cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN FILTER SELULOSA ACETATE YANG BERLUBANG PADA BAGIAN POROSNYA (HOLLOW) PADA KARAKTERISTIK KIMIAWI SUBSTANTIF SIGARET KRETEK TANGAN Rita Dwi Ratnani; Rosida Dwi Ayuningtyas; Farikha Maharani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.7559

Abstract

Sejarah mencatat, bahwa orang Indonesia sudah memulai kebiasaan mengkonsumsi tembakau sebagai rokok sejak tahun 1601, setahun setelah tembakau mulai ditanam di Jawa. Perkembangan rokok di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya barat yang mana jika ditinjau dari kata “rokok” dalam bahasa Indonesia, kata tersebut merupakan serapan dari bahasa Belanda “rokken”. Dalam perjalanannya, rokok terus mengalami evolusi alamiah dalam konteks perubahan bentuk dan citarasanya mengikuti permintaan pasar. Proses evolusi tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1970an, dimana penerapan teknologi yang pada masa tersebut diprakarsai oleh perusahaan-perusahaan rokok besar di Indonesia mulai memproduksi rokok dengan menggunakan mesin dan menambahkan filter. Selulosa acetate merupakan yang digunakannya, filter berada pada bagian pangkal ujung hisapnya. Selulosa acetate itu sendiri, merupakan komponen berbasis karbon yang disebut pirolisis serta memiliki sifat thermoplastic, absorbsi selektif, dan mampu berikatan dengan plasticizers. Seiring majunya teknologi manufacture dalam memproduksi filter selulosa acetate, semakin banyak varian bentuk dari filter yang dapat ditemukan di pasar, baik yang berbentuk padat berpori hingga berlubang pada bagian poros tengahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan filter selulosa acetate yang berlubang pada bagian porosnya (hollow) pada sigaret kretek tangan (SKTF-Hollow) terhadap komposisi kimianya dibandingkan dengan sigaret kretek tangan pada umumnya sebagai referensi (SKT-R). Parameter nikotin, tar coresta, tar SNI, puff number, dan CO diuji menggunakan Smoking Machine Rotary dan Gas Chromatography (GC). Hasil pengujian yang diperoleh secara berurutan pada SKT Hollow 1,39; 36,78; 30,94; 12,14;21,09 sedangkan pada SKT-R 1,93; 40,86; 34,26;17,85’22,68. Hasil menunjukkan komposisi kimia SKT-R berbeda nyata dengan SKTFHollow. Simpulan penelitian ini, filter selulosa acetate yang berlubang pada bagian poros tengahnya (hollow) memberikan fungsi filtrasi kimiawi terhadap kandungan rokok SKT-R sehingga penambahan filter selulosa acetate yang berlubang dibagian porosnya (hollow) pada rokok sigaret kretek tangan tidak bisa masuk kedalam kategori SKT. 
PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT BERBASIS MINYAK SAWIT BEKAS DENGAN AROMA SEREH Rahel - Margareta; Sari Purnavita; Lucia Hermawati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6440

Abstract

Sabun merupakan sediaan pembersih kulit yang dibuat daari proses saponifikasi dengan mereaksikan minyak, lemak, wax, rosin, atau asam lemak dengan basa. Alkali yang digunakan adalah NaOH karena NaOH adalah jenis alkali yang larut dalam air yang dapat membentuk produk menjadi sabun yang keras. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji konsentrasi larutan NaOH yang digunakan dan kualitas minyak sawit bekas penggorengan terhadap karakteristik sabun padat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu variabel bebas pertama adalah konsentrasi larutan NaOH (25g, 27,5g, 30g, 32,5g, dan 35g). Variabel bebas kedua adalah kualitas minyak sawit bekas penggorengan (1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, dan 5 kali penggorengan). Hasil penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan minyak dengan kualitas penggorengan 3 kali dengan jumlah kadar air maksimal 15%. 
PERKIRAAN BIAYA MODAL SPESIFIK ATAS PABRIK MULTI EFEK DISTILASI Lisna Krisan Wibowo; Raka Dimas Saputra; Suci Dhiya Mayra Suherman; Ainiyyah Fatin; Kristin Valentina Sinabutar; Mohammad Djaeni; Dessy Agustina Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6899

