menambahkan putih telur sebesar 15%, aliran udara panas bersuhu 800C dan penambahan maltodekstrin sebesar 25%. Kata Kunci: ampas teh, foam mat drying, maltodekstrin
KAJIAN ANTIHIPERGLIKEMIK ORAL PASIEN PROLANIS DENGAN KOMORBIT HIPERTENSI TAHUN 2017 Erna Prasetyaningrum; Eko Ferry Prasetyo; Hesti Prihartini
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2470

Abstract

Penyakit diabetes mellitus banyak terjadi pada masa sekarang ini. Pasien penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 termasuk dalam PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Diabetes mellitus memiliki banyak komorbiditas antara atherosclerosis, dislipidemia, hipertensi,  cardiovaskuler disorder. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pengobatan penggunaan obat hiperglikemik oral pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi peserta prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) puskesmas Pandanaran  kota semarang 2017 meliputi profil jenis kelamin,  penggunaan obat hiperglikemik oral,  golongan obat hiperglikemik oral apa saja yang paling banyak digunakan, dosis penggunaan obat hiperglikemik oral, golongan obat hiperglikemik oral yang dikombinasi dengan obat hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan  metode deksriptif analitik non eksperimental. Data diambil dari bulan oktober sampai desember 2017. Hasil penelitian didapatkan 82 sampel. Data penelitian didapatkan perempuan memiliki jumlah lebih besar  dibanding laki-laki yaitu 63,41 %, penggunaan obat hiperglikemik oral gabungan lebih besar dibandingkan tunggal, yaitu sebesar 86,59%, kombinasi golongan yang paling banyak sulfonilurea dan biguanit yaitu sebesar 86,59 %, kombinasi penggunaan obat hiperglikemia oral dengan hipertensi yang paling banyak adalah pemakaian  metformin, glimepirid, dan amlodipin sebanyak 73,17 %.  Kata kunci : diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, pola pengobatan, prolanis
KANDUNGAN TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT LABU KUNING (Cucurbita moschata) Yuliana Purwaningsih; Diyan Wigati; Erwin Indriyanti
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i2.2475

Abstract

Penelitian tentang kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan telah dilakukan pada kulit labu kuning (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit labu kuning (Cucurbita moschata). Ekstrak kult labu kuning diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kandungan total fenolik dapat diketahui dengan uji menggunakan metode kolorimetrik Folin Ciocalteu.  Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit labu kuning diuji menggunakan metode spektrofotometri dengan radikal bebas DPPH. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenolik pada ektrak etanol kulit labu kuning sebesar 56,62 mg GAE/g dan IC50 terhadap radikal bebas DPPH diperoleh pada konsentrasi ekstrak sebesar 64,8238 ppm. Kata Kunci: antioksidan, Cucurbita moschata, DPPH, kulit labu kuning, total fenolik

Page 1 of 1 | Total Record : 10