Abstract

Salah satu macam teknologi desalinasi yang umum digunakan adalah Mulfi Efek Distilasi (MED). Pilihan ini merupakan tipe yang tepat untuk mengubah air laut menjadi air konsumsi. Biaya produksi air dan membutuhkan suhu yang rendah mampu memberikan peluang bagi penggunaan energi terbaharukan sebagai sumber panasnya. Namun, di masa lalu MED mengalami kegagalan persaingan dengan MSF – Multi Efek Flash. Kelemahannya berada di biaya modal (CapEx – Capital Expenditure). Hal ini menjadikan peluang adanya kebutuhan peninjauan ulang atas kekurangan tersebut. Korelasi antara biaya modal dan kapasitas pabrik menjadi salah satu metode umum mengkalkulasi biaya modal pabrik MED. Hasilnya untuk kapasitas pembangkit 10.000 - 16.000 m3/hari didapatkan biaya spesifik yang tidak pernah mencapai di bawah $2400 per m3/hari. Selain itu, biaya modal pabrik MED meningkat seiring bertambahnya jumlah efek pada luas permukaan perpindahan panas. Kemudian, usia  kelangsungan pabrik, tingkat salinitas air umpan, dan lokasi pendirian pabrik juga dapat dimanfaatkan sebagai korelasi lainnya dalam memperkirakan biaya modal pabrik MED.Kata kunci: air laut, desalinasi, multi efek distilasi, multi efek flash, pabrik distilasi.
ANALISIS KADAR KLORIDA AIR SUMUR SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SINGOJURUH BANYUWANGI DENGAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI Ani Qomariyah; Achmad Saifullah Yusuf; Devi Ariska Putri; Nafis Rafasya Dewi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6604

Abstract

Tumpukan sampah yang terdapat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pencemaran air yang terjadi ini ditimbulkan oleh adanya air lindi. Pencemaran air yang terjadi akibat adanya air lindi, diduga adanya kadar klorida yang berlebihan di dalam air sumur warga sekitar TPA Desa Tapanrejo, Desa Sumbersewu, dan Desa Kumendung merupakan Desa dengan TPA terbesar di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Di Desa ini menarik untuk dikaji kandungan kadar klorida dalam air sumur apakah masih layak digunakan sebagai air minum ataukah tidak, mengingat air tanah di daerah  ini terkandung cemaran limbah dari air lindi TPA. Dalam penelitian ini,diambil sampel air sumur dari masing-masing Desa kemudian dilakukan analisis kadar klorida di laboratorium dengan metode titrasi argentometri. Hasil penelitian menunjukkan kadar klorida pada air sumur di ketiga Desa yang terletak di wilayah TPA Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menunjukkan hasil dibawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. Hal ini menunjukkan bahwa air bawah tanah tidak tercemar oleh air lindi TPA sehingga layak digunakan untuk air minum,  mandi, mencuci maupun memasak. Kata kunci: air sumur, argentometri, klorida, TPA
UJI COBA ARANG BATANG PISANG TERAKTIVASI PADA PENDEGRADASIAN FOSFAT PADA LIMBAH LAUNDRY Nuryoto Nuryoto; Shera D. Andini; Syifa Fauziah; Erlin Filiandini
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6972

Abstract

Usaha Laundry berkembang cukup pesat, dan tidak terlepas dari penggunaan detergen di dalam aplikasinya. Senyawa yang terdapat di dalam detergen salah satunya berupa fosfat,  yang mana dalam kondisi berlebih dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pada air yaitu  menyebabkan eutrofikasi. Kandungan fosfat yang dihasilkan dari limbah suatu kegiatan usaha laundry yang diijinkan untuk dibuang ke badan air adalah 0,2 mg/liter. Untuk mendegradasi fosfat yang terdapat pada limbah laundry dapat memanfaatkan bioadsorben seperti  arang batang pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari bagaimana kinerja bioadsorben arang batang pisang yang diaktivasi menggunakan NaOH ketika dilakukan pengintegrasian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi fosfat ke sisi aktif adsorben  yaitu berupa  massa adsorben, waktu kontak, dan kecepatan pengadukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan  massa adsorben, waktu kontak, dan kecepatan pengadukan berdampak positif terhadap kinerja bioadsorben dalam menjerap fosfat di dalam air limbah laundry. Kondisi terbaik diperoleh pada kecepatan pengaduk 600 rpm, massa adsorben 5 gram dan waktu kontak 80 menit dengan persentase degradasi fosfat sebesar  80,7%  .
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM DALAM AIR LIMBAH LAUNDRY DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Vera Yustika; Nurfadilah M. Kasim; Febriyanti Andimala; Murjiatunur Amboy; Syakina Marilan Daaliwa; Wa Ode Nurlisa; Wiwin Rewini Kunusa
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6619

Abstract

Air limbah laundry merupakan salah satu limbah yang dapat mencemari lingkungan hingga berdampak buruk bagi makhluk hidup. Hal tersebut dikarenakan usaha laundry menggunakan deterjen yang di dalamnya terkandung surfaktan dan zat lainnya yang berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam besi (Fe), nitrat, nitrit, sulfat, fosfat, dan sianida yang terkandung pada air limbah laundry dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel air limbah air laundry diperoleh dari home industry laundry, yaitu Naya Laundry yang terletak di Toto Utara, Kec. Tilong Kabila, Kab. Bone Bolango, Gorontalo. Sampel yang diambil kemudian dibawa ke laboratorium kimia analitik Universitas Negeri Gorontalo untuk dilakukan penelitian. Tahap awal yaitu penyaringan, kemudian uji suhu, pH dan DO sampel. Kemudian dilakukan pembuatan larutan baku untuk uji besi (Fe), nitrat, dan nitrit serta dilakukan pembuatan larutan untuk penetapan kandungan besi (Fe), nitrat, nitrit, fosfat, sulfat, dan sianida pada sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kandungan logan besi (Fe), nitrat, nitrit, fosfat, sulfat, dan sianida pada sampel berturut-turut yaitu: 10 mg/L, 0,8 mg/L, 1,1 mg/L, 0,001 mg/L, 1 mg/L, 10 mg/L.
PROSES PRODUKSI AMONIUM NITRAT DAN KEGUNAANNYA : REVIEW Erwan Adi Saputro; Yuniar Dwi Lestari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.7019

Abstract

Amonium nitrat dengan rumus kimia NH4NO3 merupakan senyawa kimia berupa padatan berwarna putih yang larut dalam air. Amonium nitrat memiliki peranan penting di dunia, amonium nitrat dikenal sebagai penyusun bahan peledak yang digunakan sebagai pertahanan atau konstruksi sipil, penggalian dan insdustri pertambangan. Selain itu sebagian besar pengaplikasiannya adalah sebagai fertilizer dalam pertanian atau sebagai pupuk. Indonesia merupakan negara agraris yang terdapat banyak pertanian dan perkebunan, selain itu pertambangan di Indonesia juga sedang meningkat. Ada beberapa macam proses yang digunakan untuk memproduksi amonium nitrat. Studi literatur ini bertujuan untuk dapat memilih proses produksi yang dinilai paling efektif dan efisien dengan kekurangan yang sangat minim. Hasil dari studi literatur, proses stengel merupakan proses yang paling sederhana yang bisa menghasilkan amonium nitrat dengan kemurnian produk yang cukup tinggi.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KINERJA ANODA TUMBAL DALAM MENGENDALIKAN LAJU KOROSI BAJA AISI 4340 Mochammad Rizaq Salsabillah; Muhammad Dzulqarnain Busyra; Isni Utami
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6653

Abstract

Proteksi katodik merupakan suatu metode perlindungan logam terhadap serangan korosi. Metode ini dilakukan dengan cara membanjiri logam tersebut dengan elektron, kemudian potensial logam terhadap lingkungan turun sampai potensial proteksi, dimana logam secara teknis dianggap tidak terkorosi lagi, sehingga laju korosi logam dapat diminimumkan. Proteksi katodik pada penelitian ini dilakukan dengan metode anoda tumbal dan pengujiannya dilakukan secara elektrokimia. Penelitian dilakukan pada baja AISI 4340 dalam lingkungan larutan NaCl 3,5% dengan anoda tumbal Aluminium dan Zinc. Hasil data analisa yang didapat menunjukkan bahwa anoda Aluminium mampu menurunkan laju korosi baja sampai dengan 99,99597%, dan anoda Zinc mampu menurunkan laju korosi baja sampai dengan 99,96611%.
EKSTRAKSI NIKEL DARI BIJIH NIKEL LATERIT SOROWAKO DENGAN ASAM NITRAT Tathmainnul Qulub Al Asrori; Hana Nabila Putri; Ni Ketut Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6501

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya mineral berupa bijih nikel laterit. Bijih ini merupakan sumber utama logam nikel yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia salah satunya dalam pembuatan baja tahan karat. Salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan adalah proses ekstraksi padat-cair (leaching) pada kondisi atmosferis. Pada penelitian ini, dilakukan ekstraksi nikel dari bijih nikel laterit yang diperoleh dari Sorowako menggunakan pelarut asam nitrat yang bertujuan untuk mengetahui suhu dan konsentrasi asam nitrat optimum dalam proses ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu operasi sebesar 50℃, 60℃, 70℃, 80℃, 90℃ dan konsentrasi asam nitrat 3M, 4M, 5M, 6M, 7M. Analisis kandungan nikel hasil leaching dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) yang kemudian dioptimasi dengan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan konsentrasi asam nitrat berpengaruh terhadap perolehan nikel. Kenaikan suhu dan konsentrasi asam nitrat akan meningkatkan perolehan nikel. Hasil terbaik pada proses ekstraksi yaitu pada konsentrasi asam nitrat 7M dan suhu 90℃ dengan perolehan nikel sebesar 80,73%. Setelah dilakukan proses optimasi hasil dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 19 didapatkan persentase nikel terekstrak optimum sebesar 80,8727% pada konsentrasi HNO3 8,2M dan suhu 98,5℃.
EVALUATION OF AIR RADIOACTIVITY MONITORING IN RADIOMETALLURGICAL INSTALLATION Nofriady Aziz; Septian Hardi Prasetya; Muhammad Afton Muhandis; Zaidi Oktari; Mugiyono Mugiyono; Agus Sunarto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i2.6893

Abstract

Air radioactivity monitoring was carried out using a continuoust air radioactivity monitoring device, namely the SMARTCAM device, each of which was installed in the chimney of the Radiometallurgical Installation (RMI) Building and then an evaluation of the air radioactivity data was carried out every month during 2020. The purpose of this research about air monitoring was to determine the radioactivity and release from the IRM chimney to the environment during 2020. The data taken are gross alpha (α) and gross beta (β )concentrations at the RMI. The data that has been obtained is then processed to find the daily average value, then the highest average value is taken in one month. The results obtained for each month are then compared with Maximum Permissible Concentration (MPC) for the predetermined gross α and gross β. The results of data evaluation is shown that the air radioactivity monitoring during 2020 at IRM is 0.324 Bq/m3 for alpha and 6.342 Bq/m3 for beta . The amount of air radioactivity of IRM in 2020 when compared to the MPC of 2 Bq/m3 for alpha and 20 Bq/m3 for beta, the air radioactivity is still far below the maximum allowable limit, from these results it can be said that the radioactive gas/aerosol effluent released from the IRM chimney during 2020 did not cause radiological impacts and was safe for the community and the environment around the IRM building. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10